DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH ZIKIR TERHADAP TINGKAT STRES DAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS GAMPING I
Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan risiko jantung, otak, ginjal dan penyakit lainnya. Salah satu penyebab hipertensi adalah stres. Stres yang berlangsung lama dapat menyebabkan rangkaian reaksi dari organ tubuh yang lain dan berpengaruh terhadap kerja jantung. Hipertensi dapat dicegah dengan terapi farmakologi dan non farmakologi.Salah satu terapi non farmakologi adalah zikir.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh zikir terhadap tingkat stres dan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Gamping 1.
Metode: Quasi experimental design dengan menggunakan rancangan control group pre-test-post-test. Teknik pengambilan sampel teknik kuota sampling dengan uji statistik parametrik (dependensampel t-test dan independen sampel t-tets) dan analisis non parametrik (wilcoxon dan mann whitney). Responden penelitian sebanyak 30 orang.
Hasil: Penurunan tingkat stres pada kelompok intervensi yaitu 5.80 dengan P-value 0,05 (0,812). Penurunan tekanan darah sistol kelompok intervensi adalah 21.14 mmHg dengan P-value0,05 (0,305). Penurunan tekanan darah diastol kelompok intervensi adalah 10.40 mmHg dengan P-value0,05 (0.599). Perbedaan tingkat stres dan tekanan darah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol P-value<0.05 (0,018 untuk tingkat stres) (0,006 untuk sistol) dan (0,037 untuk diastol).
Simpulan dan Saran: Terdapat penurunan tingkat stres dan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Gamping 1. Responden diharapkan dapat melakukan zikir setiap hari sebagai terapi pendamping untuk menurunkan tingkat stres dan tekanan darah
PERBEDAAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA YANG TINGGAL SENDIRI DENGAN YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DI KELURAHAN KENALAN PAKIS MAGELANG
Latar Belakang : Lanjut usia merupakan seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas, baik pria maupun wanita. Keluarga merupakan support system utama bagi usia lanjut dalam mencegah timbulnya insomnia pada lansia. Prevalensi insomnia di Indonesia pada lansia tergolong tinggi yaitu sekitar 67% dari populasi yang berusia diatas 65 tahun.
Tujuan : Mengetahui Perbedaan Kejadian Insomnia pada Lansia yang Tinggal Sendiri dengan yang Tinggal Bersama Keluarga di kelurahan Kenalan.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan comparativ study dengan pendekatan croosectional. Alat yang digunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling untuk yang tinggal sendiri dan random sampling untuk yang tingggal bersama keluarga, sehingga didapatkan 70 responden. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat lansia yang tinggal sendiri mengalami kejadian insomnia ringan berjumlah 3, dengan insomnia sedang berjumlah 17, dan yang mengalami insomnia berat berjumlah 15. Sedangkan, lansia yang tinggal bersama keluarga mengalami kejadian insomnia ringan berjumlah 23, dan yang insomnia sedang berjumlah 11, serta yang mengalami insomnia berat berjumlah 1. Hasil penelitian uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejadian insomnia yang signifikan antara lansia yang tinggal sendiri dengan yang tinggal bersama keluarga (p=0,000).
Simpulan : Terdapat perbedaan kejadian insomnia yang signifikan antara lansia yang tinggal sendiri dengan yang tinggal bersama keluarga di Kelurahan Kenalan Pakis Magelang. Diharapkan perlu adanya peningkatan promosi kesehatan terkait peningkatan kualitas kenyaman sebelum lansia tidur
PERBEDAAN POLA MENSTRUASI PADA SURVIVOR CA MAMMAE PRA DAN PASCA MASTEKTOMI: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi. Tindakan pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengangkat sel kanker payudara yaitu mastektomi. Hal ini menimbulkan dampak pada aspek biologis dalam tubuh. Pengangkatan jaringan payudara menyebabkan ketidakseimbangan hormone salah satunya yaitu hormone menstruasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola menstruasi pada survivor ca mammae pre dan pasca mastektomi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode literature review atau studi pustaka. Bahan analisa terdiri dari empat jurnal dalam bahasa inggris dan 1 jurnal dalam Bahasa Indonesia yang dapat diakses full-text.
Hasil: Penelitian menggunakan empat jurnal internasional dan 1 jurnal nasional dengan masing-masing tiga jurnal sebagai bahan analisa pola menstruasi pada kanker payudara dan dua jurnal sebagai bahan analisa mastektomi.
Simpulan: Terdapat perbedaan pola menstruasi pada survivor ca mammae pre dan pasca mastektomi
EFEKTIVITAS WORKPLACE EXERCISE DAN ISTIRAHAT PENDEK TERHADAP UPPER CROSS SYNDROME AKIBAT REPETITIVE MOTION : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Upper cross syndrome adalah pola disfungsional postural
umum yang menggambarkan disfungsi tonus otot disekitar shoulder atau
cervicothoracic sehingga menyebabkan muscle imbalance dan abnormal
postur. Upper cross syndrome biasanya disebabkan oleh sesi kerja yang
terlalu lama, posisi statis yang berkelanjutan dan repetitive motion dengan
poor posture. Pengukuran menggunakan DASH kuisioner menunjukan hasil
65 % karyawan mengeluh upper cross syndrome dari grade ringan sampai
berat, sehingga dapat mempengaruhi kualitas kerja dan produktivitas
karyawan. Salah satu cara untuk menangani keluhan upper cross syndrome
yaitu dengan pemberian workplace exercise dan istirahat pendek. Tujuan:
Untuk mengetahui efektivitas workplace exercise dan istirahat pendek
terhadap upper cross syndrome akibat repetitive motion berdasarkan 11
jurnal narrative review. Metode: Jenis penelitian ini adalah narrative review,
dimana pencarian literatur melalui PEDro, APTA dan Google Schoolar yaitu
jurnal ilmiah yang diterbitkan minimal pada tahun 2010. Strategi pencarian
menggunakan kata kunci dengan format PICO, kemudian di pilih
berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil studi literatur dari 3 database
didapat 30 artikel yang dianggap bisa memberikan kontribusi data artikel
terkait hasil yang ingin dicapai penulis. Tahap selanjutnya dilakukan
penyaringan data termasuk duplikasi artikel, screening abstrak, full text, dan
flowchart sehingga meninggalkan 11 artikel untuk dilakukan review akhir.
Artikel yang telah didapat dan sesuai dengan topik penelitian, selanjutnya
dilakukan ekstraksi data. Hasil: Workplace exercise dan istirahat pendek
sama-sama memiliki efektivitas terhadap upper cross syndrome akibat
repetitive motion tapi berdasarkan analisis 11 jurnal workplace exercise
memiliki efektivitas yang lebih tinggi, dibuktikan dengan nilai (p <0,05) pada
4 jurnal sedangkan untuk istirahat pendek hanya 3 jurnal. Kesimpulan: Ada
efektivitas workplace exercise dan istirahat pendek terhadap upper cross
syndrome akibat repetitive motion. Saran: Penelitian ini dapat dijadikan
evidance based fisioterapi dalam menangani keluhan upper cross syndrome
khususnya workplace exercise yang memiliki pengaruh lebih tinggi
LITERATURE REVIEW:HUBUNGAN CITRA TUBUH DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA
Latar Belakang : Masalah citra tubuh dan dukungan keluarga sering menjadi
penyebab rendahnya kualitas hidup pasien kanker payudara. Untuk meningkatkan
kualitas hidup, kesehatan mental, dan semangat hidup pasien kanker payudara,
sangatlah penting dibutuhkan motivasi untuk citra tubuh serta dukungan keluarga
menjadi dasar tindakan dalam pelayanan kesehatan.
Tujuan Penelitian : Untuk mengidentifikasi hasil penelitian yang membahas tentang
hubungan citra tubuh dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker
payudara.
Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian literature review.
Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed, Google Scholar,
dan Wiley Online. Penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 2 jurnal citra tubuh dan 3
jurnal dukungan keluarga dengan dilakukan review dalam penelitian ini.
Kesimpulan : ada hubungan antara citra tubuh dan dukungan keluarga dengan kualitas
hidup pasien kanker payudara. Semakin tinggi citra tubuh dan dukungan keluarga,
maka semakin tinggi kualitas hidup seseorang. Apabila citra tubuh seseorang semakin
positif dan dukungan keluarga semakin baik, maka kualitas hidup seseorangg pun
menjadi baik
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD KOTA YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pasien kanker Payudara dalam upaya penyembuhannya dengan
melakukan terapi pengobatan, salah satu terapi yang diberikan yaitu dengan terapi
kemoterapi. Pengobatan kemoterapi terdapat efek samping secara fisik seperti
penurunan fungsi fisik yang berpengaruh terhadap aktivitas fisik pasien kanker payudara
sehingga dapat menyebabkan penurunan terhadap kualitas hidup. Kualitas hidup yang
baik sangat penting agar pasien dapat meningkatkan status kesehatanya dengan baik.
Prevalensi kanker payudara di Indonesia tahun 2019 mencapai 16,7%.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan aktivitas fisik dengan
kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Kota
Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan
cross sectional. Sampel berjumlah 38 responden yang melakukan kemoterapi. Teknik
pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Analisis data menggunakan uji
statistic Chi-Square. alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Baecke dan
kuesioner WHOQOL-BREEF
Hasil: Hasil penelitian ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada
pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Kota Yogyakarta dengan
hasil yaitu p-value 0.022 (p<0,05).
Simpulan dan Saran: Terdapat Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup pada
pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi diRSUD Kota Yogyakarta. Saran
penelitian ini agar responden kanker payudara agar membatasi aktivitas fisik untuk
mempertahankan kualitas hidup yang tetap baik
Perencanaan Pusat Pengolahan Sampah dengan Pendekatan Metabolism Architecture di Yogyakarta
Sampah menjadi permasalahan yang sangat krusial khusus nya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan alih fungsi lahan mengakibatkan permasalahan
lingkungan, sosial, ekonomi dan kesehatan. Hal ini juga diakibatkan karena kurangnya kesadaran
masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dan mengelolanya. Akibatnya Piyungan yang
masih mengunakan system open dumping (membuang sampah tanpa dilakukan penimbunan
dengan tanah) menjadi over capacity. Dengan presentase jumlah terbanyak dari sampah organik
(sisa makanan, sampah pasar tradisional, gugura daun) yang bisa di olah menjadi pupuk dan
biogas. serta sampah anorganik (botol, gelas platik, bungkus sabun cuci dan makanan) menjadi
kerajinan tangan dan biji plastik yang nilai jualnya pun dapat membantu perekonomian
pekerjanya yang nantinya akan di ambil dari komunitas pemulung yang berada di sekitar TPA
Piyungan dan hasil pengelolaan sampah tersebut dapat melayani hingga 12000 rumah . Dalam
perancangan ini di gunakan pendekatan Metabolism Architecture yang di harapkan dapat tumbuh
secara sustainable dalam menanggulangi masalah sampah. Selain itu ada timbal balik antara
manusia, lingkungan dan bangunan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) serta
penerapan prinsip Green Architecture seperti desain merespon site dan memfasilitasi energi
mandiri. Sehingga dapat bermanfaat untuk edukasi, lingkungan, sosial, ekonomi dan kesehatan
PENGARUH PEMBERIAN KEGEL EXERCISE TERHADAP KUALITAS SEKSUAL PADA IBU MENAUPOSE: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Menopause merupakan peristiwa telah berakhirnya siklus
menstruasi alami yang teratur karena produksi estrogen yang berkurang dan tidak
terjadi menstruasi kembali, pada usia 45-55 tahun. Berbagai perubahan pada masa
menopause antara lain menurunnya kualitas seksual pada wanita. Intervensi yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas seksual pada wanita salah satunya
dengan kegel exercise. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian kegel
exercise terhadap kualitas seksual pada ibu menopause. Metode: metode penelitian
ini adalah narrative review. Pencarian jurnal dilakukan dengan portal jurnal online
seperti peDro, Google Scholar, PubMed, Science Direct. Berdasarkan pencarian
jurnal tersebut didapatkan 10 jurnal yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil:
ada pengaruh pemberian kegel exercise terhadap kualitas seksual pada ibu
menopause. Kesimpulan: ada pengaruh kegel exercise terhadap kualitas seksual
pada ibu menopause. Kegel exercise dapat membuat otot dasar panggul menjadi
elastis dan akan terjadi penurunan kekakuan yang akan menyebabkan berkurangnya
nyeri pada saat melakukan hubungan seksual Saran: penelitian selanjutnya
diharapkan untuk mengambil data secara langsung agar diperoleh hasil yang relevan
HUBUNGAN SARANA DAN PRASARANAPELAYANAN KESEHATAN DENGAN PERILAKU PERAWATAN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEPOK II KABUPATEN SLEMAN
Latar Belakang : Penyakit Diabetes Melitus merupakan penyakit sillent killer,
dikarenakan semua organ tubuh dapat terserang penyakit ini dan menimbulkan
berbagai macam keluhan. Kejadian Diabetes Melitus dengan komplikasi di Indonesia
terjadi sangat tinggi, dengan menempati urutan ke 3 setelah penyakit jantung iskemik
dan cerebrovaskuler yang sangat mematikan di Indonesia.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan
dengan perilaku perawatan diabetes melitus di wilayah Kerja Puskesmas Depok II
Kabupaten Sleman.
Metode: Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional.
Subjek penelitian adalah penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja puskesmas
Depok II berjumlah 30 responden, mengunakan teknik non-probability sampling
dengan metode accidental sampling. Alat ukur pada penelitian ini mengunakan
kuesioner. Uji Instrumen penelitian menggunakan uji validitas (Korelasi Person) dan
uji reliabilitas (K-R 20). Sedangkan analisa hipotesis menggunakan uji korelasi
SpearmanRank.
Hasil : Hasil analisis data dengan sperman rank menunjukan nilai (p value 0,937
p,0,05) dengan koefisiensi korelasi (r) sebesar 0,015. Dimana tidak terdapat hubungan
dan tidak signifikan.
Simpulan dan Saran : Tidak terdapat hubungan antara sarana dan prasarana
pelayanan kesehatan dengan perilaku perawatan Diabetes Melitus di Wilayah Kerja
Puskesmas Depok II Kabupaten Sleman. Saran bagi perawat puskesmas diharapkan
penelitian ini sebagai dasar agar dapat mengembangkan berbagai teknik asuhan
keperawatan berbasis pada keluarga untuk penderita Diabetes Melitus
KINERJA PELAYANAN PERPUSTAKAAN PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Salah satu pelayanan publik yang diselenggarakan pemerintah terkait dengan
peningkatan ilmu pengetahuan dan peningkatan minat baca terhadap masyarakat
adalah pelayanan perpustakaan, sebagaimana tercantum dalam pasal 3 UndangUndang No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. Kinerja Perpustakaan adalah
gambaran atas keberhasilan ataupun kegagalan penyelenggaraan perpustakaan.
Dalam hal ini, peneliti akan membahas tentang Kinerja Pelayanan Perpustakaan Pada
Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui kinerja pelayanan perpustakaan dan mengetahui Faktorfaktor apa yang mempengaruhi Kinerja Pelayanan Perpustakaan Di Dinas
Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini
menggunakan metode campuran (Mix Method), dimana data dikumpulkan
menggunakan observasi, studi literatur, kuesioner, wawancara dan dokumentasi.
Populasi dalam penelitian ini yaitu pengunjung perpustakaan pada Dinas
Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti pada Tahun 2019
sebanyak 3.124 orang. Sampel pada penelitian ini yaitu sebanyak 97 responden.
Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, tabulasi data, pengolahan dan
analisis data menggunakan MENPAN nomor 14 tahun 2017, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kinerja Pelayanan Pada
Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Meranti sudah baik. Hal
ini ditunjukan dengan nilai score akhir 3.35 atau setelah dikonversi menjadi 83, 61
kategori mutu pelayanan berdasarkan indeks mendapat nilai B yang artinya Baik.
Unsur yang mendapatkan nilai tertinggi yaitu Unsur Penampilan dan Kerapihan
Petugas dengan nilai 3.95 yang berati Sangat Baik. Unsur yang paling terendah
adalah Unsur Kelengkapan Dan Koleksi Buku dengan nilai 2.70 yang berati kurang
baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perpustakaan yaitu Gaya
Kepemimpinan yang sudah sepenuhnya optimal, dengan melibatkan partisipasi
bawahan untuk memberikan masukan-masukan. Kemampuan kerjasama antar
petugas pelayanan dirasakan sudah cukup, hanya masih belum menujukkan hasil
yang sepenuhnya optimal. Sehingga hal tersebut juga dapat mempengaruhi
pemberian layan kepada pengguna. Sedangkan untuk sistem insentif tidak ada