DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    ANALISIS HASIL KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Kontrol kualitas pemeriksaan laboratorium merupakan hal yang seharusnya dilakukan agar hasil yang dikeluarkan dapat terbukti kebenarannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi, akurasi serta grafik kontrol Levey-Jennings dan aturan Westgard pada hasil kontrol kualitas pemeriksaan SGOT dan SGPT di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Penelitian dilaksanakan di Laboratorium klinik Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan yaitu berupa data sekunder dengan menggunakan teknik total sampling yang diambil pada bulan Juli-Desember 2019. Data yang diperoleh dianalisis nilai mean (rerata), Standard Deviation (SD), Coefisient Variation (CV), bias (d%) serta grafik kontrol Levey-Jennings dan aturan Westgard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hasil kontrol kualitas pemeriksaan SGOT dari bulan Juli-Desember 2019 memiliki presisi yang melebihi batas nilai CV maksimum yaitu >7% pada bulan Desember sebesar 7,15%, sedangkan pemeriksaan SGPT memperoleh nilai CV yang melebihi batas maksimum pada bulan September 8,77%, November 9,53% dan Desember 8,28%. Sedangkan nilai akurasi pemeriksaan SGOT dan SGPT berada dalam rentang nilai bias ±10% serta tidak terjadi penyimpangan pada grafik kontrol Levey- Jennings dan aturan Westgard. Simpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat 1 bulan pada kontrol SGOT dan terdapat 3 bulan pada kontrol SGPT yang memiliki nilai CV yang melebihi batas maksimum yaitu >7%. Nilai akurasi pemeriksaan kontrol SGOT dan SGPT masuk dalam rentang nilai bias maksimum ±10% serta hasil evaluasi grafik kontrol Levey-Jennings menggunakan aturan Westgard tidak ada nilai kontrol yang keluar dari ±2SD

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN PROPOLIS TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-1 BETA (IL-1 BETA) PADA PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE-2

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe-2 (DM tipe-2) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia mencapai 90- 95% kasus dibandingkan jenis diabetes yang lain. Tingginya kadar interleukin-1 beta (IL-1 beta) menunjukkan peningkatan inflamasi pada penyakit DM tipe-2 sehingga diperlukan adanya alternatif pengobatan yang dapat menekan respon imun tersebut salah satunya dengan propolis sebagai anti-inflamasi dan anti-oksidan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian propolis terhadap kadar IL-1 beta pada penyakit DM tipe-2. Metode Penelitian: Pencarian literatur dilakukan melalui tiga database yaitu Google Scholar, PubMed dan Science Direct dengan metode PICO. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini memiliki ketentuan sepuluh tahun terakhir (2010-2020) dengan jenis penelitian eksperimental dan kajian pustaka. Hasil Penelitian: Hasil penelusuran literatur diperoleh sepuluh jurnal yang menunjukkan bahwa kadar glukosa darah dan insulin mengalami penurunan setelah pemberian propolis. Pada kelompok DM tipe-2 dengan pemberian jenis propolis yang berbeda menunjukkan kadar IL-1 beta yang lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Selain itu, perlakuan dengan pemberian propolis pada subjek tikus menunjukkan kadar IL-1 beta yang lebih tinggi dibandingkan pada subjek manusia. Simpulan: Terdapat penurunan kadar IL-1 beta pada penyakit DM tipe-2 setelah pemberian propolis namun tidak spesifik yang menunjukkan bahwa zat tersebut dapat berperan sebagai imunomodulator. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait modifikasi dosis dan waktu pemberian propolis untuk mengetahui efek imunosupresor tersebut terhadap sitokin pro-inflamasi lainnya pada penyakit DM tipe-2

    SYSTEMATIC REVIEW: PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF PENGGANTI SAFRANIN PADA PEWARNAAN GRAM

    Get PDF
    Latar Belakang: Pewarnaan di laboratorium saat ini lebih banyak menggunakan zat warna sintetik, diantaranya safranin. Seringnya penggunaan safranin menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Safranin juga mudah rusak dalam penyimpanannya. Mahalnya harga safranin menjadi kendala dalam Pewarnaan Gram. Indonesia memiliki berbagai jenis bahan tanaman yang murah dan mudah didapatkan yang dapat dimanfaatkan sebagai Pewarna Gram. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pewarna alami yang paling berpotensi untuk menggantikan safranin pada Pewarnaan Gram. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini ialah systematic review yang menggunakan jurnal penelitian ilmiah. Pencarian jurnal menggunakan database google schoolar, science direct, dan research gate dengan metode Population, Patient, Problem; Intervention; Comparison; Outcome (PICO). Hasil Penelitian: Systematic review terhadap 10 penelitian, menunjukkan bahwa angkak dan daun jati, buah merah, daun pacar kuku, cabai memah, dan rosella dapat digunakan untuk pewarnaan Gram. Dari beberapa bahan alami tersebut, daun pacar kuku paling efektif dalam mewarnai bakteri Gram Negatif, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti safranin. Kelebihan lain daun pacar kuku adalah sifatnya yang mudah ditemukan dan memiliki potensi dikembangkan. Simpulan: Penelitian studi literatur terhadap 10 jurnal ini menyimpulkan bahwa bahan pewarna alami yang paling efektif digunakan sebagai pengganti safranin dalam Pewarnaan Gram Negatif adalah daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn). Pemanfaatan daun pacar kuku dalam Pewarnaan Gram Negatif juga akan diuntungkan oleh sifat daun pacar kuku yang mudah ditemukan, tumbuh liar, dan memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga ke depan akan lebih bernilai ekonomis. Saran: Pemerintah, kampus dan laboratorium dapat menggalakkan pemanfaatan daun pacar kuku. Penelitian berikutnya dapat dilakukan terhadap pemanfaatan bahan alami lainnya dan dengan rujukan yang lebih banyak

    SYSTEMATIC REVIEW : PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SERUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2

    Get PDF
    Latar Belakang: Proses pengolahan spesimen, serum khusus harus dipisahkan dari sel darah, proses glikolisis glukosa yang menyebabkan penurunan kadar glukosa. Jumlah eritrosit yang sangat tinggi dapat menyebabkan glikolisis, sehingga penurunan kadar glukosa akan terjadi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh lama penyimpanan serum pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode Penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Systematic Review dengan menggunakan metode PICO sebagai penelusuran dan seleksi literature. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, hal ini dapat dilihat dari hasil uji analisis statistik. Nilai yang keluar (P-value) akan dibandingkan dengan nilai ketetapan 0,05. Berdasarkan 10 jurnal yang dianalisis pengaruh lama penyimpanan serum glukosa segera dan ditunda pemeriksaannya memiliki perbedaan dalam kadar glukosa. Terdapat 9 jurnal yang mengatakan bahwa kadar glukosa pada saat penundaan cenderung mengalami penurunan yang signifikan dan 1 jurnal mengatakan kadar glukosa tidak mengalami penurunan yang signifikan. Penurunan kadar glukosa terjadi disebabkan oleh kadar glukosa darah yang mengalami penundaan pada sampel dan terjadi penurunan kadar glukosa akibat proses glikolisis. Kesimpulan: Dapat disimpulkan terdapat perubahan yang signifikan terhadap pengaruh lama penyimpanan serum kadar glukosa darah. Sebaiknya pemeriksaan dikerjakan langsung agar hasil yang didapatkan sesuai dengan kondisi tubuh. Saran: Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai pengaruh lama penyimpanan serum glukosa dan dilihat dari berbagai faktor

    SYSTEMATIC REVIEW: PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI PADA MEDIA ALTERNATIF KARBOHIDRAT SEBAGAI PENGGANTI MEDIA NUTRIENT AGAR

    Get PDF
    Latar belakang: Media Nutrien Agar (NA) merupakan salah satunya media instan yang sering digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan bakteri. Harga Nutrien Agar cukup mahal yang mencapai Rp 500.000,- hingga Rp 1.500.000,- setiap 500 gram. Harga media NA yang cukup mahal mendorong peneliti melakukan penelitian terkait media alternatif pengganti Nutrient Agar yang mengandung karbohidrat. Tujuan: Menganalisis perbedaan pertumbuhan bakteri pada media alternatif dari karbohidrat. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Systematic review. Penelusuran literatur penelusuran literatur menggunakan metode PICO pada sumber database Google shoolar. Hasil: Media alternatif yang digunakan pada literatur tersebut bersumber dari karbohidrat yaitu bengkuang, ubi jalar kuning, ubi jalar ungu, ubi jalar putih, singkong, umbi gadung, umbi uwi, umbi ganyong, umbi gembili, umbi garut, jagung, dan ekstrak akar umbi. Berdasarkan analisis literatur, pertumbuhan bakteri pada media alternatif dari sumber karbohidrat menunjukkan pertumbuhan yang berbeda ketika dibandingkan dengan media kontrol Nutrient Agar. Kesimpulan: Staphylococcus aures dan Escherichia coli mampu tumbuh dalam media alternatif dari sumber karbohidrat. Saran: Perlu dilakukan pengembangan penelitian lanjutan tentang media-media alami yang berasal dari sumber karbohidrat sebagai media alternatif pertumbuhan

    PENGARUH MCKENZIE EXERCISE DAN SWISS BALL EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LOW BACK PAIN DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Low Back Pain merupakan salah satu keluhan yang sering dikeluhkan banyaknya masyarakat yang membuat masyarakat merasa terhambat pekerjaanya. Aktivitas berulang menimbulkan otot-otot mengalami spasme. Spasme otot pada Low Back Pain disebabkan karena adanya aktivitas yang terjadi terus menerus dan berlebihan pada bagian punggung bawah sehingga mengakibatkan adanya perubahan postur pada tulang belakang berubah karena otot abdominal memendek dan otot trunk mememiliki kerja berlebih untuk mempertahankan postur. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Mckenzie Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap kemampuan fungsional pada Low Back Pain dengan metode narrative review. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah narrative review dengan mengumpulkan 20 jurnal yang dibagi menjadi dua intervensi dan masing-masing 10 jurnal sesuai kriteria inklusi dan eklusi. Hasil : Dari 20 jurnal yang telah didapatkan ada 10 jurnal menyatakan bahwa Mckenzie Exercise efektif dan 10 jurnal menyatakan bahwa Swiss Ball Exercise efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional low back pain. Kesimpulan : Ada pengaruh McKenzie Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap kemampuan Fungsional pada low back pai

    PENGARUH PEMBERIAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN ISOMETRIK EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN AKTIFITAS FUNGSIONAL NYERI LEHER : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Nyeri leher adalah nyeri yang dirasakan pada bagian belakang dari susunan tulang belakang yang paling atas atau cervical. Ada beberapa intervensi yang dapat diberikan pada peningkatan aktifitas fungsional nyeri leher seperti muscle energy technique dan isometric exercise. Namun, bukti-bukti hasil penelitian dari artikel penelitian masih jarang ditemukan, selain itu artikel narratie review terkait pemberian muscle energy technique dan isometric exercise terhadap peningkatan aktifitas fungsional nyeri leher masih jarang ditemui. Karena hal tersebut, maka artikel narrative review diperlukan untuk menilai keandalan atau keefektifan dari intervensi pemberian muscle energy technique dan isometric exrcise pada kondisi nyeri leher. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian muscle energy technique dan isometric exercise terhadap peningkatan aktifitas fungsional nyeri leher. Metode Penelitian : Menggunakan metode Narrative Review, yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian, dengan melakukan identifikasi kata kunci menggunakan format PICO serta menentukan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang akan dipilih. Pencarian artikel dilakukan pada tiga database (Google Schoolar, PubMed dan Science Direct). Hasil Penelitian : Sepuluh artikel penelitian mengenai pemberian muscle energy technique dan isometric exercise memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan aktifitas fungsional nyeri leher. Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa pemberian muscle energy technique dan isometric exercise terbukti berpengaruh terhadap peningkatan aktifitas fungsional nyeri leher. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental

    GAMBARAN KADAR GLUKOSA DAN BLOOD UREA NITROGEN (BUN) PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS

    Get PDF
    Latar Belakang: Gagal ginjal kronis merupakan suatu penyakit yang menyebabkan fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak mampu melakukan fungsinya dengan baik. Hemodialisis atau cuci darah adalah suatu terapi pengganti yang dilakukan dengan mengalirkan darah ke dalam suatu tabung ginjal buatan (dializer) yang fungsinya untuk menyaring darah dan membuang zat-zat toksik yang tidak diperlukan oleh tubuh. Pemeriksaan kadar blood urea nitrogen dan glukosa dalam darah dapat menjadi acuan untuk mengetahui adanya gagal ginjal yaitu dimana suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan mendadak. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui bagaimana gambaran kadar blood urea nitrogen dan glukosa pasien gagal ginjal sebelum dan setelah hemodialysis. Metode: systematic review yang menggunakan literatur berupa artikel jurnal, penelusuran literatur menggunakan database google cendekia, PubMed, dan DOAJ (Directory of Open Access Journals) dengan metode PICO. Hasil Penelitian: Kadar blood urea nitrogen mengalami rerata penurunan sebanyak 52,18% pada pasien gagal ginjal yang telah menjalani hemodialisis dan kadar Glukosa darah mengalami rerata penurunan sebanyak 19,01%. Simpulan: terjadi penurunan kadar blood urea nitrogen dan glukosa darah pada pasien gagal ginjal yang telah menjalani hemodiaisis. Saran: Berdasarkan penelitian studi literatur yang dilakukan peneliti menyarankan agar lebih banyak lagi penelitian yang mengangkat permasalahan tentang kadar glukosa dara pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis agar dapat dijadikan bahan pembelajaran

    Interaksi Ibu dan Anak pada Ibu Usia Remaja: Literatur Review

    Get PDF
    Pendahuluan: Karateristik ibu dapat mempengaruhi proses pengasuhan dan interaksi ibu anak, termasuk karakterisktik usia Ibu. Kurangnya interaksi antara ibu dan anak yang bersifat timbal balik (receprocal socialization) dapat berakibat masalah fisik yang terjadi seperti kurang gizi sampai persoalan penelantaran anak. Ibu usia remaja lebih banyak diam yang dapat berakibat pada interaksi ibu dengan anak yang kurang baik. Interaksi ibu dan anak cukup berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri pada anak, peran ini sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan psikologis anak-anak dalam peroses pendewasaan, yang sudah harus dimulai sejak ibu hamil. Jenis dan Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), variabel tunggal dalam penelitian ini yaitu interaksi ibu dan anak dengan pendekatan telaah literatur. Database yang digunakan dalam pencarian yaitu menggunakan database Google-scholar dan pubmed. Hasil: Artikel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi yaitu lima artikel berdasarkan pencarian artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan penulis. Kesimpulan: Interaksi ibu dan anak pada ibu usia remaja akan baik bila diikuti dengan kelekatan yang baik, karena kelekatan antara ibu dan anak adalah hal yang penting bagi perkembangan anak

    SYSTEMATIC REVIEW: AKTIVITAS ANTIBAKTERI JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP BAKTERI PATOGEN

    Get PDF
    Latar Belakang: Jeruk Purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari famili Rutaceae. Jeruk Purut biasanya digunakan sebagai penambah cita rasa dan aroma pada makanan. Beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian yang memanfaatkan bagian-bagian dari Jeruk Purut sebagai antibakteri untuk menekan pertumbuhan berbagai jenis bakteri penyebab penyakit. Tujuan Penelitian: Menganalisis aktivitas antibakteri dari senyawa yang terkandung dalam bagian-bagian Jeruk Purut (Citrus hystrix) terhadap jenis bakteri patogen. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara systematic review dengan mencari database berupa jurnal yang dipublikasi baik international maupun non international yang diseleksi sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil Penelitian: Jeruk Purut (Citrus hystrix) mempunyai aktivitas antibakteri yang beragam. Antibakteri yang dimiliki Jeruk Purut terdistribusi dalam beberapa bagian dari tanamannya seperti daun, ranting, dan kulit buah Jeruk Purut. Kulit buah merupakan bagian dengan aktivitas antibakteri paling kuat dengan konsentrasi hambat minimal paling rendah dibandingkan bagian Jeruk Purut lainnya. Pengujian antibakteri Jeruk Purut dilakukan dengan memanfaakan ekstrak dari bagian-bagian Jeruk Purut atau menggunakan hasil destilasi minyak atsiri dari Jeruk Purut. Antibakteri Jeruk Purut dibuktikan mempunyak aktivitas antibakteri lemah-kuat terhadap jenis bakteri patogen gram positif dan gram negatif. Simpulan: Berdasarkan hasil penelusuran pustaka jurnal, Jeruk purut (Citrus hystrix) mempunyai aktivitas antibakteri yang terdistribusi dalam beberapa bagian tanamannya meliputi daun, ranting, dan kulit buah terhadap beberapa jenis bakteri patogen gram positif dan gram negatif. Saran: Perlu dilakukan penelitian yang menganalisis dan membandingkan tingkat sensitifitas antara bakteri gram positif dan gram negatif dari spesimen tertentu yang yang belum diketahui sensitifitasnya terhadap antibakteri dari Jeruk Purut (Citrus hystrix)

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇