DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    NARRATIVE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN LOW LEVEL LASER THERAPY (LLLT) DAN NERVE GLIDING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA CARPAL TUNNEL SYNDROME

    Get PDF
    Latar Belakang :Carpal Tunnel Syndrome merupakan suatu gangguan yang timbul karena terowongan karpal atau celah di lengan tangan bawah sampai pergelangan tangan terjadi penyempitan. Penyempitan tersebut akibat dari adanya edema fasia atau akibat dari kelainan di tulang kecil bagian tangan yang menimbulkan penekanan saraf nervus medianus di lengan tangan bawah hingga pergelangan tangan. Carpal Tunnel Syndrome menimbulkan gejala utama yang ditandai dengan adanya rasa kesemutan, rasa nyeri pada jari terutama di malam hari, kehilangan rasa (mati rasa), tangan kaku, otot tangan lemah hingga terjadi atrofi otot.Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh Pemberian Low Level Laser Therapy (LLLT) Dan Nerve Gliding Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Pada Carpal Tunnel Syndrome dengan metode Narrative Review. Metode : Jenis penlitian yang digunakan adalah dengan metode narrative review. dengan tujuan untuk mengidentifikasi beberapa studi yang menggambarkan suatu masalah dengan mengumpulkan 10 artikel. Hasil : Hasil penelitian yang telah direview yaitu didapatkan ada 3 artikel menyatakan LLLT memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada Carpal Tunnel Syndrome dan 2 artikel lainnya memiliki pengaruh yang sama dan menyatakan tidak ada perbedaan signifikan antara LLLT dan kelompok kontrol. Untuk hasil penelitian Nerve Gliding didapatkan dari 5 artikel yang telah di review ada 4 artikel yang menyatakan Nerve Gliding memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada Carpal Tunnel Syndrom sedangkan 1 artikel menyatakan kelompok kontrol lebih berpengaruh daripada Nerve Gliding. Kesimpulan :Ada pengaruh pemberian Low Level Laser Therapy (LLLT) dan Nerve Gliding Terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional pada Carpal Tunnel Syndrome dengan metode Narrative Review

    NARRATIVE REVIEW FOAM ROLLING EXERCISE LEBIH BAIK DARI PADA MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DALAM PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PENARI

    Get PDF
    Latar Belakang : Penari sejatinya adalah seseorang yang melakukan suatu pertunjukkan, memiliki banyak aspek penting yang harus dipenuhi sehingga menjadi sebuah sajian yang dapat dinikmati kadar estetisnya secara keseluruhan. Fleksibilitas sangat berperan penting untuk meningkatkan performa gerakan yang baik dalam melakukan aktivitas fisik. Menggunakan foam roller exercise dapat memberikan efek perbaikan dalam fleksibilitas, pemulihan otot, efesiensi gerakan, dan pengurangan nyeri. Sedangkan muscle energy technique memiliki perbaikan bagi peningkatan fleksibilitas otot hamstring. Tujuan : untuk mengetahui perbedaan pengaruh foam rolling exercise dan muscle energy technique terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada penari. Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, Pada penelitian ini penelusuran artikel menggunakan beberapa database yaitu Google Schoolar, PubMed, dan PEDro. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu artikel full text, artikel dalam bahasa Inggris, artikel dalam bahasa Indonesia, artikel terkait dengan manusia, diterbitkan 10 tahun terakhir (2010-2020). Hasil : Dari hasil yang didapatkan foam rolling exercise lebih berpengaruh dalam peningkatan fleksibilitas hamstring dengan nilai rata-rata 1.236, sedangkan untuk muscle energy technique rata-rata selisih adalah 31.87 maka ada pengaruh foam rolling exercise dan muscle energy technique terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada penari. Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh antara Foam rolling exercise dan Muscle energy technique terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada Penari. Saran : Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah referensi bagi fisioterapis dalam menentukan program latihan yang tepat untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring

    PERBEDAAN PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION (PNF) DAN STATIC STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PEMAIN FUTSAL DENGAN METODE NARATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Cabang olahraga futsal merupakan cabang olahraga yang populer dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat terutama kaum laki-laki mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa, permainan futsal sendiri membutuhkan fleksibilitas otot hamstring dalam hal meningkatkan perfomance di lapangan seperti berjalan, berlari, menendang untuk meminimalisir kemugkinan terjadinya cedera saat bertanding, sehingga dalam hal ini peran fisioterapi untuk memberikan intervensi non farmakologi seperti Neuromuscular Facilitation dan Static Stretching yang dapat meningkatkan respon fisiologis otot sehingga menjadi fleksibel Tujuan : untuk mengetahui Perbedaan Proprioceptive neuromuscular facilitation dan static stretching terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada pemain futsal Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian narrative riview dengan framework Population, intervention, comparsion, outcome (PICO). Pencarian literatut di lakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed dan Pedro yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010-2020 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan Hasil : hasil review 5 jurnal Neuromuscular Facilitation bahwa ada peningkatan fleksibilitas otot hamstring dengan rata-rata selisih 4,0588. Hasil review 5 jurnal Static Stretching bahwa ada peningkatan fleksibilitas otot hamstring dengan rata-rata selisih 3,0672. Kesimpulan : Ada Perbedaan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) Dan Static Stretching Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot hamstring pada pemain futsal. Saran : Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan pengambilan data secara langsung sehingga bisa diketahui secara pasti perbedaan diantara kedua intervensi tersebut terhadap fleksibilitas otot hamstring

    PENGARUH FELDENKRAIS EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA LOW BACK PAIN: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Low back pain adalah kondisi nyeri yang dirasakan pada bagian punggung bawah. Nyeri yang disebabkan karena berbagai faktor salah satunya adanya spasme pada otot punggung yang akan mengganggu aktivitas fungsional atau mobilitas seseorang. Fisioterapi berperan untuk memberikan intervensi non- farmakologi salah satunya dengan Feldenkrais exercise yang bertujuan untuk memberikan rileksasi pada otot yang mengalami spasme dengan teknik awareness through movements (ATM) dan functional integration (FI) Tujuan: Untuk mengetahui apakah Feldenkrais Exercise berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada low back pain. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian literatur menggunakan database yang relevan seperti Science Direct dan Google Scholar diterbitkan dalam kurun waktu 2010-2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil : Literatur full text yang teridentifikasi sejumlah 18 literatur, didapatkan 5 literatur yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi dan 10 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kesimpulan : Feldenkrais exercise dapat digunakan sebagai salah satu intervensi fisioterapi pada kasus low back pain dengan tujuan meningkatkan aktivitas fungsional

    NARRATIVE REVIEW: PENGARUH MCKENZIE EXERCISE DAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL NON SPESIFIC LOW BACK PAIN

    Get PDF
    Latar Belakang : Low Back Pain merupakan gangguan yang hampir semua orang pernah mengalaminya. Low Back Pain merupakan penyakit yang tidak mematikan namun menyebabkan penderita mengalami penurunan fungsional dan tidak produktif. Setelah nyeri kepala atau sakit kepala, kelainan inilah yang paling sering diderita, dan sering menjadi penyebab orang tidak masuk kerja. Mckenzie Exercise dan Core Stabilty Exercise, keduanya merupakan intervensi yang dapat meningkatkan fungsional. Kedua intervensi tersebut telah dilaporkan dapat membantu penderita Non- Specific Low Back Pain untuk meningkatkan derajat fungsionalnya yang terganggu. Maka diharapkan peningkatan fungsional dapat membantu penderita Non-Specific Low Back Pain untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan optimal dan baik, tanpa ada keluhan yang menghambat sehingga dapat mengurangi disabilitas dan meningkatkan fungsional serta produktivitas. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Mckenzie Exercise dan Core Stability Exercise terhadap peningkatan fungsional Non Specific Low Back Pain. Metode Penelitian : Penyusunan skripsi ini menggunakan metode Narrative Review, yaitu mengumpulkan sebanyak sepuluh artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PEOs (Population, Exposure, Outcome, Study Design) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel-artikel penelitian dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar, PubMed dan PEDro. Hasil Penelitian : Lima artikel penelitian mengenai Mckenzie Exercise dan tiga artikel penelitian mengenai Core Stability Exercise memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan fungsional Nonspecific Low Back Pain. Kesimpulan : Ada pengaruh McKenzie Exercise dan Core Stability Exercise terhadap peningkatan fungsional Non- Specific Low Back Pain. Saran : Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengambilan data secara langsung sehingga bisa diperoleh hasil yang valid, agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai rujukan dalam memberikan intervensi

    PENGARUH PEMBERIAN CORE STRENGTHENING DAN PELVIC ROCKING EXERCISES TERHADAP PENURUNAN DYSMENORRHEA PADA REMAJA : NARRATIVE RIVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Dysmenorrhea ialah suatu gangguan ginekiologi ditandai dengan nyeri kejang otot perut bagian bawah dan menyebar ke sisi dalam paha dan pinggang yang terjadi menjelang haid atau selama terjadinya haid akibat kontraksi perut. Jika dysmenorrhea terjadi dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan ini biasanya terjadi pada remaja usia 17-25 tahun. Fisioterapi berperan untuk memberikan intervensi Core Strengthening dan Pelvic Rocking Exercises untuk penurunan Dysmenorrhea. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian Core Strengthening dan Pelvic Rocking Exercises terhadap penurunan Dysmenorrhea pada remaja. Metode: penelitian ini menggunakan penelitian narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian literature menggunakan database yang relevan seperti Google Scholar, JMSCR, Zlibrary diterbitkan dalam kurun waktu 2010-2020 yang memenuhi kriteria iklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Hasil : dari 16 literatur yang teridentifikasi, didapatkan 6 literature yang tidak sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dan 10 memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. 10 literature menyatakan bahwa Core Strengthening dan Pelvic Rocking Exercises berpengaruh terhadapa penurunan dysmenorrhea. Kesimpulan: Core Strengthening dan Pelvic Rocking Exercises dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi fisioterapi pada kasus Dysmenorrhea dengan tujuan untuk penurunan Dysmenorrhea

    GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM MEMILIH ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN

    Get PDF
    KB Suntik merupakan KB yang paling banyak digunakan oleh Wanita Usia Subur (WUS). Tingginya akseptor KB suntik 3 bulan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Peraturan pemerintah khususnya program keluarga berencana terdapat pada PP No 87 Tahun 2014 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, keluarga berencana, dan sistem informasi keluarga. Tujuan keluarga berencana yaitu mengatur kehamilan, menurunkan AKI dan AKB, meningkatkan akses infomasi, mempromosi penyusuan bayi sebagai upaya menjarangkan kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu dalam memilih alat kontrasepsi suntik 3 bulan. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Hasil penelitian literature review ini didapatkan bahwa gambaran karakteristik ibu dalam memilih alat kontrasepsi suntik 3 bulan terdiri atas beberapa faktor yaitu umur, pendidikan, pengetahuan dan dukungan suami. Kesimpulan mayoritas ibu akseptor KB suntik 3 bulan berusia 20-35 tahun dan beberapa berada pada usia beresiko yaitu 35 tahun. Mayoritas ibu menempuh pendidikan formal tingkat menengah. Lebih banyak ibu yang tingkat pengetahuan tentang KB cukup daripada ibu yang berpengetahuan baik, dan pengetahuan tidak ada hubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan. Dukungan suami dapat berpengaruh dalam penggunaan alat kontrasepsi suntik 3 bulan

    GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL ANEMIA

    Get PDF
    Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang tersebar luas serta mempengaruhi 56 juta wanita seluruh dunia, dan dua pertiga di antaranya berada di Asia. Anemia pada masa kehamilan menjadi penting untuk dibahas karena dapat berpengaruh terhadap kematian janin, abortus, cacat bawaan, berat bayi lahir rendah, cadangan zat besi yang berkurang pada anak atau anak lahir dalam keadaan anemia gizi. Kondisi ini menyebabkan angka kematian perinatal masih tinggi, demikian pula dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu. Selain itu, dapat mengakibatkan perdarahan pada saat persalinan yang merupakan penyebab utama (28%) kematian ibu hamil/bersalin di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil anemia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode Literature Review dengan pendekatan scoping reviewyaitu karakteristik anemia ibu hamil. Hasil dari penelitian ini sebagian besar ibu hamil mengalami anemia, hal ini diperoleh karena sebagian besar jurnal – jurnal yang terpilih menyebutkan lebih dari setengah ibu hamil mengalami anemia. Hal ini dikarenakan adanya faktor yang mempengaruhi yakni diantaranya umur ibu, jarak kehamilan, paritas, pendidikan, dan status gizi. Selain itu ada beberapa karakteristik ibu hamil anemia seperti Penyakit Infeksi, Pendapatan, Pengetahuan, Tingkat kecukupan gizi zat besi, Kecukupan gizi Vitamin C, Kebiasaaan minum teh.Sebagian besar peneliti menyatakan bahwa anemia dalam kehamilan dapat mempengaruhi selama proses kehamilan hingga masa nifas. Hal ini akan berdampak pada ibu maupun janin

    PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PONSEL XIAOMI

    Get PDF
    Latar belakang: Pada zaman modern seperti sekarang ini, bidang komunikasi dan informasi telah terlihat jelas perkembangannya. Permintaan akan berbagai alat komunikasi semakin tinggi, mengakibatkan persaingan memperebutkan pangsa pasar telekomunikasi. Xiaomi merupakan ponsel Tiongkok yang diminati masyarakat baik dari segi kualitas produk maupun harga yang tergolong murah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian ponsel Xiaomi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Tahapan diawali uji validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 22.0. Uji prasayarat analisis meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian dengan t hitung sebesar (9,504) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,000), (2) terdapat pengaruh yang signifikan Harga terhadap Keputusan Pembelian dengan t hitung sebesar (5,766 ) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,000), (3) terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas Produk dan Harga secara simultan terhadap Keputusan Pembelian dengan F hitung (55.418) lebih besar dari F tabel (2,698) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yaitu (0,000)

    LITERATURE REVIEW RESPONSIVENESS PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP

    Get PDF
    Latar Belakang: Mutu pelayanan kesehatan merupakan derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia di rumah sakit.Mutu pelayanan yang secara efektif, aman dan memuaskan secara normal, etika, hukum dan sosial, budaya dan mempertahankan keterbatasan dan kemampuan pemerintah serta masyarakat.Mutu pelayanan keperawatan dilakukan oleh perawat dengan standar profesi yang sudah ditetapkan dan sesuai indikator pelayanan keperawatan yang menunjukan kemampuan pelayanan keperawatan dalam memberikan rasa puas dari pasien. Mutu pelayanan keperawatan dan memuaskan secara norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan mempertahankan lima dimensi yaitu tangibles, reliability, assurance, emphaty, responsiveness. Kepuasan pasien adalah perbandingan kualitas jasa pelayanan yang didapat dengan keinginan kebutuhan serta harapan. Tujuan:literature review ini untuk mengetahui hubungan responsiveness perawat dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalahliterature review. pencarian artikel melalui google scholar dan portal garuda. Hasil:Berdasarkan hasil artikel yang analisa didapatkan bahwa responsiveness perawat mempengaruhi kepuasan pasien. Simpulan dan saran:responsiveness perawat dan kepuasan pasien terdapat hubungan.Untuk penulis selanjutnya perlu dilakukan review jurnal lebih banyak lagi baik jurnal nasional maupun internasiona

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇