DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
AKUNTABILITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN SURAT IZIN MENGEMUDI DI POLRES KEDIRI TAHUN 2018-2019
Akuntabilitas publik merupakan kewajiban untuk memberikan
pertanggungjawaban serta menerangkan kinerja dan tindakan seseorang maupun
badan hukum kepada pihak lain yang telah memiliki hak dan kewajiban untuk
meminta kewajiban pertanggungjawaban. Pedoman pelaksanaan pelayanan publik
mengacu pada Undang-undang No. 25 Tahun 2009. Dalam hal ini, peneliti akan
membahas tentang akuntabilitas pelayanan publik di Polres Kediri. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui akuntabilitas pelayanan publik pada Satpas Satlantas
Polres Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas kinerja pelayanan publik yang dilakukan di
Polres Kediri sudah baik. Dapat dilihat dari profesionalisme petugas pelayanan
Polres Kediri yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, dan tidak adanya
penyimpangan yang terjadi dan dilakukan oleh petugas pelayanan di Polres Kediri
yang dibuktikan dengan tidak adanya keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut.
Selanjutnya, akuntabilitas biaya pelayanan publik yang dilakukan di Polres Kediri
sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan biaya pelayanan yang sesuai dengan Standart
Operasional Prosedur yang telah ditetapkan, tidak ada keluhan masyarakat mengenai
biaya pelayanan SIM, dan upaya petugas untuk meminimalisir adanya calo.
Selanjutnya, akuntabilitas produk pelayanan publik yang dilakukan di Polres Kediri
sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan masalah persyaratan teknis dan administratif,
keabsahan produk, serta pengambilan produk pelayanan di Polres Kediri yang sudah
dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, berkaitan dengan prosedur kerja dan
standart pelayanan publik yang ada di Polres Kediri sudah sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. Terakhir, faktor yang menghambat proses pelayanan publik di Polres
Kediri adalah masalah teknis berupa ketidakstabilan pada server. Pihak Polres Kediri
berupaya menyelesaikan hambatan tersebut dengan cara menyiapkan pendaftaran
secara manual, jika pendaftaran online sedang tidak bisa diakses
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
atar Belakang: Hipertensi pada lansia adalah penyakit paling banyak yang
diderita oleh lansia dengan prevelensi hipertensi di Indonesia tertinggi. Aktivitas
fisik dapat mengurangi risiko kejadian hipertensi pada lansia. Belum terdapat
penelitian yang melakukan review terkait artikel yang membahas tentang hubungan
aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia, sehingga perlu dilakukan
pengkajian tentang hubungan aktifitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi
pada lansia. Metode: Metode yang digunakan terdiri dari lima tahapan yaitu
mengidentifikasi pertanyaan narrative review dengan framework PICO.
Mengidentifikasi artikel menggunakan data base yaitu, (Googlescholar, PubMed,
Science Direct) dengan menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, seleksi
artikel menggunakan Critical Appraisal, kemudian memasukkan kedalam
PRISMA Flowchart, data hasil ulasan narasi, menyusun, meringkas, dan
melaporkan hasil. Hasil: Hasil keseluruhan penelitian dari 361 artikel dan setelah
dilakukan penyaringan terdapat 10 artikel yang termasuk ke dalam kriteria inklusi
dan ekslusi dan dari 10 artikel tersebut 6 artikel menyatakan ada hubungan aktivitas
fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Kesimpulan: Ada hubungan antara hubungan aktivitas fisik dengan kejadian
hipertensi pada lansia, semakin rendah aktivitas fisik maka semakin meningkatnya
tekanan darah pada lansia
PERBEDAAN PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA : METODE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Populasi lansia yang terus meningkat seiring bertambahnya waktu,
Peningkatan jumlah lansia memberikan suatu perhatian khusus pada lansia yang
mengalami suatu proses menua tekanan darah akan meningkat setelah umur 40
tahun. Salah satu perubahan yang terjadi pada lansia yakni perubahan pada sistem
kardiovaskuler yang merupakan penyakit utama yang memakan korban karena akan
berdampak pada penyakit lain seperti Hipertensi. Hipertensi pada lansia dapat
meningkatkan resiko stroke, infark miokard, gagal jantung. Untuk menangani
terjadinya resiko tersebut terdapat intervensi Progressive Muscle Relaxation dan
Brisk Walking Exercise.Tujuan: Untuk mengetahui Perbedaan Pengaruh
Progressive Muscle Relaxation dan Brisk Walking terhadap penurunan tekanan darah
pada lansia. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah narrative review.
Pencarian jurnal dilakukan digoogle scholar 8 artikel dan pubmed 7 artikel. Alat ukur
yang digunakan adalah sphygmomanometer digital, pegas/jarum, dan air raksa.
Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full teks tentang tekanan
darah, intervensi progressive muscle relaxation dan brisk walking exercise untuk
menurunkan teknanan darah pada lansia, jurnal dalam Bahasa inggris dan Bahasa
Indonesia, responden lansia dan diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil
penelitian: Hasil Review didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan
darah adalah usia,jenis kelamin,genetic, obesitas, alkohol, aktivitas fisik dll. Terdapat
perbedaan pengaruh progressive muscle relaxation dan brisk walking exercise lebih
signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan rata-rata penurunan
sistolik 29,2 mmHg dan diastolik 16,2 mmHg. Kesimpulan: progressive muscle
relaxation dan brisk walking exercise sama-sama mempunyai pengaruh untuk
menurunkan tekanan darah pada lansia dan terdahap perbedaan pengaruh antara
progressive muscle relaxation dan brisk walking exercise.
Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai judul ini dengan metode lain,
seperti eksperimental
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KELINCAHAN PADA PEMAIN FUTSAL
Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu bentuk
pengukuran atau metode skrining yang digunakan untuk mengukur komposisi tubuh
yang di ambil dari perhitungan antara berat badan dan tinggi badan seseorang.
Indeks Massa Tubuh (IMT) berat badan berperan penting terhadap kelincahan. Berat
badan berlebih secara langsung akan mengurangi kelincahan karena adanya friksi
jaringan lemak pada serabut otot sehingga kontraksi otot menjadi berkurang, yang
berakibat menurunnya kecepatan dan kelincahan sehingga terjadi kelincahan yang
buruk. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa
tubuh (IMT) terhadap kelincahan pada pemain futsal. Metode : Penelitian kuantitatif
model observasional analitik dengan menggunakan metode pendekatan cross
sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pemain futsal,
Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengukuran nilai
kelincahan menggunakan Illinois Agility Run Test, sedangkan pengukuran tinggi
badan menggunakan microtoise dan berat badan menggunakan GEA Medical. Hasil :
Hasil analisis dengan menggunakan uji univariat dengan tabel distribusi frekuensi
dengan uji bivariat menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji korelasi rank
spearman didapatkan hasil nilai sig.0,000 (p<0,05) dan untuk nilai koefisien korelasi
sebesar 0,081 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara indeks massa
tubuh (IMT) dengan kelincahan pada pemain futsal. Kesimpulan : Ada hubungan
antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kelincahan pemain futsal. Saran : Bagi
peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dengan
mengkaji faktor-faktor lain yan dapat mempengaruhi kelincahan
Pengaruh Intervensi Instrument Assisted Soft Tissue Mobilization dan Myofascial Release Terhadap Penurunan Nyeri Low Back Pain: Narrative Review
Latar Belakang :Intervensi Instrument Assisted Soft Tissue Mobilizationdan Myofascial Releasemerupakan penanganan yang termasuk dalam manual therapy,penggunaan kedua intervensi tersebut saat ini semakin populer dan dianggap cocok digunakan pada kasus-kasus nyeri, seperti kasus Low Back Painbaik dalam kondisi akut, sub-akut, kronis dan non-spesifik. Namun, bukti-bukti hasil penelitian dari artikel-artikelpenelitian yang ada masihsangatsedikit ditemukan, selain itu juga artikel narrative review terkait dengan pengaruh kedua intervensi tersebutpada Low Back Painsaat ini masih belum ada. Karena hal tersebut maka artikeldengan metodenarrative reviewdiperlukan untuk menilai keandalan atau keefektifandariintervensi Instrument Assisted Soft Tissue Mobilizationdan Myofascial Releaseterutama pada kondisi Low Back Pain. Tujuan :Tujuan narrative reviewini adalah untukmengetahuipengaruh intervensi Instrument Assisted Soft Tissue MobilizationdanMyofascial Releaseterhadap penurunan nyeri Low Back Pain. Metode Penelitian :Penyusunan skripsi ini menggunakan metode Narrative Review, yaitumengumpulkan sebanyak sepuluh artikel penelitian, denganlangkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO(Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkankriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilihdan direview. Pencarian artikel-artikel penelitiandilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar, PubMed dan PEDro. Hasil Penelitian :Sebanyak lima artikel penelitian mengenai InstrumentAssisted Soft Tissue Mobilizationdan empat artikel penelitian mengenai Myofascial Releasemelaporkan hasil yang signifikan dalam penurunan nyeri Low Back Pain. Adasatu artikelpenelitianmengenai Myofascial Releasemelaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap penurunan nyeri Low Back Pain. Kesimpulan :Beberapa artikel penelitian membuktikanhasilbahwa kedua intervensi tersebut tebukti memberikan pengaruh yang signifikanterhadap penurunan nyeri pada Low Back Pain. Tetapi tidak semua artikel penelitian memberikan hasil yang signifikan. Penerapan Myofascial Releasejuga disarankan diberikan sebagai intervensi tambahan untuk terapi-terapilatihan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental
PERBEDAAN PENGARUH TANDEM EXERCISE DAN SWISS BALL EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA
Latar Belakang: Keseimbangan dinamis adalah pemeliharaan pada keseimbangan
tubuh saat melakukan gerakan atau pada saat berdiri pada landasan yang bergerak.
Adanya latihan yang dapat meningkatkan keseimbangan dinamis antara lain tandem
exercise dan swiss ball exercise.Tujuan: untuk mengetahui perbedaan pengaruh
tandem exercise dan swiss ball exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan
rancangan two group pretes-posttest design dan tehnik purposive sampling dengan
jumlah sampe 30 orang. Kelompok I diberikan tandem exercise dan kelompok II
diberikan swiss ball exercise dilakukan 3 kali seminggu selama 3 minggu. Alat ukur
menggunakan Time Up and Go Test (TUGT). Hasil: Hipotesis I menggunakan Paired
Sample T-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) dan hipotesis II menggunakan Paired
Sample T-test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) yang artinya ada pengaruh tandem
exercise dan swiss ball exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia. Hasil hipotesis
III menggunakan Independent Sample T-test diperoleh nilai p=0,014 (p <0,05) yang
artinya ada perbedaan pengaruh tandem exercise dan swiss ball exercise terhadap
keseimbangan dinamis lansia. Kesimpulan: ada perbedaan pengaruh tandem exercise
dan swiss ball exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia. Saran: perlu dilakukan
dengan metode yang sama terhadap karakteristik yang luas dalam penelitian
selanjutnya
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN FUNGSI KOGNITIF DENGAN KEMANDIRIAN ADL (ACTIVITY DAILY LIVING) PADA PASIEN POST STROKE DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit yang terjadi karena adanya gangguan
suplai darah ke otak yang disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah atau adanya
sumbatan dalam aliran darah. Stroke dapat menimbulkan beberapa dampak
diantaranya yaitu gangguan fungsi fisik dan fungsi kognitif. Keadaan fungsi
kognitif pada penderita stroke akan mempengaruhi tingkat kualitas hidup dan
kemandirian dalam activity daily living.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif
dengan kemandirian Activity Daily Living pada pasien post stroke.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literatur
Review dengan pencarian artikel melalui EBSCO dan Google Scholar.
Hasil : Berdasarkan hasil literature review didapatkan kesimpulan ada hubungan
fungsi kognitif dengan ADL (Activity daily living) pada pasien post stroke.
Simpulan : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan kesimpulan ada
hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dengan ADL (Activity daily living)
pada pasien post stroke.
Saran : Melakukan pemeriksaan diagnosis dini fungsi kognitif untuk mencegah
terjadinya gangguan fungsi kognitif pada pasien pasca stroke
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER VI PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang : Mahasiswa memerlukan dukungan dalam memperoleh motivasi
belajar. Dukungan dan perhatian akan menentukan seorang dapat mencapai motivasi
belajar yang tinggi. Dukungan teman sebaya diwujudkan dalam hal kasih sayang,
memberi nasehat-nasehat dan sebagainya. Motivasi merupakan hal yang penting dan
akan berpengaruh dengan hasilprestasi mahasiswa.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan
Motivasi Belajar pada Mahasiswa Semester VI Program Studi Keperawatan di
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode penelitian : Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan
rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI Program
Studi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sejumlah 130 responden.
Teknik Sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan
korelasi Kendall Tau.
Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat dukungan teman
sebaya di kategori rendah (1,5%), kategori sedang (90,8%), dan di kategori tinggi
(7,7%). Sedangkan untuk tingkat motivasi belajar di kategori rendah (10%), sedang
(83,1%), dan tinggi (6,9%). Hasil uji kendall’s tau diperoleh p=0,000.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan dukungan keluarga dengan prestasi belajar
mahasiswa semester V Program Studi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN IMD DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG TAHUN 2019
Gerakan rumah sakit sayang ibu dan bayi merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian neonatal melalui 10 langkah perlindungan ibu dan bayi secara terpadu dan paripurna, sehingga seluruh fasilitas kesehatan harus memfasilitasi setiap ibu melahirkan untuk melakukan IMD. Dari data Tim PONEK RS PKU Muhammadiyah Temanggung didapatkan bahwa pelaksanaan IMD tahun 2016 sebesar 56,9%, tahun 2017 sebesar 56%, tahun 2018 62,8 %, semester I tahun 2019 sebesar 64,96 % masih dibawah angka target capaian yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor Yang mempengaruhi Pelaksanaaan IMD di RS PKU Muhammadiyah Temanggung tahun 2019. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari rekam medis pasien dan master tabel. Pengolahan data menggunakan analisa data univariat. Jumlah populasi 2193 dan jumlah sampel 399 yang dibulatkan menjadi 400. Hasil analisa data diperoleh ibu bersalin di RS PKU Muhammadiyah Temanggung yang sudah melaksanakan IMD sebanyak 212 responden ( 53 %), namun masih ada ibu bersalin yang belum melaksanakan IMD sebanyak 188 responden ( 47 %). Responden yang melakukan IMD termasuk dalam umur tidak berisiko 239 responden (55,8 %), yang termasuk dalam katagori primipara 219 responden (54,8%), yang termasuk dalam tingkat pendidikan dasar 223 responden (55,8%), yang termasuk dalam katagori ibu tidak bekerja 207 responden (51,3 %), termasuk dalam katagori persalinan SC yaitu sebanyak 262 responden (65,5 %),dan yang termasuk dalam katagori umur kehamilan > 36 minggu 333 responden (83,3 %)
Hubungan Kehamilan Postterm dan Ketuban Pecah Dini dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul
Asfiksia merupakan penyebab kematian Bayi Baru Lahir (BBL) ke 3 di dunia dalam periode
awal kehidupan, dengan angka kejadian asfiksia 23%. Kehamilan postterm dan KPD
merupakan faktor resiko terjadinya asfiksia pada BBL.Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan kehamilan postterm dan ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian
asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey serta pendekatan case-control
(retrospective). Jumlah sampel terbagi menjadi 201 responden pada kelompok kasus dan
201 responden pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan Chi- Square. Pada
hubungan kehamilan postterm dengan kejadian asfiksia pada BBL, hasil uji statistik
menggunakan Chi - Square diperoleh nilai Fisher’s Exact Test 0,000. Pada hubungan KPD
dengan kejadian asfiksia pada BBL hasil uji statistik menggunakan Chi - Square diperoleh
nilai Fisher’s Exact Test0,000 dan terdapat hubungan yang signifikan antara kehamilan
postterm dan KPD dengan kejadian asfiksia pada BBL.Terdapat hubungan kehamilan
postterm dengan kejadian asfiksia pada BBL dengan keeratan hubungan sedang. Terdapat
hubungan KPD dengan kejadian asfiksia pada BBL di RSUD Panembahan Senopati Bantul
dengan keeratan hubungan lemah. Saran bagimasyarakat khususnya ibu hamil diharapkan
untuk senantiasa menjaga kesehatan dirinya dan janinnya selama kehamilan serta segera
memeriksakan diri apabila terjadi masalah dalam kehamilannya dengan tujuan untuk
mengurangi resiko komplikasi dalamkehamilan