DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif : Literature Review
Pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi resiko kematian pada bayi karena ASI mengandung
kolostrum yang kaya akan antibodi untuk daya tahan tubuh dan pembunuh kuman dalam jumlah
tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah sosial budaya, promosi dan
informasi, peran petugas kesehetan, karakterisktik bayi, ekonomi, fisiologis dan pengetahuan.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan
keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan dalam literature review ini dengan
cara mencari artikel baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam database jurnal penelitian,
pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain EBSCO, Google Scholer, Science Direct
dan juga Proquest. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “hubungan tingkat
pengetahuan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI ekskusif” dalam rentan waktu mulai tahun 20152020.
Berdasarkan
10
artikel literature review yang digunakan penulis terkait hubungan tingkat
pengetahuan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI ekskusif, diketahui bahwa pengetahuan ibu
tentang ASI eksklusif pada sebagian artikel masuk dalam kategori kurang yaitu sebanyak 50%.
Pada artikel ini sebagian besar ibu tidak memberikan ASI ekskluif pada bayinya yaitu sebanyak
60%. Diketahui bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan keberhasilan
pemberian ASI eksklusif. Hal ini dibuktikan dari nilai P-value setiap penelitian terkait hubungan antara
tingkat pengetahuan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah <0,05. Meskipun
terdapat variabel lain dalam artikel yang digunakan seperti sikap ibu, pekerjaan, dukungan keluarga,
dan Dukungan tenaga kesehatan namun tidak mempengaruhi variabel pengetahuan. Kesimpulan:
ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan dapat
mencari artikel dengan kata kunci lebih spesifik, agar mempermudah dalam menemukan artikel
nasional ataupun internasional
Literature Riview: Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche
Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16
tahun atau pada masa awal remaja ditengah masa pubertas sebelum memasuki masa
reproduksi. Pengetahuan tentang menarche dibutuhkan oleh remaja putri yang sudah
matang alat reproduksi ataupun hormone-hormon tubuhnya. Banyak remaja yang belum
mendapatkan pengetahuan dan informasi benar tentang menarche (menstruasi pertama)
sehingga memiliki informasi yang salah tentang menstruasi, bahkan cenderung
mengkaitkan menstruasi dengan sesuatu yang negative. Ketidaktauan anak tentang
menstruasi dapat mengakibatkan anak sulit menerima menarche. Tujuan: literature
review adalah untuk menyimpulkan dan mereview literature (examine Literature) yang
berhubungan dengan Gambaran Tingkat Pengetahun Remaja Putri Dalam Menghadapi
Menarche. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature
riview yang terdiri dari 10 artikel dan dipublikasikan tahun 2014-2020. Hasil: dari 10
artikel yang direview 7 diantaranya membahas tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan
Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche. Dari 7 artikel 2 jurnal berpengetahuan
kurang, 3 jurnal pengetahuan cukup dan 2 jurnal pengetahuan baik. Kesimpulan:
Sebagian besar pengetahuan remaja tentang menarche dalam kategori cukup. Saran:
Diharapkan pada masa yang akan datang ada peneliti yang dapat meneliti terkait
keterlibatan keluarga dalam mempersiapkan menarche
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Latar belakang: Caring sebagai dasar sentral dalam praktik keperawatan. Caring
sangat dibutuhkan perawat untuk memahami dan membantu pasien dalam melakukan
perawatan. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien harus
memiliki kesadaran tentang asuhan keperawatan yang baik dan benar untuk dalam
mencapai atau mempertahankan kesehatan atau mencapai tingkat kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self ef icacy terhadap caring perawat di Rumah
Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Korelasi dengan
pendekatan Cross Sectional, teknik sampling menggunakan Total Sampling sejumlah
73 perawat dan 35 pasien sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Analis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hipotesis di uji dengan menggunakan analisis korelasi spearman rank. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh harga koefisien self ef icacy dengan caring
bernilai p-value sebesar 0,660 (p>0,05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak
ada hubungan yang bermakna antara self ef icacy dengan caring perawat. Kesimpulan dan Saran: Tidak ada hubungan antara self ef icacy dengan caring
perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Bagi peneliti selanjutnya
diharapkan meneliti lebih dalam faktor-faktor lain yang mempengaruhi carin
HUBUNGAN KOMORBIDITAS DENGAN KEJADIAN SEPSIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Sepsis merupakan respon sistemik tubuh terhadap infeksi yang bersifat mengancam jiwa. Sepsis disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah komorbiditas dimana komorbiditas dapat diartikan sebagai keberadaan dua penyakit atau lebih pada individu yang menyerang dalam waktu bersamaan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Komorbiditas dengan kejadian Sepsis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif studi kasus kontrol dengan pendekatan waktu Retrospectif. Sampel berjumlah 65 pasien, terdiri dari 42 pasien dengan sepsis dan 23 pasien tidak sepsis yang menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel diambil dari rekam medis pasien yang menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Instrumen penelitian menggunakan SOFA, qSOFA dan Carlson Comorbidity index.. Analisa data non-parametric menggunakan uji statistic Chi Square .
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan komorbiditas rendah dengan sepsis memiliki frekuensi 33 responden dengan prosentase (58,9%), OR: 440584192.293 kali lipat mengalami sepsis. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara komorbiditas dengan kejadian sepsis dengan hasil p-value sebesar 0.021.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara komorbiditas dengan kejadian sepsis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran penelitian ini untuk tetap menjaga kesehatan dengan konsumsi gizi seimbang, olahraga cukup, menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar terhindar dari infeksi.
Kata Kunci : Sepsis, Komorbiditas
Kepustakaan : 11 buku (2016-2019), 16 jurnal, 9 skripsi, 2 website
Jumlah halaman : 60 halaman, 10 tabel, 1 gambar, 11 Lampira
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Perkembangan arus informasi dan modernisasi berdampak
terhadap kenakalan remaja berupa penyalahgunaan narkoba. Populasi yang paling
rentan terjerumus dalam perilaku penyalahgunaan narkoba yaitu kalangan pelajar
atau siswa yang menunjukkan lebih dari 920 ribu pelajar terlibat narkoba. Upaya
yang dapat dilakukan dalam perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan
peningkatan pengetahuan berbasis sekolah memiliki peranan penting sebagai
lembaga pendidikan formal yang diharapkan dapat memberikan pemahaman serta
pendampingan dalam perilaku pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap
perilaku remaja dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba pada siswa kelas XI
SMA Negeri 1 Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah Pre eksperimental one group
pretest posttest design dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya semua
remaja kelas XI SMA Negeri 1 Gamping Sleman Yogyakarta yang berjumlah 114
orang. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan sampelnya sejumlah
114 orang. Instrumen penelitian menggunakan keusioner skala Guttman dan uji
statistik menggunakan wilcoxon match pairs test.
Hasil: Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan wilcoxon match pairs test
didapatkan p = 0,000<α (0,005), sehingga Ha diterima.
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja
dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba pada siswa kelas XI SMA Negeri 1
Gamping Sleman Yogyakarta. Bagi Pelajar diharapkan selalu bertindak positif
dengan menerapkan dan mengikuti kegiatan yang berada di sekolah tentang perilaku
remaja dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BAWANG PUTIH DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN WARU PANGGANG GUNUNGKIDUL
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab kematian utama yang sering disebut sebagai the silent killer disease. Di Indonesia pada tahun 2013 sekitar 31,7% penduduk dewasa mengalami hipertensi. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan salah satunya pengobatan nonfarmakologi, yaitu seduhan bawang putih dan relaksasi otot progresif.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian seduhan bawang putih dan relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Waru Panggang Gunungkidul.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen dengan desain Pararel Group Pre Post Test. Populasi pada penelitian ini adalah warga yang tercatat sebagai penduduk di Dusun Waru Panggang Gunungkidul yang menderita penyakit hipertensi baik laki-laki maupun perempuan, responden sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel total sampling.
Hasil: Uji paired sampel t-test pada kelompok seduhan bawang putih menunjukkan perbedaaan tekanan darah sistolik pretest-post test ditunjukkan dengan nilai p value 0,000 diastolik dengan p value 0,007. Adapun kelompok relaksasi otot progresif nilai p value tekanan darah sistolik 0,026, diastolik dengan nilai p value 0,025. Uji mann-whitney menunjukkan perbedaan antara dua kelompok pada tekanan darah sistolik dengan p value 0,033 dan diastolik yaitu ditunjukkan dengan nilai p value 0,045.
Kesimpulan: Ada perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan sesudah dan sebelum diberikan seduhan bawang putih dan relaksasi otot progresif pada penderita hipertensi di Dusun Waru Panggang Gunungkidul.
Saran: Penderita Hipertensi dianjurkan mengkonsumsi seduhan bawang putih dan melakukan latihan relaksasi otot progresif sebagai salah satu alternative pengobatan menurunkan tekanan darah tinggi
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN GIRITONTRO WONOGIRI
Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan kronis yang ditandai dengan
meningkatnya tekanan darah pada dinding pembulu darah arteri. Walaupun
peningkatan pembuluh darah bukan merupakan bagian normal dari ketuaan, namun
kejadian hipertensi pada lansia masih tinggi. Jika hipertensi tidak segera ditangani
akan mengakibatkan penebalan arteriole-arteriole sehingga menyebabkan infark
miokard, stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Faktor pencetus munculnya
hipertensi salah satunya adalah stres.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia
di Kelurahan Giritontro Wonogiri
Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional,
pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan sampel pada
penelitian ini adalah 54 lansia yang menderita hipertensi. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan menggunakan alat
Sphygmomanometer untuk mengukur kejadian hipertensi. Analisis data
menggunakan teknik korelasi Kendal Tau.
Hasil: Analisa data menggunakan teknik korelasi Kendal Tau menunjukkan
hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada lansia
di Kelurahan Giritontro Wonogiri, dimana diperoleh koefisien korelasi (Ʈ=0,642)
dan 0,000 (sig. <0,05) artinya bahwa H0 ditolak Ha diterima.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan tingkat stres dengan kejadian
hipertensi pada lansia di Kelurahan Giritontro Wonogiri. Responden disarankan
untuk mongontrol faktor-faktor pemicu peningkatan hipertensi dengan cara relaksasi
PENERIMAAN DIRI PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENDAPAT KEMOTERAPI: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada jaringan payudara menyebabkan adanya perubahan bentuk pada payudara dan dapat menyebar ke organ lain sehingga membutuhkan penanganan yang tepat. Kemoterapi merupakan pengobatan yang bertujuan untuk menghancurkan maupun memperlambat perkembangan sel kanker, memiliki efek samping pada perubahan fisik yang signifikan. Kondisi ini mempengaruhi kondisi psikologis yaitu penerimaan diri. Sikap perawat berdampak pada tekanan emosi pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi dan berpengaruh terhadap penerimaan diri.
Tujuan: Untuk mengetahui penerimaan diri pada pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran di internet menggunakan search engine Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci sikap perawat (nursing attitude), penerimaan diri (self acceptance), kemoterapi (chemotherapy), kanker payudara (breast cancer), dengan rentang waktu 2010-2020.
Hasil: Hasil dari penelitian ditemukan 16.452 artikel kemudian diskrining dan diperoleh 6 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil pada artikel tersebut menunjukkan pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi sebagian besar memiliki penerimaan diri yang positif yang dipengaruhi oleh adanya sikap perawat.
Simpulan dan Saran: Pasien dengan kanker payudara yang mendapat kemoterapi memiliki penerimaan diri positif lebih tinggi karena adanya dukungan berupa sikap perawat. Diharapkan para pasien kanker payudara yang mendapat kemoterapi dapat meningkatkan pengetahuan mengenai penerimaan diri
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting
Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi
badan yang lebih pendek dari anak dengan usia yang sama. Menurut UNICEF, tahun
2011 ada 165 juta (26%) balita dengan stunting di seluruh dunia. Tujuan untuk
mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan
kejadian Stunting. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode
literature Review meliputi studi pencapaian sistematis data base komputer dari google
scholar. Menggunakan kata kunci“ ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting”
digunakam 10 jurnal artikel sebagai refrensi. Berdasarkan hasil Literatur Review
yang telah dianalisis dapat disimpulkan cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2017
di Indonesia sebesar 44% dan angka kejadian stunting sebesar 33,7% yang berarti
kejadian stunting di indonesia sudah menjadi masalah kesehatan, Pemberian ASI
Eksklusif kepada bayi memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap status gizi
dan kesehatan bayi. Semua zat gizi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama
kehidupannya dapat dipenuhi dari ASI. Sehingga dalam literatur revew terdapat
hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting
PENGARUH PELAKSANAAN SENDAWA TERHADAP FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEJAWARAN BANJARNEGARA
Latar Belakang: Regurgitasi (gumoh) yaitu mengalirnya isi lambung (ASI) ke kerongkongan tanpa adanya usaha yang kuat seperti muntah. Regurgitasi terjadi ≥4x dalam sehari maka bayi akan mengalami resiko kekurangan berat badan karena nutrisi yang seharusnya diserap oleh tubuh sudah keluar lagi. Regurgitasi bisa dicegah dengan melakukan pelaksanaan sendawa yang bertujuan untuk mengeluarkan udara dari lambung ke mulut bayi yang merupakan dari penyebab terjadinyaregurgitasi. Tujuan:Mengetahui pengaruh pelaksanaan sendawa terhadap frekuensi regurgitasi pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Pejawaran Banjarnegara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian (pra eksperimental) dengan pendekatan One-Grup Pretest-Postest. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive samplingsebanyak 20 Responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan leaflet yang telah dilakukan uji validitas menggunakan expert judgment dengan hasil perhitungan I-CVI 1. Hasil penelitian dianalisis dengan uji WilcoxonMatchedPairsTest. Hasil: Frekuensi regurgitasi sebelum dilakukan pelaksanaan sendawa pada bayi usia 0-6 bulan yaitu normal (0-3x sehari) tidak ada (0%) dan tidak normal (≥4x sehari) sebanyak 20 responden (100%).Sedangkan frekuensi regurgitasi sebelum dilakukan pelaksanaan sendawa pada bayi usia 0-6 bulan yaitu normal (0-3x sehari) sebanyak 13 responden(65%) dan tidak normal (≥4x sehari) sebanyak 7 responden (35%). Hasil uji Wilcoxon Match Pairs Test diperoleh nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Simpulan dan saran: Ada pengaruh pelaksanaan sendawa terhadap frekuensi regurgitasi pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Pejawaran Banjarnegara.Seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan sebaiknya melakukan pelaksanaan sendawa setiap setelah menyusui untuk mencegah terjadinya regurgitasi