DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW GAMBARAN PRAKTIK HAND HYGIENE PADA SISWA- SISWI SD
Hand Hygiene merupakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Perilaku Hand Hygiene pada siswa merupakan salah satu faktor yang mempunyai
pengaruh besar terhadap kesehatan pada anak dalam mencegah terjadinya infeksi.
Hand Hygiene yang tidak dilakukan dengan tepat dapat menyebabkan resiko
terjadinya diare (Depkes, 2014). Praktik Hand Hygiene di indonesia menggunakan
sabun hingga kini masih tergolong rendah. Masyarakat biasanya melakukan Hand
Hygiene menggunakan sabun hanya pada saat makan dan hanya dibasahi dengan air,
menggosok sabun dan cara Hand Hygiene belum sesuai dengan langkah Hand
Hygiene yang benar. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Bagaimana Gambaran
Hand Hygiene Siswa. Metode penelitian literature review dimana dapat dijelaskan
bahwa literature review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian
lainnya yang diperoleh dari bahan acuan yang dijadikan landasan kegiatan penelitian
untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari perumusan masalah yang
diteliti. Hasil yang di peroleh dari 10 artikel adalah ada 3 jurnal yang berada dalam
kategori baik dan cukup baik tentang cuci tangan yang baik dan benar dan 7 artikel
berada dalam kategori kurang baik dalam mencuci tangan, dan ada artikel
didapatkan bahwa tidak ada korelasi pengetahuan kebersihan tangan dengan
kejadian diare pada anak usia sekolah. Maka penulis menarik kesimpulan bahwa dari
litelatur review 10 jurnal sebagian besar kurang mengetahui tentang praktik Hand
Hygiene dikarenakan karena kurangnya pengetahuan tentang praktik Hand Hygiene
yang kurang tepat di lingkungan sekolah, kemudian sebagian besar mereka belum
pernah melakukan Hand Hygiene karena belum mengetahui tentang praktik Hand
Hygiene yang tepat dan benar
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAP PREMENSTRUAL SYNDROME
Sebagian remaja dengan premenstrual syndrome mengalami berbagai
gangguan dalam lingkup belajar maupun aktifitas sehari-hari. Banyak remaja putri
yang tidak memahami pentingnya sikap mengatasi premenstrual syndrome
sehingga tidak ditangani sampai tuntas. Pengetahuan tentang biologi dasar pada
remaja sangat penting untuk menurunkan risiko yang berhubungan dengan
kondisi kesehatan remaja termaksud premenstrual syndrome. Mengetahui
hubungan pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi premenstrual
syndrome. Desain penelitian ini adalah Penelitian kepustakaan atau kajian literatur
(literature review). Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan remaja putri
dan variabel terikat adalah sikap dalam menghadapi Premenstrual Syndrome.
Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review dalam
penelitian ini. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan oleh penulis
mengenai hubungan pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi
premenstrual syndrome hamil maka penulis menarik simpulan bahwa ada
hubungan pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi premenstrual
syndrome. Dimana dengan adanya pengetahuan yang dapat ditemukan diberbagai
media atau penyuluhan mengenai premenstrual syndrome pada remaja putri dapat
membantu remaja putri dalam menyikapi premenstrual syndrome. Ada hubungan
pengetahuan dengan sikap remaja dalam menghadapi premenstrual syndrome.
Saran bagi remaja remaja putri untuk meningkatkan dan lebih mempelajari
premenstrual syndrome sehingga dapat lebih mengetahui dan memahami
mengenai dampak dari adanya premenstrual syndrome
LITERATURE REVIEW GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
ASI merupakan makanan pertama yang alami untuk bayi. ASI menyediakan semua
energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupan.
Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, UNICEF dan WHO
merekomendasikan sebaiknya bayi hanya disusui air susu ibu (ASI) selama paling
sedikit 6 bulan, dan pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun
(World Health Organization, 2018). Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif akan
lebih rentan untuk terkena penyakit kronis, seperti jantung, hipertensi, dan diabetes
setelah ia dewasa, serta dapat menderita kekurangan gizi dan mengalami obesitas).
Di Indonesia cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2018 yaitu sebesar
68,74%. Angka tersebut sudah melampaui target Renstra tahun 2018 yaitu 47%.
Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada provinsi Jawa
Barat 90,79%, sedangkan persentase terendah terdapat di provinsi Gorontalo 0,71%
(Profil Kesehtan Indonesia, 2018). Kota Yogyakarta berhasil menerapkan Perda No
1 Tahun 2014 tentang pemberian air susu ibu eksklusif. Menurut catatan Dinas
Kesehatan kota tersebut, pemberian ASI eksklusif meningkat dua kali lipat dari 30
persen menjadi 60 persen. Untuk tahun ini, mereka menargetkan pemberian ASI
eksklusif mencapai hingga 70 persen. Tujuan penelitian untuk mengetahui
gambaran ASI Eksklusif. Penelitian ini menggunakan metode literature review.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi. Literature
review dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan gambaran pemberian
ASI Eksklusif dengan referensi 10 tahun terakhir. Hasil penelitian literature review
ini menunjukkan bahwa kegagalan dalam pemberian asi eksklusif dipengaruhi oleh
pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, umur,dukungan keluarga, status ekonomi dan
sikap. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu yang memiliki
bayi terkait dengan pentingnya pemberian ASI Eksklusif sebagai upaya pencegahan
dan penanggulangan dari penyakit yang bisa disebabkan karena pemberian
makanan lain selain ASI
HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMP KELAS VIII
Latar belakang: Religiusitas merupakan salah satu faktor internal yang
bersifat protektif yang dapat memengaruhi keputusan remaja untuk
melakukan tindakan berisiko termasuk merokok. Keyakinan religius remaja
akan begitu terasa dan dibutuhkan dalam kehidupannya ketika remaja
mengalami peristiwa yang mengancam dirinya, membuatnya gelisah dan
berada dalam keadaan terjepit maka akan lebih membuat para remaja sadar
akan butuhnya kekuatan yang lebih besar dari manusia.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan perilaku merokok
pada siswa SMP kelas VIII.
Metode: Pencarian jurnal menggunakan database Pubmed dan search engine
Google Schoolar untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi
dan ekslusi, kemudian dilakukan review.
Hasil: Berdasarkan hasil jurnal yang sudah dianalisis, menunjukkan bahwa
terdapat hubungan religiusitas dengan perilaku merokok pada siswa SMP
kelas VIII.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan religiusitas dengan perilaku
merokok pada siswa SMP kelas VIII. Disarankan untuk peneliti selanjutnya
untuk melakukan penelitian yang lebih rinci terkait dengan prilaku merokok
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KEMANDIRIAN ANAK TUNANETRA DENGAN PERSONAL HYGIENE TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT
Latar Belakang: Anak disabilitas atau anak berkebutuhan khusus adalah anak yang
dalam proses tumbuh kembang, secara signifikan mengalami kelainan fisik, mentalintelektual, sosial dan emosional dibandingkan dengan anak lain seusianya. Dengan
keterbatasan penglihatan anak berkebutuhan khusus sangat kesulitan dalam
membersihakan bagian tubuhnya, salah satunya adalah kebersihan gigi dan mulut.
Gigi dan mulut merupakan organ tubuh yang sangat penting, dikarenakan berbagai
kuman dapat masuk kedalam gigi dan mulut jika tidak dirawat dengan benar.
Kemandirian pada anak berkebutuhan khusus sangat penting di terapkan sejak dini,
dengan memberikan pemahaman Personal hygiene kebersihan gigi dan mulut, anak
dapat berperilaku yang lebih sehat.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kemandirian anak tunanetra dengan personal
hygiene tentang kebersihan gigi dan mulut.
Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review
pencarian artikel menggunakan data base melalui Google Scholar. Kriteria Inklusi
pada jurnal ini yaitu artikel yang terbit pada tahun 2016 – 2020 dan memiliki
kesamaan disalah satu variabelnya. Sedangkan pada kriteria eksklusi, jurnal dalam
bentuk full texs yang dipublikasikan dalam bentuk laporan, artikel, serta jurnal
berbahasa indonesia.
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang dianalisa didapatkan bahwa kemandirian anak
tunanetra berhubungan dengan personal hygiene
Simpulan dan Saran: Hubungan antara kemandirian anak tunanetra dengan
personal hygiene tentang kebersihan gigi dan mulut, yakni tidak ada perbedaan
secara signifikan antara anak yang normal dengan anak berkebutuhan kusus, tetapi di
butuhkan pendekatan yang lebih pada anak tunanetra agar tercipta kemandirian pada
anak tunanetra dalam personal hygiene kebersihan gigi dan mulut.. Bagi peneliti
selanjutnya perlu dilakukan review jurnal yang lebih banyak lagi baik jurnal nasional
maupun internasional. Dan mencari lebih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi
Kemandirian Anak Tunanetra dengan Personal Hygiene tentang Kebersihan Gigi dan
Mulut
LITERATUR REVIEW LAMA MENDERITA HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Latar Belakang: Hipertensi dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial
ekonomi dan kualitas hidup seseorang. Beberapa study menyebutkan, individu
dengan hipertensi memiliki skor yang lebih rendah dihampir semua dimensi yang
diukur berdasarkan kuesioner WHOQOL dibandingkan dengan populasi. Hal ini
dikarenakan hipertensi memberikan pengaruh buruk terhadap fungsi sosial,
kesehatan mental, dan fungsi psikologis.Dampak hipertensi terhadap kualitas hidup
lansia yaitu kualitas hidup pada lansia akan terganggu dan angka harapan hidup
lansia juga akan menurun.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara lama menderita hipertensi dengan
kualitas hidup lansia dengan hipertensi.
Metode: Pencarian jurnal menggunakan database seacrh engine Google Schoolar
untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian
dilakukan review.
Kesimpulan: Ada hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kualitas hidup
pada lansia dengan hipertensi
SYSTEMATIC REVIEW: HASIL PEMERIKSAAN TROMBOSIT MENGGUNAKAN SAMPEL DARAH K2EDTA DAN K3EDTA DENGAN METODE HEMATOLOGY ANALYZER
Latar Belakang: Pemeriksaan hematologi merupakan pemeriksaan darah yang
paling awal untuk mengetahui diagnosis penyakit. Darah yang diperiksa dengan
alat hematology anlayzer membutuhkan antikoagulan EDTA agar tidak terjadi
pembekuan pada sampel. Antikoagulan K2EDTA adalah antikoagulan yang
berbentuk serbuk kering, yang mampu mempertahankan ukuran dan bentuk sel
sehingga tidak terjadi penyusutan. Antikoagulan K3EDTA adalah antikoagulan
yang berbentuk cair bersifat dilusi, sehingga volume sampel darah menjadi
berkurang yang menyebabkan pengenceran dan memberikan hasil jumlah
trombosit lebih rendah. Tujuan Penelitian: Mengetahui hasil pemeriksaan
trombosit menggunakan sampel darah dengan K2EDTA dan K3EDTA dengan
metode hematology analyzer. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan
metode Systematic review melalui pencarian pada dua database yaitu PubMed dan
Google Cendekia dengan terbitan jurnal 2010-2020 yang diakses fulltext dalam
format pdf. Hasil Penelitian: Penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang
menunjukan bahwa hasil trombosit dengan sampel K2EDTA berada dalam batas
normal dengan kisaran nilai yaitu 246.321-289.000 sel/mm3 darah dan hasil
trombosit dengan K3EDTA didapatkan nilai yaitu 49.000-295.000 sel/mm3 darah,
satu hasil berada dibawah nilai normal. Nilai rata-rata trombosit dengan K2EDTA
dari keseluruhan yaitu 266.028 mm3/ul darah dan rata-rata trombosit dengan
K3EDTA yaitu 232.606 mm3/ul darah. Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat
perbedaan terhadap hasil pemeriksaan trombosit dengan penambahan
antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA. Saran: Perlu dilakukan penelitian
selanjutnya tentang perbedaan antikoagulan K2EDTA dan K3EDTA terhadap
metode dan parameter hematologi lainny