DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT ) dengan nyeri ankle di Dusun Ngawen Kronggahan Kecamatan Gamping
Latar Belakang: Ankle merupakan anggota tubuh yang tergabung dalam ekstremitas
bawah yang berfungsi sebagai penggerak tubuh dan stabilisasi. Chronic ankle
instability merupakan kondisi terjadinya cedera berulang dikarenakan ketidakstabilan
pergelangan kaki lateral yang disertai dengan gejala sisa seperti rasa nyeri, edema,
keterbatasan ruang gerak sendi, yang muncul setelah terkena cedera beulang di lateral
ligament ankle. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks
massa tubuh dengan risiko mengalami nyeri ankle. Metode: Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah penelitian cross sectional pendekatan retrospektif, dengan
populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Ngawen Kronggahan
Kecamatan Gamping dan sampel penelitian ini adalah masyarakat berusia 40 hingga
60 tahun yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Exact. Sig (2-sided) pada uji Chi Square
adalah sebesar 0,048. Karena nilai Karena nilai Exact. Sig (2-sided) 0,048 < 0,05 maka
diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan nyeri ankle.
Simpulan: Nyeri Ankle terjadi dikarenakan biomekanik dimana pada individu yang
kelebihan berat badan dan obesitas disebabkan oleh adanya perubahan arsitektur dan
biomekanik dari fascia plantaris dan bantalan tumit (Heel Pads). Saran: Menggunkan
metode terapi latihan untuk memulihkan cedera ankle, yang sudah terbukti
memulihkan dengan perubahan yang signifika
Hubungan gaya hidup dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA Negeri 1 Galur Kulon Progo
Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu kelompok populasi beresiko yang
memiliki kemungkinan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
resiko yang muncul. Faktor resiko dipengaruhi oleh kondisi biologis, lingkungan
tempat tinggal, gaya hidup dan sistem perawatan kesehatan. Insomnia menjadi salah
satu masalah kesehatan remaja. Salah satu penyebab insomnia yang paling sering pada
remaja adalah faktor kebiasaan seperti gaya hidup. Gaya hidup yang dapat
mempengaruhi insomnia merupakan gaya hidup yang kurang baik seperti kurangnya
aktivitas fisik dan olahraga, merokok, dan kurangnya kepedulian terhadap pola makan
yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Dampak dari insomnia yaitu menyebabkan
menurunnya prestasi sekolah, meningkatnya angka ketidakhadiran di sekolah, depresi,
dan kecelakaan lalu lintas pada remaja. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui
Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Insomnia Pada Remaja di SMA Negeri 1
Galur Kulon Progo. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan corelation
analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat yang digunakan yaitu kuesioner gaya
hidup dan KSPBJ- Insomnia Rating Scale. Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik cluster random sampling didapatkan sampel 70 responden. Analisis data dalam
penelitian ini menggunakan uji statistik Kendall Tau. Hasil Penelitian:
memperlihatkan nilai p value = 0,000, artinya ada hubungan yang signifikan antara
gaya hidup dengan kejadian insomnia, dengan tingkat keeratan hubungan 0,761,
artinya kategori keeratan hubungan kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian insomnia pada
remaja di SMA Negeri 1 Galur Kulon Progo. Saran bagi remaja yaitu diharapkan dapat
meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gaya hidup dan dampaknya dari insomnia sedini mungkin
Analisis hasil quality control (QC) pemeriksaan natrium dan kalium di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta
Laboratorium klinik memiliki peran penting melakukan evaluasi secara rutin dalam menegakkan diagnosis suatu penyakit dengan melakukan kontrol kualitas pada setiap pemeriksaan. Kontrol kualitas (quality control) pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui hasil pemeriksaan agar hasil pemeriksaan dapat tebukti validitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi, presisi, dan juga berdasarkan grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard pada analisis kontrol kualitas pemeriksaan natrium dan kalium di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data sekunder yang diambil pada bulan Oktober-Desember tahun 2022. Data tersebut dianalisis dengan cara menghitung rerata (mean), Standard Deviation (SD), Akurasi, Presisi, Coefficient Variation (CV), serta melihat grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil kontrol kualitas natrium dan kalium di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Oktober-Desember 2022 cenderung baik. Hal ini bisa dilihat pada rentang nilai yang telah ditetapkan dimulai dari rerata (mean), Coefficient Variation (CV), Standard Deviation (SD), inakurasi (bias), presisi, serta grafik Levey-Jennings semua kontrol tidak melewati batas ± 2 SD. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil akurasi dan presisi sangat baik yaitu hasil bias (inakurasi) untuk natrium maksimal 1,5% dan hasil bias untuk kalium maksimal 2%, hasil presisi untuk natrium maksimal 7 dan kalium maksimal 2,7; serta hasil evaluasi grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard tidak ada nilai kontrol yang melewati ± 2 SD
Pengaruh sistem pembelajaran online di era Covid-19 terhadap hasil pembelajaran praktek klinikdasar mahasiswa D4 keperawatan anestesiologi angkatan 2020 universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar belakang: Hasil pembelajaran yaitu suatu perolehan nilai yang di dapatkan
setelah mahasiswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan rentang waktu
tertentu. Hasil pembelajaran dapat menjadi tolak ukur kemampuan untuk
memperoleh tujuan belajar. Faktor yang mempengaruhi hasil pembelajaran
terbagi atas faktor internal yang berasal dari dalam diri mahasiswa dan faktor
eksternal yang berasal dari luar diri mahasiswa seperti keluarga, lingkungan dan
perguruan tinggi. Pada penelitian ini faktor eksternal yang di maksud yaitu sistem
pembelajaran online.
Tujuan: Untuk menjelaskan Pengaruh Sistem Pembelajaran Online di Era
Covid-19 Terhadap Hasil Pembelajaran Praktik Klinik Dasar Mahasiswa D4
Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2020 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode penelitian: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
korelasional. Jumlah sampel yaitu 59 mahasiswa. Teknik pengambilan data
kuesioner melalui google form dan dokumentasi berupa nilai akhir hasil
pembelajaran praktik klinik dasar mahasiswa keperawatan anestesiologi
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta angkatan 2020. Teknik analisa data
menggunakan uji deskripsi variabel penelitian, uji asusmsi klasik, analisis regresi
linier sederhana, dan uji hipotesis secara parsial.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada
sistem pembelajaran online terhadap hasil pembelajaran sebesar 0,000 < 0,05
maka Ha diterima dan Ho ditolak, ini berarti bahwa faktor ekternal memiliki
pengaruh yang penting dalam meningkatkan hasil pembelajaran.
Simpulan: Mahasiswa perlu mengoptimalkan belajarnya supaya mendapatkan
hasil yang maksimal.
Saran: Berikutnya Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bisa memberlakukan sistem
pembelajaran online untuk kedepannya dan dapat memantau mahasiswa pada saat
proses pembelajaran berlangsung
Hubungan lama puasa dengan status hemodinamik pada pasien pre anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Latar Belakang : Puasa sebelum operasi adalah bagian dari keselamatan pasien dan durasinya berperan penting. Tujuan puasa preanestesi yaitu memberikan waktu yang cukup untuk pengosongan lambung, mengurangi risiko regurgitasi, dan aspirasi paru dari sisa makanan. Berdasarkan data ketepatan jam operasi yang dilakukan di Ruang IBS RS PKU Muhammadiyah Gamping pada penelitian sebelumnya bahwa sekitar 20% pasien puasa lebih dari 8 jam dikarenakan operasinya mundur, dan 15% di temukan pasien puasa kurang dari 6 jam. Pengurangan volume darah akan mengakibatkan tekanan darah turun, penurunan tekanan darah tersebut mengakibatkan respon fisiologis jantung sehingga fase awal terjadi nadi normal dan pada fase kronis terjadi peningakatan nadi, hal ini dilakukan jantung untuk memberikan kompensasi terhadap penurunan metabolisme dan penurunan curah jantung.
Tujuan : Mengetahui hubungan lama puasa dengan status hemodinamik pada pasien pre anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan desain korelasional terhadap data sekunder. Sampel sampling purposive berjumlah 81 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi.
Hasil : Hasil uji statistic menggunakan Uji koefisien kontigensi didapatkan adanya hubungan lama puasa dengan status hemodinamik pada pasien pre anestesi umum RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan nilai p-value 0,000 yaitu <0,05.
Simpulan : Terdapat hubungan lama puasa dengan status hemodinamik pada pasien pre anestesi umum RS PKU Muhammadiyah Gamping
Saran : Untuk meningkatkan kualitas penyimpanan data pasien yang dirawat di rumah sakit diharapkan mampu mengisi lembar observasi dan rekam medis pasien secara lengkap agar data yang ada menjadi valid dan lengkap
Hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam menghadapi pembelajaran luring pasca pandemi di universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar belakang : Corona virus disease (Covid-19) di tahun 2022 ini mulai
membaik maka aktivitas sosial masyarakat mulai kembali normal pasca pandemi
termasuk dunia pendidikan. Perubahan suasana dan kondisi pembelajaran pasca
pandemi menarik untuk dikaji karena perubahan ini dapat menimbulkan berbagai
dampak salah satunya adalah dampak psikologis yaitu stres. Stres juga dapat
mengakibatkan kecemasan yang akan memicu munculnya mekanisme koping pada
diri seseorang yang ingin keluar dari kondisinya, namun tidak semua orang mampu
memunculkan koping yang positif.
Tujuan : Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres
mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam menghadapi pembelajaran luring
pasca pandemi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan
deksriptif analitik menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel
menggunakan total sampling. Sampel penelitian berjumlah 120 responden
mahasiswa keperawatan anestesiologi.
Hasil : Hasil uji hubungan mekanisme koping dan tingkat stres mahasiswa
keperawatan anestesiologi angkatan 2020 sebanyak 69 mahasiswa (57,5%)
memiliki mekanisme koping adaptif dan sebanyak 75 mahasiswa (62,5%) memiliki
tingkat stres sedang, menggunakan uji chi square didapatkan nilai signifikan p
value sebesar 0,000 ( a < 0,05 ) dengan korelasi 0,639 (kuat).
Simpulan : Terdapat hubungan mekanisme koping terhadap tingkat stres
mahasiswa keperawatan anestesiologi dalam menghadapi pembelajaran luring
pasca pandemi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Saran : Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk seluruh civitas
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta untuk menurunkan tingkat stres mahasiswa
dalam menghadapi transisi pembelajaran dari daring ke luring.
Kata Kunci : Mekanisme Koping, Tingkat Stres, Pembelajaran luring,
Daftar Pustaka : 39 buah (2015-2022
Analisis tingkat kesiapsiagaan warga Desa Rimbo Recap Provinsi Bengkulu terhadap bencana alam angin puting beliung
Latar Belakang : Bencana alam di Indonesia meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu jenis bencana yang sering terjadi adalah angin puting beliung. Provinsi Bengkulu, terutama Kota Bengkulu, rentan terhadap bencana dikarenakan letak geografisnya serta curah hujan tinggi. Baru-baru ini Desa Rimbo Recap di Kabupaten Rejang Lebong mengalami bencana angin puting, yang mengakibatkan 7 rumah warga terdampak dan 11 kepala keluarga mengungsi. Analisis kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana ini penting untuk memberikan bantuan dan intervensi yang tepat.
Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan melalui aspek pengetahuan dan sikap serta faktor pengalaman warga pasca bencana sebagai kesiapan warga mmenghadapi bencana.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian non-eksperimental dengan pendekatan descriptive research strategy. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner. Populasi penelitian mengambil dari lokasi terdampak, dengan total 285 KK. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 45 responden.
Hasil : Dari total 45 responden, Pada tingkat pengetahuan didapat 23 responden (51,1%) dalam kategori sedang, 20 responden (44,4%) kategori tinggi, dan 2 responden (4,4%) kategori rendah. Selain itu pada tingkat pengalaman didapat 25 responden (55,6%) dalam kategori sedang, sementara 20 responden (44,4%) \kategori tinggi. Sedangkan pada tingkat sikap kesiapsiagaan didapat 33 responden (73,3%) dalam kategori tinggi, 11 responden (24,4%) kategori sedang, dan 1 responden (2,2%) kategori rendah.
Kesimpulan : Penelitian ini mengungkapkan bahwa warga Desa Rimbo Recap, Provinsi Bengkulu belum bisa dikatakan memiliki tingkat kesiapsiagaan yang baik sehingga memerlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pengalaman warga guna memperkuat kesiapsiagaan mereka terhadap bencana
Pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan mahasiswa dalam menghadapi skripsi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar belakang: Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang
tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari�hari. Skripsi merupakan karya ilmiah yang dibuat mahasiswa S1 sebagai syarat
sarjana. Sebagian besar mahasiswa menghadapi kecemasan dalam menyusun skripsi
pada kategori tinggi sebanyak 45%. Faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam
menyusun skripsi yaitu faktor dari dalam diri maupun faktor dari luar mahasiswa.
Relaksasi nafas dalam merupakan sebuah keadaan dimana seseorang terbebas dari
tekanan dan kecemasan atau kembalinya keseimbangan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan
mahasiswa dalam menghadapi skripsi
Metode: Jenis penelitian pre-eksperiment dengan desain penelitian One Group
Pretest-Posttest Design. Prosedur penelitian menggunakan satu kelompok yaitu
kelompok eksperiment. Populasi yang digunakan mahasiswa prodi administrasi
publik. Sampel diambil sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel non�probability sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kecemasan HARS.
Teknik analisa data menggunakan Uji-T Paired Sample Test.
Hasil: Didapatkan 30 responden mengalami kecemasan dengan kategori ringan
10,0%, kategori sedang 83,3%, kategori berat 6,7%. Setelah diberikan perlakukan,
tingkat kecemasan mahasiswa menurun yaitu dengan kategori normal 13,3%, kategori
ringan 73,3% dan kategori sedang 13,3%. Hasil uji SPSS didapatkan Sig (-tailed)
0.000.
Simpulan dan Saran: Teknik relaksasi nafas dalam berpengaruh untuk menurunkan
tingkat kecemasan mahasiswa. Disarankan bagi mahasiswa untuk menerapkan terapi
relaksasi sebagai jalan alternatif untuk menurunkan tingkat kecemasan, dan bagi
peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti/mengukur fisiologisnya dan melihat afek dari responde
Pengaruh pemberian neurodevelopment treatment (ndt) terhadap kemampuan gross motor pada anak cerebral palsy usia 1-7 tahun
Latar Belakang: Masa pertumbuhan dan perkembangan merupakan fase yang
berperan penting dalam kematangan sistem organ dan jaringan tubuh sehinga individu
dapat melakukan aktivitas secara optimal. Usia 1-7 tahun merupakan usia emas dalam
proses tumbuh kembang anak, selain itu kelainan dapat terdeteksi sejak dini sehingga
pemberian stimulasi lebih awal dapat memberikan pengaruh yang besar. Salah satu
gangguan tumbuh kembang anak yang mempengaruhi motorik kasar (gross motor)
yaitu cerebral palsy. Penyandang cerebral palsy memiliki disfungsi motorik kasar
(gross motor) yang mempengaruhi kemampuan aktivitas fungsional. Sehingga
pemberian Neurodevelopment Treatment (NDT) dapat meningkatkan kemampuan
motorik kasar (gross motor) melalui proses neuroplastisitas otak anak Tujuan :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian
Neurodevelopment Treatment (NDT) terhadap gross motor anak cerebral palsy usia 1-
7 tahun. Metode Penelitian : Rencana penelitian ini bersifat quasi-eksperimental.
Dengan desain penelitian yaitu pre and post one group design. Teknik pengambilan
sampel menggunakan total sampling sebanyak 17 orang yang diberikan perlakuan
Neurodevelopmental Treatment (NDT) selama 2 kali dalam 6 minggu dengan durasi
45 menit. Uji normalitas menggunakan Saphiro Wilk test. Uji hipotesis untuk
mengetahui pengaruh intervensi dianalisis menggunakan Wilcoxon test. Hasil: Hasil
uji Wilcoxon pada responden penelitian yaitu dimensi A (0.003), dimensi B (0.018)
dan skor total (0.001) (p0,05).
Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian Neurodevelopment Treatment (NDT)
terhadap kemampuan gross motor anak cerebral palsy usia 1-7 tahun pada dimensi
A,B dan skor total GMFM-88. Saran: Peneliti selanjutnya dapat mengontrol aktivitas
kegiatan sampel dan mengkombinasikan intervensi lainnya sebagai program latiha
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana gunung meletus pada santri Pondok Pesantren Taruna Al-Qur’an Yogyakarta
Latar Belakang : Bencana alam (disaster) merupakan serangkaian peristiwa yang dapat mengancam, mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam, non alam atau fakor manusia. Bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya adalah gunung meletus seperti gunung merapi dengan letusan terbesarnya yang terjadi pada tahun 2010 sebanyak 84 kejadian dan memakan korban 350 jiwa. Salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya korban bencana adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki siswa dalam kesiapsiagaan bencana.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana gunung meletus pada santri pondok pesantren Taruna Al-Qur’an Yogyakarta
Metode Penelitian : metode pada penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan uji rank spearman. Populasi yang diambil pada penelitian ini menggunakan rumus slovin pada siswa kelas VII MTs Taruna Al-Qur’an Yogyakarta dengan menggunakan tekhnik random sampling sebanyak 65 siswa.
Hasil Penelitian : berdasarkan analisa statistik menggunakan uji spearman rank nilai signifikan (p Value) sebesar 0,00 < 0,05 menunjukkan bahwa Ha diterima. Nilai korelasi koefisien diperoleh 0.337 memiliki nilai positif berarti semakin tinggi nilai pengetahuan semakin baik kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Simpulan : Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan bencana gunung meletus pada santri pondok pesantren Taruna Al-Qur;an Yogyakarta.
Saran : Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi kepada siswa terkait hubungan tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana gunung meletus khususnya pada santri pondok pesantren Taruna Al-Qur’an Yogyakarta