DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Persepsi warga Muhammadiyah terhadap childfree dalam pernikahan

    Full text link
    Childfree merupakan istilah terhadap pasangan yang enggan untuk memiliki anak berlandaskan pilihan yang telah mereka ambil bersama, keengganan untuk mendapatkan anak bukan disebabkan karena faktor kesehatan serta faktor yang lain Persepsi adalah pandangan secara umum atau anggapan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan dalam memandang dan mengartikan suatu hal. Persepsi adalah sebuah proses individu menginterpretasikan sesuatu hal yang ia pahami untuk memberikan pengertian kepada lingkungannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif yang mendeskripsikan persepsi warga muhammadiyah terhadap childfree dalam. Subjek penelitian ini yaitu warga muhammadiyah yang berada di Yogyakarta. Hasil wawancara dari penelitian ini menjelaskan bahwa adanya persepsi individu dalam menanggapi fenomena childfree ini berbeda-beda berdasarkan hsil penelitian terdapat 1 subjek yang setuju dengan childfree dan 2 subjek yang tidak setuju dengan childfree dipengaruhi dari beberapa faktor diantaranya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, latar budaya dan religiusitas, serta pekerjaan

    Hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan empati pada mahasiswa di Yogyakarta

    Full text link
    Mahasiswa merupakan makhluk sosial yang perlu membangun hubungan sosial dengan lingkungannya, karena mahasiswa merupakan individu yang memerlukan otonomi serta kebebasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan teknologi dan informasi mengalami kemajuan yang sangat pesat hal tersebut berdampak juga pada perkembangan jaringan internet yang sangat cepat membuat pengguna gadget juga mengalami peningkatan hal tersebut berdampak pada durasi penggunaan gadget pada mahasiswa. Empati merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti, memahami tentang perasaan dan emosi pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget terhadap empati pada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Variabel bebas pada penelitian ini adalah durasi penggunaan gadget dan variabel tergantung adalah empati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan alat ukur skala durasi penggunaan gadget dan empati. Populasi subjek yaitu mahasiswa yang berdomisili di Yogyakarta dengan usia 18-25 tahun, teknik pengumpulan data yang digunakan dengan purposive sampling, diambil 103 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Spearman rho atau rank spearman. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai P=0,00<0.05 yang artinya kedua variabel tersebut tidak berkorelasi. Hasil kategorisasi durasi penggunaan gadget 100% tergolong rendah dan untuk empati 18,4% taraf empati rendah pada jenis kelamin laki-laki sedangkan pada perempuan memiliki taraf empati yang sedang dan tinggi dengan presentase 76,7% dan 4,9%

    Perilaku konsumsi minuman alkohol pada wanita berhijab di Yogyakarta ditinjau dari faktor-faktor yang mempengaruhi

    Full text link
    Alkohol atau minuman keras adalah minuman yang mengandung etanol yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan jika dikonsumsi terus-menerus dapat menimbulkan kecanduan.. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi alkohol pada wanita berhijab di Yogyakarta.Subjek penelitian ini adalah wanita berhijab yang mengonsumsi alkohol di Yogyakarta dengan jumlah subjek 100 orang. Penelitian ini menggunakan metode teknik teknik accidental sampling, dengan instrumen skala perilaku konsumsi alkohol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskritif analitik. Hasil analisis data menunjukkan F= 10,269 dengan nilai p = 0,000 (p<0,01) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada perilaku konsumsi alkohol ditinjau dari faktor yang mempengaruhi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi faktor pengangguran dan pergaulan bebas maka akan semakin tinggijuga perilaku konsumsi minuman alkoho

    Efektivitas high intensity interval training dan sleep restriction therapy terhadap produksi plasma solubel alpha klotho pada lansia di Puskesmas sanden

    Full text link
    Latar belakang: Penuaan merupakan sebuah proses aktif sepanjang perjalanan hidup.Penuaan menyebabkan hilangnya fungsi fisiologis dan kemampuan fisik secara segmental dan progresif seiring waktu. berkurangnya produksi plasma S-klotho dan kualitas tidur efek yang terjadi sebagai akibat dari berbagai perubahan di seluruh spektrum sistem tubuh pada lanjut usia. Untuk meningkatkan produksi plasma Sklotho dan kualitas tidur intervensi yang digunakan adalah Hight Intensity Interval Training dan Sleep Restriction Therapy. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian Hight Intensity Interval Training dan Sleep Restriction Therapy terhadap peningkatan produksi plasma S-Klotho dan kualitas tidur pada lansia. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode experimental dengan rencana penelitian yang digunakan adalah pretest dan postest one group desain, sebanyak 18 sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. sampel dibentuk kedalam satu kelompok lalu diberi perlakukan Hight Intensity Interval Training dan Sleep Restriction Therapy,latihan dilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu. Alat ukur yang digunakan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sandwich dan Pitssburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji normalitas menggunakan Saphiro-wilk test, uji hipotesis I menggunakan Wilcoxon signed-rank test dan uji hipotesis II menggunakan paired sampel t-test . Uji hasil : Hasil uji hipotesis I menggunakan Wilcoxon signed-rank test diperoleh hasil Asymp. Sig. (2tailed) 0.011 (p<0,05) dan hasil uji hipotesis II menggunakan paired sampel t-test diperoleh nilai p=0,006 (p<0,05). Kesimpulan: ada pengaruh pemberian Hight Intensity Interval Training dan Sleep Restriction Therapy terhadap peningkatan produksi plasma S-Klotho dan kualitas tidur pada lansia. Saran: peneliti selanjutnya dapat melakukan pemilihan sampel yang representatif dengan desain penelitian yang lebih rinci dan kontrol yang lebih baik serta memonitoring aktivitas dan pola tidur responden penelitian

    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LABORATORIUM KOMPUTER DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA

    Full text link
    Perawatan berkala merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan di laboratorium komputer untuk mencegah kerusakan serius di masa mendatang dan mengurangi risiko biaya tambahan yang dapat mengganggu operasional laboratorium. Perangkat komputer yang dirawat secara rutin akan memiliki usia yang lebih panjang dan kinerja yang tetap optimal. Komponen-komponen dalam perangkat komputer dapat mengalami penurunan fungsi seiring waktu, sehingga perawatan berkala diperlukan untuk menjaga kinerja perangkat tetap optimal. Dalam rangka meningkatkan efektivitas perawatan, sebuah sistem aplikasi berbasis web dirancang menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL. Aplikasi ini memungkinkan teknisi dan pengelola laboratorium untuk memantau dan mencatat riwayat perawatan secara real-time, yang pada akhirnya mendukung peningkatan efisiensi operasional laboratorium komputer

    PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) DENGAN METODE SEDIMENTASI BERDASARKAN PENGGUNAAN PEWARNA LUGOL DAN PEWARNA ALTERNATIF BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L)

    Full text link
    Penyakit kecacingan saat ini masih menjadi masalah kesehatan dan banyak ditemukan diseluruh dunia. Kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit berupa cacing nematoda usus yang sering menginfeksi manusia tanah atau sering disebut “Soil Transmitted Helminth (STH)”. Golongan yang termasuk kedalam spesies cacing STH yaitu Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk), Hookworm (cacing tambang). Infeksi kecacingan dapat didiagnosa menggunakan pemeriksaan mikroskopis salah salah satunya dengan metode sedimentasi. Untuk membedakan telur cacing dengan kotoran sekitar perlu dilakukan pewarnaan. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alternatif yang lebih ramah lingkungan pada pemeriksaan telur cacing STH karena memiliki kandungan zat pigmen warna antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kualitas sediaan telur cacing yang diberi pewarna larutan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dengan yang diberi pewarna lugol iodin dan pewarna eosin 2% sebagai kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental menggunakan sampel feses positif telur cacing STH. Setiap sediaan diberi tiga perlakuan yang berbeda yaitu ditambah dengan pewarna eosin 2%, pewarna lugol iodin dan larutan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L). Pada pengamatan secara mikroskopis diperoleh gambaran telur cacing Ascaris lumbricoides dibuahi, tidak dibuahi, dan decorticated. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS dengan uji Krusal Wallis dan Mann-Whitney. Nilai tertinggi yaitu pewarna eosin 2% sebagai kontrol menunjukan pewarna eosin 2% merupakan pewarna dengan kualitas paling baik dibandingkan dengan pewarna lugol iodin dan pewarna alternatif bunga rosella. Pada pewarnaan lugol iodin dan pewarna alternatif bunga rosella mendapatkan nilai yang sama maknanya kedua pewarna tersebut memiliki kualitas pewarnaan yang sama. Pewarnaan sediaan dengan larutan rosella dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti pewarna primer yang juga memiliki nilai sensitifitas dan spesifisitas yang cukup baik

    KEEFEKTIFAN MANAJEMEN PENGELOLAAN ALAT DAN BAHAN DI LABORATORIUM TERPADU

    Full text link
    Laboratorium merupakan sarana pendukung pembelajaran yang keberadaannya sangat diperlukan untuk pengembangan skill dan peningkatan pengetahuan. Pengetahuan dapat diperoleh dari penguasaan teori dan penerapan skill dalam kegiatan praktik di laboratorium baik dalam kegiatan Pendidikan maupun penelitian. pengelolaan laboratorium adalah optimalisasi sekelompok sumberdaya manusia, keuangan, peralatan, fasilitas dan segala obyek lainnya secara efektif dan efisien. Salah satu aspek penting dalam laboratorium adalah penataan/pengaturan alat dan bahan dalam laboratorium. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah pemahaman kemampuan mengenai pengelolaan peralatan, pengaturan alat dan bahan laboratorium dapat dilakukan dengan mengelompokkan alat berdasarkan kategori dan bahan berdasarkan tingkat kebahayaannya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif data sekunder. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam menata tata letak peralatan di laboratorium dan furnitur laboratorium adalah: mudah dilihat, mudah dijangkau, aman bagi peralatan dan aman bagi pengguna. Tempat Penyimpanan bahan kimia harus bersih, kering, jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung dan dilengkapi dengan ventilasi yang menuju ruang asap atau ke luar ruangan. Manajemen laboratorium, dalam hal ini manajemen mutu, harus bisa dirancang untuk dilakukan secara konsisten meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerjanya, di samping juga memperhatikan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh manajemen antara lain: sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pengguna laboratorium

    POTENSI EKSTRAK ANGKAK (Monascus purpureus) SEBAGAI PEWARNA PADA PEMBUATAN PREPARAT SEL EPITEL MUKOSA RONGGA MULUT

    Full text link
    Pewarnaan pada pembuatan preparat histologi merupakan tahapan untuk memperjelas pengamatan sel atau jaringan dibawah mikroskop. Pada percobaan ini preparat yang digunakan untuk pengamatan adalah jenis preparat basah yang berasal dari kerokan sel epitel mukosa rongga mulut. Karena preparat basah merupakan preparat yang bersifat sementara, oleh sebab itu pengamatan preparat harus dengan cepat diamati supaya sel tidak mengering. Pewarna yang sering digunakan dalam pembuatan preparat jaringan epitel mukosa rongga mulut adalah eosin atau methylene blue yang apabila digunakan secara terus menerus bisa menimbulkan efek toxic. Angkak beras merah merupakan hasil fermentasi dari beras oleh kapang Monascus purpureus yang digunakan sebagai bahan pengawet dan pewarna. Angkak akan menghasilkan pigmen merah, yaitu rubropunktatin dan monaskorubrin. Percobaan ini bertujuan untuk menemukan alternatif pewarna untuk pembuatan preparat basah dengan bahan alami yang tidak memiliki sifat toxic. Proses pewarnaan ekstrak angkak pada preparat sel epitel mukosa rongga mulut ini menggunakan pelarut akuadest dengan perbandingan 1:4 dan 1:6 untuk kemudian diamati dengan mikroskop pada perbesaran 40x. Simpulan pada percobaan adalah ekstrak angkak dengan pelarut akuades belum dapat mewarnai sel epitel mukosa rongga mulut. Sehingga perlu dilakukan percobaan dengan menggunakan variasi pelarut lainnya untuk mengetahui potensi lebih lanjut dari ekstrak angkak sebagai zat pewarna alternatif pembuatan preparat basah

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇