DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMBINASI PEMBERIAN ULTRASOUND DAN THERABAND UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL OSTEOARTHRITIS; NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Osteoarthritis Knee ialah suatu penyakit degeneratif ditandai oleh
nyeri pada pergerakan, Jika terjadi gangguan gerak atau penurunan aktivitas
fungsional, maka manusia akan mengalami gangguan dalam melakukan kegiatan
sehari-harinya. Gangguan ini biasanya sering terjadi pada berusia lanjut. Fisioterapi
berperan untuk memberikan intervensi Ultrasound dan Theraband untuk
meningkatkan kemampuan fungsional Osteoarthritis Tujuan: Untuk mengetahui
apakah ada pengaruh kombinasi pemberian Ultrasound dan Theraband untuk
meningkatkan kemampuan fungsional pada Osteoartritis. Metode : Penelitian ini
menggunakan penelitian narrative review dengan framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian literatur menggunakan database
yang relevan seperti Google Scholar, PubMed dan PEDro diterbitkan dalam kurun
waktu 2010-2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Hasil : dari 31 literatur yang teridentifikasi, didapatkan 10 literartur yang tidak sesuai
dengan kriteria inklusi dan 10 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi. 10
literatur menyatakan bahwa Ultrasound dan Theraband berpengaruh terhadap
peningkatan aktivitas fungsional pada kasus Osteoathritis. Kesimpulan : Ultrasound
dan Theraband dapat dikombinasikan sebagai salah satu intervensi fisioterapi pada
kasus Osteoathritis dengan tujuan untuk meningkatkan Kemampuan Fungsional
Osteoathritis
Gambaran Pengetahuan Ibu Yang Melakukan Pijat Bayi Di Posyandu Asem Kawak Desa Wirobrajan
Pengetahuan ibu tentang pijat bayi merupakan alasan utama yang membuat ibu mau
membawa bayi nya untuk melakukan pijat bayi. prevalensi gizi buruk dan gizi
kurang pada balita, terdapat 3,4% balita dengan gizi buruk dan 14,4% gizi kurang.
Tujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu yang melakukan pijat bayi di
Posyandu Asem Kawak Desa Wirobrajan tahun 2020.Jenis penelitian ini adalah
bersifat deskriptif.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel
tunggal. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu teknik
pengambilan sampel sama dengan populasi. Pada penelitian ini semua populasi
dijadikan sample dengan jumlah 12 orang yaitu bayi yang berusia 0-24 bulan yang
melakukan pijat di Desa Wirobrajan. Alat pengumpulan data menggunakan
Kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan 12 responden didapatkan hasil terbanyak
yaitu pengetahuan baik sebanyak 91,6%, dan frekuensi pengetahuan kurang yaitu
8,31%.Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan responden terhadap pijat bayi di
katakan baik sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya tingkat pengetahuan ibu
tentang pijat bayi diPosyandu Asem Kawak Desa Wirobrajan.Bagi ibu di Desa
Wirobrajan agar meningkatkan pengetahuan tentang pijat bayi dalam menunjang
pertumbuhan bayi
Pengaruh Latihan Ladder Drill Terhadap Peningkatan Kelincahan pada Pemain Futsal : Narrative Review
Latar Belakang: Kelincahan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah arah atau posisi tubuh secara cepat dan efektif di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan sangat penting bagi pemain futsal karena untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, gerakan-gerakan efisien,efektif serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan. untuk meningkatkan kelincahan pemain futsal dapat diberikan latihan yang bersifat teratur dan terarah, salah satu latihan yang dapat diberikan yaituLadder drill untuk membantu improvisasi aspek gerakan, meningkatkan kelincahan, keseimbangan, daya tahan otot, waktu reaksi dan koordinasi antara berbagai bagian tubuh, dan agar pemain dapat mengubah arah lebih cepat, meski dalam kecepatan tinggi. Tujuan:penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ladder drill terhadap peningkatan kelincahan pada pemain futsal. Metode: Penelitian ini adalah penelitian Narrative review. Pencarian jurnal dilakukan dibeberapa database yaitu google schoolar dan Pubmed. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu artikel full text, artikel dalam bahasa Inggris, artikel dalam bahasa Indonesia, artikel terkait dengan manusia, diterbitkan 10 tahun terakhir (2010-2020), artikel yang membahas pengaruh ladder drill tehadap kelincahan dan jenis responden laki-laki. Hasil: penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dari google schoolar yang sesuai kriteria inklusi dan dilakukan review dalam penelitian ini. Kesimpulan:Narrative review dari 10 jurnal didapatkan hasil bahwa ada pengaruh latihan ladder drill terhadap peningkatan kelincahan pada pemain futsal. Saran: Diharapkan pada pemain futsal dapat melakukan latihan ladder drill untuk meningkatkan kelincahan
PENURUNAN OBESITAS SENTRAL PADA REMAJA DAN WANITA DEWASA DENGAN CRUNCH EXERCISE : METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Obesitas Sentral dapat diartikan sebagai suatu kondisi kronis yang ditandai
oleh kelebihan lemak tubuh disertai penumpukkan lemak viseral di perut. Obesitas sentral
dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti Diabetes Mellitus tipe 2, dislipidemia,
penyakit Kardiovaskular, Hipertensi, Kanker, Sleep apnea, dan metabolik Sindrom. Cara
untuk menurunkan obesitas sentral yaitu dengan melakukan exercise, salah satunya adalah
dengan crunch exercise.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh Crunch Exercise
dalam menurunkan lemak perut pada seseorang dengan obesitas sentral. Metode Penelitian:
Penelitian ini merupakan narrative review dengan kriteria inklusi artikel berisi full text,
artikel dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, artikel terkait dengan manusia, artikel
diterbitkan maksimal 10 tahun terakhir, artikel yang membahas pengaruh latihan terhadap
obesitas sentral. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar,
PubMed, dan Science Direct. Hasil penelusuran jurnal didapatkan 5 jurnal yang berhubungan
dengan variabel terikat dan 5 jurnal yang berhubungan dengan variabel bebas, untuk
selanjutnya dilakukan review. Hasil Penelitian: Adanya penurunan obesitas sentral oleh
crunch exercise pada beberapa jurnal yang telah di review Kesimpulan: Adanya pengaruh
signifikan oleh crunch exercise terhadap penurunan obesitas sentral. Saran: Bagi seseorang
dengan kondisi obesitas sentral disarankan untuk melakukan crunch exercise rutin minimal 1
minggu sekali. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan dapat menambahkan reverensi yang
lebih banya
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA:NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Lansia rentan terhadap stres dan kecemasan akibat penurunan
harga diri serta menghadapi pikiran kematian dan masalah psikologis lainnya,
khususnya lansia yang mengalami penyakit kronik. Salah satu upaya fisioterapi
dalam menangani permasalahan kecemasan pada lansia adalah melalui pemberian
senam lansia guna meningkatkan kondisi mood yang baik,sehingga lansia yang
teratur mengikuti kegiatan olahraga akan selalu dalam kondisi yang nyaman Tujuan:
Untuk mengetahui Pengaruh senam lansia terhadap tingkat kecemasan pada
lansia.Metode: NarrativeReview. Dengan framework PICO (Population,
Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan
database yang relevan (GoogleSchoolar, Scinedirect dan PubMed) dengan kata kunci
yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISMA Flowchart.
Hasil Penelitian: Dari hasil keseluruhan pencarian 3 database terdapat 49 artikel.
Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 13 jurnal yang
menyebutkan bahwa senam lansia terbukti menurunkan tingkat kecemasan pada
lansia. Kesimpulan: Pemberian senam lansia pada penderita kecemasan efektif
dalam menurunkan kecemasan pada lansia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN
Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang
mempengaruhi fertilitas, akseptor memerlukan kontrasepsi dengan kemampuan
yang dapat di percayai untuk mencegah kehamilan. Salah satunya adalah
pemilihan KB suntik 3 bulan. Hal ini merupakan perkembangan kependudukan
dan pembangunan keluarga yang menyebutkan bahwa keluarga berencana adalah
upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan, melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi
untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah
diketahuinyafaktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3
bulan. Jenis penelitian ini adalah literature review dimana peneliti akan meneliti
hubungan antara faktor umur, pendidikan, paritas dengan penggunaan KB suntik
3 bulan. Pendekatan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam database
jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain
Proquest, EBSCO, dan juga Google Scholer. Hasil literature review 10(sepuluh)
jurnal menunjukkan bahwa: 1) Ada hubungan faktor umur dengan penggunaan
KB suntik 3 bulan, 2) Ada hubungan faktor pendidikan dengan penggunaan KB
suntik 3 bulan, dan 3) Ada hubungan faktor paritas dengan penggunaan KB
suntik 3 bulan. Simpulan penelitian ini sebagai berikut: 1) Ada hubungan faktor
umur dengan penggunaan KB suntik 3 bulan, 2) Ada hubungan faktor pendidikan
dengan penggunaan KB suntik 3 bulan, 3) Ada hubungan faktor paritasdengan
penggunaan KB suntik 3 bulan. Saran untuk pelaksanaan literature review bagi
penelitian selanjutnya adalah dengan menggunakan data base yang lebih banyak
sehingga bisa mendapatkan artikel yang lebih banyak dan komprehensif dan
batasan tahun pencarian artikel dengan kata kunci uang ditetapkan adalah lima
tahun terakhir supaya literature lebih update
LITERATURE REVIEW GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE
Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia
10-16 tahun atau pada masa awal remaja ditengah masa pubertas sebelum
memasuki masa reproduksi. Pengetahuan tentang menarche dibutuhkan oleh
remaja putri yang sudah matang alat reproduksi ataupun hormone-hormon
tubuhnya. Banyak remaja yang belum mendapatkan pengetahuan dan informasi
benar tentang menarche (menstruasi pertama) sehingga memiliki informasi yang
salah tentang menstruasi, bahkan cenderung mengkaitkan menstruasi dengan
sesuatu yang negative. Ketidaktauan anak tentang menstruasi dapat
mengakibatkan anak sulit menerima menarche. Tujuan: literature review adalah
untuk menyimpulkan dan mereview literature (examine Literature) yang
berhubungan dengan Gambaran Tingkat Pengetahun Remaja Putri Dalam
Menghadapi Menarche. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah literature riview yang terdiri dari 10 artikel dan dipublikasikan tahun
2014-2020. Hasil: dari 10 artikel yang direview 7 diantaranya membahas tentang
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Dalam Menghadapi Menarche. Dari
7 artikel 2 jurnal berpengetahuan kurang, 3 jurnal pengetahuan cukup dan 2 jurnal
pengetahuan baik. Kesimpulan: Sebagian besar pengetahuan remaja tentang
menarche dalam kategori cukup. Saran: Diharapkan pada masa yang akan datang
ada peneliti yang dapat meneliti terkait keterlibatan keluarga dalam
mempersiapkan menarche
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS (STUDI LITERATUR)
Seorang ibu sering mengalami masalah dalam pemberian ASI ekslusif, salah satu
kendala utamanya yakni produksi ASI yang tidak lancar. Produksi ASI dipengaruhi oleh
beberapa faktor, baik yang langsung misalnya, prilaku menyusui, psikologis ibu,
fisikologis ibu, ataupun yang tidak langsung misalnya, sosial kultural dan bayi ASI
ekslusif merupakan salah satu program yang cukup sulit dikembangkan karena berkaitan
dengan berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Cakupan bayi mendapatkan ASI
ekslusif di Indonesia tahun 2018 sebesar 61,33% dengan target renstra sebesar 44 %.
Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI ekslusif terdapat pada Nusa Tenggara Barat
87,35%, sedangkan persentase terendah terdapat pada papua 15,32% dan persentase D.I.
Yogyakarta 61,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor – faktor yang
berhubungan dengan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode
literature review. Populasi dalam peneltian ini adalah seluruh ibu melahirkan. Literature
riview ini menggunakan jurnal yang berkaitan dengan faktor –faktor yang berhubungan
dengan produksi asi ibu nifas dengan maksimal 10 tahun terakhir. Berdasarkan literature
review dari 10 jurnal ada pengaruh dari faktor – faktor tersebut, rata – rata ibu yang
mengalami produksi ASI tidak lancar disebabkan dari faktor – faktor tersebut. Literature
review ini menunjukkan ada hubungan antara faktor – faktor yang mempengaruhi
produksi ASI dengan ibu produksi ASI sedikit. Bidan diharapkan dapat memberikan
penyuluhan kepada ibu menyusui tentang faktor yang berhubungan dengan produksi
ASI, serta melakukan evaluasi atas penyuluhan yang telah diberikan sebagai upaya
pencegahan dan penanggulangan terhadap produksi ASI yang kurang
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING BERDASARKAN LITERATUR REVIEW
Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi
badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Banyak faktor
seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi,
dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Di Indonesia, berdasarkan data
Riset kesehatan dasar proporsi stunting karena kekurangan gizi kronik
turun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018.
Sedangkan prevalensi stunting di DIY pada tahun 2017 sebesar 13,86 %
dan angka ini turun dari tahun 2018 sebesar 12,37%. Tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian ASI ekslusif dengan
kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode literature review.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita.
Literature review dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan
hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting
pada 10 tahun terakhir. Hasil Penelitian literature review menunjukkan
bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian
stunting pada balita. Bidan diharapkan dapat memberikan informasi atau
penyuluhan kepada ibu balita terkait dengan pemberian ASI eksklusif
yang baik dan benar pada balita melalui posyandu atau kegiatan yang lain
sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan stuntin
PENGARUH LATIHAN DUAL-TASK TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL KOGNITIF PADA LANSIA METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Lanjut usia merupakan suatu tahapan yang pasti akan dilalui setiap
individu yang ditandai dengan adanya penurunan anatomi, fisiologis tubuh,
kemampuan psikologis salah satunya yaitu penurunan pada fungsi kognitif.
Gangguan fungsi kognitif sangat rentan dialami oleh lanjut usia yang berada pada
rentang usia diatas 60 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Perubahan fungsi
kognitif seseorang dikarenakan perubahan biologis yang dialaminya berhubungan
dengan proses penuaan terkait dengan penurunan struktur otak yang mempengaruhi
fungsi kognitif. Gangguan kognitif meliputi terganggunya mengingat informasi yang
baru, gangguan memahami dan mengerjakan tugas kompleks, kesalahan mengambil
suatu keputusan, gangguan kemampuan visuospatial, gangguan fungsi berbahasa
serta penurunan motivasi dan inisiatif. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui adanya pengaruh latihan dual-task terhadap peningkatan
fungsional kognitif pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian
narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison,
Outcome). Pencarian literature menggunakan database yang relevan seperti PubMed
dan Google Scholar yang diterbitkan dalam kurun waktu 2010-2020 dan memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi yang telahditetapkan. Hasil: Pada hasil tersebut
mengatakan bahwa 10 jurnal ada yang signifikan dan tidak signifikan dikarenakan
memakai alat ukur yang berbeda-beda dan variable terikat.Kesimpulan: Berdasarkan
dari 10 jurnal tersebut mengatakan bahwa latihan dual task berpengaruh terhadap
gangguan kognitif pada lansia, tetapi ada yang tidak masuk dalam jurnal tersebut
dengan usia di karena akan jurnal-jurnal tersebut ada yang mengatakan bahwa umur
38 tahun dapat mengalami gangguan kognitif. Jenis kelamin tidak ada perbandingan
pada gangguan kognitif karena lakilaki dan perempuan bisa saja terkena gangguan
kognitif. Saran : Hasil narrative review ini di harapkan mampu menambah referensi
fisioterapis dalam membuat rencana latihan untuk meningkatkan fungsional kognitif
pada lansia