DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM

    Get PDF
    Persalinan merupakan proses pengeluaran janin pada ibu hamil yang sudah cukup bulan yang dibantu oleh tenaga medis dalam keadaan sehat. Namun demikian terjadinya komplikasi seperti ruptur perineum selalu ada, sehingga tenaga kesehatan terkhusus bidan harus mengamati dengan ketat pasien dan bayi sepanjang proses persalinan. Ruptur perineum merupakan luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu saat proses persalinan. Bentuk ruptur biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan Tujuan literature review ini adalah mengetahui hubungan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum. Penelitian ini mengunakan metode literature review dengan teknik scoping review dari hasil jurnal yang didapatkan dari google scholer dengan kata kunci “berat badan bayi baru lahir, ruptur perineum”. Hasil dari penelitian literature review menunjukan bahwa terdapat tujuh dari sepuluh jurnal menyatakan ada hubungan yang signifikan antara berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perinuem. Simpulan dari literature review ini persalinan dengan ruptur perineum beresiko komplikasi yang mungkin terjadi jika ruptur perineum tidak segera diatasi yaitu perdarahan robekan jalan lahir utamanya ruptur perineum merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan adanya ruptur pada perineum juga dapat menimbulkan infeksi

    LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)

    Get PDF
    Latar Belakang : Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Neonatus (AKN) merupakan salah satu indikator status kesehatan masyarakat. Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Indonesian merupakan salah satu negara berkembang dengan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) yang tertinggi. Salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia adalah kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) sebesar 38,85%, sehingga menjadikan indonesia salah satu negara dengan AKB tertinggi di ASEAN. Salah satu penyebab kematian bayi di Indonesia adalah kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) sebesar 38,85%. Tujuan : Mengetahui hubungan ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian database yang digunakan termasuk Google scholar, DOAJ dan PUBMED. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah KPD, BBLR dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR yang diterbitkan pada tahun 2010-2020, menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa inggris dan full text. Hasil penelusuran didapatkan 26 jurnal dan yang digunakan hanya 10 jurnal yang sesuai melalui analisis tujuan, kesesuaian topik, metode penelitian yang digunakan dan hasil dari setiap artikel. Hasil : Hasil review 10 jurnal didapatkan bahwa terdapat hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR), KPD merupakan komplikasi langsung dalam kehamilan yang mengganggu kesehatan ibu dan juga pertumbuhan janin dalam kandungan pada neonatus meliputi prematuritas yang dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Kesimpulan : Ada hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Saran : Bagi ibu hamil disarankan agar berupaya mencegah terjadinya KPD yang dapat menyebabkan lahirnya bayi BBLR. Dengan cara rutin melakukan kunjungan antenatal selama kehamilan pada petugas kesehatan, agar dapat dideteksi secara dini

    Literature Review Pengaruh Pemberian Edukasi pada Ibu Hamil Terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan Stunting

    Get PDF
    Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksiberulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin terbentuk hingga anak berusia 23 bulan. Angka kejadian Stunting di ASIA mencapai 36,4 persen. Namun, Angkanya turun terus hingga 23,6 persen.(Riskesdas, 2018). Tujuan untuk menyimpulkan dan memeriksa literature yang berhubungan dengan pemberian edukasi pada ibu hamil terhadap tingkat pengetahuan pencegahan stunting. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian literature review dengan menggunakan metode scoping review. Hasil telaah 10 jurnal literature review yaitu pemberian edukasi dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu terutama pada pencegahan stunting. Simpulan literature review dengan adanya pemberian edukasi yang baik tingkat pengetahuan ibu dalam mencegah terjadinya stunting ada anak pun akan benar. Pemberian edukasi yang paling baik yaitu dengan memberikan penyuluhan didukung dengan materi yang singkat namun jelas, sehingga ibu dengan mudah mencerna materi yang ada. Diharapkan penelitian ini berguna, peneliti selanjutnya diharapkan mecari tahu tentang literature review lagi serta lebih banyak menggali informasi terkait materi yang diambil

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DALAM KEHAMILAN DENGAN KETERATURAN MENGKONSUMSI TABLET FE : LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Ketidakteraturan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe merupakan peluang besar terjadinya anemia, yang berdampak buruk terhadap mortalitas dan morbiditas ibu maupun bayi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya keteraturan adalah pengetahuan terhadap penyakit dan sikap dalam menangani penyakit. Di Indonesia berdasarkan data Riset kesehatan dasar angka kematian ibu yang disebabkan anemia sebesar 37,1%. Pemerintah sudah menetapkan program nasional yaitu pemberian tablet tambah darah 60 mg (sebanyak 90 tablet) selama kehamilan. Penanggulangan masalah anemia saat ini masih terfokus pada pemberian Fe, usaha tersebut akan optimal jika ibu hamil selalu teratur mengkonsumsi tablet Fe sesuai aturan. Literature Review ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Anemia Dalam Kehamilan Dengan Keteraturan Mengkonsumsi Tablet Fe. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini adalah Literature Review berbasis jurnal dengan metode pencarian menggunakan electronic data base yang dapat diakses full text. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi 10 tahun terakhir. Database kesehatan yang relevan termasuk Perpusnas, Garuda, Researchgate, Semantic Schoolar dan Google Schoolar. Berdasarkan hasil review 10 jurnal. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil tetang anemia dalam kehamilan sebagian besar baik, sikap ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan sebagian besar positif, keteraturan mengkonsumsi tablet Fe sebagian besar dengan kategori teratur, terdapat hubungan pengethaun ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan dengan keteraturan mengkosumsi tablet Fe, terdapat hubungan sikap ibu hamil tentang anemia dengan keteraturan mengkonsumsi tablet Fe, dan terdapat hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan dengan keteraturan mengkonsumsi tablet Fe. Diharapkan ibu hamil lebih mengetahui pentingnya pencegahan sejak dini anemia dalam kehamilan dengan tetap mengkonsumsi tablet Fe dan untuk peneliti selanjutnya lebih menggali faktor-faktor lain yang terkait masih tingginya kejadian anemia

    Hubungan Paritas Dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil

    Get PDF
    Latar belakang: Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) (< 11 gr%) pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin (< 10,5 gr%). Anemia kehamilan di sebut “potentional defisiensi zat besi`` yang merupakan anemia disebabkan oleh kurangnya zat besi, asam folat dan vitamin B12 di karenakan asupan yang tidak adekuat atau ketersediaan zat besi yang rendah. Faktor yang mempengaruhi anemia diantara nya jumlah anak (paritas). Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Sedangakan paritas lebih dari 3 mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi, disebabkan karena selama kehamilan ibu hamil menggunakan cadangan besi yang ada dalam tubuhnya sehinga terjadilah anemia Tujuan : untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode : metode pada penelitian ini merupakan penelitian Liteature Review Metode yang digunakan yakni scoping review yaitu paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan : Anemia dipengaruhi oleh kehamilan dan persalinan yang sering, semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan persalinan akan semakin banyak kehilangan zat besi dan semakin anemis. Semakin sering wanita mengalami kehamilan dan persalinan maka, semakin berisiko mengalami anemia karena kehilangan zat besi yang diakibatkan kehamilan dan persalinan sebelumny

    LITERATURE REVIEW: KONTAMINAN TIMBAL DALAM DARAH BERDASARKAN VARIASI PROFESI DAN MASA KERJA

    Get PDF
    Latar Belakang: Pencemaran udara yang sering terjadi diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan efek negatif terhadap emisi racun di udara. Logam timbal yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut dapat menyebabkan penyakit jika terakumulasi terlalu lama di dalam darah. Lebih dari 90% timbal yang terserap oleh darah akan berikatan dengan sel-sel darah merah yang dapat merusak berbagai organ tubuh manusia. Paparan logam timbal memiliki risiko tinggi pada masyarakat yang bekerja di daerah yang padat lalu lintas. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontaminan timbal dalam darah berdasarkan variasi profesi dan masa kerja. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode literature review yang dilakukan dengan pengumpulan data pustaka atau obyek penelitian melalui dua database yaitu PubMed, dan Google Scholar dengan metode pencarian PICO. Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini memiliki ketentuan jurnal yang terbit pada tahun 2010-2020 dan dapat di akses full text dalam format pdf. Hasil Penelitian: Hasil penelusuran literatur diperoleh sepuluh jurnal yang menunjukkan bahwa kontaminan timbal banyak terjadi pada pekerja pinggir jalan yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima, pekerja di SPBU dan juru parkir di pasar tradisional dibandingkan dengan pekerja industri. Paparan timbal yang terjadi dengan lama masa kerja (>5 tahun) lebih banyak memiliki kadar timbal dalam darah yang tidak normal dan paparan lebih sering terjadi pada pekerja yang tidak menggunakan APD. Simpulan: Profesi pekerja jalanan memiliki kadar timbal dalam darah lebih tinggi daripada profesi pekerja industri semakin lama masa kerja maka akumulasi kadar timbal darah semakin meningkat. Saran: Beradasarkan uraian dan analisis pada penelitian ini saran yang dapat disampaikan yaitu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kontaminan timbal dalam darah berdasarkan variasi profesi dan masa kerja menggunakan sampel urin dengan metode spektrofotometri

    SYSTEMATIC REVIEW: ANALISIS INDEKS ERITROSIT PADA KASUS THALASEMIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Thalasemia merupakan kelainan bawaan yang bersifat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Thalasemia terdiri dari 2 jenis berdasarkan letak kerusakan rantai globin, yaitu thalasemia alfa dan beta. Thalasemia menyebabkan angka kematian sebesar 2,68 juta bayi dari 11,3% angka kematian pada bayi di tahun 2016. Penyakit thalasemia dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis thalasemia, meliputi: pemeriksaan indeks eritrosit (MCV, MCH dan MCHC), Hb elektroforesis serta analisis DNA. Pemeriksaan MCV dilakukan untuk mengetahui ukuran sel eritrosit, sedangkan MCH dan MCHC dilakukan untuk mengetahui warna sel eritrosit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks eritrosit pada pasien thalasemia alfa minor dan mayor, serta thalasemia beta minor dan mayor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian sistematik review dengan data sekunder dari hasil pencarian literatur. Sumber literatur yang digunakan dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Pencarian sumber literatur pada penelitian ini menggunakan metode PICO dengan kata kunci pencarian “thalassemia α and thalassemia β and major symptom and minor symptom and erythrocytes indices”. Hasil: Pemeriksaan indeks eritrosit pada thalasemia alfa dan beta menunjukkan hasil di bawah normal. Hasil pada kelompok thalasemia alfa minor, yaitu: MCV 66,1-74,86 fL, sedangkan kadar MCH dengan nilai rentang 20,7-23,35 pg dan kadar MCHC 31,24-31,7 g/dL. Kelompok thalasemia alfa mayor memiliki hasil MCV 65,35-71,4 fL, sedangkan kadar MCH dengan nilai rentang 18,6-23,6 pg dan kadar MCHC 32,9 g/dL. Kelompok thalasemia beta mayor memiliki nilai rentang MCV 70-77,75 fL, sedangkan pada kelompok beta thalasemia minor memiliki nilai rentang MCV 60,11-68,7 fL. Nilai rentang kadar MCH pada kelompok thalasemia beta mayor yaitu 21-26,11 pg, sedangkan rentang nilai MCH pada kelompok thalasemia beta minor yaitu 18,9-21,5 pg. Kesimpulan: Indeks eritrosit pada pasien thalasemia menunjukkan kadar yang berbeda pada tiap jenis thalasemia, serta indeks eritrosit pada pasien thalasemia menunjukkan hasil di bawah normal

    HUBUNGAN ANTARA KELELAHAN KERJA TERHADAP REACTION TIME PADA KARYAWAN INDUSTRI : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Kelelahan yang terjadi pada karyawan industri adalah fenomena kompleks yang dihasilkan dari beberapa faktor seperti muncul perasaan lelah, penurunan fungsi fisiologis, gangguan keseimbangan saraf otonom, dan penurunan efisiensi kerja. Karena itu, untuk menghindari kelelahan, penting untuk meningkatkan strategi atau tindakan yang efektif untuk mencegah dan mendeteksi akut dan memulihkan kelelahan. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja terhadap reaction time pada karyawan industri. Metode : jenis penelitian ini menggunakan Narrative Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui Science Direct, PubMed dan Google Scholar diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2010-2020 yang berkaitan dengan kelelahan kerja dan reaction time, dan diidentifikasi menggunakan PEOsdan keyword yang telah ditentukan. Hasil : Berdasarkan hasil analisis data 12 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai “hubungan antara kelelahan kerja terhadap reaction time” Kesimpulan : Adanya hubungan antara kelelahan kerja terhadap reaction time, dan untuk mengukur kelelahan menggunakan instrumen Swedish Occupational Fatigue Inventory yang dimana Reliabilitas koefisien alpha menunjukkan tingkat reliabilitas yang tinggi melebihi kriteria minimum sehingga direkomendasikan untuk dijadikan sebuah instrumen penelitian, dan reaction time sebagai salah satu alat yang valid dan dapat diandalkan untuk menilai fungsi kognitif dan merupakan alat yang berkaitan untuk mengukur fungsi motor sensori

    PERBEDAAN PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DENGAN LATIHAN ISOMETRIK HANDGRIP TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan secara global karena menjadi faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler dan pada umumnya tidak memberikan keluhan dan gejala yang khas sehingga disebut the silent killer. Berdasarkan penyebabnya hipertensi dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi ideopatik namun dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan penyakit ginjal, kelainan hormonal atau penggunaan obat tertentu. Sebagian besar masyarakat yang terkena hipertensi adalah lansia karena pada usia tersebut terjadi penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit oleh penyakit sehingga mempengauhi kinerja dan aktivitas sehari-hari pada lansia. Dengan begitu untuk menanggulangi hal tersebut adanya intervensi progressive musle relaxation dan latihan isometrik handgrip. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh progressive musle relaxation dengan latihan isometrik handgrip terhadap hipertensi pada lansia. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Science Direct, Google Scholar, dan PubMed. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 6 jurnal progressive musle relaxation dan 4 jurnal latihan isometrik handgrip, lalu dilakukan review seluruh jurnal. Hasil Penelitian : Hasil 6 jurnal progressive musle relaxation dan 4 jurnal latihan isometrik handgrip didapatkan bahwa ada penurunan tekanan darah pada responden lansia setelah diberikan latihan. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh progressive musle relaxation dengan latihan isometrik handgrip terhadap hipertensi pada lansia. Saran : progressive musle relaxation dan latihan isometrik handgrip dapat diberikan secara rutin sebagai alternatif intervensi untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi

    PERBEDAAN PENGARUH WILLIAM FLEXION EXERCISE DAN ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PENDERITA LOW BACK PAIN NON SPESIFIK: NARRATIVE REVIE

    Get PDF
    Latar belakang: Low back pain non spesifik adalah gangguan umum yang sering tidak memiliki mekanisme yang jelas. William flexion exercise dan isometric exercise adalah dua jenis latihan yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Belum terdapat artikel review yang membahas dua intervensi tersebut maka perlu dilakukan penelitian narrative review mengenai pengaruh william flexion exercise dan isometric exercise pada penurunan nyeri low back pain. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh william flexion exercise dan isometric exercise terhadap penurunan nyeri penderita low back pain non spesifik. Metode: Metode yang digunakan terdiri dari lima tahapan yaitu mengidentifikasi research question dengan framework PICO. Identifikasi artikel yang publikasi dari tahun 2010-2020 menggunakan database yang relevan (Pubmed, Science Direct, Google schoolar) dengan kata kunci. Seleksi artikel menggunakan critical appraisal setelah itu dimasukkan ke dalam prisma flowchart. Hasil: william flexion exercise dapat meningkatkan tekanan intra abdominal, mengurangi hiperlordosis lumbal, mengurangi tekanan pada intervertebralis, melenturkan otot fleksor dan juga ekstensor lumbal, meningkatkan fleksi lumbal dan memperkuat otot perut dan gluteus untuk mengelola nyeri. Isometric exercise meningkatkan kekuatan deep muscle, menjaga stabilitas tulang belakang sehingga nyeri punggung bawah dapat berkurang. Simpulan: tidak ada perbedaan pengaruh antara william flexion exercise dan isometric exercise terhadap penurunan nyeri low back pain, keduanya sama-sama efektif menurunkan nyeri punggung bawah

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇