DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literature Review Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan Dengan Kejadian Keputihan
Keputihan adalah keluarnya cairan berlebihan dari liang vagina yang terkadang
disertai dengan rasa gatal, nyeri, rasa terbakar di bibir kemaluan, kerap disertai bau
busuk dan menimbulkan rasa nyeri sewaktu buang air kecil atau senggama dan
merupakan pengeluaran cairan pervaginam yang bukan darah. Keputihan pada
remaja berdampak pada gangguan psikologis, mudah terkena infeksi alat genetalia,
penyakit radang panggul, infertilitas, tumor, kanker rahim, penyakit kelamin,
maupun HIV/AIDS. Remaja putri harus mengetahui tentang keputihan dan
penyebabnya secara dini karena masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak
menuju dewasa dan terdapat perubahan-perubahan fisiologis wanita khususnya di
daerah organ reproduksi yang dapat menjadi masalah pada remaja jika remaja tidak
mengetahui. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan kejadian keputihan. Jenis
penelitian ini penelitian literature review dimana dapat dijelaskan bahwa literature
review adalah uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian lainnya yang
diperoleh dari bahan acuan yang akan dijadikan landasan kegiatan penelitian.
Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variable bebas dan variabel
terikat. Hasil literature review 10 (sepuluh) jurnal yang telah di analisis bahwa ada
hubungan tingkat pengetahuan tentang keputihan dengan kejadian keputihan pada
remaja putri. Hal tersebut disebabkan karena tingkat pengetahuan remaja tentang
keputihan seperti vulva hygiene, sikap remaja putri terhadap vulva hygiene,
pengetahuan perilaku pencegahan keputihan, pemakaian pantyliner, pemakaian
cairan pembersih vagina, riwayat kesehatan keluarga, dan penggunaan toilet umum.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan tentang
keputihan dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Diharapkan penelitian ini
dapat berguna untuk menambah wawasan tentang kejadian keputihan agar remaja
putri dapat mencegah terjadinya keputihan patologis
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI
Masa remaja (adolescence) merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju
dewasa yang ditandai dengan terjadinya perubahan di dalam tubuh yang
memungkinkan terjadinya masalah reproduksi, salah satu masalahnya adalah
gangguan siklus menstruasi. Salah satu hal penting dalam menstruasi adalah
tentang siklus menstruasi. Siklus menstruasi pada setiap wanita tidak selamanya
teratur. Perubahan siklus menstruasi merupakan masalah yang cukup sering
ditemukan dengan prevalensi 75% pada remaja.Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui gambaran keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode
penelitian menggunakan literatur review dengan menggunakan strategi secara
kompehensif seperti artikel yang didapat didalam database yang diakses oleh
peneliti, pencarian artikel menggunakan onesearch di dalam database yang
diakses secara bebas seperti google schoolar dan pubmed central. Hasil literatur
review menunjukkan bahwa gambaran keteraturan siklus menstruasi remaja
sebanyak 70% dalam batas normal atau teratur. Hanya 30% remaja yang
mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan literatur berdasarkan
sepuluh jurnal yang dianalisis menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi
keteraturan siklus menstruasi dipengaruhi oleh status gizi dan stress. Aktifitas
fisik tidak mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi
PENGARUH PENYULUHAN ANEMIA DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMSI TABLET FE PADA REMAJA PUTRI DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia. Anemia pada
remaja putri sampai saat ini masih cukup tinggi dan data menunjukkan bahwa
diperkirakan 30% penduduk di Negara Berkembang menderita anemia terutama pada
remaja putri Dampak yang terjadi pada remaja apabila pengetahuan dalam mencegah
terjadinya anemia yang kurang baik dapat memicu terjadinya anemia defisiensi besi
yang dapat menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar, serta mempengaruhi
produktivitas remaja. Akibat jangka panjang yang terjadi untuk penderita anemia gizi
besi pada remaja putri yang nantinya akan hamil adalah tidak mampu memenuhi zat
gizi pada dirinya dan pada janinnya sehingga jika tidak tertangani dengan baik akan
berlanjut hingga dewasa dan berkontribusi besar terhadap angka kematian ibu (AKI).
Untuk mengetahui “Pengaruh Penyuluhan Anemia Dengan Media Booklet Terhadap
Tingkat Pengetahuan Konsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri yang dilakukan Di
SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian Pre
Eksperimen dengan desain One Group Pretest Post Test Design. Populasi dalam
penelitian ini yaitu 49 remaja putri kelas XI, pengambilan sampel dengan
menggunakan tehnik Total Sampling. Berdasarkan hasil analisis Uji Wilcoxon
didapatkan nilai rata-rata remaja putri dari hasil setelah dilakukannya penyuluhan
adalah 85,96 dimana nilai rata-rata tersebut lebih besar dari nilai rata-rata responden
sebelum diberikan penyuluhan yaitu 56,24 dengan nilai p value (Asymp. Sig 2
tailed) sebesar 0,000. Ada Pengaruh Penyuluhan Anemia Dengan Media Booklet
Terhadap Tingkat Pengetahuan Konsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri Di SMA
Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Remaja putri disarankan untuk dapat lebih
meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi tablet fe sebagai upaya
pencegahan terjadinya anemia
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA: STUDI LITERATUR REVIEW
Anemia adalah salah satu penyakit yang mempengaruhi status kesehatan dan
kesejahteraan seorang wanita. Salah satu kelompok yang rawan terhadap anemia
adalah remaja, khususnya remaja putri. Menurut World Health Organization (WHO)
bahwa penduduk di dunia yang menderita anemia mengalami peningkatan dengan
total keseluruhan yaitu 1,62 milyar orang dengan prevalensi usia pra sekolah 47,4%,
usia sekolah 25,4%, wanita usia subur 41,8%. Di Indonesia pada tahun 2018 anemia
remaja putri dari 37,1% mengalami peningkatan menjadi 48,9%, dengan proporsi
anemia ada di kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri
tentang anemia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur deskriptif.
Metode pengumpulan data menggunakan sumber pencarian jurnal yang diindeks
seperti Google Scholer, Sciencedirect, dan PUBMED. Tahun penerbitan jurnal yang
dipakai adalah tahun 2010-2020. Dalam penelitian ini menggunakan 8 jurnal dari
Negara Indonesia dan 2 jurnal dari Negara India. Populasi yang diteliti adalah remaja
putri. Sampel kriteria remaja putri yang diteliti usia 11-19 tahun.
Hasil analisis dari tinjauan literatur 10 jurnal menemukan pengetahuan yang baik
pada remaja putri tentang anemia, dikarenakan sebelumnya sudah mendapatkan
penyuluhan, sumber informasi dari guru atau media masa. Dapat disimpulkan bahwa
hasil sebagian besar tingkat pengetahuan remaja putri berada pada kategori baik.
Saran untuk remaja putri, diharapkan lebih baik lagi dalam menambah pengetahuan
masalah anemia defisiensi zat besi. Sehingga remaja putri dapat mencegah dirinya
agar tidak terkena anemia defisiensi zat besi
HUBUNGAN PENGETAHUAN VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
Remaja perempuan pada masa reproduktif akan mengalami berbagai macam
masalah kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang paling sering
dialami dan dikeluhkan oleh remaja perempuan ialah keputihan. Keputihan adalah
keluarnya cairan selain darah dari liang vagina diluar kebiasaan, baik berbau ataupun
tidak. Keputihan di klasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu, keputihan fisiologis dan
keputihan patologis. Pengetahuan dan perawatan yang baik dalam menjaga
kebersihan organ reproduksi dapat memelihara kesehatan reproduksi. Sebagai upaya
dalam menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi, maka personal hygiene
yang baik perlu dilakukan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan
pengetahuan tentang keputihan dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode
yang digunakan dalam literatur review ini menggunakan strategi secara
komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian
melalui internet, tinjauan ulang artikel. Kesimpulan hasil penelitian ini diketahui
bahwa sebenarnya dari beberapa jurnal yang dibahas, siswi memiliki pengetahuan
yang baik tetapi hanya sekedar tahu saja namun tidak paham dalam melakukan
perawatan personal hygiene (alat reproduksi) sehingga sebagian besar responden
yang berpengetahuan baik juga dapat mengalami keputihan. Saran: Perlu adanya
upaya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan dan personal hygiene
khususnya alat genital yaitu dengan memberikan konseling sehingga kejadian
keputihan pada remaja putri dapat berkurang. Dan diharapkan untuk
mempertahankan pengetahuan tentang vulva hygiene yang sudah baik yang
didapatkan
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DISMENORE DENGAN PERILAKU PENANGANAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI
Dismenore adalah gangguan ginekologik berupa nyeri saat menstruasi, yang umumnya
berupa kram dan terpusat di bagian perut bawah, rasa kram ini seringkali disertai dengan
nyeri punggung bawah, mual muntah, sakit kepala atau diare. Tujuan penelitian ini
Mengetahui hubungan pengetahuan tentang dismenore dengan perilaku penanganan
dismenore pada remaja putri. Metode penelitian ini adalah literatur review dengan objek
penelitian remaja putri yang mengalami dismenore. Literatur yang digunakan adalah 10
jurnal yang terkait tema penelitian ini. Hasil yang ditemukan yakni Ada hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penanganan dismenore pada remaja putri.
Berdasarkan 10 jurnal yang di analisis dapat disimpulakan bahwa masih banyak remaja
putri yang belum sadar akan pentingnya penanganan dismenore karena kurangnya
kesadaran remaja secara pribadi dan kolektif dalam memperhatikan kesehatan masingmasing
LITERATURE REVIEW FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI
Keluarga Berencana menurut WHO (World Health Organization) adalah tindakan
yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mengatur jarak kelahiran, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Salah satu dampak penggunaan alat kontrasepsi yang tidak tepat yaitu jika ibu yang
sedang menyusui menggunakan alat kontrasepsi 1 bulan maka akan menghambat
produksi ASI. Tujuan program keluarga berencana adalah membentuk keluarga kecil
sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai
faktor faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi. Metode literature
review ini menggunakan tahapan teknik yang terdiri dari 5 tahapan yaitu
mengidentifikasi pertanyaan literature review dengan framework PICO;
mengidentifikasi jurnal yang relevan dengan menentukan kriteria inklusi dan
eksklusi; melakukan pencarian artikel melalui database yang relevan, yaitu
melalui Search Engine yaitu Google Scholar; mengevaluasi data; menyusun,
meringkas dan melaporkan hasil. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa
adanya hubungan umur, pendidikan dan pengetahuan terhadap pemilihan kontrasepsi.
Saran pada peneliti selanjutnya agar lebih banyak menambah referensi jurnal
internasional agar hasil penelitian lebih akurat
Literature Review Hubungan Tingkat Pengetahuan Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan pada Remaja Putri
Keputihan sangat berisiko terjadi pada remaja sehingga perlu perhatian khusus. Periode
ini, gadis remaja mengalami pubertas yang ditandai dengan menstruasi. Pada beberapa
orang saat menstruasi dapat mengalami keputihan (Wulandari, 2011). Keputihan
menyebabkan selain infeksi mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, parasit. juga
disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon, stres, kelelahan kronis, peradangan
genital, benda asing di vagina, dan ada penyakit pada organ reproduksi seperti kanker
serviks (Fadilla et al, 2012). Tujuan umum : untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode:
metode penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan
scoping review yaitu menggunakan 10 jurnal. Hasil: dari 9 jurnal menunjukkan ada
hubungan antara kejadian keputihan dengan personal hygiene dan 1 jurnal mengatakan
tidak ada hubungan dari faktor kegemukan dengan kejadian keputihan. Kesimpulan:
bahwa kejadian keputihan terjadi pada semua anak remaja putri yang sudah mengalami
menstruasi serta yang tidak memperhatikan personal hygienenya sehingga lebih mudah
menyebabkan terjadinya keputihan dan dari 10 jurnal yang telah di review jurnal ke 8
menjelaskan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kegemukan dengan
kejadian keputihan patologis (p=0,587). Factor pengetahuan sikap, dan perilaku dapat
mencegah terjadinya keputihan pada remaja putri dengan melakukan personal hygiene.
Saran Remaja diharapkan dapat menambah wawasan serta informasi tentang personal
hygiene dengan kejadian keputihan agar dapat mencegah terjadinya keputihan yang
disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang personal hygiene
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR
Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat
badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. BBLR tidak hanya dapat
terjadi pada bayi prematur, tapi juga pada bayi cukup bulan yang
mengalami hambatan pertumbuhan selama kehamilan. Anemia
adalah suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah
(eritrosit) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah itu
mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membawa oksigen
ke seluruh jaringan tubuh Ibu hamil mempunyai peran yang sangat
besar dalam pertumbuhan bayi dan perkembangan anak. Gangguan
kesehatan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil bisa
berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga
kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya. Pengawasan
antenatal dan perinatal yang kurang baik bisa menjadi salah satu
penyebab tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) . Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian dengan metode literature review atau
tinjauan pustaka. Studi literature review menggunakan 10 jurnal
adalah penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data
pustaka, atau pengumpulan sumber kepustakaan yang berhubungan
pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber,
sumber yang dipakai dalam penelitian ini adalah jurnal ilmiah. Hasil
pembahasan jurnal yang direview menunjukkan bahwa ada
hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR. diharapkan mampu
memberikan pelayanan antenatal care (ANC) yang berkualitas
sebagai upaya preventif dan deteksi dini terjadinya abortus pada ibu
hamil. Selain itu bidan diharapkan untuk mampu memberikan
pelayanan bagi ibu hamil yang abortus sesuai SOP
LITERATURE REVIEW GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Angka kematian ibu (AKI) adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan,
persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas
atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan,
terjatuh, dan lain-lain di setiap 100.000 kelahiran hidup. Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia 284/MENKES/SK/III/2004 tentang Buku KIA,
menyatakan Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya
gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan penyuluhan
dengan informasi yang penting bagi ibu dan keluarga dan masyarakat mengenai
pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk rujukannya dan paket (standar)
pelayanan KIA, gizi, imunisasi dan tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang Buku Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA). Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan
pustaka, yaitu pengumpulan data pustaka yang berhubungan dengan topik tertentu
yang didapat dari berbagai sumber seperti buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, dan
dokumen. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review
dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil literature review terdapat faktor yang
mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA yaitu pendidikan, usia, dan
pekerjaan. Dibuktikan dengan nilai p-value <0,05 dari setiap penelitian tentang
gambaran ibu hamil tentang buku KIA. Bidan diharapkan dapat menjadikan bahan
masukkan terutama bagi pengelola program KIA dan program promkes dalam
rangka meningkatkan perilaku ibu hamil dalam menerapkan informasi kesehatan
buku KIA