DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELFCARE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG
Latar Belakang: ketidakmampuan jantung dalam memompa untuk memenuhi
jaringan dan oksigen menyebabkan terjadinya gagal jantung. Dampak yang
ditimbulkan oleh gagal jantung diantaranya mudah lelah saat melakukan aktivitas
tertentu, sulit berkonsentrasi, janung berdebar cepat, bengkak di tubuh seperi pada
pergelangan kaki, nafsu makan berkurang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan
dukungan sosial dengan self care pada pasien gagal jantung. Metode: pencarian
jurnal menggunakan database search engine Google Schoolar dan Pubmed dengan
kata kunci dukungan sosial, self care, pasien gagal jantung, terdapat 5 jurnal yang
dipilih untuk di review. Hasil: berdasarkan hasil yang didapatkan dari studi literatur
jurnal yang telah dianalisis, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna
antara dukungan sosial dengan self care pada pasien gagal jantung. Simpulan dan
Saran: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan self care pada pasien
gagal jantung. Selanjutnya, diharapkan pada penelitian literatur review selanjutnya
dapat mereview lebih banyak jurnal nasional dan internasional dan tahun yang lebih
terbaru
HUBUNGAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN PADA LANSIA
Latar Belakang: Ketenaran program latihan ini didasarkan pada keyakinan bahwa
Core Stability dan endurance inti kekuatan dan ketahanan adalah hal penting untuk
memelihara kekuatan punggung bawah dan untuk mencegah terjadinya cidera
terutama dalam resiko jatuh.
Tujuan; Untuk mengetahui hubungan Core Stability Exercise terhadap keseimbangan
pada lansia
Metode: Korelasi yaitu melihat hubungan antara gejala variabel yang satu dengan
yang lain untuk mengetahui hubungan antara variabel, dengan mengidentifikasi
variabel yang ada pada suatu objek, kemudian diidentifikasi pula variabel yang lain
dan di lihat apakah hubungan diantaranya. Penelitian ini melihat hubungan Core
Stability Exercise tehadap keseimbangan pada lansia. Teknik pengambilan sempel
mengunakan total sampling yang berjumlah 18 responden di Puskesmas Godean 1.
Hasil Hasil taraf signifikasi p = 0,001 atau p < 0,05 menunjukkan ada hubungan antara
Core Stability Exercise tehadap keseimbangan pada lansia. Berdasar analisa diatas
didapatkan angka koefisien korelasi (r) adalah 0,716 yang berarti kekuatan kolerasinya
sedang dengan arah kolerasi searah dimana semakin besar satu variabel semakin besar
pula variabel lainnya.
Simpulan dan saran: adanya gangguan keseimbangan dengan taraf yang berbedabeda
setiap respondennya. Saran Seharusnya peneliti selanjutnya harus mencari
perbandingan latihan agar dapat memberikan opsi lain penanganan keseimbangan
pada lansia, mencari tempat penelitian yang lebih mengarah kepada lansia tidak umum
seperti sarana kesehatan pada umumny
NARATIVE REVIEW PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE DAN STATIC STRETCHING TERHADAP FUNGSIONAL LEHER KASUS MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS
Latar belakang: Myofascial pain syndrome dapat menyebabkan nyeri lokal, tenderness,
tightness, stiffness, nyeri rujukan dan kelemahan otot yang biasanya terjadi pada otot upper
trapezius. Peran Fisioterapi dalam hal ini adalah memberikan intervensi diantaranya
dengan myofascial release dan static stretching. Tujuan: Untuk mengetahui apakah
pengaruh myofascial release dan static stretching terhadap fungsional leher kasus
myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode: Menggunakan PubMed, , google
schoolar, portal garuda yang diterbitkan dari tahun 2010 sampai 2020. Hasil: Dari 10
artikel yang dijadikan sebagai sumber didapat 5 artikel yang membuktikan bahwa ada
pengaruh myofascial release terhadap kemampuan fungsional leher dan 5 artikel
membuktikan bahwa terdapat pengaruh static sretching terhadap kemampuan fungsional
leher pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Kesimpulan: Ada pengaruh
intervensi myofascial release dan static sretching terhadap peningkatan fungsional leher
pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius
LITERATUR REVIEW HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI
Latar Belakang : Pengetahuan merupakan domain penting terbentuknya
tindakan atau perilaku seseorang yang berpengaruh terhadap kualitas
kesehatan, tingkat pengetahuan berkaitan dengan pengendalian hipertensi salah
satunya adalah motivasi. Dampak motivasi tidak dikendalikan menyebabkan
penurunan aspek kesehatan fisik, psikis, sosial penderita hipertensi.
Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat pengetahuan dengan
motivasi pengendalian tekanan darah penderita hipertensi.
Metode : Literatur review dengan jenis narrative review.
Hasil : Dari 6 literatur terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan dan motivasi pengendalian tekanan darah penderita hipertensi.
Simpulan dan Saran : Berdasarkan 6 literatur yang digunakan peneliti dalam
menyusun penelitian literatur review ini dapat disimpulkan bahwa hubungan
tingkat pengetahuan dengan pengendalian motivasi tekanan darah memiliki
keterkaitan bahwa tingkat pengetahuan dapat mengubah motivasi seseorang
terkait kondisi kesehatan
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS PIYUNGAN BANTUL
Latar belakang : Prevalensi stunting secara nasional meningkat hingga mencapai 37,2% sedangkan
pada tahun 2010 sebanyak 35,6% dan tahun 2007 sebanyak 36,8%. Dapat diartikan bahwa sekitar 8
juta anak di indonesia atau 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami stunting. Prevalensi stunting di
provinsi DIY adalah 22%. Kasus balita pendek di DIY pada tahun 2015 sebesar 14,36%. Jumlah
kejadian stunting di Kabupaten Bantul sebanyak 22,89% dan Kecamatan Piyungan memiliki 410
(13,7%) anak stunting. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan
dengan kejadian stunting pada Balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Piyungan Bantul. Metode
Penelitian: Penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah
sampel dalam penelitian adalah 32 responden. Ibu dan balita stunting dan tidak stunting usia 1- 5 tahun.
Uji statistic menggunakan analisis uji chi square. Hasil : pola pemberian makan dengan balita normal
yaitu 10 responden (83,3%). Sedangkan responden dengan pola pemberian makan cukup dengan
stunting pada balita yaitu 6 responden (60,0 %), dan pola pemberian makan kurang dengan stunting
pada balita yaitu 9 responden (90,0). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan pola pemberian
makan dengan stunting pada balita dengan p value = 0,002 (<0,05). Diharapkan khususnya ibu yang
memiliki balita memperhatikan pengolahan makanan yang baik agar kandungan zat gizi yang terdapat
pada bahan makanan tidak hilang. Memperhatikan pola pemberian makan pada balita sehingga tidak
terjadi stunting pada balita
PERBEDAAN PENGARUH MOBILISASI SARAF DAN TENDON GLIDING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PENDERITA CARPAL TUNNEL SYNDROME DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Carpal tunnel syndrome adalah penyebab gangguan fungsional
dan nyeri di pergelangan tangan yang bersifat kronis, dimana terjadi kompresi pada
saraf medianus saat melewati terowongan karpal di pergelangan tangan. Banyak
faktor yang dikaitkan dengan terjadinya carpal tunnel syndrome yaitu faktor individu
yang terdiri dari usia, jenis klamin, status gizi, dan riwayat kesehatan. Sedangkan
faktor pekerjaan yang mempengaruhi terjadinya carpal tunnel syndrome adalah lama
kerja, masa kerja, postur kerja yang tidak ergonomis, dan Gerakan berulang.
Intervensi fisioterapi yang bisa diaplikasikan dalam menangani penurunan nyeri pada
carpal tunnel syndrome diantaranya adalah mobilisasi saraf dan tendon gliding
exercise. Tujuan penelitian: untuk mengetahui perbedaan pengaruh mobilisasi saraf
dan tendon gliding exercise terhadap penurunan nyeri carpal tunnel syndrome.
Metode Penelitian : jenis penelitian ini menggunakan metode narrative review.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian dari 5 jurnal menyatakan bahwa
mobilisasi saraf efektif dalam menurunkan nyerin pada penderita carpal tunnel
syndrome. Adapun 5 jurnal lainnya menyebutkan bahwa tendon gliding exercise
lebih efektik dalam menurunkan nyeri jika di kombinasikan dengan intervensi
lainnya. Kesimpulan : Mobilisasi saraf dan tendon gliding exercise dapat menjadi
pilihan intervensi pada penderita carpal tunnel syndrome dengan tujuan untuk
menurunkan nyeri
PENGARUH DIAPHRAGM BREATHING UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL : METODE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Ibu hamil yang mengalami nyeri punggung di akibatkan karena
Perut yang semakin hari semakin membesar menyebabkan center of gravity pada
ibu hamil tersebut berpindah kedepan dan menambah hyperlordosis pada ibu
hamil. Hal tersebut menambah ketegangan pada pelvis maupun lumbal bawah
yang menyebabkan nyeri punggung. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri
punggung akan mengganggu aktivitas - aktivitas dari ibu hamil sehingga
dapat menyebabkan kualitas hidup ibu hamil menjadi buruk. Tujuan: Untuk
mengetahui pengaruh diaphragm breathing untuk mengurangi nyeri punggung
pada ibu hamil. Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian
narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di Google Scholar, PubMed Dan
Science Direct. Hasil penelusuran artikel didapatkan 5 jurnal yang akan dilakukan
review dalam penelitian ini. Hasil penelitian: Dari hasil 5 artikel menyebutkan
bahwa 1 artikel membahas diaphragm breathing memang terbukti signifikan
mampu menurunkan nyeri punggung pada ibu hami. Sedangkan 4 artikel
lainnya membahas intervensi lain yaitu core stability exercise, yoga,
therapeutic exercise dan progressive muscle relaxation exercise juga
berpengaruh dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil
Kesimpulan: Dari 5 artikel yang peneliti review hanya 1 artikel yang
menyatakan bahwa diaphragm breathing berpengaruh menururnkan nyeri
punggung pada ibu hamil. Sedangkan 4 artikel yang lain membahas latihanlatihan
yang
berbeda
yaitu
core
stability
exercise,
yoga,
therapeutic
exercise
dan
progressive muscle relaxation exercise juga berdampak menurunkan
nyeri punggung pada ibu hamil. Saran: Diaphragm breathing, core stability
exercise, yoga, therapeutic exercise dan progressive muscle relaxation
exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan nyeri
punggung paa ibu hamil
LITERATURE REVIEW PENGETAHUAN TENTANG P4K PADA IBU HAMIL
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah
satu program untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI). P4K adalah suatu kegiatan
yang difasilitasi oleh bidan dalam rangka meningkatkan peran aktif suami, keluarga dan
masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan dalam menghadapi
kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu hamil, bersalin dan nifas termasuk
perencanaan mengikuti metode KB pascasalin. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui avidance/literature pengetahuan tentang P4K pada ibu hamil. Metode dalam
penelitian ini adalah literature review meliputi studi pencarian sistematis data base
komputerisasi antara lain Jurnal Ilmiah Bidan, Pubmed, dan juga Google Scholer
menggunakan kata kunci “pengetahuan P4K pada ibu hamil”. Dipilih 10 artikel sebagai
referensi. Hasil dari penelitian literature review, pengetahuan tentang P4K pada ibu hamil
sebagian besar berpengetahuan baik. Terdapat lima jurnal memiliki hasil penelitian
berpengetahuan baik. Tiga jurnal memiliki hasil penelitian berpengetahuan cukup. Dua
jurnal memiliki hasil penelitian berpengetahuan kurang. Faktor yang mempengaruhi
pengetahuan tentang P4K pada ibu hamil terdapat sembilan jurnal yang menyatakan
bahwa usia, paritas, pendidikan, dan media informasi mempengaruhi pengetahuan tentang
P4K pada ibu hamil
Literatur Review Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Sectio Caesarea
Angka kematian ibu disebabkan oleh beberapa faktor seperti
persalinan, kehamilan, hingga masa nifas. Tindakan sectio caesarea
dilakukan sebagai Tindakan akhir untuk membantu kesulitan persalinan
diantaranya penyulit persalinan yaitu persalinan macet, rupture uteri, gawat
janin, janin besar. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor
yang
mempengaruhi
persalinan
sectio
caesarea.
Metode
adalah
dalam
penelitian
ini
adalah
literature
review
meliputi
studi
pencarian
sistematis
data
base
komputerisasi melalui Google Scholer menggunakan kata kunci
“Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan SC”. Dipilih 10 artikel sebagai
referensi. Dari hasil literatur review didapatkan hasil faktor ibu yaitu pre
eklamsia, plasenta previa, CPD, ruptur uteri, dan partus lama, faktor janin
yaitu kelainan letak janin, dan faktor lain yaitu Riwayat SC. Simpulan dan
Saran dari peneilitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan
SC yaitu pre eklamsia, plasenta previa, CPD, ruptur uteri, partus lama, letak
janin, dan Riwayat SC. Saran untuk ibu hamil untuk melakukan ANC rutin.
Bidan di harapkan untuk memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya
persalinan kepada ibu hamil
GAMBARAN KARAKTERISTIK BAYI DENGAN ANEMIA LITERATUR REVIEW
Anemia adalah suatu keadaanjumlah hemoglobin dalam darah kurang dari normal.
Dampak anemia yaitu dapat kehilangan Intelligence Quotient(IQ), terhambatnya
perkembangan dan pertumbuhan sel serta kurangnya asupan oksigen ke jaringan
tubuh terutama jaringan otak. Tujuan: untuk mengetahui gambaran karakteristik bayi
dengan anemia. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini ialahliterature
reviewyang terdiri dari 10 artikeldan dipublikasi tahun 2010-2020. Hasil dari 10
artikel yang di review didapatkan 8 artikel menunjukkan kesamaankarakteristik yang
berisiko anemia yaitu usia bayi, ASI ekslusif, jenis kelamin dan status gizi.
Sedangkan selain karakteristik tersebut terdapat 2 artikel yang menyebutkan bahwa
karakteristik sosio-demografi dan pendidikan ibujuga berisiko anemia pada bayi.
Sehingga dapat disimpulkan karakteristik bayi dengan anemia adalah usia bayi 6-12
bulan, bayi tidak ASI ekslusif, berjenis kelamin laki-laki, status gizi yang rendah,
pendidikan ibu dan sosio-demografi yang rendah