DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Study Literatue Review: Hubungan Paritas dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin
Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi pada kehamilan. Tekanan darah
yang tinggi pada usia kehamilan 20 minggu menjadi petunjuk awal adanya
preeklampsia. Paritas pada ibu merupakan salah satu faktor terjadinya preeklampsia.
Paritas adalah jumlah janin dengan berat badan lebih dari 2500gram yang pernah
dilahirkan, hidup maupun mati, bila berat badan tidak diketahui, maka dipakai umur
kehamilan lebih dari 24 minggu. Oleh karena itu kejadian Preeklampsia harus di
tangani dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Paritas
dengan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Bersalin. Hasil dari telaah 12 jurnal yaitu 7
jurnal ada hubungan ritas dengan kejadian preeklampsia. 5 jurnal tidak terdapat
hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia. Simpulan Paritas merupakan salah
satu faktor resiko terjadinya preeklampsia pada ibu bersalin, namun banyak juga faktor
lainnya yang dapat menjadi penyebab kejadian preeklampsia pada ibu bersalin. Saran
Bagi Tenaga Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan. Bagi
instutusi sebagai tambahan wawasan dalam bidang kebidanan khususnya tentang
preeklampsia, sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat menambah ilmu
pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Keputihan
Keputihan adalah keluarnya cairan vagina selain darah, Kurangnya pengetahuan remaja putri
dan informasi yang tepat tentang kesehatan organ reproduksi dapat menimbulkan kurangnya
perhatian terhadap kesehatan organ reproduksi seperti keputihan, dampak dari keputihan yang
terlambat atau tidak diobati dapat berakibat buruk bagi kehidupan seorang wanita, seperti
terjadinya infertil, endometritis, radang panggul, dan salpingitis. Tujuan penelitian untuk
mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Keputihan. Penelitian ini
menggunakan metode literature Riview. Populasi dalam penelitian remaja putri. Hasil
penelitian literature Rivew ini menunjukan bahwa penelitian rata-rata pengetahuan remaja
tentang keputihan sangat kurang, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
pengetahun remaja tentang keputihan yaitu Factor pendidikan formal, Factor usia, factor
ekonomi, factor informasi. Bidan di harapkan dapat memberikan sosialisasi seperti penyuluhan
kepada remaja ke sekolah-sekolah terkait dengan tingkat pengetahuam mereka tentang
menjaga kesehatan reproduksi seperti keputihan
Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Menyusui Dalam Islam Pada Ibu yang Mempunyai Anak 0-24 Bulan Di Desa Warungboto Kecamatan Umbulharjo I Kota Yogyakarta
Islam telah mengajarkan kepada setiap ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayinya
dengan memberikan ASI(air susu ibu) kepada anak-anaknya selama dua tahun penuh.
Menyusui merupakan suatu hal yang alamiah, namun untuk keberhasilan dalam menyusui
tetap memerlukan pengetahuan tentang ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pengetahuan tentang menyusui dalam islam pada ibu yang mempunyai anak 024
bulan.
Metode
penelitian
ini
menggunakan
desain
penelitian
deskriptif
analitik
dengan
pendekatan
waktu
cross
sectional.
Populasi
adalah
seluruh
ibu
yang
mempunyai
bayi
usia
0-24
bulan
di
Desa
Warungboto
sebanyak
119
yang
tersebar
di
9
posyandu
dengan
teknik
propotional
sampling. Pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu peneliti memilih 3
posyandu karena jumlah bayi paling banyak di 3 posyandu tersebut, yaitu di Kencur IV
dan Kencur VIII, Kencur IX masing-masing posyandu akan diambil 18 sampel sehingga
total sampel dalam penelitian ini adalah 54 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dari 54 responden, dapat diketahui jumlah responden yang memiliki pengetahuan cukup
tentang menyusui dalam islam sebanyak 44 responden (80.0%), responden yang memiliki
pengetahuan baik sebanyak 4 responden (7.3%), dan responden yang memiliki
pengetahuan kurang sebanyak 7 responden (12.7%). Saran dapat digunakan sebagai
masukan dalam pengaruh kesehatan dan pengetahuan tentang menyusui kepada ibu yang
mempunyai bayi 0-24 bulan serta Bisa dijadikan sebagai referensi tambahan tentang
penyuluhan kesehatan yang disebabkan karena kurang nya pengetahuan ibu tentang
pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang berumur 0-24 bulan
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS PIYUNGAN BANTUL
Latar Belakang : Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan
kematian pada balita. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) pada tahun
2015 terdapat 16% kematian anak di bawah lima tahun yang mengalami pneumonia atau
sekitar 2.400 anak per hari. Salah satu faktor resiko terjadinya pneumonia ialah pemberian
ASI eksklusif. Balita yang tidak diberikan ASI eksklusif dapat mengalami penurunan
mekanisme pertahanan tubuh, sehingga akan mudah terkena infeksi.
Tujuan : Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada
balita di Puskesmas Piyungan Bantul Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan
retrospektif. Alat yang digunakan yaitu RM, buku KIA, dan kuesioner. Teknik pengambilan
sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 48 responden. Analisis statistik
menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 38 responden dengan pneumonia
ringan yang tidak diberikan ASI Eksklusif, 8 responden dengan pneumonia ringan dengan
ASI eksklusif dan 2 responden dengan pneumonia berat diberikan ASI eksklusif. Hasil
penelitian uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia (p=0,040; C=0,377) dengan keeratan
rendah.
Simpulan : Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia
pada balita di Puskesmas Piyungan Bantul. Diharapkan perlu adanya peningkatan promosi
kesehatan terkait pemberian ASI eksklusif, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu
dalam pencegahan serta penanganan awal selanjutnya, serta sebagai pencegahan yang
dilakukan bidan maupun perawat terhadap faktor penyebab pneumonia
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN MEKANISME KOPING TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN KEMOTERAPI DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Penderita kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi umumnya
memiliki banyak efek samping fisiologis antara lain rasa mual yang berkepanjangan yang
bisa menimbulkan stres dan berdampak negatif terhadap kesejahteraan pasien sehingga
diperlukan mekanisme koping yang baik untuk memecahkan masalah agar tidak merasa
cemas dan depresi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara religiusitas dan mekanisme koping terhadap
tingkat depresi pada pasien kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan design penelitian deskriptif korelatif
non eksperimendan menggunakan metode pendekatan cross
sectional.Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Sample
berjumlah 52responden. Intrumen Penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data
menggunakan Uji Pearson dan Koefisien Kontingesti.
Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan antara religiusitas dengan tingkat depresi pasien
kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan nilai pearson sebesar 0,017
dan koefisien konginesti p-value0,224>0,005 dan mempunyai keeratan hubungan sebesar
0,949 artinya memiliki hubungan yang sangat kuat. Hubungan antara religiusitas dengan
tingkat depresi pasien kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan
koefisien konginesti p-vallue 0,213 > 0,005. Mekanisme koping dengan tingkat depresi
memiliki keeratan hubungan sebesar 0,213 artinya memiliki hubungan sangat rendah
karena terletak pada rentang 0,20-0,399.
Kesimpulan: Ada hubungan antara religiusitas dan mekanisme koping terhadap tingkat
depresi pasien kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Diharapkan penelitii
selanjutnya meneliti beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat depresi pasien
kemoterapi
Pengetahuan Remaja tentang Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan hormonal yang terjadi pada
wanita usia subur. Wanita yang mengidap PCOS memiliki banyak kista kecil yang
terletak di sepanjang tepi ovarium, hal ini dapat menyebabkan tidak terjadinya ovulasi
sehingga akan menyulitkan wanita untuk mendapatkan keturunan. Tujuan penelitian
ini adalah Untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang PCOS. Metode
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian literature review dengan menggunakan
teknik rapid review atau ulasan cepat yaitu bentuk sintesis bukti yang dapat
memberikan informasi lebih tepat waktu. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10artikel
yang memenuhi kriteria inklusi. bahwa diperlukan tingkat kesadaran diri dan
pengetahuan yang baik tentang Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) terutama pada
remaja. Karena deteksi dini PCOS bisa dilakukan jika perempuan perempuan
mengetahui tanda gejala PCOS sehingga salah satu upaya yang bisa dilakukan supaya
perempuan usia subur bisa aware adalah dengan memberikan informasi kepada remaja
putri mengenai PCOS
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TOILETING TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA SEKOLAH DI SDN GEDONGTENGEN YOGYAKARTA
Latar belakang: Kesehatan adalah kondisi sejahtera berupa sehat fisik, mental dan
sosial yang terbebas dari penyakit. Suatu upaya untuk meningkatkan kesehatan yaitu
program PHBS. Persentase penggunaan fasilitas tempat BAB menurut Profil
Kesehatan DIY tahun 2018 sebanyak 80,55%. Persentase terendah di Kota
Yogyakarta yaitu 59,97%. PHBS yang tidak baik berasal dari setiap individu,
kelompok, masyarakat, salah satunya yaitu anak sekolah. Permasalahan yang timbul
dalam anak sekolah yaitu tidak menggunakan jamban (Toileting) dengan benar. Anak
yang tidak melakukan toileting kemudian ditahan bisa menyebabkan anak
mengompol (enuresis) atau BAB di celana, selain itu juga toilet yang kurang baik
akan berdampak sampai ke kelas berikutnya.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang toileting
terhadap pengetahuan, sikap dan kemandirian anak usia sekolah.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pre
experiment (one group pretest-posttest). Data dikumpulkan dengan kuesioner dan
dianalisis dengan wilcoxon.
Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan anak di SDN Gedongtengen
Yogyakarta pada pretest memiliki pengetahuan baik (47,2%), posttest 1 baik (60,4%)
dan posttest 2 baik (69,8%). Sikap anak dari pretest sampai posttest 2 dikategorikan
positif (100%). Kemandirian anak dari pretest tinggi (49,1%), posttest 1 tinggi
(49,1%) dan posttest 2 (64,2%). Hasil analisis wilcoxon didapatkan nilai p pada
variabel pengetahuan 0,000 dan 0,000, variabel sikap 0,000 dan 0,000 dan variabel
kemandirian 0,027 dan 0,006.
Simpulan dan Saran: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang toileting
terhadap pengetahuan, sikap dan kemandirian anak usia sekolah di SDN
Gedongtengen Yogyakarta. Saran untuk anak agar meningkatkan pengetahuan, sikap
dan kemandirian tentang toileting
HUBUNGAN PERAN KELUARGA DENGAN POLA MAKAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS GAMPING 1 SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Peran keluarga menjadi bagian yang penting untuk memberikan dampak
positif terhadap kepatuhan manajemen perawatan. Sehingga peran keluarga dapat
memantau pola makan pada penderita DM Tipe 2 agar pola makan dan kepatuhan diet
terpenuhi dengan baik.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran keluarga dengan pola makan penderita DM
tipe 2 di Puskesmas Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dengan desain
penelitian Descriptive correlation pendekatan waktu adalah cross sectional. Jumlah
responden sebanyak 60 dengan tehnik total sampling. Analisa data menggunakan Chi
Square dan instrument yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa Peran keluarga dalam kategori Cukup aktif
sebanyak 31 (51,7%), Pola makan dalam kategori baik sebanyak 44 (73,3%) dan peran
yang cukup aktif dengan pola makan yang baik sebanyak 23 (38,3%). Hasil analisis Chi
Square menunjukkan bahwa peran keluarga tidak ada hubungan dengan pola makan
penderita DM tipe 2 p-value=0,069 dan nilai r=0,266.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara peran keluarga dengan pola makan penderita
DM tipe 2 di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta.
Saran: Menjaga pola makan dengan tidak memakan makanan yang tidak diperbolehkan
terkait diet diabetes melitus tipe 2
PENGARUH KOMBINASI DZIKIR DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA
Latar Belakang: Melahirkan merupakan proses akhir dari serangkaian kehamilan. Ada dua
cara persalinan yaitu persalinan lewat vagina, lebih dikenal dengan persalinan normal atau
alami dan persalinan dengan operasi caesarea, yaitu bayi dikeluarkan lewat pembedahan
perut. Tindakan pembedahan sering menimbulkan rasa takut yang berdampak pada cemas.
Manajemen kecemasan ada farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi yang
dapat dilakukan adalah dzikir dan relaksasi nafas dalam.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh kombinasi dzikir dan relaksasi nafas dalam terhadap tingkat
kecemasan pada ibu pre operasi section caesarea di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Yogyakarta.
Metode: Pre eksperimen dengan desain one group pretest dan posttest. Teknik pengambilan
sampel accidental sampling dengan analisis non parametrik (Wilcoxon dan mann whitney).
Responden penelitian sebanyak 27 orang.
Hasil: Pengaruh dzikir dan relaksasi nafas dalam p-value >0,05, tingkat kecemasan sebelum
dilakukan intervensi normal sebanyak 11 orang (40,7%) dan sesudah dilakukan intervensi
normal sebanyak 25 orang (92,6%). Perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah
intervensi p-value <0,05. Diagnosa sectio caesarea disebebkan karena DKP sebanyak 2
pasien (7,4%), HDK sebanyak 2 pasien (7,4%), Janin besar sebanyak 1 pasien (3,7%), KPD
sebanyak 10 pasien (37,0%), Oligohidramnios sebanyak 2 pasien (7,4%), Riwayat SC
sebanyak 10 pasien (37,0%). Dan status pembayaran subjek penelitian terbesar adalah
menggunakan BPJS Non PBI sebanyak 22 pasien (77,8%) serta BPJS PBI sebanyak 6 pasien
(22,2%).
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh kombinasi dzikir dan relaksasi nafas dalam terhadap
tingkat kecemasan pada ibu pre operasi section caesarea di RS PKU Muhammadiyah
Gamping Yogyakarta. Responden dapat menjadikan dzikir dan relaksasi nafas dalam sebagai
terapi pendamping non farmakologi dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT
Literature Review: Hubungan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III
Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena mencerminkan
nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat yang pengaruhnya sangat besar terhadap
kualitas sumber daya manusia. Anemia memerlukan perhatian yang serius dari semua
pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui Hubungan yang terjadi antara Frekuensi Kunjungan ANC dengan Kejadian
Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III. Metode yang di gunakan pada penelitian ini
adalah literature riview menggunakan 10 jurnal sebagai literature penelitian dengan
hasil yang ditemukan bahwa adanya hubungan antara frekuensi kunjungan ANC dengan
kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Dan berdasarkan literature review tersebut
didapatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi anemia salah satunya adalah
frekuensi kunjungan ANC. bahwa kejadian anemia pada ibu hamil berhubungan dengan
ketidak teraturan ibu dalam melakukan kunjungan, dibuktikan dari ke 10 jurnal yang di
teliti 9 jurnal mengatakan berhubugan, dan hanya 1 jurnal yang menjelaskan tidak
terdapatnya hubungan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan konseling atau
pengetahuan tentang informasi terkait dengan bahaya anemia, faktor-faktor yang
mempengaruhi anemia pada ibu hamil dan pentingnya kunjungan ANC secara teratur