DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    SYSTEMATIC REVIEW: AKURASI PEMERIKSAAN METODE KATO KATZ DENGAN METODE DIRECT SLIDE DAN METODE FLOTAC PADA INFEKSI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecacingan merupakan masalah kesehatan perlu penanganan serius terutama daerah tropis karena cukup banyak penduduk menderita cacingan. spesies golongan cacing STH adalah Ascaris lumbricoides, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale, cacing cambuk Trichuris trichiura. Pemeriksaan infeksi kecacingan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, Seperti metode Direct slide, metode Kato katz dan metode FLOTAC. Tujuan: menganalisis perbandingan akurasi pemeriksaan metode kato katz dengan metode Direct slide dan FLOTAC pada telur STH. Metode: Metode pada penelitian ini yaitu Systematic Review dengan menggunakan metode PICO sebagai penelusuran dan seleksi literatur. Hasil: Sensitivitas Direct slide rendah untuk cacing STH terutama T. Trichiura dan Hookworm. Perbandingan Hasilnya berkisar 155 positif telur A. Lumbricoides, 53 positif telur T. Trichiura dan 18 positif telur Hookworm. Sedangkan metode Kato katz yaitu 188 positif telur A. Lumbricoides, 237 positif telur T. Trichiura dan 62 positif Hookworm. Metode FLOTAC sensitivitas tinggi keseluruhan untuk pemeriksaan STH dengan intensitas rendah maupun tinggi, sedangkan metode Kato katz memiliki sensitivitas rendah untuk Hookworm pada intensitas rendah. Berdasarkan hasil penelitian infeksi A. lumbricoides metode Kato-katz 68,8% metode FLOTAC 71.9%, Infeksi T. trichiura metode Kato-katz 20,0% metode FLOTAC 77,8% Dan Hookworm metode Kato-katz 22,6%, FLOTAC 77,8%. Metode kato katz kurang sensitivitas terhadap intensitas rendah telur Hookworm. Simpulan: Terdapat perbandingan akurasi metode Kato katz menunjukan sensitivitas tinggi tiap cacing STH dibandingkan Direct slide rendah untuk T. Trichiura dan Hookworm. Metode FLOTAC sensitivitas yang tinggi keseluruhan untuk pemeriksaan cacing STH dibandingkan Metode Kato katz memiliki sensitivitas tinggi pada A. Lumbricoides dan T. Trichiura, tetapi sensitivitas rendah terhadap cacing Hookworm

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SPLIT SQUAT JUMP DENGAN TWO FOOT ANKLE HOP TERHADAP PENURUNAN RESIKO CEDERA SPRAIN ANKLE PADA ATLET VOLI : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Be lakang : Olahraga adalah suatu aktivitas fisik yang sangat dibutuhkan tubuh untuk tetap bugar yang dilakukan baik individu maupun kelompok. Salah satu olahraga yang berbentuk kompetitif tersebut adalah bola voli. Sebagian besar cedera atlet voli terjadi pada ekstremitas bawah seperti cedera pergelangan kaki dan lutut adalah cedera yang paling umum terjadi. Cedera sprain ank le pada atlet voli disebabkan karena kelemahan pada otot dan ligament disekitar ank le joint. Latihan fisik yang terprogram dengan baik akan menghasikan penurunan resiko cedera sprain ank le yaitu dengan latihan split squat jump dengan two foot ank le hop. Tujuan : Untuk mengetahui tinjauan narrative review terhadap perbedaan pengaruh latihan split squat jump dengan two foot ank le hop terhadap penurunan resiko cedera sprain ank le pada atlet voli. Me tode Pe ne litian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar, PubMed dan sciencedirect. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5 jurnal split squat jump dan 5 jurnal two foot ank le hop dilakukan review dalam penelitian ini. Has il : hasil review 5 jurnal split squat jump dan 5 jurnal two foot ank le hop didapatkan bahwa ada penurunan resiko cedera sprain ank le pada responden setelah dilakukan latihan. Terdapat beda skor rerata selisih kedua latihan tersebut antara jurnal split squat jump dan jurnal two foot ank le hop. Ke s impulan : ada perbedaan pengaruh latihan split squat jump dengan two foot ank le hop terhadap penurunan resiko cedera sprain ank le namun ada perbedaan hasil yang signifikan yaitu pada latihan split squat jump. Saran : Latihan split squat jump dengan two foot ank le hop dapat diberikan sebagai alternatif intervensi untuk atlet voli dalam penurunan resiko cedera sprain ank le

    PENGARUH FOUR SQUARE STEP EXERCISE DAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan proyeksi pusat. Keseimbangan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi dan stabilitas ketika bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain. Akibat dari gangguan keseimbangan adalah jatuh dan sering mengarah pada injuri, kecacatan, kehilangan kemandirian dan berkurangnya kualitas hidup. Fisioterapis berperan dalam pemberian intervensi salah satunya dengan four square step exercise dan ankle strategy exercise. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh four square step exercise dan ankle strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pencarian artikel menggunakan database yang relevan seperti PubMed, Pedro dan Google Scholar diterbitkan dalam kurun waktu 2010 – 2020 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh penulis. Menggunakan Prisma untuk melakukan kajian literature. Hasil: Dari 324 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dosis pemberian four square step exercise dan ankle strategy exercise dari artikel penelitian dilakukan selama 4 minggu hingga 8 minggu dengan waktu 30 menit hingga 60 menit setiap sesi. 3 artikel menggunakan instrument time up and go test (TUGT) untuk mengukur kseimbangan dan resiko jatuh, dan 2 artikel menggunakan instrument functional reach test (FRT). Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian four square step exercise dan ankle strategy exercise dalam meningkatan keseimbangan pada lansia

    PENGARUH KINESIO TAPPING DAN FRICTION MASSAGE UNTUK MENGURANGI NYERI TENDINITIS SUPRASPINATUS: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Kegiatan industri sangat berperan disektor ekonomi dan pariwisata. Dalam berkembangnya sebuah indrustri menuntut pekerja untuk bekerja secara cepat dan optimal. Kondisi ini membuat pekerja mengalami beberapa gangguan akibat posisi statis, lama kerja dan massa kerja sehingga munculnya keluhan-keluhan dalam tubuhnya. Salah satunya adalah tendinitis supraspinatus. Tendinitis supraspinatus adalah kondisi peradangan pada tendon supraspinatus yang ditandai dengan nyeri disekitar bahu yang disertai dengan keterbatasan gerak pada sendi bahu. Sehingga untuk menanggulangi hal tersebut adanya intervensi kinesio tapping dan friction massage. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan kinesio tapping pada friction massage terhadap penurunan nyeri tendinitis supraspinatus. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian narrative riview, Pencarian jurnal di lakukan di portal jurnal online seperti Science Direct, Google Scholar, dan PubMed kriteria inklusi dalam penelitian ini full text tentang intervensi kinesio tapping pada friction massage. di terbitkan minimal dalam kurun waktu 2010-2020, dan metode yang di gunakan adalah Experimental Studi, , Rondomize control trial, dan Kuantitaf Studi. Hasil : Hasil Review 5 jurnal kinesio tapping bahwa ada pengaruh kinesio tapping terhadap penurunan nyeri tendinitis supraspinatus. Hasil Review 5 jurnal friction massage bahwa ada pengaruh friction massage terhadap penurunan nyeri tendinitis supraspinatus. Simpulan : kinesio tapping dan friction massage sama-sama mempunyai pengaruh dalam menurunkan nyeri tendinitis supraspinatus. Saran : kinesio tapping dan friction massage dapat di berikan sebagai alternative intervensi untuk pasien yang mengalami nyeri tendinitis supraspinatus

    PERBEDAAN PENGARUH 12 BALANCE EXERCISE DAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS LANSIA: METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : lansia mengalami perubahan fungsi fisiologis diantaranya terjadi pada sistem neurologis, sensori, dan musculoskeletal, perubahan pada fungsi fisiologi berdampak pada gangguan keseimbangan. Latihan 12 balance exercise dan ankle strategy exercise perlu dilakukan agar meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh 12 balance exercise dan ankle strategy exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia. Metode Penelitian: metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal dilakukan dengan portal jurnal online seperti Google Scholar, Pubmed, Pedro.kriteria insklusi dalam penelitian artikel full text, artikel dalam bahasa inggris, artikel dalam bahasa indonesia, artikel terkait dengan manusia, diterbitkan 10 tahun terakhir 2010-2020, artikel yang membahas pengaruh 12 balance exercise dan ankle strategy exercise tehadap keseimbangan dinamis lansia, jenis responden laki-laki maupun perempuan dan tidak memiliki gangguan pernafasan. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 14 jurnal yang di review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian: faktor yang mempengaruhi keseimbangan : usia, IMT, jenis kelamin, dosis 12 balance exercise 3 kali seminggu 4-6 minggu, dosis ankle strategy exercise 3-5 kali seminggu selama 4-8 minggu, ada pengaruh 12 balance exercise, ada pengaruh ankle strategy exercise kesimpulan: ada perbedaan pengaruh 12 balance exercise dan ankle strategy exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia Saran: untuk penelitian selanjutnya dalam penelitian dapat memperhatikan faktor yang mempengaruhi keseimbangan : kekuatan otot, BOS, LOS , COG, dan faktor lingkungan

    HUBUNGAN TINGGI DAN JENIS HIGH HEELS DENGAN NYERI LOW BACK PAIN MYOGENIC PADA PERAGAWATI DI SEKOLAH MODEL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang : Low back pain myogenic merupakan nyeri di sekitar punggung bawah yang disebabkan oleh gangguan atau kelainan pada musculoskeletal. Diperkirakan angka prevalensi Low Back Pain Myogenic bervariasi antara 7,6% sampai 37%. Salah satu penyebab dari low back pain ini ada penggunaan high heels. Salah satu pengguna setia pada Highheels yaitu seorang model atau pragawati. Mereka yang bertugas membawakan rancangan busana, aksesoris, sepatu atau produk feysen lainnya. Sebanyak 37% wanita Amerika dan 78% wanita Inggris mengenakan highheels setiap hari. Sekitar 58% dari pemakai high heels mengeluh sakit punggung bawah (Low BackPain) dan 55% merasa tidak nyaman dengan tumit tinggi antara 6 dan 9 cm, yang mungkin hasil dari peningkatan lordosis lumbal. Tujuan : Mengetahui hubungan tinggi dan jenis High Heels dengan Low Back Pain Myogenic pada Peragawati di Sekolah Model Yogyakarta. Metode Penelitian : Desain penelitian adalah analitik korelasi pendekatan crosssectional. Besarsampel yang digunakan berjumlah 88 responden (total sampling). Alat ukur Visual Analogue Scale, analisis data menggunakanChi square. Hasil : Hasil uji korelasi menggunakan Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan Tinggi High Heels dengan Nyeri Low Back Pain Myogenic pada Peragawati dengan nilai p=0,075. Hasil uji korelasi menggunakan Uji Chi Square menunjukkan bahwa adanya hubungan Jenis High Heels dengan Nyeri Low Back Pain Myogenic pada Peragawati dengan nilai p=0,001. Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melalukan penelitian lebih lanjut baik dengan menambah variable-variabel lain yang mempengaruhi Low Back Pain Myogenic

    NARRATIVE REVIEW HUBUNGAN PENGGUNAAN PANTY LINER DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara penderita kanker mulut rahim (serviks) no. 1 di dunia dan 62% nya diakibatkan oleh penggunaan pembalut yang kurang berkualitas. Masalah kesehatan reproduksi yang dapat terjadi pada masa remaja yaitu terjadinya keputihan (Fluor Albus). Review bertujuan mengetahui hubungan penggunaan panty liner dengan kejadian keputihan. Jenis review yaitu narrative review dimulai dengan mengidentifikasi pertanyaan narrative review dengan framework PEOS, mengidentifikasi studi dengan kata kunci dimasukkan ke prisma flowchart, meringkas dan melaporkan hasil pencarian data base (pubmed dan Google Schoolar). Dari 144 artikel, setelah dilakukan penyaringan judul dan abstrak, didapatkan 10 artikel dari negara berkembang. Hasil review menunjukkan bahwa ada 8 artikel yang menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan panty liner dengan kejadian keputihan dikarenakan panty liner merupakan penyebab terjadinya keputihan yang dipengaruhi oleh tahap penggunaan panty liner yang tidak benar seperti penggunaan panty liner yang lebih dari 4-6 jam perhari sehingga bisa menyebabkan terjadinya keputihan. Terdapat 2 artikel yang menyatakan tidak ada hubungan antara penggunaan panty liner dengan kejadian keputihan

    LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN TINGKAT KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II PADA USIA DEWASA

    Get PDF
    Latar Belakang: Gaya hidup yang tidak sehat dan di ikuti dengan tidak teraturnya pola makan mengakibatkan tingkat kesehatan menurun dan mudah terserang penyakit salah satunya diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme glukosa. Diabetes melitus dapat ditangani dengan makan makanan yang sehat dan aktifitas fisik yang cukup. Oleh karena itu dibutuhkan gaya hidup yang sehat. Karena gaya hidup sehat dapat menekan peningkatan kasus diabetes melitus dan mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan tingkat kejadian diabetes melitus pada usia dewasa. Metodologi: Metode penelitian ini adalah literature review. Hasil penelitian: Hasil jurnal yang dianalisis terdapat adanya hubungan gaya hidup dan pengaruhnya terhadap tingkat kejadian diabetes melitus Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara gaya hidup dengan tingkat kejadian diabetes melitus pada usia dewasa

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN PADA ANAK USIA 6-24 BULAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seseorang anak, di samping faktor tinggi badan. Gangguan pertumbuhan bayi terutama pada usia 0-24 bulan akan menyebabkan gangguan pertumbuhan otak yang mengakibatkan kemampuan kognitifnya menurun karena 80% sel-sel otak terbentuk sejak janin hingga 24 bulan. ASI memiliki berbagai manfaat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak juga dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit akut dan kronik. Tujuan: Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui hasil studi literatur hubungan pemberian ASI tentang pertumbuhan berat badan pada anak usia 6-24 bulan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka/Literature Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar. Pada proses pencarian sumber literature review melalui google scholar dengan kata kunci yaitu : Anak usia 6-24 bulan "AND" Pemberian ASI "AND" Pertumbuhan berat badan. Dari kata kunci yang sudah diketahui maka dibuat rumus PICO. Pada rumus PICO didapatkan hasil 1.100 artikel yang sesuai dengan kata kunci, kemudian dari 1.100 artikel tersebut dilakukan skrinning dengan didapatkan jumlah 268 artikel. Setelah didapatkan 268 artikel belum sesuai dengan kriteria, kemudian dilakukan eksklusi dan didapatkan 50 hasil jurnal full text. Selanjutnya kita eksklusi kembali dan didapatkan 10 jurnal yang sesuai dilakukan review. Hasil: Berdasarkan hasil pada literature review adalah bahwa berat badan pada bayi penting dalam pertumbuhan dan deteksi dini tumbuh kembang pada anak. Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang terserap di dalam tubuh yaitu dengan diberikannya ASI dari usia 0-24 bulan. Simpulan dan Saran: Berdasarkan hasil pada literature review yaitu mengetahui perbedaan pemberian ASI tentang pertumbuhan berat badan pada anak usia 6-24 bulan dengan pentingnya cara pemberian ASI dari ibu kepada anaknya. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan penelitian tersebut dengan variabelvariabel lain yang berhubungan dengan ASI Eksklusif dan berat badan bayi

    The Causative Factor of Men Low Interest in Becoming Contraception User

    Get PDF
    High level of fertility and low usage of modern contraception method among men still become a big problem until it is necessary to know what factors which cause men not using contraception. The method in arranging this scoping review used Arksey and O’Malley guidelien. The results obtained from 7 articles show that 71% use cross sectional method and there are 86% research from developing countries. The themes found in this review are educational factor, religion factor, information source factor, culture social factor, and age factor. There are many factors which cause low participation of men in using contraception

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇