DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN SIKAP PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN MINAT MELAKUKAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR
Kanker leher rahim merupakan jenis kanker yang tertinggi prevalensinya pada
perempuan di Indonesia. Kanker ini dapat ditemukan pada tahap yang lebih dini,
akan tetapi saat ini kanker lebih sering diketahui pada stadium lanjut sehingga angka
kematiannya tinggi. Pada tahun 2018 ada 32.469 kasus dengan angka kematian
18.279 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sikap
pencegahan kanker serviks dengan minat melakukan IVA pada wanita usia subur.
Jenis penelitian ini adalah literature review. Sikap melakukan pencegahan kanker
serviks didapatkan sebagian besar negatif. Sedangkan pada minat melakukan
pemeriksaan IVA didapatkan minat rendah. Terdapat hubungan sikap pencegahan
kanker serviks dengan minat melakukan IVA pada wanita usia subur. Pada
pembentukan sikap dan minat ibu melakukan IVA, terdapat faktor yang dominan
terhadap pemeriksaan IVA yaitu pengetahuan. Dapat disimpulkan terdapat hubungan
sikap pencegahan kanker serviks dengan minat melakukan IVA pada wanita usia
subur. Saran diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar mencari sumber literature
review tidak hanya Google Scholar tetapi dapat mencari pada ScienceDirect,
PubMed
Literature Review Penggunaan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) Ber-KB dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi
Berdasarkan data penelitian dari Rina Sri Widayati di wilayah dinas kesehatan
Surakarta diperoleh hasil kompetensi bidan dalam pelayanan konseling
kontrasepsi ditemukan hasil sebagian besar bidan dalam kategori cukup (53,8%)
hasil ini dilihat dari keterampilan bidan dalam penggunaan ABPK. Tujuan
penelitian untuk mengetahui penggunaan alat bantu pengambilan keputusan
(ABPK) ber-KB terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Metode penelitian ini adalah
literature review, data yang digunakan ini berasal dari hasil-hasil penelitian yang
sudah dilakukan dan diterbitkan. Studi pencarian data berbasis komputerisasi
melalui Research Gate, Google Schoolar, Garuda, PubMed, dan PMC dengan
kata kunci: Penggunaan ABPK, dan Pemilihan alat kontrasepsi untuk jurnal
nasional dan Decision Making Tools (DMT) for Family Planning dan
Contraception Methods Selection untuk jurnal internasional. Dipilih 10 jurnal
artikel nasional dan 3 jurnal artikel internasional. Hasil dari literature review
penggunaan alat bantu pengambilan keputusan (ABPK) ber-KB dalam pemilihan
kontrasepsi 8 jurnal melakukan penelitian langsung pada responden dengan
menggunakan ABPK dalam pemilihan alat kontrasepsi
Hubungan Usia dan Paritas Dengan Kejadian Perdarahan Postpartum Di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta
Perdarahan postpartum merupakan penyebab tak terduga dan penyebab tercepat kematian
ibu di seluruh dunia. Di Indonesia setiap tahunnya paling sedikit 128.000 perempuan
mengalami perdarahan postpartum sampai meninggal. Penyebab langsung kematian ibu
terbanyak di Indonesia adalah perdarahan 28%, jika tidak di tangani dengan tepat akan
mengakibatkan syok karena banyak darah yang keluar dan menurunkan tingkat kesadaran ibu.
Upaya untuk menurunkan angka perdarahan, dapat dilakukan dengan pendekatan Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dan peningkatan kualitas pelayanan.
Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan usia dan paritas dengan kejadian
perdarahan postpartum di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta. Metode dalam
penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian case control, lokasi yang
digunakan dalam peelitian ini berada di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta,
sampel yang digunakan ada 134 responden yaitu ibu yang mengalami perdarahan
postpartum sebanyak 67 sebagai kelompok kasus dan ibu yang tidak mengalami
perdarahan postpartum sebanyak 67 responden sebagai kelompok kontrol, alat ukur lembar
format seperti buku register, dokumentasi data rekam medik dan analisa data menggunakan
survey analitik. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan total sampling sedangkan
teknik pengambilan sampel kontrol menggunakan sistematik random sampling. Hasil
analisis data menggunakan Chi-Square dengan derajat kemaknaan (α)=0,05. Dari hasil
penelitian menunjukkan usia dan paritas memiliki hubungan yang signifikan dengan
kejadian perdarahan postpartum di RSUD Wonosari Gunungkidul Yogyakarta, usia
diperoleh ρvalue=0,003 sedangkan paritas diperoleh ρvalue=0,000. Hendaknya bagi ibu
mempersiapkan kehamilan di waktu yang tepat, mempertimbangkan kondisi usia dengan
menghindari kehamilan di usia beresiko (35 tahun) dan jumlah anak untuk
kesiapan ibu dalam menghadapi kehamilan, persalinan, dan nifas
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG SADARI PADA REMAJA PUTRI
Salah satu penyakit payudara yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan payudara
sendiri (SADARI) yakni kanker payudara. Kanker payudara adalah salah satu jenis
kanker yang mempunyai prevalensi cukup tinggi, kanker payudara merupakan
tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di
dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada
payudara. Untuk para wanita yang memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman
yang rendah tentang kanker payudara dan cara deteksinya perlu diberikan informasi
mengenai kanker payudara dan cara deteksinya yaitu SADARI sejak usia remaja.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang
sadari pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode literature review dengan
variabel tunggal yaitu pengetahuan tentang SADARI. Analisis dari 10 jurnal yang
ditemukan pengetahuan tentang SADARI pada remaja putri Kemampuan dan
perilaku deteksi dini sebaiknya dimulai sejak masa remaja, dimana remaja adalah
komunitas dengan rasa keingintahuan yang tinggi sehingga memberikan informasi
sejak usia remaja sangat dibutuhkan. Untuk itu remaja putri harus diberikan
informasi tentang SADARI sebagai suatu metode pemeriksaan payudara yang
efektif untuk menemukan tumor sedini mungkin serta diharapkan adanya peran
tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan kesehatan secara
berkesinambungan dan menindak lanjuti. Mengenai gambaran pengetahuan tentang
sadari pada remaja putri maka penulis menarik kesimpulan bahwa dari litelatur
review 10 jurnal sebagian besar kurang mengetahui tentang SADARI dikarenakan
karena kurangnya pengetahuan tentang SADARI di lingkungan sekitar mereka,
sebagian besar mereka belum pernah melakukan SADARI atau perilaku SADARI
Literature Review Hubungan Promosi Susu Formula dan Dukungan Keluarga Dengan ASI Eksklusif pada Ibu
Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan biologis kompleks yang mengandung semua zat gizi
untuk pertumbuhan fisik pada bayi. ASI merupakan makanan pertama yang terbaik untuk bayi
usia 0-6 bulan. Bayi yang hanya diberi ASI saja tanpa makanan dan minuman tambahan
seperti cairan lain yaitu susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan juga tanpa tambahan
makanan padat seperti pisang pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi ataupun tim mulai bayi
lahir sampai usia 6 bulan masuk dalam ASI eksklusif. Bayi yang tidak disusui secara eksklusif
akan berdampak negative seperti bayi mudah sakit, bayi akan mudah terkena infeksi saluran
pernafasan dan bisa meningkatkan resiko terjadinya stunting pada bayi. Dalam penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan promosi susu formula dan dukungan keluarga dengan
ASI eksklusif pada ibu. Jenis penelitian ini literature review. Hasil literature review 10
(sepuluh) jurnal yang telah dianalisis bahwa hubungan promosi susu formula dan dukungan
keluarga akan mepengaruhi pemberian ASI eksklusif. Hal tersebut disebabkan karena
meningkatnya promosi susu formula sebagai pengganti ASI, dan kurangnya dukungan dari
keluarga bisa berpengaruh pada ibu, menurunkan semangat dan motivasi ibu dalam
memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan
promosi susu formula dan dukungan keluarga dengan ASI eksklusif pada ibu. Diharapkan
penelitian ini dapat berguna untuk menambah pengetahuan tentang pentingnya ASI eksklusif
supaya ibu tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada bayi
STUDI LITERATUR : HUBUNGAN JENIS DAN JUMLAH INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH EOSINOFIL PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Latar Belakang: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan infeksi cacing usus yang
ditularkan melalui tanah dan dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan telur parasit atau
larva yang berkembang di tanah yang lembab dan hangat biasanya pada negara yang beriklim
tropis dan subtropis. Infeksi kecacingan ini banyak ditemukan di masyarakat dan paling sering
terjadi pada anak-anak karena kebiasaan mereka yang suka bermain dengan tanah dan belum
dapat menjaga kebersihan diri sendiri. Salah satu penyebab peningkatan dari jumlah eosinofil
adalah penyakit infeksi parasit seperti kecacingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui adanya hubungan jenis dan jumlah infeksi Soil Transmitted Helminths terhadap
peningkatan jumlah Eosinofil pada anak sekolah dasar. Metode: Jenis penelitian ini adalah
dengan menggunakan metode studi literatur. Penelusuran studi literatur ini menggunakan
metode PICO dalam penelusuran artikel jurnal penelitian. Sumber yang digunakan yaitu
Google Scholar, Pubmed, dan lain-lain. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa jenis
dan jumlah Infeksi STH berpengaruh pada peningkatan Eosinofil yang juga banyak
menyebabkan eosinofilia dalam darah dan juga penyakit lain yaitu rheumatoid arthiritis,
leukimia dll. Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis cacing yang ditemukan
adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan Hookworm (Ancylostoma duodenale dan
Necator americanus). Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis dan jumlah infeksi Soil
Transmitted Helminths (STH) terhadap peningkatan jumlah eosinofil pada anak sekolah dasar.
Kadar eosinofil pada anak sekolah yang terinfeksi kecacingan yaitu diatas 30-350 sel eosinofil
tiap mikroliter darah atau sekitar 0-6%
SYSTEMATIC REVIEW: ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN PADA KASUS TALASEMIA β
Latar Belakang: Hemoglobin merupakan faktor utama pada penyakit Talasemia.
Talasemia β merupakan gangguan sintesis hemoglobin pada rantai β yang
mengakibatkan produksi rantai globin berkurang. Talasemia β menurut
klasifikasinya terdapat mayor dan minor. Talasemia β mayor yang harus
menjalani transfusi darah rutin setiap bulan sedangkan pada Talasemia β minor
hanya pada saat kondisi tertentu. Kadar hemoglobin pada penderita Talasemia
dipengaruhi beberapa faktor diantaranya usia, jenis kelamin dan ketepatan
transfusi darah. Tujuan Penelitian: Mengetahui kadar hemoglobin pada kasus
Talasemia β.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode systematic review yang
menggunakan jurnal dari hasil pencarian menggunakan metode PICO dan jurnal
yang digunakan harus sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan.
Hasil Penelitian: Bedasarkan hasil dari systematic review yang dilakukan hasil β
mayor sebagian besar 7 g/dL dan talasemia β minor lebih dari 10 g/dL. Faktor
yang berhubungan dengan kadar hemoglobin adalah usia dan ketepatan
melakukan transfusi darah. Semakin bertambahnya usia kebutuhan zat besi yang
lebih rendah per kg berat badan, sehingga kadar hemoglobin akan lebih dapat
dipertahankan di nilai yang lebih baik daripada ketika usia dibawah 2 tahun.
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa rata-rata kadar hemoglobin
pada talasemia β mayor sebagian besar 7 g/dL yang memerlukan transfusi darah
rutin dan kadar hemoglobin pada talasemia β minor adalah lebih dari 10 g/dL.
Usia pasien talasemia β mayor berkisar 0-18 tahun, sedangkan pada Talasemia β
minor berusia 20 tahun keatas. Penderita talasemia β mayor lebih banyak berjenis
kelamin perempuan dibandingkan laki-laki, sebaliknya pada Talasemia β minor
penderita lebih banyak laki-laki dibandingkan perempuan. Kadar Hemoglobin
sebelum transfusi berpengaruh terhadap ketepatan transfusi.
Saran: Petugas kesehatan sebaiknya selalu memberikan pendidikan kesehatan
pada keluarga atau pasien Talasemia mengenai kadar Hemoglobin pra-transfusi
sama atau lebih 7 g/dL karena berpengaruh terhadap ketepatan transfusi
STUDI LITERATUR: ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISIS PADA GAGAL GINJAL KRONIK
Latar Belakang: Gagal ginjal kronik adalah keadaan dimana ginjal mengalami
kerusakan secara irreversibel dan kerusakan terjadi lebih dari 3 bulan. Akibat dari
kerusakan ginjal, tubuh memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal, salah satunya
yaitu hemodialisis. Hemodialisis adalah terapi pengganti fungsi ginjal yang
digunakan untuk membantu tubuh dalam menggantikan fungsi ginjal. Sebelum
dan sesusah melakukan hemodialisis pasien gagal ginjal kronik akan melakukan
pemeriksaan darah rutin. Parameter yang biasanya dilihat yakni parameter
hemoglobin. Tujuan Penelitian: Mengetahui analisis kadar hemoglobin sebelum
dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik. Metode Penelitian:
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Systematic Literature Review
dengan menggunakan metode PICO sebagai penelusuran dan seleksi literature.
Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, hal ini
dapat dilihat dari hasil uji analisis statistik. Nilai yang keluar (P-value) akan
dibandingkan dengan nilai ketetapan 0,05. Hasil kadar hemoglobin pada 10 jurnal
terdapat 8 jurnal yang mengalami peningkatan secara signifikan dan 2 jurnal yang
mengalami penurunan secara signifikan. Penurunan pada kadar hemoglobin
sebelum hemodialisis terjadi akibat adanya hipovolemik pada pasien gagal ginjal
kronik, sehingga menyebabkan jumlah oksigen di dalam tubuh berkurang.
Sedangkan terjadinya kenaikan setelah hemodialisis hal ini terjadi karena adanya
perbaikan eritropoesis pada pasien gagal ginjal kronik. Selain itu, disebebkan
oleh re-equilibrum lambat dari volume intravaskuler di 24-48 jampertama setelah
hemodialisis. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang signifikan pada 10 jurnal.
Pada 8 jurnal mengalami kenaikan dengan total kenaikan rata-rata 83% dan 2
jurnal mengalami penurunan dengan total kenaikan rata-rata 41%. Saran:
Adanya penelitian selanjutnya mengenai kadar hemoglobin sebelum dan sesudah
hemodialisis dan dilihat dari berbagai faktor seperti stadium gagal ginjal kronik,
frekuensi hemodialisis, tingkat pekerjaan, dan riwayat penyakit penyerta
SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN SPIRULINA DAN PROPOLIS TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA DIABETES MELLITUS TIPE-2
Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe-2 (DM tipe-2) adalah kasus yang lazim
terjadi pada orang dewasa dan merupakan 90% kejadian terbanyak dari
keseluruhan kasus diabetes. Kadar interleukin-6 (IL-6) merupakan penanda
inflamasi yang akan meningkat pada kasus DM tipe-2. Penyakit ini dapat diterapi
dengan spirulina dan propolis yang memiliki peran sebagai anti-inflamasi serta
anti-oksidan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian spirulina dan
propolis sebagai imunomodulator pada DM tipe-2. Metode Penelitian: Ulasan
dilakukan pada tiga database yaitu PubMed, Google Cendekia, dan Science
Direct. Jurnal yang melakukan pengukuran kadar IL-6 pada individu atau hewan
coba dengan DM tipe-2 digunakan dalam penelitian ini. Hasil Penelitian: Hasil
penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan bahwa kadar IL-6
pada kelompok DM tipe-2 lebih tinggi daripada kelompok normal. Pada
kelompok DM tipe-2 dengan perlakuan pemberian spirulina maupun propolis,
ditemukan kadar IL-6 yang lebih rendah daripada kelompok DM tipe-2 tanpa
perlakuan. Selain itu, variasi penambahan dosis menunjukkan kecenderungan
kadar IL-6 yang semakin rendah di DM tipe-2. Simpulan: Adanya pengaruh
berupa penurunan kadar IL-6 pada kelompok DM tipe-2 yang diberi perlakuan
pemberian spirulina maupun propolis menjadi bukti bahwa bahan tersebut dapat
berperan sebagai imunomodulator pada DM tipe-2. Saran: Perlu dilakukan
penelitian lebih lanjut tentang dosis dan waktu pemberian yang lebih bervariasi
serta aktivitas fagositosis yang terjadi setelah pemberian spirulina dan propolis
KAJIAN PUSTAKA: KORELASI TINGKAT KONTAMINASI TIMBAL DALAM DARAH BERDASARKAN UMUR PADA VARIASI PEKERJA INDUSTRI
Latar Belakang: Timbal merupakan logam berat yang bersifat toksik. Timbal
banyak digunakan dalam proses industri pengecatan, pengecoran logam,
peleburan timah, dan industri aki. Paparan timbal secara terus menerus akan
berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui
tingkat kontaminasi timbal dalam darah berdasarkan umur pada pekerja
pengecatan, pengecoran logam, peleburan timah, dan pekerja aki. Metode
Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian literature review yang membahas
tentang tingkat kontaminasi timbal dalam darah dan hubungan umur dengan kadar
timbal dalam darah. Hasil Penelitian: Pekerja industri peleburan timah memiliki
rata-rata kadar timbal yang tinggi yaitu 60,45 µg/dL dan 89,66 µg/dL. Umur
pekerja industri yang lebih tua berisiko memiliki kadar timbal yang tinggi di
dalam darah. Proses produksi dari industri menghasilkan polutan yang dapat
masuk ke dalam tubuh para pekerja. Pekerja yang tidak menggunakan APD dan
memiliki kebiasaan merokok dua kali lebih berisiko memiliki kadar timbal yang
tinggi di dalam darah. Simpulan: Berdasarkan hasil dan pembahasan peneliti
menyimpulkan bahwa pekerja industri aki memiliki rata-rata kadar timbal lebih
tinggi dan lebih berisiko terkontaminasi timbal dibandingkan dengan pekerja
pengecatan, peleburan timah, dan pengecoran logam. Pekerja industri yang
berumur lebih tua berisiko memiliki kadar timbal yang tinggi di dalam darah.
Saran: Peneliti selanjutnya dapat menguji korelasi tingkat kontaminasi timbal
dalam darah pada pekerja industri dengan kejadian hipertensi