DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    LITERATUR REVIEWGAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBUTENTANG PERAWATAN BALITA DENGAN DIARE BERDASARKAN BUKU KIA

    Get PDF
    Diare merupakan penyakit potensial kejadian luar biasa dan menjadi masalah di Indonesia. Prevalensi diare pada balita mengalami peningkatan tinggi hingga 8,6% berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan tahun 2013 – 2018. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak adalah dengan memperbaiki pelayanan kesehatan terutama kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Perawatan balita diare dapat dilakukan sedini mungkin berdasarkan buku KIA. Buku KIA merupakan alat untuk mendeteksi secara dini adanya gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, juga sebagai alat komunikasi dan penyuluhan dengan informasi yang penting bagi ibu guna menambah pengetahuan. Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan, dengan pengetahuan yang baik akan mempengaruhi tindakan yang baik terhadap penanganan diare pada balita. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan balita dengan diare yang bersumber dari buku KIA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Pengetahuan ibu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pendidikan, usia, pekerjaan, minat, informasi, pengalaman dan peran tenaga kesehatan. Hasil rata-rata gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan balita diare bersumber dari buku KIA adalah baik. 5 literatur dengan hasil pengetahuan baik, 3 literatur dengan hasil pengetahuan cukup dan 2 literatur dengan pengetahuan kurang. 3 literatur dengan hasil pengetahuan cukup-baik memiliki tindakan perawatan balita diare yang kurang. Hal Pengetahuan dapat ditingkatkan dengan melakukan pelatihan dapat juga dilakukan penyuluhan yang terbukti efektif. Pengetahuan tentang diare yang baik membuat pencegahan dan penanganan dengan balita diare juga baik. Perlu diberikan penyuluhan pada ibu di posyandu, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain agar dapat memanfaatkan buku KIA sebagai sumber informasi perawatan anak sehari hari

    LITERATUR REVIEW PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK

    Get PDF
    Latar Belakang : Derajat kesehatan anak saat ini belum bisa dikategorikan dengan baik, dikarenakan banyak terdapat masalah kesehatan khususnya pada anak. Pentingnya mengetahui pengetahuan hidup bersih dan sehat pada anak dapat menunjang perilaku untuk hidup lebih baik, disamping untuk menjaga dari ancaman berbagai penyakit, mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat merupakan cara agar anak senantiasa sehat. Tujuan : Penelitian literatur review bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak. Metode Penelitian : Desain penelitian ini termasuk literature review yaitu penelitian yang menemukan teori dan menganalisanya. Hasil penelitian literature review ini yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak, tidak ada kesenjangan dalam penelitian ini. Penelitian literature review di perkuat dengan 12 jurnal nasional. Simpulan dan Saran : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat anak. 7 jurnal literature menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan tentang anak mampu menciptakan kesehatan anak dan terwujudnya derajat kesehatan anak. Pendidikan kesehatan mempunyai 3 tujuan yaitu Tercapainya perubahan perilaku individu, Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan dapat merubah perilaku seseorang dan kelompok dalam bidang kesehatan

    LITERATUR REVIEW TENTANG FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB IKTERUS PADA NEONATUS

    Get PDF
    Latar Belakang :Jaundice atau ikterus neonatorum atau biasa dikenal dengan bayi kuning adalah suatu kondisi dimana terjadinya warna kuning kulit dan sklera pada bayi baru lahir, akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hyperbilirubinemia) yang selanjutnya menyebabkan peningkatan bilirubin dalam cairan luar sel (exracellular fluid). Penyebab AKB di negara-negara ASEAN diantaranya karena komplikasi kelahiran prematur (45%), asfiksia (25%), kelainan kongenital (16%), dan sepsis neonatal akut (14%). Tujuan :Penelitian ini bertjuan untuk mereview evidence terkait dengan faktorfaktor penyebab ikterus pada neonatus. Metode :Metode penelitian ini adalah penelitianliterature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google cendikia, Database Science Dierect relevan dan pubmed. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal yang diterbitkan pada tahun 2015- 2020 menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dan fulltext. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil : Berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin merupakan faktor yang menyebabkan adanya kejadian ikterus sedangkan Ibu berstatus primipara merupakan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus.Berdasarkan hasil review artikel peneliti menemukan adanya gaps dalam studi ini yaitu penelitian tentang faktor penyebab kejadian ikterus lebih banyak difokuskan kepada masalah kesehatan berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin.Masih sedikit penelitian yang meneliti tentang faktor terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus. Kesimpulan :Faktor penyebab kejadian ikterus lebih banyak difokuskan kepada masalah kesehatan berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin.Masih sedikit penelitian yang meneliti tentang faktor terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus. Saran :Perlu diberlakukan adanya kebijakan dalam mengurangi angka kejadian ikterus neonatorum serta memberikan program-program mengurangi angka kejadian ikterus neonatorum

    LITERATURE REVIEW TENTANG GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM

    Get PDF
    Mual dan muntah umumnya terjadi pada saat kehamilan, tetapi mual dan muntah yang terjadi lebih dari sepuluh kali merupakan mual dan muntah yang kronis atau biasa disebut hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum jika tidak diatasi dengan baik dapat menyebabkan abortus, berat bayi lahir rendah, kelahiran premature serta malformasi pada bayi baru lahir, hal ini disebabkan karena berkurangnya nutrisi ibu ke janin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di Negara berkembang dan Negara maju. Metode penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan teknik narrative review . Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dari artikel tersebut didapatkan tema faktor yang mempengaruhi hiperemesis gravidarum. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah faktor hiperemesis gravidarum pada ibu hamil yaitu ibu yang berumur 35 tahun, ibu dengan primigravida, ibu yang bekerja, ibu yang berpendidikan rendah dan usia kehamilan <20 minggu. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan mulu pelayanan kesehatan pada ibu hamil sesuai standar dan memberikan asuhan antenatal bermutu tinggi yang meliputi deteksi dini pengobatan atau rujukan serta mengenal tanda dan gejala hiperemesis gravidarum

    LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PERAN ORANGTUA SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA

    Get PDF
    Pernikahan usia dini dapat menimbulkan dampak negative pada kesehatan. 1.396 perempuan Indonesia dibawah umur 20 tahun pernah melahirkan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 62,15% pasangan telah menikah, dengan angka pernikahan dini 0,83% pada usia 15-19 tahun. dengan jumlah persalinan (usia 15-49 tahun) 45,23% (BPS DIY, 2019). Kota Yogyakarta memiliki presentase prnikahan usia dini 4,94% pada usia ≤16 tahun, 8,88% pada usia 17-18 tahun. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orangtua sebagai pendidik terhadap perilaku pencegahan pernikahan dini. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Schooler. Didapatkan 40 jurnal yang sesuai kata kunci kemudian dilakukan penyaringan sehingga didapatkan 10 jurnal sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil Review dari sepuluh jurnal didapatkan bahwa kurangnya peran orangtua sebagai pendidik terhadap perilaku pencegahan pernikahan usia dini pada remaja berjumlah 9 jurnal. Akibat remaja melakukan pernikahan usia dini, faktor terjadinya pernikahan usia dini disebabkan kurangnya peran orangtua dalam mendidik dilingkungan keluarga, kurangnya motivasi dalam belajar, pengaruh dari media massa dan kurangnya komunikasi dalam keluarga. Kesimpulannya adalah ada hubungan peran orangtua sebagai pendidik terhadap perilaku pencegahan pernikahan usia dini pada remaja. Diharapkan petugas kesehatan memberikan penyuluhan tentang pernikahan dini pada remaja maupun organisasi masyarakat

    LITERTUR REVIEW : FAKTOR - FAKTOR IBU PADA KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM

    Get PDF
    Faktor risiko ibu pada kejadian asfiksia penting diketahui untuk deteksi dini kejadian asfiksia dan penelitian tentang asfiksia neonatorum sudah banyak dilakukan, namun, masih ada beberapa faktor risiko yang hasilnya dijumpai tidak konsisten. Asfiksia dapat mengakibatkan keadaan hipoksia dan iskemia yang akan menimbulkan gangguan pada berbagai fungsi organ. Di Indonesia, penyebab ke-2 kematian bayi baru lahir salah satunya asfiksia yaitu sebesar 27%. Faktor risiko asfiksia neonatorum bisa dikelompok kan menjadi tiga yaitu faktor ibu, faktor bayi dan faktor tali pusat. Faktor ibu adalah Preekalampsia dan eklampsia, perdarahan abnormal, partus lama/ partus macet, demam saat persalinan, infeksi berat dan kehamilan postmatur. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor ibu pada kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan jurnal 10 tahun terakhir tentang faktor- faktor ibu pada kejadian asfiksia neonatorum. Pencarian literatur menggunakan database Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur antara lain: “Analisis faktor ibu pada kejadian asfiksia”,“maternal factors in asphyxia” dan “faktor ibu pada kejadian asfiksia. Hasil literature review menunjuk kan bahwa kejadian asfiksia dipengaruhi oleh faktor- faktor ibu antara lain preeklampsia-eklamsia, partus lama/macet, perdarahan abnormal, demam selama persalinan (infeksi berat) dan kehamilan postmature belum terbukti berhubungan dengan kejadian asfiksia. Faktor paling dominan pada analisis litertaur review ini adalah partus lama. Pencegahan kejadian asfiksia dapat dilakukan pemberian pelayanan kesehatan perlu meningkatkan pengetahuan dan skill dengan harapan dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan benar sesuai Standart Operasional Procedures (SOP) Tindakan dan kepada seluruh ibu hamil untuk lebih rutin memeriksakan kehamilannya, rutin minimal 4 kali selama kehamilan

    GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KONSUMSI TABLET FE BERDASARKAN LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Zat besi merupakan tablet tambah darah yang diperlukan oleh remaja untuk pembentukan sel darah merah. Jika terjadi penurunan sel darah merah remaja akan mengalami anemia.. Prevalensi anemia di indonesia tahun 2017 sebesar 26% umur 5- 12, pada wanita umur 13-18 sebesar 23%, di DIY tahun 2013 sebesar 35%. Dampak dari kejadian anemia pada remaja putri yaitu terjadi penurunan konsentrasi belajar, penurunan kesegaran jasmani ketika terjadi penurunan kesegaran jasamni remaja putri akan mudah lelah, mudah terinfeksi dan menghambat kemampuan akademiknya dalam belajar serta berfikir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menganalisis jurnal yang berkaitan dengan konsumsi tablet Fe pada remaja putri. Hasil literatur review ini menunjukan bahwa tema pertama pengetahuan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe terdapat beberapa faktor yang dapat dipengaruhinya yaitu Tingkat pendidikan, Informasi dan Media massa, Sosial Budaya, dan Lingkungan, tema kedua yaitu cara mengonsumsi tablet Fe, cara konsumsi tablet Fe dapat dilihat pada patuh dan tidak patuh dalam mengonsumsi Fe, seperti meminum tablet Fe sesuai dengan dosis yang telah diberikan, tidak menghentikan konsumsi tablet Fe sebelum waktunya, tidak meminum tablet Fe dengan kopi, tidak mual setelah minum tablet Fe dan tablet Fe diminum setiap hari, tema ke tiga adalah kebutuhan zat besi pada remaja, Kebutuhan zat besi kurang dapat dicukupkan dengan cara mengonsumsi tablet Fe dan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi serta menjaga pola makan, pola makan yang dianjurkan yaitu makanan yang mengandung zat besi paling baik adalah daging, ayam, ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau dan pisang ambon, karena makanan yang berasal dari hewani lebih mudah diserap oleh tubuh

    Literature Review Gambaran Luaran Ibu Bersalin Usia Remaja

    Get PDF
    Usia ibu yang terlalu muda pada kehamilannya akan menjadi patologis saat akan menghadapi persalinan. Beberapa komplikasi kehamilan dan persalinan dapat membahayakan ibu bersalin usia remaja. Indonesia, berdasarkan data survei rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), angka kehamilan dan kelahiran pada usia remaja 10-19 tahun mencapai 48,5 juta kasus pada tahun 2017. Sedangkan catatan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY tahun 2016, 774 remaja perempuan yang semestinya masih berstatus pelajar melahirkan bayi. Persalinan pada remaja tertinggi terjadi pada usia 15-19 tahun. Dari angka 774 remaja perempuan yang melahirkan itu, 686 diantaranya berasal dari kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja di Yogyakarta. Untuk mengetahui hasil luaran ibu bersalin usia remaja. Pada penelitian ini menggunakan metode Literature review studi pencarian sistematis data base komputerisasi antara lain PUBMED dan google scholer. Literature review dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan “Luaran Ibu Bersalin Usia Remaja” pada 10 tahun terakhir. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin ibu remaja yaitu usia remaja awal (10-14) tahun dan usia remaja tengah (15-19) tahun. Berdasarkan analisis bahwa hasil penelitian literature review ini menunjukan adanya resiko pada luaran ibu bersalin usia remaja. Hal tersebut dikarenakan usia ibu yang lebih muda atau lebih tua pada saat kehamilan maka akan lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan, disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil. Peran bidan sangat penting dalam memberikan promosi kesehatan reproduksi kepada remaja putri agar menghindari kehamilan pada usia remaja dan memberikan informasi kepada ibu yang sedang hamil usia remaja terkait komplikasi pada kehamilan dan persalinan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan komplikasi pada persalinan usia remaja

    LITERATURE REVIEW GAMBARAN PELAKSANAAN METODE PRECEPTORSHIP PADA PROSES BIMBINGAN MAHASISWA PRAKTIK KLINIK

    Get PDF
    Metode Preceptorship adalah suatu periode (preceptorship) untuk membimbing dan memotivasi semua praktisi baru yang memenuhi persyaratan untuk melewati perubahan peran dari mahasiswa untuk mengembangkan kualitas praktek mereka lebih lanjut. Sehingga mahasiswa akan lebih percaya diri dengan lingkungan barunya, dalam peran barunya sebagai perawat. Preceptor adalah seseorang yang telah memiliki pengalaman pada pelayanan kesehatan, bekerja bersama mahasiswa pada seting klinik, berperan sebagai pendidik klinis sekaligus sebagai seorang perawat profesional. Preceptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Metode pembelajaran klinik yang digunakan dalam membimbing dan menilai mahasiswa adalah BST, Mini-CEX, dan DOPS. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini adalah Literatur Review berbasis jurnal dengan metode pencarian menggunakan electronic data base yang dapat diakses full text. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi pada tahun 2011-2020. Database kesehatan yang relevan termasuk Pudmed, Sciendirect, Garuda dan Google scholar. Berdasarkan hasil revie 10 jurnal didapatkan bahwa pelaksanaan metode preceptorship pada proses bimbingan mahasiswa paktik klinik sudah terlaksana dengan efektif atau baik dengan adanya pelaksanaan apersepsi dan orientasi klinik sebelum pembelajaran klinik, terlaksananya kontrak belajar yang telah disepakati, peran preceptor sebagai role model. Selain itu preceptor sudah memiliki pengetahuan mengenai preceptorship, mengikuti pelatihan preceptorship, pengalaman kerja, dan pengalaman menjadi instruktur klinis yang memadai sehingga menjadi model peran untuk guru

    HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Gangguan menstruasi merupakan masalah ginekologi yang serius cukup sering ditemukan pada wanita dan pelayanan kesehatan primer dan merupakan masalah yang sering ditemukan dengan prevalensi 75% pada remaja akhir. Dan akibat gangguan siklus menstruasi tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup dan menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga dapat mengganggu produktifitas. Salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi adalah faktor stres. Pemicu stress pada mahasiswi adalah menghadapi atau menjalani perkuliahan yang terlalu padat, saat mereka akan menghadapi ujian semester (UTS/UAS/UPRAK), kekhawatiran menghadapi sidang serta penyusunan tugas akhir. Tujuan literature review untuk menganalisisi literature yang berhubungan dengan Hubungan Tingkat Stres dengan gangguan siklus menstruasi. Metode yang digunakan adalah strategi secara komprehensif, seperti artikel dalam data base jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain google scholer. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “Hubungan Tingkat Stres Pada Mahasiswi Dengan Gangguan Siklus Menstruasi” dengan menggunakan 10 jurnal dengan rentang tahun terbit 2010-2020. Kemudian memilih artikel yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis didapatkan salah satu penyebab gangguan siklus menstruasi adalah stres, stres dapat mempengaruhi kehidupan seseorang seperti stres mental, perubahan perilaku, masalah-masalah dalam interaksi dengan orang lain dan keluhan fisik lain yang salah satunya adalah gangguan siklus menstruasi. Hubungan antara stres dengan siklus menstruasi juga ditandai dengan adanya hormon kortisol sebagai produk dari glukokortioid korteks adrenal yang disintesa pada zona fasikulata yang bisa mengganggu siklus menstruasi karena mempengaruhi jumlah hormon progesteron dalam tubuh. Jumlah hormon kortisol dalam darah yang terlalu banyak inilah yang dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇