DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA ATLET BULUTANGKIS

    Get PDF
    Latar Belakang : Fleksibilitas memberikan kontribusi pada pekerjaan dan olahraga terutama olahraga bulutangkis, kondisi fleksibilitas seseorang akan sangat mempengaruhi bahkan menentukan gerak serta penampilannya. Terdapat resiko cedera hamstring pada atlet 82% dari anak-anak hingga dewasa yang semakin meningkat setiap tahunnya. Kondisi otot hamstring yang mengalami pemendekan mempengaruhi keseimbangan kerja otot yang berdampak terhadap munculnya gangguan-gangguan lainnya dalam aktivitas individu. Usia dan jenis kelamin sangat mempengaruhi tingkat fleksibilitas seseorang. Orang dewasa memiliki tingkat fleksibilitas yang rendah dari pada anak-anak. Berdasarkan karakteristik jenis kelamin laki-laki sering mengalami cedera dibandingkan perempuan yaitu 43 orang (72,9%) dibandingkan 16 orang (27,1%). Tujuan : mengetahui hubungan usia terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis dan hubungan jenis kelamin terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis. Metode : Jenis penelitian observational dengan desain analytic cross sectional study bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis, dengan besar sampel 40 orang. Teknis analisis dengan menggunakan uji univariat dengan tabel distribusi frekuensi dengan uji bivariat menggunakan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji korelasi rank spearman. Hasil : hubungan usia terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis didapatkan hasil (p=0,536), dan hubungan jenis kelamin terhadap fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis didapatkan hasil (p=0,867) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara 2 variabel tersebut. Kesimpulan : Tidak ada hubungan usia dan jenis kelamin berdasarkan nilai fleksibilitas otot hamstring pada atlet bulutangkis. Saran : Meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi fleksibilitas otot hamstring. Dan bisa untuk menambahkan jumlah responden sehingga cakupannya menjadi lebih luas

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN TABLET FE TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMK SWADAYA TEMANGGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK: Anemia merupakan masalah gizi utama yang terjadi di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO) wanita dengan usia 15-49 tahun yang menderita anemia di enam negara sebesar 409-595 juta orang (Dignass, et al., 2015).Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, prevalensi anemia tertinggi di Indonesia ditemukan pada kelompok remaja perempuan usia 15-19 tahun sebesar 38,5%. Angka kejadian anemia di Jawa Tengah pada tahun 2013 mencapai 57,1%, sedangkan di Wilayah Puskesmas Temanggung masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya mencapai angka 4,21% (Data Puskesmas Temanggung,2018). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pemberian tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada remaja putri di SMK Swadaya Temanggung.Penelitian dilakukan di SMK Swadaya Temanggung dengan jenis penelitian quasi-eksperimental design. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri dengan sampel sebanyak 46 siswi yang diambil dengan metode purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji T-Test Independent.Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 46 siswi sebanyak 45 siswi dengan kadar Hb > 11gr/dl dan 1 siswi dengan kadar Hb < 11 gr/dl. hasil uji T-Test Independentmenujukkan nilaip value yaitu 0,00 < 0,05 yang berarti Ha diterima Ho ditolak atau berarti bahwa pemberian tablet tambah darah efektif terhadap kadar Hb dimana terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Melibatkan seluruh pihak dari pihak sekolah maupun dinas kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif menanggulangi masalah anemia pada remaja

    PERBEDAAN PENGARUH SENAM BUGAR LANSIA DENGAN BALANCE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN POSTURAL LANSIA:METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Lanjut usia merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang perkembanganya dari anak- anak, dewasa yang akhirnya menjadi tua. Jatuh merupakan insiden yang paling sering dialami oleh orang lanjut usia, dan insiden tersebut dapat menyebabkan masalah yang serius, sekitar 30% dari lansia berusia lebih dari 65 tahun.Postur tubuh dalam menjaga keseimbangan merupakan hal yang sangat penting terutama bagi lansia untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Perubahan postur akan sangat kesulitan untuk mengontrol keseimbangan. Tujuan dari tubuhmelakukan keseimbangan ialah untuk menyanggah, melawan gravitasi dan faktor eksternal lain, mempertahanakan pusat agar sejajar dan seimbang dengan bidang tumpupusat gravitasi hampir selalu berubah. Postur tubuh lanjut usia sebagian besar mengalami perubahan ini mengakibatkan penurunan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan postural. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh senam bugar dengan balance exercise terhadap peningkatan keseimbangan postural lansia. Metode : Penelitian ini menggunakan narrative review dengan framework PICO untuk mengidentifikasi artikel Google Scholar, Scien Direct dengan kata kunci yang ditentukan, kemudian dimasukan dalam floewchart, data hasil narasi, menyusun meringkas dan melaporkan hasil. Hasil : Identifikasi artikel yang membahas senam bugar dengan menunjukan nilai rata-rata selisih peningkatan sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 120,87, sedangkan balance exercise dengan nilai rata-rata selisih peningkatan sebelum dan sesudah perlakuan sebesar 82,054.Kesimpulan :Ada perbedaan pengaruh peningkatan keseimbangan postural lansia yang signifikan antara intervensi senam bugardengan balance exercise. Saran : Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengambilan data secara langsung agar diperoleh hasil yang lebih real

    SISTEM KULTUR ARTIFISIAL SEBAGAI TEKNOLOGI BIOMANUFAKTUR PLURIPOTENT STEM CELLS SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Pluripotent stem cells (PSCs) merupakan jenis sel yang belum memiliki fungsi spesifik dan mampu berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel penyusun tubuh manusia. Keunggulan PSCs telah memberikan perhatian besar dalam dunia penelitian dan aplikasi bidang kesehatan. Aplikasi PSCs beberapa diantaranya ialah transplantasi sel, pengembangan obat, ujitoksikologi, diseases modelling dan studi organogenesis. Beberapa literatur melaporkan bahwa aplikasi PSCs umumnya membutuhkan jumlah sel yang banyak, yaitu kurang lebih 10 sampai 100 juta sel. Teknik kultur sebagai teknologi biomanufaktur PSCs secara in vitro merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kualitas dan jumlah perbanyakan PSCs. Teknik kultur PSCs dapat dilakukan melalui tiga macam teknik, yaitu teknik adherent, teknik suspensi dan teknik adherent yang diadaptasikan pada kultur suspensi. Teknik kultur yang digunakan untuk produksi skala besar umumnya baik menggunakan teknik kultur suspensi atau kultur adherent yang diadaptasikan pada kultur suspensi karena lebih menyerupai kondisi in vivo dan mampu menyediakan interaksi antar sel yang baik. Teknik kultur dalam produksi kultur PSCs dapat dioptimalkan dengan penggunaan sistem bioreaktor. Beberapa sistem bioreaktor yang dapat digunakan antara lain stirred tank bioreactor, rotating wall bioreactor, wave bioreactor, rotating erlenmeyer flask bioreactor dan hollow fiber bioreactor. Namun demikian, penggunaan teknik kultur adherent yang diadaptasikan pada kultur suspensi secara teknis perlu dioptimalkan dengan penggunaan microcarrier dan mikroenkapsulasi pada sel kultur. Adapun keberhasilan teknologi biomanufaktur PSCs juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti media pertumbuhan, matriks ekstraseluler, Oksigen, pH dan shear stress. Faktor-faktor tersebut dapat mempertahankan sifat pluripotensi kultur PSCs dan mendukung perolehan jumlah sel yang banyak sesuai kebutuhan penelitian dan aplikasi PSCs

    Stereotip Penderita Skizofrenia Dalam Film Joker

    No full text
    Media massa dapat berperan dalam menguatkan stereotip penderita skizofrenia pada masyarakat, salah satunya melalui film. Joker adalah film yang menceritakan hidup Arthur mengalami gangguan mental skizorenia. Skizofrenia adalah sebuah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi dan perubahan perilaku, juga kerap mendapatkan perilaku tidak adil dari orang disekitarnya dan memicunya melakukan kejahatan. Stereotip terhadap seseorang dapat diberikan melalui mitos yang melekat terhadap kelompok pada seseorang tersebut bergabung, penderita skizofrenia mendapatkan stereotip berdasarkan mitos skizofrenia yang telah dipercaya oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan streotip penderita skizofrenia yang digambarkan dalam film Joker. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos mengenai penderita skizofrenia masih banyak ditunjukkan dalam film Joker. Mitos yang terus ditunjukkan dalam media salah satunya film, membuat stereotip penderita skizofrenia menjadi semakin melekat. Stereotip penderita skizofrenia dalam film Joker adalah negatif. Stereotip yang ditunjukkan dibagi menjadi dua yaitu penyebab dan dampaknya. Pertama, dari sisi penyebabnya yang ditunjukkan dalam film adalah kekerasan dan rasa benci yang dialami pada masa kecil akan menimbulkan sifat asosial dan benci pada semua orang, sehingga streteotip yang didapat adalah penderita skizofrenia disebabkan oleh kekerasan orang tua. Kedua, dari sisi dampak yang ditunjukkan dalam film antara lain Arthur dianggap bodoh dan berperilaku aneh sehingga stereotip yang didapat penderita skizofrenia tidak mampu memiliki kehidupan dan pekerjaan. Arthur tidak dapat membedakan halusinasi, realita dan sulit untuk mengontrol emosinya, sehingga stereotipnya penderita skizofrenia mengalami halusinasi, serta dapat berbahaya bagi masyarakat dan menyebabkan kekerasan

    HUBUNGAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN SPOTTING

    Get PDF
    Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah dan kualitas sumberdaya manusia dengan kelahiran 5.000.000 pertahun. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi, di kawatirkan hasil pembangunan tidak akan berarti. Dalam upaya mewujudkan penanganan efek samping KB suntik pada akseptor KB suntik dibutuhkan peran serta yang baik dari tenanga kesehatan (bidan) setempat. Peran serta masyarakat dalam program kependudukan dan KB, untuk menyesuaikan program KB perlu adanya kerjasama anatara pemerintah dengan masyarakat, masyarakat sebagai pengguna atau sebagai partisipan dalam program tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan KB suntik 3 bulan dengan gangguan Spotting . Metode Penelitian ini menggunakan literature review yang menggali bagaimana pengaruh KB suntik 3 bulan dengan gangguan Spotting. Dalam pencarian jurnal menggunakan metode naratif dengan tabel picot. Sumber untuk melakukan studi tinjuan literature (literature review) dengan studi pencarian sistematis database komputerisasi (Google scholar Indonesia) dalam bentuk jurnal berjumlah 711 jurnal dengan kata kunci: Kb suntik 3 bulan dan gangguan spotting, jurnal yang digunakan berjumlah 12 jurnal. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara garis besar seseorang yang menggunakan KB Suntik 3 bulan akan mengalami spotting pada tahun pertama, Setelah melewati 1 Tahun mayoritas responden akan mengalami Amenorhoe. Dampak Spotting tidak terlalu signifikan diperhatikan responden, mayoritas responden menerima efek samping terjadinya Spotting. Kejadian Spotting mayoritas menjadi efek kedua yang sering dialami oleh responden. Saran yang diharapkan pada tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi kepada wanita usia subur tentang dampak KB suntik 3 bulan agar responden dapat mempertimbangkan dengan matang pemilihan alat kontraseps

    FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2 – 5 TAHUN DI PUSKESMAS PIYUNGAN KABUPATEN BANTUL

    Get PDF
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh (berat badan lahir rendah, kecil, pendek, kurus) pada anak balita ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama serta terjadinya infeksi berulang yang berdampak buruk terhadap perkembangan kognitif dan motorik serta balita akan memiliki gangguan metabolik pada saat dewasa. Di Indonesia berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan angka kejadian stunting sebesar 30,8%. Salah satu wilayah di Indonesia yaitu di Yogyakarta, prevalensi stunting pada balita sebesar 13,86% dan khusus di Kabupaten Bantul kejadian stunting mencapai angka 22,89%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 2 – 5 tahun di Puskesmas Piyungan Bantul. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu 194 balita, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dengan p-Value (0,000) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tinggi badan dan status penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita usia 2 – 5 tahun di Desa Srimartani Kabupaten Bantul. Bagi orantua balita diharapkan dapat rutin melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak di posyandu maupun di pelayanan kesehatan lainnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan agar orangtua dan tenaga kesehatan dapat mengetahui secara dini apabila terdapat kelainan dalam tumbuh kembang anak sehingga dapat segera dilakukan penangana

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERSEPSI IBU TERHADAP DUKUNGAN SUAMI PADA KEBERHASILAN ASI EKSLUSIF

    Get PDF
    Generasi penerus yang sehat dan cerdas bisa dipersiapkan sebaik mungkin sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dimulai sejak fase kehamilan (280 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Perbaikan gizi pada periode ini akan menunjang proses tumbuh kembang bayi, salah satu perbaikan gizi adalah dengan cara meningkatkan presentase ASI ekslusif. . Suami dan orang tua adalah pihak yang dapat memberikan pengaruh kepada ibu untuk memaksimalkan pemberian ASI ekslusif. Selain itu, dalam kehidupan rumah tangga suami dan istri memiliki hak yang sama dalam merawat anak oleh karena itu, suami diharapkan dapat memberikan dukungan saat ASI ekslusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi ibu terhadap dukungan suami pada keberhasilan ASI Ekslusif. Metode penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal julnal online seperti google scholar, Jurnal Ilmiah Bidan. penelitian lainnya yang diperoleh dari bagan acuan yang landasan kegiatan penelitian. Kriteria inklusi dalm penelitian ini yaitu jurnal yang diterbitkan pada tahun 2010-2020 menggunakan bahasa Indonesia dan fulltext. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil review sepuluh jurnal didapatkan bahwa persepsi ibu terhadap dukungan suami 5 jurnal melaporkan bahwa 13,8%64,5% dukungan emosional suami memiliki dukungan kurang mengenai pemberian ASI Ekslusif keberhasilan ASI Ekslusif 5 jurnal melaporkan bahwa keberhasilan ASI Ekslusif cukup. Hubungan persepsi ibu terhadap dukungan suami pada keberhasilan ASI Ekslusif dari sepuluh jurnal melaporkan ada hubungan persepsi ibu terhadap dukungan suami pada keberhasilan ASI Ekslusif

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENARCHE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI

    Get PDF
    Di Indonesia diperkirakan 20% remaja awal sudah mengalami menarche dan mendapatkan menarche rata - rata pada usia 11 tahun. Sudjana (2015), menyatakan bahwa hampir seluruh remaja putri yang menghadapi menarche mengalami kecemasan yaitu sebesar 96,5%, dan hanya 3,4% remaja yang tidak merasa cemas. Dampak dari perubahan psikologis mengakibatkan minimnya kemampuan remaja untuk menguasai dan mengontrol emosi. Kondisi ini membuat remaja putri menjadi kurang bertenaga, keengganan bekerja, bosan pada setiap kegiatan yang melibatkan perorangan, kurang bergairah melaksanakan tugas-tugas disekolah yang menyebabkan tidak stabilnya prestasi remaja putri. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan pada remaja putri. Penelitian ini adalah penelitian literature review dengan menggunakan jurnal. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online di google scholar yang diterbit pada tahun 2010 - 2020 menggunakan bahasa Indonesia dan fulltext. Keadaan cemas yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan anak tidak siap menerima datangnya menarche. Dampak lanjut ketidaksiapan menghadapi menarche pada remaja putri dapat menimbulkan kecemasan, gejala-gejala patalogis seperti rasa takut, konflik batin, dan gangguan lainnya yaitu berupa pusing, mual, disminorhea dan menstruasi tidak teratur. Berdasarkan hasil review jurnal yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan tentang menarche dengan tingkat kecemasan pada remaja putri awal. Pengetahuan merupakan faktor penentu yang penting untuk mengubah perilaku kesehatan

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DAN RIWAYAT KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN KETUBAN KETUBAN PECAH DINI

    Get PDF
    Salah satu penyebab meningkatnya AKI dan AKB disebabkan karena komplikasi yang terjadi akibat ketuban pecah dini (KPD). Ketuban pecah dini adalah pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan. Insiden KPD di Indonesia tahun 2018 sebanyak 4,5%-6% dari total seluruh kelahiran di Indonesia tahun 2018, 3-18 % terjadi pada kehamilan preterm, sedangkan pada kehamilan aterm sekitar 8-10%. Infeksi saluran kemih (ISK) dan riwayat KPD merupakan faktor risiko penyebab ketuban pecah dini (KPD). Untuk mengurangi kejadian KPD pemerintah Indonesia telah meningkatkan pelayanan antenatal care, pertolongan persalinan bersih dan aman oleh tenaga kesehatan terampil, pelayanan PONED dan PONEK. Peran masyarakat seperti deteksi dini, pengurangan risiko kesakitan hingga kematian, mengikuti ANC terpadu dan mulai sadarnya kebutuhan selama kehamilan sangatlah penting dalam melaksanakan program yang telah dibuat pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan review hubungan infeksi saluran kemih dan riwayat KPD dengan KPD. Metode penelitian ini menggunakan literature review dimana metode ini adalah serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematus database dari PubMed dan Google Scholar dalam bentuk jurnal yang berjumlah 14 jurnal. Hasil menujukkan bahwa 7 jurnal menujukkan adanya hubungan ISK dengan kejadian KPD dengan risiko terbesar 2,64 kali lipat dan 7 jurnal menujukkan adanya hubungan riwayat KPD dengan kejadian KPD dengan risiko terbesar 14,143 kali lipat. ISK pada kehamilan sebagian besar di sebabkan karena bakteriusia dalam urin ibu hamil. Bakteriuria tersebut meruakan penyebab ISK symptomatic yang dapat mengakibatkan KPD pada kehamilan preterm maupun aterm. Sedangkan riwayat KPD terjadi akibat yang memiliki riwayat KPD mengindikasi bahwa terlah terjadi kerusakan serviks pada persalinan sebelumnya

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇