DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Perbedaan pengaruh quadriceps setting exercise dan progressive resistance exercise terhadap peningkatan lingkup gerak sendi osteoarthritis knee
Latar Belakang : Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang terjadi pada
sendi lutut sebagai akibat dari kerusakan tulang rawan artikular dan terjadi
pembentukan tulang baru pada permukaan sendi, menyebabkan kelemahan otot serta
tendon yang dapat membatasi gerakan dapat menyebabkan rasa sakit. Latihan yang
diberikan untuk meningkatkan lingkup gerak sendi antara lain quadriceps setting
exercise dan progressive resistance exercise. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh pemberian quadriceps setting exercise dan perogressive resistance exercise
terhadap peningkatan lingkup gerak sendi osteoarthritis knee. Metode : Penelitian ini
menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre and post two group design.
Sampel dalam penelitian ini adalah pasien osteoarthritis di RS Condong Catur Sleman,
jumlah sampel sebanyak 24 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok I
(n=12) diberikan quadriceps setting exercise. Sedangkan kelompok II (n=12)
diberikan progressive resistance exercise. Kedua kelompok diberikan latihan selama
4 minggu dengan 2 kali pertemuan dalam satu minggu. Lingkup gerak sendi diukur
dengan goniometer. Hasil : Hasil penelitian menggunakan paired t-test pada
kelompok I dan kelompok II p=0,000 dimana (p=0,05) yang berarti ada pengaruh
pemberian quadriceps setting exercise dan progressive resistance exercise terhadap
peningkatan lingkup gerak sendi osteoarthritis knee. Hasil independent sampel t-test
pada kedua kelompok sesudah perlakuan menunjukan p=0,070 (p>0,05) yang berarti
tidak ada perbedaan pengaruhyang signifikan antara dua kelompok. Simpulan : Tidak
ada perbedaan pengarus quadriceps setting exercise dan progressive resistance
exercise dalam meningkatkan lingkup gerak sendi osteoarthritis knee. Saran :
Diharapkan peneliti selanjutnya agar melakukan pengukuran yang lebih teliti
Studi kasus prosedur pemeriksaan colon in loop pediatrik dengan klinis suspect megacolon congenital
Prosedur pemeriksaan colon in loop pediatrik dengan klinis suspect megacolon congenital di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten menggunakan alat pesawat sinar-x tanpa dilengkapi fluoroscopy dan bahan menggunakan media kontras barium sulfat serta melakukan teknik pemeriksaan plain foto proyeksi anteroposterior (AP), proyeksi AP post kontras dan lateral post kontras. Menurut Lampignano & Kendrick (2018), alat yang digunakan pesawat sinar-x yang dilengkapi dengan fluoroscopy dan bahan menggunakan water soluble serta melakukan teknik pemeriksaan plain foto proyeksi AP, proyeksi AP post kontras, proyeksi Lateral Decubitus, proyeksi Lateral Dorsal Decubitus dan post evakuasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan colon in loop pediatrik klinis suspect megacolon congenital di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten dan alasan pemeriksaan colon in loop pediatrik dengan klinis megacolon congenital di RSU Islam Klaten tidak menggunakan proyeksi AP post evakuasi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2022 hingga juni 2023 di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten. Pengambilan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara langsung, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah 3 Radiografer dan 1 Dokter Spesialis Radiologi di Instalasi Radiologi RSU Islam Klaten. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini melalui tahap pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan colon in loop pediatrik dengan klinis suspect megacolon congenital dimulai dari persiapan pasien, alat dan bahan, teknik pemasukan media kontras dan teknik pemeriksaan. sebaiknya menggunakan pesawat sinar-X dilengkapi fluoroscopy untuk memungkinkan visualisasi pergerakan media dalam usus besar, sebaiknya untuk bahan media kontras menggunakan bahan water soluble yang mudah diserap oleh tubuh dan aman, dan sebaiknya untuk proyeksi ditambah dengan proyeksi AP post evakuasi karena memastikan bahwa saluran pencernaan telah sepenuhnya kosong dan membantu mengidentifikasi kelainan yang tidak terlihat
Hubungan Antara Problem Focused Coping dengan Risiko Perilaku Kekerasan pada Pasien Skizofrenia di RSJ Grhasia Yogyakarta
Latar belakang penelitian: Perilaku kekerasan merupakan salah satu respon marah
yang diekspresikan denagn melakakukan ancaman, mencederai orang lain, dan
merusak lingkungan.
Tujuan: mengetahui hubungan antara problem focused coping dengan risiko
perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY.
Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
waktu cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel
yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 60 pasien skizofrenia dengan risiko
perilaku kekerasan yang ada di ruang rawat inap RSJ Grhasia DIY. Alat yang
digunakan adalah kuesioner problem focused coping dan risiko perilaku kekerasan
yang sudah di uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis yang digunakan adalah uji
statistik kendall tau.
Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa problem focused coping
pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY didapatkan paling banyak dalam kategori
sedang yaitu 36 responden (60,0%), risiko perilaku kekerasan pasien skizofrenia di
RSJ Grhasia DIY dalam kategori sedang yaitu sebanyak 28 responden (38,3%). Hasil
analisis kendall tau sebesar 0,000 (p value <0,05) dengan nilai koefisien korelasi
(0,525).
Simpulan dan saran: Ada hubungan problem focused coping dengan risiko perilaku
kekerasan pada pasien skizofrenia di RSJ Grhasia DIY. Untuk itu pasien dan
keluarga diharapkan memahami problem focused coping dengan risiko perilaku
kekerasan pada pasien guna mengatisipasi dan mengurangi risiko perilaku kekerasan
Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Efektifitas Pemberdayaan Keluarga Pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review
Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang membutuhkan
perawatan dalam jangka waktu yang lama. Dalam hal ini, dukungan perawat pada
aspek dukungan informasi khususnya psikoedukasi dibutuhkan karena merupakan
salah satu faktor penting dalam memberikan edukasi maupun informasi serta
pelatihan kepada keluarga dalam melakukan perawatan penyakit Diabetes Mellitus.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi
terhadap efektifitas pemberdayaan keluarga pada pasien diabetes melitus.
Metode : Studi ini menggunakan Literature Review dengan desain penelitian quasi
experimental. Data base yang digunakan adalah Google Scholar dan Pubmed,
dengan tahun terbit 2013 sampai 2023 merupakan jurnal Nasional maupun
Internasional. Seleksi studi sesuai dengan kriteria inklusi, terdapat 4 jurnal yang
memenuhi kriteria inklusi. Setelah itu dilakukan penilaian kualitas kelayakan
menggunakan JBI Critical appraisal.
Hasil : Hasil analisis menggunakan desain quasi experimental secara keseluruhan
menunjukan pengaruh psikoedukasi terhadap efektifitas pemberdayaan keluarga dan
secara keseluruhan menunjukan bahwa psikoedukasi sangat berpengaruh terhadap
efektifitas pemberdayaan keluarga pada pasien Diabetes Melitus.
Simpulan dan Saran : Diharapkan pasien dapat mendapatkan pengetahuan terkait
pengaruhnya dukungan edukasi terhadap pemberdayaan keluarga pada proses
perawatan secara mandiri, sehingga tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Serta diharapkan keluarga dapat berdaya dalam melakukan perawatan secara mandiri
sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), yang merupakan pedoman atau
acuan untuk melaksanakan tugas perawatan sesuai dengan fungsi dan tujuan perawatan
berdasarkan indikator teknis serta prosedural perawatan
Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia di Puskesmas Kejobong Purbalingga
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit degeneratif, umumnya tekanan
darah bertambah secara perlahan dengan seiring bertambahnya umur. Hipertensi
terjadi paling banyak pada kelompok usia lansia. Dukungan keluarga sangat berperan
penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada lansia yang terkena
hipertensi, keluarga menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan
keyakinan dan nilai kesehatan individu.
Tujuan : Menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum
obathipertensi pada lansia.
Metode : Metode penelitian ini adalah analitik korelasional. Pendekatan waktu
dengan menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total
sampling, jumlah responden sebanyak 41 orang.
Hasil Penelitian : Hasil uji statistic menggunakan spearman rank dengan nilai
koefisien korelasi (τ) = 0,749 dan signifikan (p) = 0,000 ˂ 0,05. Hasil tersebut
menunjukan bahwa secara statistik terdapat hubungan positif yang signifikan dengan
kategori sangat kuat antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat hipertensi.
Simpulan dan Saran : Dari hasil penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada lansia.
Diharapkan lansia dapat meningkatkan kepatuhan dalam minum obat hipertensi
Hubungan pengetahuan dengan sikap seks pranikah pada mahasiswa fakultas ilmu kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tahun 2022
Latar belakang Dalam data SDKI 2017 tercatat 80% wanita dan 84% pria mengaku
pernah berpacaran. Kelompok umur 15-17 merupakan kelompok umur mulai pacaran
pertama kali, terdapat 45% wanita dan 44% pria. Kebanyakan wanita dan pria
mengaku saat berpacaran melakukan berbagai aktivitas. Masa remaja adalah masa
transisi peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, masa dimana perilaku
remaja ingin mencoba hal-hal baru. Remaja dapat terjebak dalam seks pranikah salah
satunya akibat dari kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi termasuk
dampak seksual pranikah berisiko. Tujuan Penelitian Mengetahui hubungan antara
pengetahuan dengan sikap seks pranikah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian ini menggunakan Cross
Sectional dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian
ini adalah Mahasiswa semester 1 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ’Aisyiyah
Yogyakarta dengan jumlah 92 mahasiswa responden yang diberikan kuesioner
pengetahuan dan sikap seks pranikah. Hasil Penelitian ini menunjukan 92 responden
sebagian besar memiliki pengetahuan kategori baik dengan sikap negatif sebanyak 38
responden (42%), responden yang memiliki pengetahuan baik dengan sikap positif
sebanyak 11 responden (12%), responden yang memiliki pengetahuan cukup dengan
sikap negatif sebanyak 37 responden (40%), responden yang memiliki pengetahuan
cukup dengan sikap positif sebanyak 5 responden (5%), dan responden yang memiliki
pengetahuan kurang dengan sikap sebanyak 1 responden (1%), dilakukan juga analisis
uji korelasi menggunakan statistik Non parametrik yaitu analisis Kendall’s Tau yang
diperoleh adalah ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap seks pranikah yaitu
0,026 dimana nilai signifikansi kurang dari 0,05 dengan keeratan korelasi sebesar
0,178 yang berarti keeratan korelasi sangat lemah. Kesimpulan : ada hubungan antara
pengetahuan dengan sikap seks pranikah pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta. Peran Pembimbing Akademik dan PIK-M
Mahkota puri melakukan skrining dan memberikan peningkatan penyuluhan dan
konseling kesehatan reproduksi seks pranikah
Pengaruh pemberian abdominal drawing-in maneuver terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita low back pain myogenic
Latar Belakang : Kondisi kemampuan fungsional atau aktifitas seseorang dengan
aktifitas yang berat akan berakibat terjadinya keluhan nyeri punggung bawah. Hal
ini biasa disebut dengan istilah low back pain atau gangguan pada otot area
punggung akibat penggunaan otot yang berlebihan dari aktifitas yang dilakukan.
Low back pain myogenic adalah gangguan otot punggung bagian bawah yang
terjadi karena aktivitas sehari-hari yang berlebihan seperti duduk lama, berdiri
lama, mengangkat beban berat yang tidak benar dengan nyeri tumpul yang tidak
menyebar ke kaki. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh latihan Abdominal drawing-in Maneuver terhadap penurunan nyeri pada
penderita Low Back Pain Myogenic. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini
adalah pre-experimental dengan pre test dan post test one group design. 18 orang
penderita low back pain myogenic dengan usia 35-65 tahun menjadi sampel dengan
purposive sampling. Sampel melakukan latihan Abdominal Drawing-In Maneuver
sebanyak 2 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur
Oswetry Disability Indek (ODI) untuk mengukur tingkat kemampuan fugsional.
Uji normalitas menggunakan Shapiro wilk test, Uji hipotesis menggunakan Paired
Sampel T-test untuk mengetahui peningkatan kemampuan fungsional. Hasil : Hasil
penelitian pada 18 orang yang mengalami low back pain mygenic dengan uji
Paired Sampel T-test adalah p = 0,000 (p<0,05) menunjukan adanya pengaruh
pemberian abdominal drawing-in maneuver terhadap peningkatan kemampuan
fungsional pada low back pain myogenic. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian
abdominal drawing-in maneuver terhadap peningkatan kemampuan fungsional
pada penderita low back pain myogenic. Saran : Untuk peneliti selanjutnya hasil
penelitian bisa digunakan sebagai masukan untuk diteliti lebih lanjut dengan
menggunakan variabel lainnya
Hubungan komunikasi non-verbal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat Nakula Sadewa RSUD Panembahan Senopati Bantul
Latar Belakang: Kepuasan pasien adalah salah satu tujuan pelayanan kesehatan.
Kepuasan sangat penting untuk mengetahui kualitas dan mutu pelayanan kesehatan.
Faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan salah satunya komunikasi perawat
khususnya komunikasi non-verbal perawat.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara komunikasi non-verbal perawat dengan tingkat
kepuasan pasien di ruang rawat nakula sadewa RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan
desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian ini
adalah orang tua pasien ruang rawat inap nakula sadewa sejumlah 67 orang,
pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data dengan
kuesioner komunikasi non-verbal perawat dan kuesioner kepuasan pasien. Data
penelitian dianalisis menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Berdasarkan uji Kendall Tau didapatkan hasil bahwa mayoritas komunikasi
non-verbal perawat pada kategori sedang (100%), mayoritas memiliki tingkat
kepuasan cukup puas (77,6%). Hasil analisis bivariate (p value= 0,013<0,05)
menunjukkan hubungan antara komunikasi non-verbal perawat dengan tingkat
kepuasan pasien di ruang rawat nakula sadewa RSUD Panembahan Senopati Bantul
dengan nilai koefisien korelasi 0,223 menunjukkan korelasi dalam kategori rendah.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara komunikasi non-verbal perawat
dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat nakula sadewa RSUD Panembahan
Senopati Bantul. Diharapkan RSUD Panembahan Senopati Bantul bisa merencanakan
program peningkatan kemampuan komunikasi non-verbal perawat melalui pelatihan
komunikasi non-verbal sehingga dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan komunikasi non-verba
Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Pamungkas Mlati Kabupaten Sleman
Latar Belakang : Motivasi dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar dan
meraih tujuan belajar. Siswa lebih banyak berinteraksi dengan teman sebayanya,
dukungan sosial teman sebaya merupakan bagian dari lingkungan yang memiliki peran
kuat dalam sekelompok remaja.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan
sosial teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Pamungkas Mlati
Kabupaten Sleman
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian correlation descrptive menggunakan
desain penelitian cross sectional dan teknik total sampling. Sampel pada penelitian
ini sebanyak 85 responden siswa kelas VIII SMP Pamungkas Mlati.
Hasil : Hasil analisis dengan uji kendall tau diperoleh nilai signifikan dengan hasil
0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara dukungan sosial teman sebaya
dengan motivasi belajar , angka koefisien korelasi sebesar 0,390 artinya tingkat
kekuatan hubungan cukup.
Simpulan dan Saran : Dalam penelitian ini didapatkan hasil secara umum memiliki
tingkat dukungan sosial teman sebaya sedang sebanyak 72 responden (84,7%) . tingkat
motivasi belajar sedang sebanyak 64 responden (75,3%). Bagi siswa diharapkan saling
memberikan dukungan antar teman tanpa membeda-bedakan satu dengan uang lainya.
Kata Kunci : Dukungan sosial teman sebaya, Motivasi belaja
Hubungan pengetahuan dan sikap tentang tablet besi dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi (FE) di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta
Latar Belakang : Di negara maju dan berkembang sebagian besar perempuan
mengalami anemia selama kehamilan. WHO memperkirakan sebesar 43% perempuan
hamil di negara berkembang dan 12% di negara maju mengalami anemia. Sampai saat
ini anemia merupakan penyebab kematian ibu hamil secara tidak langsung. Untuk
mencegah anemia, pemerintah mengeluarkan kebijakan, bahwa setiap ibu hamil
diharapkan mengkonsumsi tablet besi minimal 90 tablet selama kehamilan. Tetapi
masih banyak ibu hamil yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet besi.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang tablet besi
dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi (fe) di wilayah kerja Puskesmas
Gamping 1.
Metode : Metode penelitian kuantitatif korelasi yang bertujuan mengetahui hubungan
pengetahuan dan sikap tentang tablet besi dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi
tablet besi (Fe) di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1. Menggunakan pendekatan
cross sectional. Sempel pada penelitian ini 71 responden. Teknik analisis data
menggunakan analisis chi square.
Hasil : Hasil penelitian ini terdapat 37 responden (52%) berpengetahuan cukup, 37
responden (52%) bersikap negatif, dan 38 responden (54%) memiliki kepatuhan tidak
patuh. Dan terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang tablet besi dengan
kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi (Fe) di Puskesmas Gamping 1 yang
ditandai nilai uji statistik menggunakan chi square P sebesar 0,000 (P<0,05). Simpulan
dan Saran : Hasil penelitian ditemukan adanya hubungan pengetahuan dan sikap
tentang tablet besi dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet besi (fe) di
Puskesmas Gamping 1. Diharapkan ibu hamil patuh dalam konsumsi tablet besi selama
kehamilan sehingga angka kejadian anemia pada ibu hamil mengalami penurunan