DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW GAMBARAN KARAKTERISTIK INFERTILITAS PRIMER PADA WANITA USIA SUBUR
Infertilitas merupakan kondisi pada sesorang yang tidak memiliki
kemampuan untuk mengandung dan melahirkan setelah satu tahun aktivitas
berhubungan intim secara teratur tanpa kontrasepsi. setelah memutuskan untuk
mempunyai anak. Jenis infertilitas terbagi menjadi dua, yakni infertilitas primer
dan infertilitas sekunder. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian
infertilitas baik primer maupun sekunder dari segi pria, wanita, maupun faktor
lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik
infertilitas primer pada wanitausiasubur. Metode yang digunakan adalah
penelitian literaturreview dengan menggunakan metode scopingreview.
Variabel penelitian adalah suatu atribut dan sifat-sifat nilai-nilai dari orang atau
objek. Pengumpulan data yaitu dengan cara mencari sepuluh (10) jurnal
sepuluh tahun terakhir dari Google Scholar dan PUBMEDuntuk di teliti dan
analisis. Responden sebagian mengalami infertilitas primer (77,1 persen),
Responden mengalami infertilitas Primer dengan Faktor Umur/usia (39,8%),
Faktor Pendidikan (27,7 persen), dan Faktor Pekerjaan (40,9 persen).
Berdasarkan data tersebut sudah menggambarkan bahwa responden infertilitas
pada wanita usia subur disebabkan oleh Faktor Usia/umur, Pendidikan dan
Pekerjaan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET ASAM URAT PADA LANSIA DI POSYANDU NGUDI WARAS DI DUSUN PELEMSEWU PANGGUNG HARJO SEWON BANTUL
Latar belakang: Penyakit asam urat adalah penyakit yang ditandai serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah. Salah satu pencegahan penyakit asam urat yaitu dengan melakukan diet rendah purin. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet asam urat yaitu dukungan keluarga. Prevalensi kasus asam urat yang terjadi di Amerika serikat dilaporkan terdapat 31% diderita oleh kalangan orang dewasa dan 50% diderita oleh kalangan lansia.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet asam urat pada lansia di Posyandu ngudi waras di Dusun Pelemsewu Panggung harjo Sewon Bantul.
Metodogologi: Metode Penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan correlational. Pendekatan waktu dengan menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, jumlah responden sebanyak 40 responden. Uji statistic menggunakan Kendall tau.
Hasil Penelitian: Uji statistik menggunakan Kendall tau dengan nilai koefisiensi korelasi ( ) = 0,475 dan signifikan ( ) 0,002<0,05. Hasil tersebut menunjukan bahwa secara statistik ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet asam urat pada lansia.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet asam urat pada lansia di Posyandu ngudi waras di Dusun Pelemsewu Panggung Harjo Sewon Bantul. Disarankan responden dapat berkerjasama dengan keluarga dan tenaga kesehatan dalam menjalankan diet asam urat untuk meminimalisir komplikasi dari asam urat, disamping itu penderita tetap menjalankan diet dengan mengkonsumsi makanan rendah purin
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA SISWI KELAS V DAN VI DI SD NEGERI PETINGGEN YOGYAKARTA
Latar Belakang : Perilaku hygiene saat menstruasi sangat penting untuk diperkenalkan pada anak yang memasuki masa dewasa. Sumber informasi paling dekat dalam membantu anak perempuan yaitu keluarga. Dukungan keluarga sangat berpengaruh agar anak memiliki perilaku hygiene yang baik. Salah satu akibat dari kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi yaitu ISR, serta akan berdampak buruk seperti kemandulan dan kanker leher rahim.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku hygiene saat menstruasi pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri Petinggen Yogyakarta.
Metode : Penelitian kuantitatif, desain penelitian korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 45 responden. Menggunakan instrumen kuesioner dan teknik analisis menggunakan korelasi kendall’s Tau.
Hasil : Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku hygiene saat menstruasi pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri Petinggen Yogyakarta. Dengan ditunjukkan hasil statistik didapatkan nilai p-value 0,000 dan r-tabel 0,528.
Simpulan dan saran : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku hygiene saat menstruasi pada siswi kelas V dan VI di SD Negeri Petinggen Yogyakarta. Siswi diharapkan untuk lebih aktif mencaritahu dari sumber-sumber lain yang bisa menambah informasi mengenai kebersihan menstruasi khususnya cara menjaga kebersihan organ genetalia yang benar
HUBUNGAN HARGA DIRI DAN SPIRITUALITAS TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Resiliensi akademik merupakan sebuah kemampuan yang
dilakukan atau sebuah proses adaptasi yang dilakukan mahasiswa dalam menghadapi
masalah, terutama dalam masalah akademik. Salah satu masalah yang dihadapi
mahasiswa di semester akhir adalah skripsi sehingga memerlukan sebuah
kemampuan beradaptasi untuk mengatasi masalah tersebut. Faktor-faktor yang
mempengaruhi resiliensi akademik adalah harga diri dan spiritualitas.
Tujuan: Mengetahui hubungan harga diri dan spiritualitas terhadap resiliensi
akademik pada mahasiswa keperawatan yang mengerjakan skripsi di Universitas
‘Aisyiyah Yogyakarta
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakam penelitian deskriptif korelasi dengan
pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan
proporsional random sampling Instrumen menggunakan kuesioner. Sampel
penelitian 139 responsen mahasiswa keperawatan yang sedang menerjakan skripsi di
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau
Hasil: Hasil koefisien korelasi variabel harga diri dan resiliensi akademik sebesar
0,572 dan menunjukkan hasil yang signifikan yaitu 0,000. Hasil koefisien korelasi
variabel spiritualitas dan resiliensi akademik sebesar 0,645 dan menunjukkan hasil
yang signifikan yaitu 0,000.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan harga diri dengan resiliensi akademik
mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Terdapat
hubungan spiritualitas dengan resiliensi akademik mahasiswa yang mengerjakan
skripsi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Bagi peneliti selanjutnya penelitian ini
dapat menjadi acuan dasar dalam pengelolaan resiliensi akademik dan mampu
mengembangkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi akademik
lainnya
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PERAWATAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS IMOGIRI I BANTUL YOGYAKARTA
Latar belakang:Self care diabetes merupakan serangkaian kegiatan pasien diabetes mellitus dalam meningkatkan status kesehatan. Diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia khususnya kabupaten Bantul masih tergolong tinggi. Terdapat dukungan keluarga yang mempengaruhi perilaku perawatan diri (Self care) diabetes.
Tujuan:Mengetahui dukungan keluarga yang mempengaruhi perilaku perawatan diri (Self care) pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Imogiri I Bantul Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan desain deskriptif korelatif menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling.instrument penelitian menggunakan kuesioner SDSCA, kuesioner dukungan keluarga yang terkait dengan perilaku perawatan diri (self care) diabetes. Metode analisis yang digunakan adalah Pearson.
Hasil:Terdapat hubungan antara dukungan keluarga (p = 0,001) dengan perilaku perawatan diri (self care) diabetes
Simpulan dan Saran:Dukungan keluarga baik memiliki perilaku perawatan diri (self care) yang adekuat (32,0%). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku perawatan diri (self care) pada pasien DM tipe 2. Perilaku perawatan diri (self care) diabetes yang adekuat sebanyak 31 responden (62,0%). Pentingnya perilaku perawatan diri (self care) diabetes meliputi diet dan pola makan yang teratur, aktivitas fisik atau olahraga secara rutin, Meminum obat secara rutin, Cek gula darah secara rutin dan perawatan kaki secara teratur sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal. Perlunya keterlibatan dukungan keluarga agar perilaku perawatan diri pasien diabetes mellitus tipe 2 optimal, terhindar dari komplikasi dan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 semakin baik
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KESEPIAN PADA LANSIA
Latar Belakang : Menjadi tua merupakan proses yang akan dialami oleh manusia. Semakin meningkat jumlah penduduk lansia akan berpengaruh terhadap berbagai aspek pada kehidupan terkait dengan penurunan kondisi seperti fisik, psikis dan sosial. Dukungan sosial merupakan dukungan emosional yang berasal dari teman, anggota keluarga, bahkan pemberi perawatan kesehatan yang membantu individu ketika suatu masalah muncul. Kesepian adalah perasaan tidak menyenangkan dalam diri seseorang akibat kualitas dan kuantitas hubungan sosial yang tidak memuskan serta adanya ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang di harapkan. Upaya yang dilakukan terkait dengan kesehatan lansia yaitu meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatanya, meningkatkan kemampuan dan peran serta keluarga serta masyarakat dalam menghayati dan mengatasi kesehatan lansia, meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan lansia. Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan lansia adalah sebagai pemberi layanan kesehatan maupun penerima pelayanan yang berkaitan dengan mobilisasi sumber daya dalam penyelesaian masalah lansia setempat dan dalam bentuk pelaksanaan pembinaan.
Tujuan : Mengetahui dukungan sosial dengan tingkat kesepian pada lansia
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah Literatur Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar
Hasil : Berdasarkan hasil artikel yang sudah di analisis terdapat hubungan dukungan sosial dengan tingkat kesepian pada lansia
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan kesimpulan ada hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kesepian pada lansia. Diharapkan masyarakat dapat memberi dukungan sosial supaya lansia tidak merasakan kesepian
HUBUNGAN FUNGSI EKONOMI KELUARGA DENGAN PERILAKU PERAWATAN HIPERTENSI LITERATURE RIVIEW
Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit meningkatnya tekanan darah
seseorang diatas batas normal. Peningkatan tekanan darah diatas normal yang terlalu
lama (persisten) dapat menimbulkan berbagai dampak pada tubuh manusia bila tidak
dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Fungsi ekonomi
merupakan kegiatan ekonomi baik dilingkungan keluarga dalam rangka menopang
kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga.
Tujuan:Untuk mengetahui hubungan fungsi ekonomi keluarga dengan perilaku
perawatan hipertensi.
Metode: Penelitian ini merupakan literatur review dengan melakukan pencarian jurnal
yang mendukung.
Hasil: Hasil literatur menunjukkan status ekonomi sosial yang buruk, tingkat
pendidikan yang rendah, pengangguran, dan kondisi kehidupan yang tidak stabil
mempengaruhi terhadap kepatuhan pengobatan.
Simpulan: Terdapat hubungan antara fungsi ekonomi keluraga dengan perilaku
perawatan hipertensi pada keluarga.
Saran: Merekomendasikan keluarga untuk lebih meningkatkan lagi sumber daya
ekonomi yang ada, guna menunjang proses penyembuhan dan penatalaksanaan
penyakit hipertensi
PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN GAZE STABILITY DAN SQUARE STEPPING EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA METODE NARRATIVE REVIEW
Penurunan kemampuan dan fungsi tubuh baik fisik maupun psikilogis
diantaranya terjadi pada sistem muskuloskeletal, visual dan vestibular,
perubahan pada fungsi fisik maupun psikologis dapat berdampak pada
gangguan keseimbangan pada lansia. Latihan gaze stability exercise dan
square stepping exercise perlu dilakukan agar meningkatkan keseimbangan
dinamis pada lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada
perbedaan pengaruh gaze stability exercise dan square stepping exercise
terhadap keseimbangan dinamis lansia dan manakah yang lebih efektif
digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Metode yang di
gunakan dalam penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal
dilakukan menggunakan portal jurnal online seperti Google Scholar, Pubmed,
Scinedirect.kriteria insklusi dalam penelitian artikel full text, artikel dengan
alat ukur BBS dan TUGT, diterbitkan 10 tahun terakhir 2010-2020, artikel
yang membahas pengaruh gaze stability exercise dan square stepping exercise
tehadap keseimbangan dinamis lansia, jenis responden lansia laki-laki maupun
perempuan. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang di
review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian menunjukkan faktor yang
mempengaruhi keseimbangan meliputi usia, pekerjaan, jenis kelamin, dosis
gaze stability exercise 3 kali sehari selama 6 minggu, dosis square stepping
exercise 3 kali seminggu selama 4 minggu, ada pengaruh gaze stability
exercise, ada pengaruh square stepping exercise
Perancangan Museum Edukasi Tembakau Indonesia Di Temanggung Dengan Pendekatan Adaptive Reuse
Tembakau merupakan komoditi yang cukup besar di Indonesia dari segi
perkebunan dan perdagangan. Temanggung menjadi salah satu
penyumbang hasil tembakau yang besar di Jawa Tengah. Efek yang
dihasilkan dari tembakau cenderung lebih banyak ke efek yang buruk
bagi kesehatan dan lingkungan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk
memberikan sarana edukasi bagi masyarakat tentang tembakau dan
jenis-jenis tembakau yang ada di Indonesia. Pendekatan yang digunakan
adalah adaprive reuse, yaitu pemanfaatan bangunan lama yang sudak
tidak digunakan menjadi bangunan dengan fungsi yang baru. Dengan
adanya sarana edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi
dalam pengurangan penggunakan tembakau yang tidak sesuai baik
umur, lingkungan, maupun yang lainnya
HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN TINGKAT KEPARAHAN STUNTING PADA BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JETIS II
Latar Belakang : Salah satu masalah gizi yang sering dialami anak balita adalah
stunting, suatu kondisi ketika tubuh pendek atau sangat pendek terjadi karena
kekurangan gizi dan penyakit berulang jangka panjang pada periode janin hingga 2
tahun pertama kehidupan anak-anak. Adapun faktor ibu yang mempengaruhi kejadian
stunting pada balita antara lain pendidikan terakhir ibu, usia ibu saat hamil, tinggi badan
ibu, pekerjaan ibu, lama pemberian ASI dan pengetahuan ibu.
Tujuan : Mengetahui hubungan faktor ibu dengan tingkat keparahan stunting pada
balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jetis II.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross
sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah
sample sebanyak 71 ibu yang memiliki balita stunting usia 24-59 bulan. Alat yang
digunakan untuk pengambilan data adalah kuesioner yang diisi secara online lewat
Google Form. Analisis data bivariat menggunakan Kendall Tau.
Hasil Penelitian : Analisis bivariate menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan
antara pendidikan terakhir ibu (p = 0,639), usia ibu saat hamil (p = 0,245), tinggi badan
ibu (p = 0,837), pekerjaan ibu (p = 0,637), lama pemberian ASI (p= 0,242), dan
pengetahuan ibu (p = 0,179) dengan tingkat keparahan stunting pada balita stunting usia
24-59 bulan.
Simpulan dan Saran : Tidak ada hubungan antara pendidikan terakhir ibu, usia ibu
saat hamil, tinggi badan ibu, pekerjaan ibu, lama pemberian ASI, dan pengetahuan ibu
dengan tingkat keparahan stunting pada balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Jetis II. Diharapkan para profesional kesehatan untuk lebih intensif dalam
promosi kesehatan dan memberikan konseling terkait persiapan hamil sebagai salah satu
upaya untuk mencegah stunting pada anak balita