DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN TINGKAT DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES PADA LANSIA
Latar Belakang : Lansia secara alami akan mengalami perubahan-perubahan, seperti fisik,
pola tidur, psikologis, spiritual, dan piskososial yang dapat menyebabkan lansia mudah
mengalami stres. Faktor pendukung untuk mengurangi stres pada lansia, salah satunya yaitu
dengan dukungan sosial. Dukungan sosial yang baik telah terbukti dapat menurunkan stres
maupun depresi dan bertindak sebagai suatu pelindung bagi lanjut usia.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literatur Review.
Pencarian artikel melalui Google Scholar dan PubMed.
Hasil : Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan
antara tingkat dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia.
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan kesimpulan
ada hubungan tingkat dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia. Lansia dapat
memahami terkait stres dan mengatasi stres. Keluarga, kerabat, dan petugas kesehatan
hendaknya memberikan dukungan informatif, instrumental, penghargaan, dan emosional
kepada lansia untuk mengurangi stres pada lansia
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KECEMASAN PADA CAREGIVER PASIEN DIABETES MELLITUS
Latar Belakang: Kecemasan dapat terjadi kepada siapa saja termasuk seorang
caregiver. Ketika merawat orang yang dicintai, caregiver seringkali mendahulukan
kebutuhan orang tersebut. Caregiver akan memiliki beban psikologis akibat
tekanan yang terjadi. Tekanan tersebut dapat diatasi dengan berbagai strategi,
seperti Problem Focused Coping dan Emotion Focused Coping. Mekanisme koping
yang dilakukan oleh seorang caregiver dapat berupa koping adaptif maupun
maladaptif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mekanisme
koping dan tingkat kecemasan caregiver pasien diabetes mellitus.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode literature
review atau studi pustaka. Bahan analisa terdiri dari enam jurnal dalam bahasa
inggris yang dapat diakses full-text.
Hasil: Penelitian menggunakan enam jurnal internasional dengan masing-masing
tiga jurnal untuk menganalisa kondisi kecemasan dan tiga untuk menganalisa
mekanisme koping yang digunakan. Responden minimum dalam jurnal adalah 40
caregiver.
Penelitian menunjukkan hasil bahwa kecemasan yang dialami oleh
caregiver pasien diabetes mellitus berada pada tingkat yang ringan dan caregiver
cenderung menggunakan mekanisme koping problem solving. Diperlukan
penelitian lebih lanjut dan mendalam pada jurnal mengenai kecemasan pada
caregiver dan mekanisme koping yang digunakan beserta faktor yang mendorong
penggunaan mekanisme koping tersebut
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING UNTUK PENETAPAN TARIF KAMAR RAWAT INAP DI RSU ‘AISYIYAH PONOROGO
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Activity Based Costing System dalam kaitannya dengan penentuan tarif jasa rawat inap pada RSU ‘Aisyiyah Ponorogo dan untuk mengetahui perbandingan besarnya tarif jasa rawat inap, dengan menggunakan metode akuntansi biaya tradisional dan metode ABC pada RSU ‘Aisyiyah Ponorogo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan aktivitasaktivitas dasar yang dilakukan dalam menghasilkan produk/jasa sehingga dapat diketahui seberapa besar biaya yang ditimbulkannya. Data-data penelitian didapat dari hasil wawancara dengan Kasubag Keuangan, Inventaris, Instalasi Laundry, dan Gizi. Aktivitas-aktivitas biaya di unit rawat inap meliputi biaya gaji perawat, biaya listrik dan air, biaya konsumsi pasien, biaya kebersihan, biaya administrasi, biaya bahan habis pakai, biaya laundry serta biaya penyusutan gedung dan asset tetap. Aktivitasaktivitas tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok aktivitas, yaitu perawatan pasien, pemeliharaan pasien, pemeliharaan inventaris, dan aktivitas pelayanan pasien. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa tarif jasa rawat dengan menggunakan metode ABC, diketahui terdapat overcosting pada kelas VVIP, VIP, dan Kelas I yaitu terdapat selisih sebesar Rp.22.130 untuk kelas VVIP, kelas VIP sebesar Rp.112.489, dan kelas I sebesar Rp.1.749. Sedangkan terdapat undercosting pada kelas II dan kelas III, yaitu terdapat selisih pada kelas II sebesar (Rp.81.692), dan kelas III sebesar (Rp.125.132). Hasil ini memberikan biaya aktivitas setiap kamar secara tepat dan akurat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP STIGMA MASYARAKAT USIA DEWASA PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TBC)DI BANYUMENENG GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Penyakit TBC menjadi salah satu komitmen global dalam SDGs
dan termasuk masalah terbesar yang merupakan penyebab kematian terbanyak.
Faktor yang mempengaruhi tingkat pencegahan dan kesembuhan penderita TBC
begitu kompleks salah satunya faktor lingkungan sosial yaitu stigma masyarakat.
Pengetahuan yang kurang tepat menimbulkan dampak yang signifikan dengan
munculnya stigma masyarakat yang negatif.
Tujuan: Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap stigma masyarakat
pada penderita TBC di Banyumeneng Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan Pre Eksperimental Design dengan rancangan
penelitian One group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel dengan teknik
Simple Random Sampling dengan jumlah 20 responden (Sugiono,2013). Alat yang
digunakan untuk pengambilan data adalah kuesioner. Analisis bivariat menggunakan
uji Wilcoxon Matched Pairs.
Hasil Penelitian: Analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh yang signifikan
mengenai pendidikan kesehatan terhadap stigma masyarakat pada penderita TBC
dengan nilai (p = 0,000).
Simpulan dan saran: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap stigma
masyarakat pada penderita TBC di Banyumeneng Gamping Sleman Yogyakarta pada
tahun 2020. Diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang penyakit TBC dan
meningkatkan stigma positif masyarakat pada penderita TB
PRAKTEK PERSONAL HYGIENE PADA KELOMPOK ANAK YATIM DI PANTI ASUHAN
Latar belakang: Personal hygiene atau kebersihan diri adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan untuk kesejahtraan fisik dan psikis dari ujung rambut sampai ujung kaki. Personal hygiene diperlukan untuk kenyamanan, keamanan, dan kesehatan seseorang dan meminimalkan terjangkit penyakit terutama yang berhubungan dengan kebersihan diri yang buruk. Kebersihan diri yang buruk akan mempermudah tubuh terserang berbagai penyakit seperti penyakit kulit, penyakit infeksi, penyakit mulut, dan penyakit saluran cerna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Praktek personal hygiene pada kelompok anak yatim di panti asuhan. Metode: Metode lietature review ini menganalisis isi jurnal. Pencarian artikel menggunakan internet terdapat 3 jurnal melalui Google Scholar dan 1 jurnal dari ebsco dengan kata kunci: Praktek personal hygiene, kelompok anak yatim. Hasil: Berdasarkan hasil analisis literature review 4 artikel didapatkan bahwa personal hygiene pada kelompok anak yatim masih buruk. Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil literature review menunjukan adanya Praktek perilaku yang baik dapat mengurangi masalah kesehatan kelompok anak yatim di panti asuhan. Personal hygiene merupakan bentuk kebersihan dan. Ketika seseorang memiliki personal hygiene yang buruk maka orang itu akan mudah terkena penyakit contohnya yang di timbulkan dari kebersihan kulit yaitu penyakit kulit (scabies), dari kebersihan rambut yaitu ketombe dan kutu. Dengan tujuan untuk meningkatkan drajat kesehatan, memperbaiki personal hgiene yang buruk, memelihara kesehatan dan kebersihan diri, mencegah timbulnya penyakit, dan meningkatkan kepercayaan diri. Dari hasil beberapa penelitian dapat disimpulkan karakteristik anak pada asuhan yaitu beberapa anak masih menggunakan handuk bergantian, cuci tangan masih belum benar, sanitasi lingkungan masih buruk. Factor yang berhubungan dalam personal hygiene dalam penilitian ini yaitu meliputi: ekonomi, pengetahuan dan kebiasaan
Literatur Review: Hubungan Tinggi Badan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita
Abstrak : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh
asupan gizi yang kurang. WHO menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka
prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017 dengan angka 36,4% dan pada tahun 2018
prevalensi stunting di Indonesia angkanya terus menurun hingga mencapai 23,6%. Beberapa
faktor diduga meningkatkan resiko stunting antara lain tinggi badan ibu, tinggi badan ayah,
status ekonomi dan imunisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tinggi
badan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Metode penelitian literatur review. Sumber
data diperoleh dari Google Sholar, Science Direct dan Pub Med. Kriteria inklusi tinggi badan
ibu dan stunting, jurnal tahun 2016-2020. Jurnal full text Internasional dan nasional
diterbitkan pada tahun 2016-2020. Berdasarkan dari hasil analisis 10 jurnal didapatkan
bahwa ada hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting. faktor resiko stunting lainya
meliputi tinggi badan ayah, status ekonomi keluarga dan imunisasi menjadi faktor dari
stunting. ibu dapat memberikan asupan sumber makanan yang sehat, gizi yang seimbang
pada anak dan dapat memaksimalkan faktor lingkungan yang sehat
PERBEDAAN BRAIN GYM DENGAN MUSIK DAN LATIHAN KINESTETIK DENGAN MUSIK TERHADAP PENINGKATAN GANGGUAN SENSOMOTORIK ANAK USIA 4-6 TAHUN : NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah segala perubahan
yang terjadi pada anak meliputi perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi,
maupun perkembangan psikososial. Angka keterlambatan tumbuh kembang masih
cukup tinggi terutama gangguan sensomotorik, yang menyebabkan gangguan pada
proses belajar, kepercayaan diri pada, sulit berkonsentrasi. Keadaan tersebut
menunjukkan bahwa ada yang kurang pada perkembangan sensomotorik anak. Untuk
itu diperlukan penanganan sedini terhadap peningkatan gangguan sensomotorik pada
anak berupa berbagai kegiatan seperti bermain, yang menggunakan keterampilan
motorik kasar maupun motorik halus seperti Brain Gym dengan Musik dan Latihan
Kinestetik. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan Brain Gym dengan
Musik dan Latihan Kinestetik dengan Musik terhadap peningkatan gangguan
sensomotorik anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian : Menggunakan metode
narrative review, dengan pencarian jurnal melalui portal jurnal online seperti Google
scholar, PubMed, dan Wiley. Kriteria inklusi dalam penelitian ini full text tentang
intervensi brain gym dengan musik dan latihan kinestetik dengan musik, di terbitkan
dalam 5 tahun terakhir. Hasil : Review 5 jurnal Brain Gym dengan Musik dijelaskan
bahwa hasil rata-rata post test mengalami peningkatan dibandingkan nilai rata-rata
prepost. Hasil Review 5 jurnal Latihan Kinestetik dengan Musik dijelaskan bahwa
hasil rata-rata post test mengalami peningkatan dibandingan nilai rata-rata prepost.
Kesimpulan : Ada perbedaan brain gym dengan musik dan latihan kinestetik dengan
musik terhadap peningkatan gangguan sensomotorik anak. Saran : Untuk peneliti
selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah literature yang lebih banyak agar
dapat mengembangkan penelitian dari banyak jenis intervens
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENYUSUI DALAM ISLAM PADA IBU YANG MEMPUNYAIANAK 0-24 BULAN DI DESA WARUNGBOTO KECAMATAN UMBULHARJO I KOTA YOGYAKARTA
Islam telah mengajarkan kepadasetiap ibu untuk memenuhi kebutuhannutrisi bayinya
dengan memberikan ASI(air susu ibu) kepada anak-anaknya selama dua tahun
penuh. Menyusui merupakan suatu hal yang alamiah, namun untuk keberhasilan
dalam menyusui tetap memerlukan pengetahuan tentang ASI. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang menyusui dalamislam pada
ibuyang mempunyai anak 0-24 bulan.Metodepenelitianini menggunakan desain
penelitiandeskriptif analitikdengan pendekatan waktucrosssectional. Populasi adalah
seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-24 bulan di Desa Warungboto sebanyak
119 yang tersebar di 9 posyandudengan teknik propotional sampling. Pengambilan
sampel pada penelitian ini yaitu peneliti memilih 3 posyandu karena jumlah bayi
paling banyak di 3 posyandu tersebut, yaitu di Kencur IV dan Kencur VIII, Kencur
IX masing-masing posyanduakan diambil 18 sampel sehingga total sampel dalam
penelitian ini adalah 54 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54
responden, dapat diketahui jumlah responden yang memiliki pengetahuan cukup
tentang menyusui dalam islam sebanyak 44 responden (80.0%), responden yang
memiliki pengetahuan baik sebanyak 4 responden (7.3%), dan responden yang
memiliki pengetahuan kurang sebanyak 7 responden (12.7%). Sarandapat digunakan
sebagai masukan dalam pengaruh kesehatan dan pengetahuan tentang menyusui
kepada ibu yang mempunyai bayi 0-24 bulan serta bisa dijadikan sebagai referensi
tambahan tentang penyuluhan kesehatan yang disebabkan karena kurang nya
pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi yang berumur 0-24
bulan
PENGARUH STABILITAS ANKLE TERHADAP HASIL LOMPAT JAUH DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Olahraga merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita,
berolahraga secara teratur akan dapat memberi rangsangan kepada semua sistem tubuh
sehingga dapat mempertahankan tubuh tetap dalam keadaan sehat, lompat jauh
merupakan salah satu jenis olahraga yang sangat bermanfaat dan bisa menjadi ajang
untuk ber kompetisi. Ada berbagai macam permasalahan yang sering dijumpai pada
pelompat jauh diantaranya adalah gangguan stabilitas ankle yang adapat menurunkan
performa lompat jauh. Tujuan : mengetahui pengaruh stabilitas ankle terhadap hasil
lompat jauh. Metode penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative
review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar,
PubMed, dan PEDro. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full
text tentang pengaruh stabilitas ankle terhadap hasil lompat jauh, jurnal dalam bahasa
Inggris maupun bahasa Indonesia, memiliki responden baik laki-laki maupun
perempuan, diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak
10 jurnal dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil penelitian : hasil review
didapatkan perbedaan biomekanika, jangkauan (627.0 ± 235.4 dan 551.8 ± 172.1 mm),
resiko cedera (P = .005 for all sprains dan P = .001 for severe sprains) antara grup
perlakuan dengan grup kontrol, pasien dengan kondisi ankle instability memiliki inversi
yang lebih besar dan plantar fleksi yang lebih kecil (P < .05), namun hasil dari
pemeriksan menggunakan EMG menunjukan bahwa tidak ada perbedaan hasil antara
grup perlakuan dengan grup kontrol (P > .05). exercise trainning dapat meningkatkan
stablitas ankle (P < 0.05), dan dengan stabilitas ankle yang baik hasil lompatan akan
semakin baik. Kesimpulan : ada pengaruh stabilitas ankle terhadap hasil lompat jauh.
Saran : stabilitas ankle perlu mendapatkan perhatikan dengan serius dalam setiap
memberikan program latihan
FAKTOR-FAKTOR TERHADAP HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DENGAN LITERATURE REVIEW
menurut depkes RI ,Ibu dengan komplikasi-komplikasi kehamilan salah satunya
adalah mual dan muntah atau dikenal dengan hiperemesis gravidarum. walaupun
kebanyakan kasus ringan dan hilang seiring berjalannya waktu, jika tidak sesuai
dengan asuhan kebidanan maka akan menjadi Hiperemesis gravidarum dan satu dari
seribu kehamilan akan mengalami rawat inap,Di Indonesia, terdapat 50-90% kasus
emesis gravidarum yang dialami oleh ibu hamil. Namun, pada kasus seperti ini tidak
menyebabkan kematian pada ibu hamil karena emesis gravidarum hanya kekurangan
nutrisi dan cairan. Emesis gravidarum yang berkelanjutan bisa berakibat hiperemesis
gravidarum dengan persentase sebesar 3% dari jumlah ibu hamil, dimana harus
segera dirawat di rumah sakit agar mendapatkan penanganan segera. penelitian
literature review ini untuk Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya
hiperemesis gravidarum di RS PKU Muhammadiyah Gamping .penelitian yaitu
literture review dimana peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari
database jurnal penelitian melalui Science Direct, PubMed dan Google Scholaruntuk
mengidentifikasi dari research question. Berdasarkan hasil literature review yang
dianalisis, dalam 10 jurnal literature review terdapat Faktor umur, paritas, pekerjan
dan pendidikan yang dapat mempengaruhi terjadinya Hiperemesis Gravidarum Pada
Ibu Hamil .Beberapa faktor risiko hiperemesis gravidarum yang dilaporkan adalah
riwayat hiperemesis gravidarum padakehamilan sebelumnya, ibu atau saudara
perempuan dengan hiperemesisgravidarum, kehamilan ganda atau gemelli, penyakit
trofoblas atau molahidatidosa, usia ibu yang terlalu muda, yaitu kurang dan 20
tahun,primigravida /nullipara, faktor adaptasi dan hormonal: wanita hamil
dengananemia akan meningkatkan terjadinya hiperemesis gravidarum,
faktorpsikologis, defisiensi vitamin B, dan obesitas. Diharapkan kepada semua orang
terutama utuk ibu hamil dapat mengetahui faktor yang memengaruhi terjadinya
Hiperemesis Gravidarumatau mual muntah yang berlebih sehingga Ibu hamil agar
lebih rajin melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan dan untuk paritas yang berumur
< 20 tahun serta lebih banyak mencari informasi kesehatan baik melalui media,
internet serta dari tenaga kesehatan