DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA PRASEKOLAH
Latar Belakang: Perilaku penggunaan gadget merupakan perbuatan atau
aktivitas yang dilakukan pada sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki
fungsi khusus. Anak yang diperbolehkan menggunakan gadget dengan durasi
yang lama akan menyebabkan kecanduan dan dampak negatif yang lainnya. Peran
orang tua sangat dibutuhkan dalam mengurangi penggunaan gadget pada anak.
Peran orang tua merupakan peran yang sangat penting untuk anak untuk menuju
masa dewasanya. Salah satu peran orang tua yang dapat dilakukan yaitu mengajak
anak bercanda atau berdiskusi disela-sela kesibukan sehingga anak dapat
melupakan gadget karena anak akan merasa diperhatikan.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran orang tua dengan perilaku penggunaan
gadget pada anak prasekolah.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi literature, penulisan jurnal melalui
data base Google Scholar, Pubmed, dan Portal Garuda, dengan kata kunci “peran
orang tua”, “penggunaan gadget”, dan “anak prasekolah” didapat populasi
sejumlah 114 jurnal, sampel yang digunakan adalah 5 jurnal dengan teknik
pengambilan sampel purposive sampling yang didapat berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi.
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang dianalisa didapatkan bahwa orang tua yang
memerapkan peran yang baik terhadap anak akan mempengaruhi perilaku yang
baik dalam penggunaan gadget.
Simpulan dan Saran: Peran orang tua dan perilaku penggunaan gadget terdapat
hubungan, bermanfaat atau tidaknya gadget tergantung pada peran orang tua
dalam menghadapi perilaku penggunaan gadget pada anak. Untuk peneliti
selanjutnya yaitu dapat menambahkan jurnal yang lebih banyak dan jurnal lebih
spesifik dengan topik yang akan diteliti, baik jurnal nasional maupun
internasional
PENGARUH PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) DAN AEROBIC EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR : NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: tidur merupakan proses penting telah menjadi kebutuhan dasar bagi
setiap manusia yang memiliki siklus tertentu yang terjadi secara berulang diikuti dengan
penurunan kesadaran. Tidur memiliki pengaruh yang besar dalam pemulihan energi
yang hilang setelah beraktivitas sehari-hari dan untuk meregenerasi sel-sel yang rusak.
Gangguan tidur dapat diatasi dengan menjaga kualitas tidur. Untuk meningkatkan
kualitas tidur yang dapat digunakan adalah PMR dan aerobic exercise Tujuan: Untuk
mengetahui apakah ada pengaruh progressive muscle relaxation (PMR) dan aerobic
exercise dalam meningkatkan kualitas tidur : metode literatur review. Metode
penelitian: penelitian ini adalah penelitian dengan literatur review, database yang
digunakan dalam mencari artikel antara lain Google scholar, Pubmed, PEDro, dan
Reseacrh Gate dan pengumpulan data menggunakan PICO step. Hasil pencarian data
didapatkan 1 artikel tentang PMR melalui Google scholar, 4 artikel tentang PMR dan 1
artikel tantang aerobic exercise melalui pencarian Pubmed. 2 artikel tentang aerobic
exercie melalui pencarian PEDro dan 2 artikel tentang aerobic exercise melalui
pencarian Research gate Hasil penelitian: hasil review dalam penelitian ini menunjukan
ada peningkatan kualitas tidur setelah diberikan intervensi PMR dan aerobic exercise.
Kesimpulan: ada pengaruh positif pada progressive muscle relaxation terhadap
peningkatan kualitas tidur
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN HIPERTENSI
Latar belakang:Hipertensi merupakan masalah kesehatan global berakibat
peningkatan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan termasuk di
Indonesia. Tingginya kejadian Hipertensi disebabkan Pola Makan dan Stres yang
masih sulit dan belum bisa dikendalikan. Diperlukan modifikasi gaya hidup dengan
menjaga Pola Makan dan menjaga tingkat Stres untuk mempertahankan perilaku
yang dibutuhkan dalam mengelola perawatan diri pada pasien dan menghindari
komplikasi akibat Hipertensi.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan Pola Makan dan Stres dengan Hipertensi.
Metode: Pencarian jurnal menggunakan database Pubmed dan search engine Google
Schoolar untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi,
kemudian dilakukan review.
Hasil: Berdasarkan hasil jurnal yang sudah dianalisis, menunjukkan bahwa terdapat
hubungan antara Pola Makan dan Stres dengan Hipertensi.
Kesimpulan: Terdapat hubungan Pola Makan dan Stres dengan Hipertensi..
Selanjutnya, diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN ACTIVITY DAILY LIVING PASIEN DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ GHRASIA YOGYAKARTA
Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan psikologis yang paling berhubungan
dengan pandangan mayoritas masyarakat tentang gangguan jiwa. Salah satu masalah
keperawatan pada skizofrenia yaitu defisit perawatan diri. Defisit Perawatan Diri akan
mempengaruhi kemampuan untuk melakukan Activity Daily Living. Salah satu terapi yang
dapat dilakukan untuk masalah Defisit Perawatan Diri yaitu Terapi aktivitas kelompok
Tujuan: bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi aktivitas kelompok terhadap
kemampuan Activity Daily Living pasien Defisit Perawatan Diri pada pasien skizofrenia di
Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta Tahun 2020
Metode:Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan pre-test
dan post-test nonequlvalent control group. Teknik sampling dalam penelitian ini
menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang
Hasil: Hasil uji Wilcoxon Match Pairs Test Activity Daily Living mandi dan berdandan
pada kelompok intervensi diperoleh p value sebesar 0.000 < α (0.05), sedangkan pada
kelompok control diperoleh p value sebesar 0.097 dan 0.666 > α (0.05). Hasil uji Mann
Whitney didapatkan nilai p value Activity Daily Living mandi dan berdandan sebesar 0.000
(< 0.05)
Simpulan dan Saran: Ada pengaruh Terapi aktivitas kelompok terhadap kemampuan
Activity Daily Living pasien Defisit Perawatan Diri. Rumah sakit menyediakan ruangan
khusus untuk pelaksaan intervensi keperawatan pada klien dengan tempat khusus yang
lebih nyaman
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM BELA BELI KULON PROGO (Studi Kasus : Proyek PT. Selo Adikarto Tahun 2013-2019)
Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten di Yogyakarta yang menduduki peringkat kedua
terakhir dalam kesejahteraan masyarakatnya. Namun beberapa tahun terakhir pertumbuhan
ekonomi kabupaten ini mengalami peningkatan dikarenakan pemerintah daerah, masyarakat,
maupun perusahaan-perusahaan milik BUMD Kulon Progo saling bekerjasama menyukseskan
Program Bela Beli Kulon Progo. PT. Selo Adikarto adalah perusahaan milik Pemerintah Daerah
Kulon Progo. Pada tahun 2010-2011 mengalami permasalahan hutang pajak dan permasalahan
internal didalam organisasi perusahaan.Pemerintah Daerah mencarikan solusi untuk perusahaan
tersebut agar tidak bangkrut dengan menggunakan Program Bela Beli Kulon Progo. Tujuan
besarnya adalah untuk mewujudkan kecukupan ekonomi daerah dengan membentuk perilaku
masyarakat dalam mempertahankan dan membeli produk lokal. Penelitian ini menggunakan
penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan
dokumentasi. Para narasumber dipilih secara sengaja (non-probabilty sampling, purposive).
Mereka adalah Direktur Utama PT. Selo Adikarto dan Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan Bidang
Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum. Implementasi Bela Beli Kulon Progo di PT. Selo Adikarto
sudah berhasil diterapkan. Ada enam variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi
ini. Enam variabel tersebut adalah tujuan kebijakan dan standar yang jelas; sumber daya;
kualitas hubungan interorganisasional; karakteristik lembaga/organisasi pelaksana; lingkungan
politik, sosial, dan ekonomi; disposisi/tanggapan atau sikap para pelaksana. PT. Selo Adikarto
selalu memperbarui informasi terkait profil perusahaan dan perkembangan terkini tentang
perkembangan perekonomian perusahaan maupun pergantian struktur organisasi perusahaan di
web resmi PT. Selo Adikarto.PT. Selo Adikarto saat ini masih menjadi perusahaan berskala
menengah sehingga tidak bisa mendukung secara maksimal. PT. Selo Adikarto harus di upgrade
menjadi perusahaan besar agar bisa mendukung proyek yang berskala besar. Manajemen
perusahaan terkait dengan modal kerja harus diperhitungkan dan memiliki perencanaan usaha
yang jelas dan realistis serta memiliki produk yang bisa diandalkan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING YOGYAKARTA
Sistem informasi akuntansi sangat digunakan oleh instansi-instansi, Karena Sistem
informasi akuntansi dapat menyediakan informasi dengan tepat waktu dan akurat sehingga
sebuah perusahaan dapat melakukan aktifitas utama dengan efektif dan efisien. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis keterlibatan pengguna dalam pengembangan sistem,
pelatihan dan pendidikan, dukungan manajemen puncak, dan Kemampuan Pengguna terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi. Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian keuangan
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta yang menggunakan sistem informasi
akuntansi, Dengan Sampel Sebanyak 13 orang. Jenis penelitian ini adalah Mixed Method, yaitu
penggabungan antara kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian. Pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan
analisis regresi berganda dengan menggunakan program SPSS versi 22. Hasil Penelitian ini
adalah Keterlibatan Pengguna dalam Pengembangan Sistem, Program Pendidikan dan Pelatihan
Pemakai, Dukungan Manajemen Puncak berpengaruh terhadap Kinerja Sistem Informasi
Akuntansi. Sedangkan, Kemampuan Pengguna tidak berpengaruh terhadap Kinerja Sistem
Informasi Akuntansi
PERBEDAAN PENGARUH ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP REMAJA DYSMINORRHEA NARATIVE REVIEW
Latar Belakang : Setiap wanita mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan
yang dinamakan dengan masa pubertas, yaitu masa awal pematangan seksual,
dimana seseorang akan mengalami perubahan pada fisik, hormonal, emosional,
mental dan mulai mampu mengadakan proses reproduksi. Pada masa pubertas ini
akan ditandai dengan munculnya menstruasi. Beberapa wanita pasti pernah
mengalami rasa sakit pada saat menstruasi berupa nyeri. Nyeri pada saat menstruasi
dalam istilah kedokterannya disebut Dysmenorrhea. Dysmenorrhea ini dapat
mengganggu aktivitas sehari- hari sehingga membutuhkan penanganan. Untuk
mengatasi nyeri haid maka dibutuhkan intervensi berupa latihan Abdominal
Streching Excercise dan Kompres Hangat. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada
perbedaan pengaruh Abdominal Streching Excercise dan Kompres Hangat terhadap
dysmenorrhea. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian Narrative Review,
Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed, PEDro, Google
Scholar dan Science Derect kriteria inklusi dalam penelitian ini full text tentang
intervensi Abdominal Streching Excercise dan Kompres Hangat, di terbitkan minimal
dalam kurun waktu 2010-2020, dan metode yang digunakan adalah Eksperimental
Study, Randomize Control Trial dan masing-masing alat yang digunakan. Hasil :
Hasil riview 5 jurnal Abdominal Streching Exercise bahwa ada penurunan nyeri haid
dari masing-masing alat yang digunakan. Hasil review 5 jurnal Kompres Hangat
bahwa ada penurunan nyeri haid dari masing-masing alat yang digunakan
Kesimpulan : Abdominal Streching Exercise dan Kompres Hangat sama-sama
mempunyai pengaruh dalam menurunkan nyeri haid (dysmenorrhea).
Saran : Abdominal Streching Exercise dan Kompres Hangat dapat diberikan sebagai
alternative intervensi untuk wanita yang mengalami dysmenorrhea primer
PENGARUH PENGUNAAN TAS PUNGGUNG DENGAN PERUBAHAN CURVA LUMBAL
Latar belakang: Tas punggung merupakan tas sekolah yang paling umum
digunakan anak muda saat ini dan sangat diminati oleh anak-anak. Anak sekolah
menengah pertama. Di samping itu rata-rata siswa pemakai tas selama 10-60 menit
per hari dan bisa lebih lama ketika ada kegiatan ektrakulikuler. insiden keluhan
muskuloskeletal pada anak sekolah dasar sebesar (48 %) dan rata-rata terjadi pada
umur 8-14 tahun, nyeri punggung (36,8%), nyeri bahu dan leher (45%). Hal ini
menunjukan adanya masalah, karena keluhan muskuloskeletal biasanya terjadi pada
orang dewasa, namun terjadi pada anak-anak untuk itu peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian mengenai hubungan konsumsi kalsium dan penggunaan tas
punggung dengan keluhan muskuloskeleta. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh
pengunaan tas punggung dengan perubahan curva lumbal. Metode: Narrative Review,
tahapannya antara lain: mengidentifikasi pertanyaan narrative review,
mengidentifikasi kata kunci, strategi pencarian dan database, kriteria inklusi dan
ekslusi, melakukan pencarian, ekstraksi data. Hasil penelitian : hasil review
didapatkan dari 10 artikel penelitian tentang tas ransel, 1 artikel membandingkan
pengunaan metode pengunaan tas dan jenis tas, serta 1 artikel penelitian tentang
curva lumbal didapatkan bahwa ada pengaruh ddari prnggunaan tas punggung
terhadap curva lumbal. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review dari 15 jurnal
didapatkan adanya pengaruh penggunaan tas punggung terhadap perubahan curva
lumba
HUBUNGAN POSISI KERJA STATIS TERHADAP KEJADIAN NYERI LEHER PADA OPERATOR KOMPUTER: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Komputer banyak digunakan oleh kalangan manusia di era
teknologi saat ini. Posisi kerja statis yang berkepanjangan menyebabkan nyeri
leher. Nyeri leher adalah masalah kesehatan umum di masyarakat terutama di
kalangan pekerja komputer yang ditandai dengan nyeri dan rasa sakit yang
dapat berupa kelelahan postural pada leher atau rasa sakit yang terus-menerus
yang mengakibatkan ketidaknyamanan sekitar leher. Tujuan: Untuk
mengetahui apakah ada hubungan posisi kerja statis terhadap kejadian leher.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode narrative riview, pada
penelitian ini penelusuran artikel menggunakan database Google Schoolar,
PubMed sesuai kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian artikel yang
diambil ini full text tentang posisi kerja statis terhadap kejadian nyeri leher
pada operator komputer di terbitkan minimal dalam kurun waktu 2010-2020.
Hasil: Hasil riview 10 jurnal adanya hubungan posisi kerja statis terhadap
kejadian nyeri leher dengan diukur oleh alat yang digunakan. Kesimpulan:
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan posisi kerja statis terhadap
kejadian nyeri leher pada operator komputer. Posisi kerja statis yang
dilakukan secara menerus dalam waktu yang lama akan meningkatkan
kejadian nyeri leher. Saran: Peneliti selanjutnya bisa menambah referensi
yang lebih baik untuk kesempurnaan penelitian selanjutnya menggunakan
metode narrative review
The Obstacle Factors of HIV Screening on Pregnant Women
The infection prevention of Human Immunodeficiency Virus (HIV) from the mother to
her child is pivotal and to conducted and implemented because more than 90% of HIV
baby cases are infected through the process from the mother to the baby. Baby with
positive HIV status more frequently experience growth disorder and infection illness.
Negative stigma towards HIV and AIDS cause the children with HIV and AIDS frequently
experience discrimination treatment from the community where they live. There were five
stages of conducting this scoping review such as; identifying the research question,
identifying relevant studies, selecting the studies, data charting, and arranging,
summarizing, and reporting the results. The purpose of this review is find out what factors
that inhibit HIV screening on pregnant women. This research used three databases such
as Science Direct, Wiley, and Pubmed for identifying the relevant article studies in line
with the inclusion and exclusion critera. The article publication is around 2010 until 2019
and obtained 101 articles which then filtered in line with the framework and finally
gained 7 articles. We grouped the themes to be four. The inhibition factors of HIV
screening on pregnant women are knowledge, health facility, stigma, and distance of
service facility