DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN NYERI AKUT MIOKARD INFARK BERDASARKAN USIA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Akut Miokard Infark atau yang lebih dikenal penyakit jantung
dengan kematian terbanyak. Akut miokard infark memiliki gejala yang khas yaitu
nyeri. Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi nyeri seseorang.
Tujuan: Mengetahui skala nyeri berdasarkan usia pada pasien akut miokard infark di
RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 rekam medik. Jenis
penelitian studi komparatif, pendekatan waktu Cross Sectional. Teknik pengambilan
sampel dengan purposive sampling. Data skala nyeri didapatkan dari dokumentasi
rekam medik pasien. Analisis statistik menggunakan uji Mann Withney.
Hasil: Didapatkan hasil uji test pada usia dewasa dengan nilai mean 54,11 dan nilai
mean pada usia lansia 26,90 dengan nilai p (0,000). Sehingga terdapat perbedaan
yang signifikan skala nyeri usai dewasa dengan sekala nyeri lansia, yaitu nyeri akut
miokard infark lebih dirasakan oleh usia dewasa dibandingkan dengan usia lansia.
Simpulan dan Saran: Terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri
berdasarkan usia di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Diharapkan responden
mendapatkan informasi mengenai nyeri dan penanganan nyeri akut miokard infark
yang tepat
Perancangan Galeri Seni Rupa dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatik di Kota Kebumen
Kebumen merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi pariwisata,
budaya, dan kesenian. Sebagaimana diketahui, seni dan budaya erat kaitannya dengan
perkembangan pariwisata dan ekonomi di Kebumen, dan diharapkan para perupa khususnya di
Kebumen semakin bersinergi lagi dengan pemerintahan dalam rangka memajukan pariwisata
Kebumen melalui sektor budaya dan kesenian. Dari berbagai macam kegiatan budaya dan kesenian
di Kebumen, ada sebuah kegiatan pameran seni rupa yang memamerkan karya-karya perupa
Kebumen pada tahun 2017 yang rencananya akan diadakan rutin dengan tema yang berbeda.
Namun sampai saat ini, belum ada tempat yang mampu memberikan fasilitas yang memadai yang
mendukung perkembangan seni rupa dan semangat para penggerak seni. Oleh karena itu, sangat
diperlukan sebuah wadah berupa galeri seni rupa di Kebumen untuk meningkatkan semangat
kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi para pelaku seni agar seni rupa di Kebumen dapat
berkembang dengan baik. Pendekatan yang diterapkan dalam perancangan galeri seni rupa ini
adalah bioklimatik, dengan mempertimbangkan kondisi iklim di Kebumen yang lembab dan panas
dan menimbulkan permasalahan kesehatan serta ketidaknyamanan (sick building syndrome)
pengguna bangunan. Fenomena sick building syndrome disebabkan karena kualitas udara dan
polusi udara dalam bangunan yang ditempati yang mempengaruhi produktivitas pengguna, adanya
bukaan atau ventilasi udara yang buruk, dan pencahayaan alami yang kurang. Dengan
penyelesaian bioklimatik, tercipta kenyamanan ruang galeri seni bagian dalam dan ruang luar
untuk setiap pengguna bangunan tersebut
PERBEDAAN PEMBERIAN PLYOMETRIC DENGAN SHUTTLE RUN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN BERLARI PADA PEMAIN BULUTANGKIS DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Olahraga merupakan usaha untukmeningkatkan kesehatan tubuh.
Salah satu olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia yaitu
bulutangkis.Permainan raket ini bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran, mata
pencaharian dan sebagai media rekreasi. Cedera olahraga adalah bentuk kerusakan
yang terjadi dalam tubuh yang menimbulkan rasa sakit dan diakibatkan oleh gerak
fisik atau olahraga. Pencegahan cedera olahraga dalam bulutangkis dapat dilakukan
dengan meningkatkan kebugaran, salah satunya adalah kelincahan pemain.
Peningkatan kelincahan dilakukan agar pemain tidak mudah cedera dan dapat
meningkatkan prestasi. Oleh karena itu, fisioterapi berperan dalam memberikan
pelatihan guna meningkatkan kemampuan kelincahan pemain dengan memberikan
latihan plyometric dan shuttle run.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh antara plyometric dengan shuttle run terhadap kelincahan berlari
padapemain bulutangkis. Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan narrative
review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar,
PubMed, dan PEDro. Hasil penelusuran jurnal yang telah dibaca sebanyak 52 jurnal
hingga didapatkan 10 jurnal mengenai plyometric dan shuttle run untuk selanjutnya
dilakukan review pada penelitian ini. Hasil Penelitian: Terdapat peningkatan
kemampuan kelincahan setelah dilakukan latihan plyometricdengan nilai rata-rata
1.49 detik dan latihan shuttle rundengan nilai rata-rata 1.24 detik. Kesimpulan:
Terdapat pengaruh plyometric dan shuttle run terhadap peningkatan kelincahan
namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya.Saran: Bagi
peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan mengambil data
secara langsung untuk mengetahui pengaruh plyometric dan shuttle run terhadap
kelincahan
PENGARUH PENDIDIKAN GIZI DENGAN METODE MENDONGENG TERHADAP PENINGKATAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK USIA SEKOLAH LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Jumlah konsumsi buah dan sayur anak usia sekolah di indonesia
masih sangat rendah yakni 60 gram/orang/hari padahal anjuran dari pemerintah
adalah 400 gram/orang/hari. Hal ini dikarena kurangnya pemberian pendidikan
tentang manfaat buah dan sayur pada anak sejak dini. Pendidikan gizi dapat
dilakukan dengan berbagai metode salah satunya dengan metode mendongeng.
mendongeng merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana
untuk menanamkan nilai-nilai pada anak yang dilakukan tanpa harus menggurui sang
anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi dengan
metode mendongeng terhadap peningkatan konsumsi sayur dan buah pada anak.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode literature
review atau studi pustaka. Bahan analisa terdiri dari enam jurnal berbahasa Indonesia
dan berbahasa Inggris yang dapat diakses full-text.
Hasil: Penelitian ini menggunakan enam jurnal dimana ada lima jurnal yang
menunjukkan adanya peningkatan konsumsi sayur dan buah melalui pendidikan gizi
dengan metode mendongeng.
Simpulan dan Saran: Pendidikan gizi dengan metode mendongeng dapat
meningkatkan konsumsi buah dan sayur pada anak dan juga dapat meningkatkan
pengetahuan anak tentang gizi seimbang. Disarankan kepada guru dan orang tua
untuk dapat memberikan pendidikan gizi kepada anak disekolah maupun dirumah
dan untuk mahasiswa keperawatan disarankan untuk melakukan penelitian lebih
lanjut dan mendalam
PENGARUH PEMBERIAN RELAKSASI NAFAS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DERAJAT I: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Hipertensi tertinggi di dunia yaitu sebesar 46% dan di Indonesia
yaitu sebesar 34,1%. Hipertensi memberi dampak yang mematikan karena tanpa
disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi penderitanya.
Hipertensi terus meningkat seiring bertambahnya usia sehingga fisioterapi berperan
penting dalam kasus ini yaitu dengan memberikan relaksasi nafas yang dapat
dilakukan secara mandiri sehingga mempermudah seseorang untuk melakukan
latihan. Relaksasi nafas ini dengan menggunakan teknik slow deep breathing, deep
breathing, dan diapraghmatic breathing untuk menurunkan tekanan darah pada
lansia. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian relaksasi nafas terhadap
penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi derajat I. Metode
Penelitian: Menggunakan metode narrative review dengan framework PICO.
Pencarian jurnal dilakukan dibeberapa database melalui Google Scholar, PubMed
dan Science Direct dengan kata kunci yang telah ditentukan. Seleksi artikel
menggunakan critical apprasial kemudian memasukan kedalam PRISMA
Flowchart, data hasil narasi, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil:
Dari 159 jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang terdiri dari 4 jurnal Slow Deep
Breathing, 3 jurnal Deep Breathing, dan 3 jurnal Diaphragmatic Breathing untuk
dilakukan review. Setelah dilakukan review dengan tiga teknik tersebut menunjukan
bahwa relaksasi nafas dapat menurunan teknaan darah. Kesimpulan: Tidak ada
perbedaan pengaruh antara slow deep breathing, deep breathing dan diapraghmatic
breathing terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi derajat
I, ketiganya sama-sama efektif untuk menurunkan tekanan darah
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PNEUMONIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA BALITA DI DESA NGAWEN MUNTILAN MAGELANG
Latar Belakang : Angka kejadian pneumonia pada balita dari tahun ke tahun selalu
mengalami peningkatan. Pneumonia menyumbang sekitar 16 % dari 5,6 juta
kematian balita, menewaskan sekitar 880.000 anak pada 2016. Pneumonia menjadi
penyebab kematian utama bagi anak usia dibawah usia 5 tahun di dunia. Perilaku
pencegahan perlu dilakukan agar mengurangi angka kejadian pneumonia. Salah satu
faktor yang menentukan perilaku pencegahan pneumonia yaitu tingkat pengetahuan,
dengan memiliki pengetahuan pneumonia yang benar dapat memimpin seseorang
kearah perilaku pencegahan pneumonia yang sesuai dan dapat membantu membuat
keputusan yang penting terkait pencegahan pneumonia.
Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pneumonia dengan
perilaku pencegahan pneumonia pada balita di Desa Ngawen Muntilan Magelang.
Metodologi: Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan waktu Cross
Sectional. Jumlah sebanyak 61 responden dengan teknik purposive sampling dari
populasi 155 responden. Data dianalisa menggunakan uji statistik Kendall’s Tau.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
tingkat pengetahuan tentang pneumonia baik 49 (80,3%) dan memiliki perilaku
pencegahan pneumonia baik 45 (73,8%). Korelasi didapatkan tingkat pengetahuan
tentang pneumonia dengan perilaku pencegahan pneumonia dengan harga koefisien
nilai p-value sebesar 0,003 < 0,05 dengan nilai keeratan 0,370 termasuk dalam
kategori lemah/rendah.
Simpulan : Ada hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pneumonia dengan
perilaku pencegahan pneumonia pada balita di Desa Ngawen Muntilan Magelang.
Saran : Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi
responden untuk menerapkan dan mempertahakan perilaku pencegahan pneumonia
pada balita sehingga balita dapat terhindar dari penyakit pneumonia
Villa Resort Sembalun Di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB)
Lombok adalah daerah berupa pulau yang berada di bagian barat Kepulauan
Nusa Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok juga terkenal akan
destinasi pariwisatanya. Spot destinasi wisata yang menjadi daya tarik bagi
wisatawan untuk berlibur di Lombok adalah Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air,
Air Terjun Kerta Gangga, dan tentunya Gunung Rinjani sembalun (Pratiwi,2018).
Sembalun sebuah kecamatan wisata yang terlatak di Lombok Timur yang memiliki
luas wilayah 217,18 km². Sembalun terdiri dari beberapa desa yang menawarkan
keindahan pemandangan desa yang masih tradisional. Dengan menyuguhkan petakpetak
sawah
yang
berjajar
rapi
serta
sistem
irigasi
seperti
Indonesia
masa
lalu.
Hal
tersebut
yang
menjadi daya tarik untuk wisatawan datang ke sembalun. Adanya
permasalahan kurangnya akomodasi atau amenitas berupa penginapan, perlu
direncanakan suatu fasilitas yang memberikan kenyamanan wisatawan, yaitu Villa
Resort yang menerapkan konsep atau pendekatan Ekowisata. Ekowisata menjadi
pilihan yang tepat sebab konsep tersebut adalah suatu bentuk wisata yang
bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami, memberi manfaat
secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempat
melalui kekayaan alam di Kecamatan Sembalun
PENGARUH PEMBERIAN CORE STABILITY EXERCISE DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE TERHADAP LOWER CROSS SYNDROME PADA PENJAHIT: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang : Penjahit merupakan seorang pekerja yang mampu menciptakan
sebuah pakaian, tirai, kasur, taplak kain, dan sejenisnya. Tujuan : Untuk mengetahui
pengaruh dari latihan Core stability exercise dan William flexion exercise terhadap
Lower cross syndrome pada penjahit. Metode : Penelitian yang menggunakan system
Narrative Review, yang merupakan uraian tentang teori, temuan-temuan baru dan
penemuan lainnya yang diperolah dari database Google scholar. Identifikasi jurnal
menggunakan PICO. Hasil : Review dari 10 jurnal menunjukkan hasil bahwa latihan
Core stability exercise dan William flexion exercise terhadap Lower cross syndrome
dapat memperbaiki postural, mengurangi rasa nyeri, dan meningkatkan fungsional,
dengan rata-rata waktu latihan 4-8 minggu. Kesimpulan : Latihan Core stability
exercise dan William flexion exercise efektive dalam memperbaiki postural,
mengurangi rasa nyeri, dan meningkatkan fungsional terhadap Lower cross syndrome
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang
digolongkan sebagai penyakit kronis yang bersifat permanen. Tingginya kejadian
diabetes mellitus disebabkan rendahnya kepatuhan pasien dalam manajemen diri
diabetes mellitus. Pengelolaan diabetes mellitus dibutuhkan self efficacy yang tinggi
pada penderita diabetes mellitus. Self efficacy diperlukan untuk mempertahankan
perilaku yang dibutuhkan dalam mengelola perawatan diri pada pasien dan
menghindari komplikasi.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri
diabetes mellitus tipe 2.
Metode: Pencarian jurnal menggunakan database Pubmed dan Google Schoolar untuk
menemukan 4 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu : Rentang waktu
penerbitan 2018-2020, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, subyek
pada penderita diabetes mellitus tipe 2, jenis artikel full text dan tema artikel self
efficacy terhadap kepatuhan manajemen diri pada penderita diabetes mellitus tipe 2
dan ekslusi yaitu artikel yang tidak membahas isi tema, artikel tidak dalam bentuk full
text, jurnal yang berbayar da artikel yang berasal dari google yang tanpa sumber.
Artikel kemudian dilakukan review.
Hasil: Dari 4 artikel yang dilakukan review terdapat hasil bahwa self efficacy dan
kepatuhan manajemen diri saling berhubungan pada penderita diabetes mellitus tipe 2.
Simpulan dan saran: Terdapat hubungan sel efficacy dengan manajemen diri diabetes
mellitus tipe 2. Perawat supaya meningkatkan perhatian khusus terhadap kejadian
diabetes mellitus dengan cara memberikan informasi mengenai self efficacy dan
kepatuhan manajemen pada penderita diabetes mellitus tipe 2
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA PRASEKOLAH
Latar Belakang: Perilaku penggunaan gadget merupakan perbuatan atau
aktivitas yang dilakukan pada sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki
fungsi khusus. Anak yang diperbolehkan menggunakan gadget dengan durasi
yang lama akan menyebabkan kecanduan dan dampak negatif yang lainnya. Peran
orang tua sangat dibutuhkan dalam mengurangi penggunaan gadget pada anak.
Peran orang tua merupakan peran yang sangat penting untuk anak untuk menuju
masa dewasanya. Salah satu peran orang tua yang dapat dilakukan yaitu mengajak
anak bercanda atau berdiskusi disela-sela kesibukan sehingga anak dapat
melupakan gadget karena anak akan merasa diperhatikan.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran orang tua dengan perilaku penggunaan
gadget pada anak prasekolah.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi literature, penulisan jurnal melalui
data base Google Scholar, Pubmed, dan Portal Garuda, dengan kata kunci “peran
orang tua”, “penggunaan gadget”, dan “anak prasekolah” didapat populasi
sejumlah 114 jurnal, sampel yang digunakan adalah 5 jurnal dengan teknik
pengambilan sampel purposive sampling yang didapat berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi.
Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang dianalisa didapatkan bahwa orang tua yang
memerapkan peran yang baik terhadap anak akan mempengaruhi perilaku yang
baik dalam penggunaan gadget.
Simpulan dan Saran: Peran orang tua dan perilaku penggunaan gadget terdapat
hubungan, bermanfaat atau tidaknya gadget tergantung pada peran orang tua
dalam menghadapi perilaku penggunaan gadget pada anak. Untuk peneliti
selanjutnya yaitu dapat menambahkan jurnal yang lebih banyak dan jurnal lebih
spesifik dengan topik yang akan diteliti, baik jurnal nasional maupun
internasional