DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    ANALISIS HASIL KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN ALBUMIN DAN PROTEIN TOTAL DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Laboratorium klinik merupakan bagian dari pelayanan yang memiliki peranan penting dalam menegakkan diagnosis suatu penyakit yang dilakukan oleh klinisi berdasarkan analisis dan riwayat pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi, presisi, dan grafik Levey- Jennings menggunakan aturan Westgard pada analisis kontrol kualitas pemeriksaan albumin dan protein total di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa data sekunder yang diambil pada bulan Juli-Desember 2019. Kemudian data tersebut dianalisis dengan cara menghitung rerata (mean), Standard Deviation (SD), akurasi, presisi, koefisien variasi (KV) serta melihat grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan hasil kontrol kualitas albumin dan protein total di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada bulan Juli-Desember ada perbedaan. Hasil kontrol kualitas pemeriksaaan albumin bahwa semua nilai kontrol tidak ada yang keluar dari nilai KV maksimum, sedangkan hasil kontrol kualitas pemeriksaan protein total pada bulan Juli-Desember 2019 semuanya keluar dari nilai KV maksimum. Nilai KVِmaksimumِuntukِalbuminِyaituِ≤6ِsedangkanِproteinِtotalِyaituِ≤3. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil akurasi sangat baik yaitu pada rentang 90-110%, hasil presisi untuk kontrol albumin semua nilai tidak ada yang keluar dari nilai KV maksimum, sedangkan kontrol protein total semua nilai keluar dari nilai rentang, serta hasil evaluasi grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard tidak ada nilai kontrol yang mengikuti aturan 12s, 13s, 22s, R4s, dan 10

    DETEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH ) METODE POLIMERASE CHAIN REACTION (PCR)

    Get PDF
    Latar Belakang : Infeksi cacing usus yang ditularkan melalui tanah (Soil Transmitted Helminth) disebut juga penyakit infeksi kecacingan STH masih merupakan problema kesehatan masyarakat terutama di daerah tropis dan sub tropis termasuk Indonesia. cacing STH adalah Ascaris lumbricoides, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale, cacing cambuk Trichuris trichiura. Pemeriksaan Polymerase chain reaction (PCR) terbukti sangat sensitif dan spesifik untuk mendeteksi agen mikroba dan pathogen enteric. PCR terbukti sangat sensitif dan 100% spesifik dalam pendeteksian STH dibandingkan dengan mikroskop. Tujuan : Untuk Deteksi Soil Transmitted Helminths (STH ) Metode Polimerase Chain Reaction (PCR). Metode : Metode pada penelitian ini yaitu Systematic Review dengan menggunakan metode PICO sebagai penelusuran dan seleksi literatur. Hasil : Deteksi Soil Transmitted Helminths metode Polimerase Chain Reaction merupakan metode yang dalam mengidentifikasi infeksi kecacingan yang sangat sensitive dan spesifik untuk mendapatkan hasil akurat. Simpulan : Terdapat hasil Polimerase Chain Reaction yang sangat sensitif, cepat dan dapat diskalakan membuat penggunanya dalam mendiagnosis Soil transmitted helminth sangat menarik dibandingkan metode mikroskop yang tidak sensitif

    EFEKTIVITAS UJI TUBEX DAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) UNTUK DIAGNOSIS DEMAM TIFOID

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonella typhi adalah bakteri gram negatif, bentuk batang, tidak membentuk spora memiliki kapsul dan flagel. Pemeriksaan Tubex merupakan pemeriksaan serologis yang memiliki keunggulan dalam mendiagnosis penyakit demam tifoid dibandingkan dengan uji lain karena pemeriksaan tersebut, memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik. Sedangkan Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) mendeteksi DNA (asam nukleat) gen flagelin bakteri S. typhi dalam darah dengan teknik hibridisasi asam nukleat atau amplifikasi DNA dengan cara polymerase chain reaction. Kultur darah merupakan pemeriksaan yang telah ditetapkan sebagai baku emas untuk diagnosis demam tifoid. Tujuan: Menilai efektivitas pemeriksaan Tubex dan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk diagnosis demam tifoid. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah systematic review/literature review dengan menggunakan data sekunder atau literatur berupa jurnal yang memenuhi kriteria dan relevan dengan masalah penelitian. Kriteri jurnal yang digunakan yaitu jurnal publikasi tahun 2010-2020 yang akses full text dalam format pdf. Strategi penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang mengacu pada pola kerangka alat pencari yaitu PICO (Population/Patient, Intervention, Comparison, Outcome). Kata kunci yang digunakan adalah Tifoid Fever, Tubex, Blood Culture, Sensitivity Specificity dan Fever, PCR, Blood Culture, Sensitivity Specificity. Hasil Penelitian: Hasil penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang terdapat nilai sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan Tubex dan Polymerase Chain Reaction (PCR). Data dari 10 jurnal tersebut diolah dan didapatkan nilai sensitivitas dan spesifisitas Tubex adalah 73,6% dan 92,98%. Sedangkan nilai sensitivitas dan spesifisitas Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah 53,8% dan 93,9%. Simpulan: Pemeriksaan Tubex dan Polymerase Chain Reaction (PCR) memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik apabila dibandingkan dengan kultur darah sebagai baku emas pemeriksaan demam tifoid. Pemeriksaan Tubex dan Polymerase Chain Reaction (PCR) lebih baik dalam spesifisitasnya. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas metode Tubex dibandingkan dengan PCR dan Kultur Darah sebagai baku emas pemeriksaannya

    PERBEDAAN PENGARUH MASSAGE DENGAN ICE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI DELAY ONSET MUSCLE SORENESS (DOMS) PADA OTOT HAMSTRING DITINJAU DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Banyak remaja saat ini cenderung menjadi jarang melakukan aktivitas fisik yang disebabkan karena gaya hidup sedentary life yang membuat kondisi kebugaran fisiknya yang kurang prima, hal ini akan mudah menyebabkan terjadinya gejala Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Ada berbagai macam modalitas fisioterapi, beberapa contohnya berupa terapi massage dan ice massage yang digunakan untuk menurunkan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Tujuan : mengetahui perbedaan pengaruh massage dengan ice massage terhadap penurunan nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS). Metode penelitian : Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar, PubMed, dan PEDro. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full text berupa terapi massage dan ice massage yang digunakan untuk menurunkan nyeri akibat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), jurnal dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, memiliki responden baik laki-laki maupun perempuan, diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5 jurnal massage dan 5 jurnal ice massage dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil penelitian : hasil review didapatkan bahwa ada penurunan nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) pada responden setelah dilakukan treatment menggunakan modalitas massage dan ice massage. Kesimpulan : ada perbedaan pengaruh pemberian massage dan ice massage terhadap penurunan nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) namun tidak ada perbedaan hasil yang singnifikan pada kedua treatment

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN VARIASI VOLUME DARAH PADA TABUNG VACUTAINER ANTIKOAGULAN K2EDTA TERHADAP JUMLAH SEL ERITROSIT DAN SEL LEUKOSIT

    Get PDF
    Latar Belakang:. Pemeriksaan Laboratorium memiliki tiga tahap yaitu tahap pra analitik, analitik dan paska analitik. Tahap pra analitik memiliki presentase kesalahan sebesar 60%-70%. Salah satu kesalahan yang sering terjadi yaitu ketepatan volume sampel terhadap antikoagulan. Pemeriksaan hematologi direkomendasikan menggunakan tabung vacutainer berisi antikoagulan K2EDTA. Ketika volume darah dimasukkan ke dalam vacutainer kurang dari jumlah yang ditentukan maka menyebabkan sel darah mengalami pengerutan dan terjadi hemodilusi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian variasi volume darah pada tabung vacutainer antikoagulan K2EDTA terhadap jumlah sel eritrosit dan sel leukosit. Metode Penelitian: Systematic review metode PICO dengan pencarian literatur pada empat database yaitu PubMed, Google Scholar, Wiley Online Library dan Science Direct. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini memiliki ketentuan sepuluh tahun terakhir (2010-2020). Hasil: Pemberian variasi volume darah pada tabung vacutainer K2EDTA dengan volume 0,5 mL terhadap pemeriksaan jumlah sel eritrosit memiliki p value 0,011 dan pada pemeriksaan jumlah sel leukosit memiliki p value 0,001 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Volume darah yang lebih dari 0,5 mL tidak berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan jumlah sel eritrosit dan sel leukosit. Simpulan: Terdapat pengaruh pada pemberian variasi volume darah 0,5 mL menggunakan tabung vacutainer antikoagulan K2EDTA terhadap pemeriksaan jumlah sel eritrosit dan sel leukosit. Saran: Disarankan untuk melakukan penelitian secara langsung dengan menambah variasi volume darah yang lebih kecil untuk melihat pengaruh terhadap hasil pemeriksaan hematologi

    Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Pencegahan Diare pada Anak Sekolah Dasar: Literatur Review

    Get PDF
    Latar Belakang: Penyakit diare masih menjadi masalah masyarakat karena merupakan penyumbang ketiga dari angka kesakitan dan kematian anak diberbagai Negara termasuk Indonesia. Diare adalah penyakit yang terjadinya perubahan bentuk tinja yang melembek sampai dengan cair dengan frekuensi lebih dari lima kali dalam sehari. Salah satu timbulnya diare yaitu kurangnya pengetahuan anak tentang perilaku kesehatan. faktor yang mempengaruhi dalam pencegahan diare pada anak ada tiga yaitu faktor lingkungan, usia dan perilaku. Upaya pencegahan diare yaitu dilakukan penyuluhan tentang pencegahan diare untuk memberikan informasi dan kemudian dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mengurangi angka kejadian diare. Tujuan: Tujuan literature review ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pencegahan diare pada anak sekolah dasar. Metode: Literature review ini menggunakan artikel yang relevan dari database Google-scholar dan Portal garuda yang diterbitkan dengan rentang tahun 20162020. Hasil: Berdasarkan hasil uji kelayakan ketiga artikel menggunakan JBI Critical appraisal dengan Checklist for Quasi-Experimental Studies mempunyai nilai kelayakan untuk dijadikan artikel review dengan skor 70%-80%. Hasil dari analisis ketiga artikel ada pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan pencegahan diare pada anak. Simpulan dan saran: Ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pencegahan diare pada anak usia sekoalah dasar. Penyuluhan kesehatan sangat berpengaruh terhadap pembentukan pengetahuan dan sikap responden kearah yang lebih baik. Diharapkan penelitian ini dapat menjadikan literature review ini sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya

    PENGARUH CALF RAISE DAN SQUAT JUMP TERHADAP TINGGI LOMPATAN : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang :Tinggi lompatan merupakan gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik yang lebih tinggi. Ada banyak cara latihan untutk memperoleh tinggi lompatan yang belum disosialisasikan oleh literature. Karena hal tersebut, peneliti menggunakan latihan otot tungkai yang berfungsi untuk menghasilkan tinggi loncatan yang maksimal, yaitu dengan latihan squat jump dan calf raise. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh calf raise dan squat jump terhadap tinggi lompatan. Metode Penelitian : Menggunakan metode Narrative Review, yaitu dengan melakukan identifikasi kata kunci menggunakan format PICO serta menentukan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang akan dipilih. Pencarian artikel dilakukan pada empat database (Google Schoolar, PubMed, PNRI dan Science Direct).Hasil Penelitian : Sepuluh artikel penelitian mengenai pengaruh calf raise dan squat jump memberikan hasil yang signifikan dalam peningkatan tinggi lompatan. Kesimpulan : Artikel penelitian membuktikan bahwa pengaruh calf raise dan squat jump terbukti berpengaruh terhadap peningkatan tinggi lompatan. Saran :Calf raise dan Squat Jump dapat dijadikan intervensi pada peningkatan tinggi lompatan

    HUBUNGAN ANTARA PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI DAN KEBERSIHAN PRIBADI TERHADAP INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA PEMULUNG TPA DI INDONESIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Indonesia memiliki letak geografi dengan iklim tropis yang lembab dan suhu yang sesuai untuk perkembangan Soil Transmitted Helminths yang terdiri dari Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk) dan Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (cacing tambang/Hook Worm). Tujuan: Menganalisis kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths, hubungan antara pemakaian alat pelindung diri dengan kebersihan pribadi terhadap infeksi Soil Transmitted Helminths pada pemulung TPA di Indonesia. Metode: Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan 10 literatur dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Penelusuran literatur melalui database Google Cendekia dan Directory Of Open Access Journals. Hasil: Kejadian infeksi Ascaris lumbricoides (cacing gelang) 62%, Trichuris trichiura (cacing cambuk) 31% tertinggi di provinsi Sulawesi Selatan dan infeksi Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (cacing tambang/Hook Worm) 81,25% tertinggi di provinsi Sumatera Utara. Tingkat pemakaian alat pelindung diri dan kebersihan pribadi pada pemulung tergolong kurang baik. Simpulan: Kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths di Indonesia masih tinggi seperti di Provinsi Sulawesi selatan dan Sumatera Utara. Terdapat hubungan antara pemakaian alat pelindung diri dan kebersihan pribadi terhadap infeksi Soil Transmitted Helminths pada pemulung TPA di Indonesia dengan nilai Probabilitas <0,05. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan pemakaian alat pelindung diri serta tindakan kebersihan pribadi pada pemulung TPA di Indonesia

    HUBUNGAN CARDIOVASCULAR LOAD DENGAN ENERGY EXPENDITURE PADA PEKERJA: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Energy expenditure memainkan peran penting dalam menentukan produktifitas seorang pekerja. Dengan mengontrol energy expenditure, maka resiko gangguan kesehatan kerja seperti WMSDs dan kelelahan dapat dikurangi. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada penelitian yang mereview hubungan cardiovascular load dengan energy expenditure. Oleh karena itu, diperlukan adanya narrative review yang membahas hubungan diantara keduanya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan cardiovascular load dengan energy expenditure pada pekerja. Metode: Metode yang digunakan adalah narrative review yang terdiri dari empat tahapan. Tahap pertama adalah mengidentifikasi pertanyaan narrative review dengan framework PEOS (Population, Exposure, Outcomes, Study Design). Tahap kedua, mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed, ScienceDirect) dan grey literature (Google Scholar) dengan kata kunci. Tahap ketiga adalah seleksi artikel menggunakan critical Appraisal, kemudian dimasukkan kedalam prisma flowchart dan data charting. Tahap terakhir adalah mapping artikel. Hasil: Hasil pencarian artikel disemua database memunculkan 330.358 artikel, setelah dilakukan penyaringan mendalam berdasarkan relevansi dan kriteria eligibity, didapatkan 10 artikel yang sesuai dan mempunyai grade A. Hasil review menunjukkan ada hubungan cardiovascular load dengan energy expenditure pada pekerja. Selain itu ditemukan bahwa karakteristik pekerja yang dapat menggunakan cardiovascular load maupun energy expenditure sebagai ukuran beban kerja sangat bervariasi, ada pengaruh ergonomi pada cardiovascular load dan energy expenditure pada pekerja, serta adanya beragam alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui cardiovascular load dan energy expenditure pada pekerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan cardiovascular load dengan energy expenditure pada pekerja, dimana semakin tinggi nilai cardiovascular load, maka semakin tinggi pula nilai energy expenditure

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SINGLE LEG SPEED HOP DAN LATIHAN HALF SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA PEMAIN BULUTANGKIS PASCA SPRAIN ANKLE

    Get PDF
    Pendahuluan: Kekuatan merupakan komponen yang paling penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena, kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik, kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet dari kemungkinan cedera, dengan kekuatan pula dapat membantu lebih kuat stabilitas sendi-sendi. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan single leg speed hop dan half squat jump terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai pada pemain bulutangkis pasca sprain ankle. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian pre test and post test two group design, 24 orang pemain bulutangkis pasca sprain ankle menjadi sampel dengan teknik Total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 mendapatkan latihan single leg speed hop dan kelompok 2 mendapatkan latihan half squat jump dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan alat ukur vertical jump test untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Hasil Penelitian: Hasil paired sampel t-tes kelompok I p=0,000 (p<0,05) dan kelompok II p=0,000 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa kedua latihan berpengaruh dalam peningkatan kekuatan otot tungkai. Hasil Independent t-Test didapatkan nilai p=0,552. Kesimpulan: tidak ada perbedaan pengaruh latihan single leg speed hop dan latihan half squat jump terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai pada pemain bulutangkis pasca sprain ankle. Saran: Masa pandemi global covid-19 seperti sekarang harus memberlakukan protokol kesehatan pada saat jalannya penelitian. Selain itu peneliti berikutnya juga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih banyak

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇