DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2019

    Get PDF
    Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan ini biasanya disertai dengan hipoksia dan hiperapnu serta sering berakhir dengan asidosis. WHO mencatatsekitar 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi baru lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi yang meninggal. HasilSDKI 2012 menunjukkan bahwa AKB DIY menduduki peringkat lima besar secaraNasional. Kasus kematian bayi tertinggi di Kabupaten Bantul (108 kasus) dan terendahdi Kota Yogyakarta (33 kasus). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kejadian asfiksia neonatorum di RSUD PanembahanSenopati Bantul tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 576 bayi.Pengambilan sampel menggunakan random sampling acak sederhana yaitu sebanyak109 bayi.Cara pengumpulan data yaitu data sekunder yang dilakukan dengan caramengambil catatan medis pasien. Penelitian dilaksanakan di RSUD PanembahanSenopati Bantul pada bulan Maret 2020. Analisis data menggunakan analisisunivariat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari faktor ibu yaitu umur ibuberesiko rendah 83 (76,1%), faktor pendidikan ibu yaitu pendidikan menengah 44(40,3%), faktor paritas yaitu paritas multipara 81 (74,3%), faktor anemia yaitu tidakanemia 80 (73,3%), faktor prematur yaitu tidak prematur 93 (85,3%), dan faktorBBLR yaitu tidak BBLR 91 (83,4%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah faktorpenyebab kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan SenopatiBantul tahun 2019 yaitu dari faktor umur ibu yang beresiko rendah, pendidikanmenengah, paritas multipara, tidak anemia dan dari faktor bayi yaitu bayi yang tidakprematur dan tidak BBLR

    HUBUNGAN KB SUNTIK DENGAN EFEK SAMPING KB SUNTIK: STUDI LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Kontrasepsi suntik sering menimbulkan gangguan haid (amenorea), gangguan haid ini biasanya bersifat sementara dan sedikit sekali menganggu kesehatan dan dapat terjadi efek samping seperti peningkatan berat badan, sakit kepala dan nyeri payudara. Angka KB Suntik di Yogyakarta adalah sebanyak (29%) . Hal inilah yang menyebabkan berkembangnya berbagai metode kontrasepsi, tetapi tidak semua alat kontrasepsi tersebut bersifat efektif dan aman untuk digunakan. . Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review. Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian dari studi literature review yang diperoleh, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara KB suntik dengan Efek samping. Ada beberapa faktor yang menyebabkan memilih KB suntik yaitu umur, faktor genetik, pola makan, sosial ekonomi. Didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara KB suntik dengan efek samping. Dari 10 artikel yang sudah dilakukan kajian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat 9 artikel yang menyimpulkan ada hubungan lama penggunaan KB suntik dengan efek samping. Saran utama dalam peneltian ini yaitu memahami dalam menangani efek samping KB sunti

    LITERATURE REVIEW EFEKTIVITAS METODE CERAMAH DAN LUDO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS

    Get PDF
    Penderita HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome) telah masuk kedalam masyarakat umum termasuk juga remaja, saat ini penderita HIV/AIDS usia remaja termasuk penyumbang angka kasus yang cukup tinggi. Apabila remaja tidak mendapatkan pendidikan dan informasi yang benar tentang kesehatan, khususnya tentang HIV/AIDS maka remaja sangat rentan mengalami masalah pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektivitas metode ceramah dan ludo tehadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Metode yang digunakan dalam literature review menggunakan strategi secara komprehensif, seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel menggunakan google scholar. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “Efektifitas metode ceramah dan ludo terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS” dengan jumlah artikel 10 dalam rentan waktu 10 tahun terakhir mulai dari tahun 2010-2020. Berdasarkan beberapa literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait efektivitas metode ceramah dan ludo tehadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian diketahui bahwasannya metode ceramah dan ludo dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Hal ini dibuktikan dari nilai pvalue setiap penelitian terkait pengetahuan, metode ceramah, dan metode ludo adalah kurang dari 0,05. Simpulan dalam penelitian ini bahwa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan ludo efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dalam memahami dan mencegah HIV/AIDS. Saran dalam penelitian ini diharapkan bidan lebih meningkatkan upaya dalam penyuluhan tentang HIV/AIDS pada remaja dengan metode yang menarik agar dapat lebih mudah dipahami

    GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS

    Get PDF
    Kanker Serviks masih menjadi masalah yang paling sering terjadi pada system reproduksi wanita. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), merupakan virus yang umum dan mudah ditularkan melalui hubungan seksual. Setiap perempuan beresiko terkena kanker serviks tanpa memandang usia dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks seringkali menyebabkan penderita datang berobat dengan keadaan stadium lanjut, sehingga angka kejadian dan angka kematiannya masih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks. Metode penelitian yang digunakan studi tinjauan literatur (literartur review) yang menggali bagaimana pengetahuan ibu tentang kanker serviks. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Google Scholer) dalam bentuk jurnal penelitian yang berjumlah 10 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mempengaruhi tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks adalah pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi dan pengelaman. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat melaksanakan penyuluhan lebih sering pada masyarakat khususnya wanita usia subur (WUS) untuk meningkatkan pengetahuannya dan diharapkan wanita usia subur lebih aktif mencari informasi tentang kanker serviks

    Gambaran Ibu Dengan Bayi Asfiksia Neonatorum

    Get PDF
    Asfiksia neonatorum merupakan suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami gagal bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat memasukan zat asam arang di tubuhnya. Salah satu indikator SDGs adalah angka kematian neonatus (AKN) yang merupakan indikator dari tujuan SDGs yang ke tiga yaitu menurunkan angka Kematian Neonatus menjadi 12 per 1.000 kelahiran di tahun 2030.tujuan literature review untuk menganalisis literature yang berhubungan dengan gambran ibu dengan bayi asfiksia neonatorum. Metode yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif baik nasional maupun internasioal, seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain Proquest, EBSCO, dan juga Google Scholar. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “Gambaran Ibu Dengan Bayi Asfiksia”. Kemudian memilih artikel yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Berdasarkan hasil literature review yang telah di analisis bahwa terjadinya asfiksia pada bayi sangat di pengaruhi dan berhubungan dengan keadaan ibu seperti perdarahan antepartum, lama persalinan, persalinan dengan tindakan, ketuban bercampur meconium, ketuban pecah dini. Diharapakan kepada bidanagar dapat meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan asuhan kebidanan, terutama dalam hal pencegahan terjadinya asfiksia neonatorum, misalnya dalam pemeriksaan ANC terpadu

    HUBUNGAN USIA KEHAMILAN DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) LITERATUR RIVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan suatu keadaan dimana bayi baru lahir memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram. BBLR menyumbang 60% sampai 80% dari semua kematian neonatal. Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang menempati urutan ketiga sebagai negara dengan prevalensi BBLR tertinggi yaitu (11,1%). Faktor- faktor penyebab terjadinya BBLR terbagi dalam faktor janin, faktor plasenta dan faktor ibu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dan jarak kehamilan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: metode penelitian ini adalah penelitian literatur riview. Pencarian artikel dilakukan di database yang relavan seperti Google Scholar dan Pubmed. Hasil: pencarian di database didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dari atikel tersebut juga banyak membahas terakait faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR selain usia kehamilan dan jarak kehamilan. Kesimpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dan jarak kehamilan, tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan agar dapat memberikan pelayanan yang prima, prima dan mengoptimalkan pelayanan antenatal secara komprehensif, terpadu dan berkualitas agar adanya masalah kesehatan/penyakit penyerta kehamilan dapat dideteksi dan ditangani secara dini serta perlunya pengembangan model deteksi dini BBLR ditingkat komunitas dengan merujuk pada faktor resiko yang ditemukan pada setiap unit pelayanan kesehatan. Bagi masyarakat khususnya ibu hamil agar dapat melakukan pencegahan dini terhadap kasus BBLR dengan melakukan pemeriksaan antenatal care secara teratur paling sedikit 4 kali pada masa kehamilan

    LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Pemberian gizi yang kurang baik terutama terhadap anak-anak, dampaknya mudah mengantuk dan kurang bergairah yang dapat mengganggu proses belajar di sekolah dan menurun prestasi belajarnya, daya pikir anak juga berkurang karena pertumbuhan otak tidak optimal. Di Indonesia prevalensi kurus 11,2%, terdiri dari 4% sangat kurus dan 7,2% kurus. Sedangkan masalah kegemukan pada anak di Indonesia masih tinggi dengan prevalensi 18,8%, terdiri dari gemuk 10,8% dan sangat gemuk 8,8 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google scholar, dan Jurnal Ilmiah Bidan (JIB). Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal yang diterbitkan pada tahun 2010 - 2020 menggunakan bahasa Indonesia dan fulltext. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil dari review 10 jurnal ada beberapa jurnal tidak hanya membahas hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa, sebanyak 4 jurnal (jurnal ke 1, 2, 4, dan 5) membahas terkait faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa seperti kebiasaan sarapan pagi, pendidikan orang tua, pendapatan orang tua. Kesimpulan penelitian ini yaitu berdasarkan hasil review 10 jurnal didapatkan bahwa status gizi berpengaruh terhadap prestasi belajar, hal ini disebabkan status gizi menjadi masalah penting bagi anak sekolah karena gizi bisa mencerdaskan anak. Sehingga seseorang yang memiliki status gizi baik akan memiliki daya tangkap yang lebih baik dan dapat memperoleh prestasi yang baik pula di sekolahnya. Faktor lain yang berpengaruh terdapat prestasi belajar adalah faktor lingkungan sekitarnya termasuk sekolah dan orang tua. Artinya ada hubungan status gizi dengan prestasi belajar siswa sekolah dasar. Pihak Institusi Pendidikan diharapkan dapat bekerja sama dengan pelayanan kesehatan dalam meningkatkan Kerjasama untuk membuat program Pendidikan Kesehatan siswa mengenai status gizi meliputi pola makan yang teratur dan bergizi pada siswa sekolah dasar

    Hubungan Anemia Terhadap Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah

    Get PDF
    Angka kematian bayi merupakan cerminan dari status kesehatan masyarakat.Sebagian besar penyebab kematian bayi dan balita adalah masalah yang terjadi pada bayi baru lahir/neonatal (umur 0-28 hari).Masalah yang terjadi pada neonatal ini meliputi asfiksia (kesulitan bernapas saat lahir), Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR), dan infeksi. Prevalensi BBLR tertinggi di Kabupaten Kulon Progo (7,44%) dan paling rendah di Kabupaten Bantul (3,66%). BBLR dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor ibu diantaranya, status gizi, umur ibu (kurang dari 20 tahun dan tidak lebih dari 30 tahun), dan paritas.Kurangnya gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu seperti anemia.Proporsi kejadian berat bayi lahir rendah lebih besar pada ibu hamil yang menderita anemia.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kejadian BBLR dan anemia serta hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR).Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literature review.Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian dari studi literature review yang diperoleh, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan BBLR yaitu kadar hemoglobin, usia, paritas, jarak kehamilan, kenaikan berat badan dan antenatal care.Berdasarkan hasil literature review dari beberapa jurnal yang telah disajikan didapatkan bahwa Kejadian Anemia pada Ibu Hamil sebanyak 55,7%, Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebanyak 22,5% dan hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR sebanyak 33,2%.Tingginya angka kejadian BBLR disebabkan karena adanya gangguan penyakit yang menyertai ibu hamil seperti anemia, gemelli, dan preeklampsi.Didapatkan kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah

    SYSTEMATIC REVIEW: HUBUNGAN IMMUNOGLOBULIN MACROGLOBULIN (IgM) DAN IMMUNOGLOBULIN GAMA (IgG) DENGAN TROMBOSITOPENIA PADA PENYAKIT DEMAM TIFOID

    Get PDF
    Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Diagnosis terhadap penyakit ini dibuat berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang, termasuk pemeriksaan laboratorium. Diagnosis demam tifoid meliputi: pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan serologis (uji widal, Tubex, Typhidot), kultur dengan cara isolasi kuman, dan pemeriksaan molekuler, seperti Polimerase Chain Reaction (PCR). Respon imun yang khas dimulai dengan peningkatan antibodi IgM terhadap antigen yang menstimulasi (imunogen), fase ini diikuti dengan produksi antibodi IgG terhadap antigen. Selain pemeriksaan serologi, pemeriksaan trombosit juga digunakan sebagai pendukung diagnosis dalam kasus tifoid. Tujuan: Untuk menganalisi adanya hubungan reaktivitas IgM dan IgG dengan trombositopenia pada pasien demam tifoid. Metode Penelitian: Ulasan dilakukan pada dua database yaitu Google Scholar dan DOAJ. Jurnal publikasi tahun 2011-2020 yang melakukan penelitian tentang pemeriksaan serologis demam tifoid untuk mendeteksi reaktivitas IgM IgG dan pemeriksaan trombosit yang digunakan sebagai pendukung diagnosis. Hasil: Hasil penelusuran literature yang diperoleh dari 10 jurnal yang memiliki data pemeriksaan serologis demam tifoid dengan pemeriksaan trombosit sebagai penunjang pemeriksaan menunjukan adanya hubungan antara reaktivitas pemeriksaan IgM dan IgG dengan trombositopenia pada pasien demam tifoid. Simpulan: Berdasarkan hasil analisis dari beberapa sumber referensi yang didapatkan, maka diambil kesimpulan, yaitu: terdapat hubungan antara hasil reaktivitas demam tifoid IgM dan IgG dengan trombositopenia

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Pseudomonas aeruginosa

    Get PDF
    Latar Belakang: Pioderma merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif yaitu Pseudomonas aeruginosa. Biji pinang (Areca catechu L.) merupakan salah satu obat alternatif yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional karena mempunyai kandungan sebagai antimikroba seperti alkaloid, flavonoid dan tanin. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dan pengaruh konsentrasi ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic review melalui pencarian literatur didalam data base Google scholar terbitan 2010-2020 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis jurnal, hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dengan rata-rata daya hambat pada konsentrasi sebesar 12,5 % (14,00 mm), 25 % (16,67 mm), dan 50 % (13,00 mm). Kesimpulan: Ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dengan konsentrasi 12,5 %, 25 % dan 50 % mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Saran: Dilakukan penelitian lebih lanjut tentang “Pengaruh Ekstrak Biji Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa” dengan metode penelitian dan varian konsentrasi yang berbeda

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇