DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATUR REVIEW PENGARUH MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI
Menurut data dari WHO (2013) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%)
wanita yang mengalami nyeri haid dan 10%-15% diantaranya mengalami nyeri
haid berat. Di Indonesia angka kejadian nyeri haid sebesar 64,25%, yang terdiri dari
59.671 jiwa (54,89%) yang mengalami nyeri haid primer dan 9.496 jiwa (9,36%)
mengalami nyeri haid sekunder (Savitri, 2015). Di Yogyakarta angka kejadian nyeri
haid saat menstruasi yang dialami oleh wanita sebanyak 52% dan hanya 1,07-1,31%
dari jumlah penderita nyeri haid datang ke petugas kesehatan (Noravita, 2017).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap
penurunan nyeri haid. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah
literature review atau tinjauan pustaka. Pendekatan yang digunakan dalam
literature review ini menggunakan berbagai sumber seperti artikel jurnal ilmiah,
dan juga Google Scholer, pencarian melalui internet. Hasil analisis literature review
dari 10 jurnal menunjukkan bahwa massage effleurage memiliki pengaruh terhadap
penurunan intensitas nyeri haid yang ditunjukan dengan rata-rata nilai yang
didapatkan yaitu (p value) = 0,000 yang berarti α > 0,05. Dengan demikian Ho
ditolak dan Ha atau H1 diterima yang berarti ada pengaruh massage effleurage
terhadap penurunan intensitas nyeri haid. Diharapkan bagi remaja putri untuk dapat
memanfaatkan massage effleurage sebagai salah satu bentuk pemijatan yang
terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri haid, serta penggunaan terapi yang
ergonomis dan tidak memberikan efek samping jika digunakan dalam jangka yang
lama
METODE YANG EFEKTIF UNTUK MEMPENGARUHI MINAT IBU-IBU DALAM MELAKUKAN IVA BERDASARKAN LITERATURE REVIEW
Abstrak : Di Indonesia sebesar 23,4 per 100.000Penduduk dengan rata-rata
kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Untuk revelensi kanker di Indonesia
mengalami peningkatan dari 1,4 per 1000 penduduk ditahun 2013 menjadi 1,79 per
1000 ditahun 2018. Angka kejadian kanker tertinggi adalah provinsi DIY 4,86 per
1000 penduduk. Upaya dilakukan untuk menangani tersebut yaitu dengan
pemeriksaan IVA. Penelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan literature (examine
literature) yang berhubungan dengan metode yang efektif untuk mempengaruhi
minat ibu-ibu dalam melakukan IVA berdasarkan Evidence Based Practice. Metode
yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif ,seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui
internet,dan tinjauan ulang artikel. Pada tahap awal pencarian artikel dengan jumlah
artikel 10. Kriteria jurnal yang sudah terindeks atau terakreditasi baik nasional
maupun internasional (ISBN/ISSN). Dari kesepuluh jurnal yang didapatkan metode
yang digunakan beragam seperti penyuluhan, promosi kesehatan, pendidikan teman
sebaya, dan pendidikan kesehatan. Didapatkan minat ibu-ibu untuk melakukan IVA
berdasarkan evidence based practice ialah dengan menggunakan metode penyuluhan
lebih efektif meningkatkan minat dalam melakukan IVA. Hal tersebut dikarenakan
metode ini dapat dilaksanaan di depan kelompok atau bermasayarakat dan sifatnya
umum. Diharapkan untuk ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan IVA setelah
diberikan penyuluhan. Disarankan agar ibu-ibu melakukan upaya deteksi dini
pencegahan kanker serviks dengan melakukan IVA sehingga dapat menemukan
adanya kelainan-kelainan pada serviks serta memperpanjang harapan hidup
penderita
GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Pada masa remaja sangat rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang dan
kekerasan.Perilaku kekerasan yang sering dilakukan oleh remaja yaitu perilaku bullying. Hal
ini dikarenakan pada masa remaja mempunyai sifat egosentris dan berperilaku agresif. Saat
ini bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu Plan International
Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia yakni Vietnam (79 %), Kamboja
(73%), Nepal (79 %), Pakistan (43 %) dan Indonesia (84%). Perilaku bullying yang
dilakukan adalah berbentuk bullying fisik, bullying verbal, bullying rasional dan
cyberbullying. Tujuan literature review untuk mengetahui gambaran perilaku bullying pada
remaja. Metode yang digunakan yaitu literature review. Hasil dari literature review
berdasarkan sepuluh jurnal menunjukkan bahwa bentuk perilaku bullying yang dilakukkan
adalah bullying verbal, bullying fisik, bullying rasional dan cyberbullying. Kesimpulan dari
literature review ini adalah perilaku bullying yang dilakukkan oleh remaja meliputi perilaku
bullying verbal, bullying fisik, bullying rasional dan cyberbullying. Fenomena perilaku
bullying merupakan bagian dari kenakalan remaja dan diketahui paling sering terjadi pada
masa-masa remaja, dikarenakan pada masa ini remaja memiliki egosentrisme yang tinggi.
Hal ini dikarenakan seseorang cenderung memandang perilaku bullying secara verbal
merupakan hal yang biasa dan bukan merupakan masalah serius dibandingkan dengan bentuk
perilaku bullying fisik maupun perilaku bullying psikologis. Saran dari literature review
diharapkan untuk peneliti selanjutnya agar lebih meneliti tentang cyberbullying dikarenakan
saat ini sedang maraknya kejadian perilaku bullying melalui media elektronik sehingga dapat
mendukung pemerintah untuk melakukkan tindakan dalam mengatasi cyberbullying dan
diharapkan kepada siswa untuk membaca literature review ini agar dapat meningkatkan
pengetahuan mengenai perilaku bullying dan mengetahui dampak yang akan terjadi sehingga
dapat mengurangi kejadian perilaku bullying
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Berdasarkan Literature Review
Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik
pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Banyak faktor
yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita
maupun faktor sosial ekonomi. Stunting dalam jangka pendek berdampak pada
terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan
gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan, dalam jangka panjang akibat buruk
yang dapat ditimbulkan adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi
belajar, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit, dan resiko tinggi untuk
munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah,
kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua. Penelitian bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan
metode literature review, meliputi studi pencarian sistematis data base komputerisasi
antara Pubmed dan juga Google Scholer menggunakan kata kunci “Hubungan
Kebiasaan Makan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Literature review dengan
menggunakan jurnal yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi
kejadian stunting pada 10 tahun terakhir. Hasil penelitian literature review ini
menunjukkan bahwa kejadian stunting dipengaruhi oleh faktor langsung seperti ASI
eksklusif, asupan gizi, sanitasi lingkungan, gen, dan faktor tidak langsung yaitu
pengetahuan, pendidikan, panjang badan lahir dan pendapatan keluarga. Diharapkan
bagi ibu agar melakukan upaya pencegahan terjadinya stunting dengan rajin
mengikuti posyandu, bisa juga mencari informasi mengenai gizi pada 1000 hari
pertama kehidupan supaya dapat memahami tentang pentingnya pemberian gizi yang
baik dan benar sehingga dapat menerapkannya, sebagai upaya pencegahan stunting.
Selain itu, bagi bidan dan kader kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi
atau penyuluhan kepada ibu balita terkait dengan pemberian gizi yang baik dan benar
pada balita melalui posyandu atau kegiatan yang lain sebagai upaya pencegahan dan
penanggulangan stunting
GAMBARAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA POLDA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Nyeri persalinan sering menjadi alasan ibu tidak melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini
(IMD). Selain itu, tidak terlaksananya Inisiasi Menyusu Dini sering terjadi pada ibu
yang melahirkan secara operasi disebabkan karena ibu dilakukan anestesi yang
menyebabkan ibu mengantuk sehingga kurang respon terhadap bayi, petugas di
kamar operasi terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk
melakukan Inisiasi Menyusu Dini. Penelitian ditujukan untuk mengetahui
gambaran pelaksanaan inisiasi menyusu dini di rumah sakit Bhayangkara Polda
Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian
deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu bersalin
di rumah sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan
Januari sampai Februari 2020 berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel
menggunakan total Sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu melakukan IMD yaitu 26 orang
(78,8%) sedangkan yang tidak melakukan IMD sebanyak 7 orang (21,2%). Lama
pelaksanaan IMD mayoritas responden termasuk dalam kategori lebih dari 60
menit yaitu 23 orang (69,7%) sedangkan yang paling sedikit pelaksanaan IMD
nya kurang dari 60 menit yaitu 10 orang (30,3%). Kesimpulannya adalah sebagian
besar responden melaksanakan IMD (78,8%) dengan kategori lebih dari/sama
dengan 60 menit yaitu 69,7%. Kesimpulan mayoritas responden melakanakan
IMD. Saran bagi ibu hamil agar dapat melaksanakan IMD pada saat bersalin
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Pengetahuan gizi yang kurang merupakan salah satu penyebab terjadinya
stunting pada balita, hal ini berdampak pada sikap atau perilaku dari orang tua,
khususnya ibu dalam pemilihan makanan. Kurang berkualitasnya makanan yang
dikonsumsi inilah yang akan menyebabkan anak terkena stunting. Di Indonesia,
berdasarkan data Riset kesehatan dasar proporsi stunting karena kekurangan gizi
kronik turun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018.
Sedangkan prevalensi stunting di DIY pada tahun 2016 sebesar 11 % dan angka ini
turun dari tahun 2016 sebesar 14,36 dan kembali turun menjadi 13,86 pada tahun
2017. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang
gizi dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan metode
literature review. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak
balita. Literature review ini menggunakan jurnal yang berkaitan dengan hubungan
pengetahuan ibu tentang gizi dan kejadian stunting pada balita dengan maksimal 10
tahun terakhir. Berdasarkan literature review dari 10 jurnal pengetahuan ibu tentang
gizi sebagian besar baik, sedangkan balita yang mengalami stunting rata-rata
memiliki ibu dengan pengetahuan gizi rendah. Literature review ini menunjukkan
ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita.
Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu balita terkait dengan
gizi balita, serta melakukan evaluasi atas penyuluhan yang telah diberikan sebagai
upaya pencegahan dan penanggulangan stunting
Literatur Review Gambaran Karakteristik Ibu Nifas Dengan Bendungan ASI
Bendungan air susu dapat terjadi pada hari ke-2 atau hari ke-3 ketika payudara telah
memproduksi air susu. sejak tahun 2011 hingga tahun 2017 mencapai 32,2% hingga
87,5% angka kejadian bendungan ASI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
gambaran karakteristik ibu nifas dengan bendungan ASI literatur review. Rancangan
penelitian menggunakan metode literatur review,dengan variabel tunggal yaitu
gambaran karakteristik ibu nifas dengan bendungan ASI literatur review yang terdiri
dari umur,paritas,pekerjaan, pendidikan serta riwayat persalianan, sehingga objek
penelitian adalah ibu nifas. Literatur yang digunakan adalah 10 jurnal yaitu terkait
penelitian ini, dengan tahun terbit mulai 2014-2019. Hasil yang ditemukan yakni
karakteristik ibu nifas bedasarkan pada umur responden dengan usia 20-35 tahun,
berdasarkan paritas terdapat pada ibu primi yang banyak mengalami bendungan
ASI,sedangkan berdasarkan pekerjaan terdapat pada ibu yang bekerja dan
berdasarkan pendidikan yaitu terdapat pada ibu yang bependidikan SMA
sederajat ,dan berdasarkan riwayat prsalinan terdapat pada ibu yang bersalin secara
seksio caesarea karena ibu masih sulit untuk bergerak dan tidak bisa langsung
menyusui bayinya dan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada payudara dan
terjadilah bendungan ASI, dengan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan sebagai bahan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya perawatan payudara bagi ibu menyusui dengan cara
memberikan motivasi melalui penyuluhan kepada ibu nifas saat hamil sampai masa
nifas
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN HERBAL TERHADAP NYERI DYSMENORRHEA PADA REMAJA PUTRI
Dysmenorrhea merupakan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah yang terjadi
saat dan sebelum haid, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti tidak bekerja
atau masuk sekolah. Di Indonesia kejadian dysmenorrhea pada remaja sebesar 43-
93%, sekitar 74-80% remaja mengalami dysmenorrhea ringan. Di Yogyakarta
sebanyak 52% perempuan mengalami dysmenorrhea, prevalensi tertinggi sering
ditemui pada remaja putri antara 20-90%. Sekitar 15% remaja dilaporkan
dysmenorrhea berat. Pemberian minuman herbal efektif menurunkan nyeri haid dan
aman digunakan karena tidak bersifat ketergantungan seperti obat farmakologi,
diantaranya minuman rebusan buah asam, rebusan jahe, kunyit asam, jahe asam,
rebusan daun pepaya, jamu temulawak, ekstrak buah adas, air kelapa muda, jus
wortel, jus nanas madu, teh rosella, dan minuman madu kunyit. Dengan kandungan
antioksidan, antidotum, antiinflamasi, analgetik serta asam folat yang dapat
membantu produksi darah. Tujuan literature review untuk mengetahui pengaruh
pemberian minuman herbal terhadap nyeri dysmenorrhea pada remaja putri.
Penelitian ini menggunakan metode literature review atau tinjauan pustaka,
merupakan penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau
pengumpulan sumber kepustakaan yang berhubungan pada sebuah topik tertentu
yang bisa didapat dari berbagai sumber seperti buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah,
koran, majalah dan dokumen untuk menyusun kerangka pemikiran yang jelas dari
perumusan masalah yang ingin diteliti oleh peneliti. Berdasarkan hasil literature
review menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian minuman herbal terhadap
nyeri dysmenorrhea. Dibuktikan dengan nilai p-value <0,05 dari setiap penelitian
dengan pemberian minuman herbal. Terdapat pengaruh pemberian minuman herbal
terhadap intensitas nyeri haid remaja putri. Bidan diharapkan mampu memberikan
edukasi terkait perubahan dan penanganan yang dilakukan remaja ketika
dysmenorrhea selama menstruasi
LITERATURE REVIEW GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN BUKU KIA
Buku KIA merupakan sarana komunikasi antara ibu hamil dan petugas kesehatan,
dimana petugas kesehatan bisa melihat catatan-catatan penting yang diberikan
petugas kesehatan lain tingkat keterisian paling banyak pada pelayanan kesehatan
pada masa kehamilan dan bayi baru lahir.Manfaat dari Buku KIA adalah
memperbaiki perilaku keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan ibu dan
anak dan meningkatkan (Azrul, 2015). Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Manfaat Buku KIA.
Metode yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif ,seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui
internet, tinjauan ulang artikel antara lain Google Scholar. Hasil penelitian
berdasarkan beberapan literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal
terkaitGambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Manfaat Buku KIA. Kesimpulan dari
literature review 10 jurnal didapatkan hasil 5 jurnal mempunyai tingkat pengetahuan
baik, 2 jurnal dengan tingkat pengetahuan cukup, kemudian ibu hamil yang
menfaatkan Buku KIA secara baik ada 2 jurnal, dan 1 jurnal tidak memanfaatkan
Buku KIA secara baik. Saran untuk ibu hamil meningkatkan kesadaran dalam
membaca dan memahami isi Buku KIA agar tidak terjadi kehamilan komplikasi dan
segera terdeteksi
Literatur Review Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri
Penyakit kanker payudara salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia
Angka kejadian kanker masih menduduki peringkat tertinggi setelah kardiovaskuler
dan penyebab utama kematian. Insiden kanker payudara didunia sebesar 2,09 miliar
kasus dan 627.000 kasus kematian.Di Indonesia kanker payudara tertinggi
prevelensinya pada perempuan(70%) 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata
kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara sendiri meningkat sesuai
dengan bertambahnya usia. Namun usia muda bukan menjamin aman dari kanker
payudara. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dapat
dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI). Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan dengan
meningkatkan perilaku SADARI serta pengetahuan SADARI. Penelitian ini
bertujuan untuk melakukan kajian Literature mengenai hubungan pengetahuan
remaja putri terhadap perilaku pemeriksaa payudara sendiri (SADARI).Metode
dalam penelitian ini adalah literature review,penelusuran dilakukan di database
elektronik Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci “pengetahuan”,
“perilaku”, “SADARI”, “Remaja putri”. Tahun terbit artikel antara tahun 2015
sampai 2020, dan terdapat 2 artikel yang terindeks ISBN/ISSN sedangkan 8 artikel
tidak terindeksDipilih 10 jurnal dan artikel sebagai bahan referensi. Hasil dari
literaturereviewdari 10 (sepuluh) jurnal yang telah di analisis, 4 dari 10 junal
memiliki pengetahuan kurang terhadap pemeriksaan payudara sendiri (SADARI),
dan dari hasil literature review dari 10 jurnal yang telah di analisis perilaku SADARI
5 dari 10 jurnal memiliki kategori perilaku SADARI kurang, sedangkan 3 dari 10
jurnal memiliki kategori perilaku SADARI cukup. dan 2 dari 10 jurnal memiliki
kategori perilaku SADARI baik. Diharapakan penelitian ini dapat berguna untuk
menambah wawasan tentang pengetahuan remaja putri terhadap perulaku SADARI