DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perawat D-3 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang s1 keperawatan di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta

    Get PDF
    Latar Belakanng: Keperawatan merupakan profesi yang dikembangkan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi iptek serta sangat memperhatikan tuntutan pendidikan yang berkualitas sesuai standar yang di tetapkan. Kelanjutan pada pendidikan perawat juga di pengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu motivasi. Motivasi merupakan kekuatan psikologis yang menggerakan seseorang ke beberapa jenis tindakan. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan seperti persaingan, dukungan keluarga, dukungan atasan. Dengan adanya faktor persaingan, dukungan keluarga, dan dukungan atasan dapat mempengaruhi motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perawat D-3 untuk melanjutkan penndidikan ke jenjang S1 Keperawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah perawat D-3 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta sejumlah 48 orang dengan pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Hasil: Hasil penelitian dengan uji Spearman Rank diperoleh ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan persaingan (p-value 0,041<0,05), dukungan keluarga (p-value 0,008<0,05), dan dukungan atasan (p-value 0,026<0,05). Keeratan hubungan dengan nilai signifikansi persaingan , dukungan keluarga , dukungan atasan . Simpulan dan saran: Ada faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi perawat D-3 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta. Penelitian ini dapat menjadi referensi pengetahuan untuk mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi perawat D-3 untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi

    Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat IGD di RSUD Panembahan Senopati Bantul

    Get PDF
    Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu profesi yang dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, tidak semua perawat mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Kelelahan kerja adalah beberapa masalah umum yang sering dihadapi pekerja. Salah satu permasalahan yang sering muncul di suatu rumah sakit adalah beban kerja perawat yang tidak seimbang yang dapat menyebabkan terjadinya kelelahan kerja pada perawat. Tujuan: Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi kelelahan kerja pada perawat IGD Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah penelitian survey analitik yaitu dengan pendekatan cross sectional Hasil: Hasil penelitian menggunakan chi-square menunjukkan variabel umur P value=1.869, variabel jenis kelamin P value = .873. variabel masa kerja P value = 2.105, variabel beban kerja P value = 1.698. Dalam hal jenis variabel yang masuk dalam kategori multivarat didapatkan hasil signifikan usia sebesar .998, jenis kelamin sebesar .998, masa kerja sebesar .729, dan beban kerja sebesar .998. Semua variabel menunjukkan nilai signifikasi >0,05 sehingga dalam uji multivariat semua variable tidak berpengaruh Kesimpulan: Tidak ada pengaruh antara faktor-faktor yang mempengaruhi dengan kelelahan kerja Saran: Dapat mengidentifikasi kasus kasus kelelahan kerja pada perawat di luar faktor-faktor yang mempengaruh

    Literature review : hubungan aktivitas fisik olah raga dengan kualitas tidur remaja usia 15-18 tahun

    Get PDF
    Latar Belakang: Tidur merupakan proses mengistirahatkan otak khususnya serebral korteks. Pada kualitas tidur yang buruk masa remaja mengakibatkan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, yaitu juga dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangan. Usia rentang pada remaja perempuan adalah 15-17 tahun dan rentang usia pada laki-laki yaitu 15-18 Tahun. Aktivitas fisik merupakan gerakan yang dihasilkan otot rangka dan mengeluarkan energi. Jika remaja memiliki aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan faktor resiko penyakit kronis dan dapat penyebab dari kematian. Aktivitas olahraga dapat mempengaruhi pada kebugaran jasmani pada seseorang, yaitu seperti sepak bola, bulu tangkis, basket, berenang, dan sebagainya.Tujuan:Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik olahraga dengan kualitas tidur remaja usia 15-18 Tahun. Metode: Metode penelitian ini menggunakan teknik literature review. Pengumpulan data hasil dari penelitian yang sudah dilakukan dan sudah diterbitkan dalam artikel online nasional. Pencarian literatur dilakukan pada Google Sholar pada rentang waktu tahun dari 2016-2020 dengan kata kunci Aktivitas fisik. Olahraga. Kualitas tidur. Remaja. Hasil:Hasil pencarian dngan kata kunci adalah sebanyak 519 artikel penelitian. Selanjutnya dilakukan skrining dan diperoleh 4 artikel sesuai kriteria. Hasil dari artikel tersebut menunjukkan ada hubungan aktivitas fisik olahraga dengan kualitas tidur remaja usia 15-18 Tahun. Simpulan : Kualitas tidur pada remaja sangat penting dan sesuai jam tidur pada remaja yaitu 7-8 jam perhari. Dan perlu adanya pemantauan kegiatan aktivitas fisik di Sekolah maupun diluar, kebiasaan tidur yang baik mampu meningkatkan kualitas atlet remaj

    Pemberian asi dalam penurunan tanda ikterus pada bayi baru lahir:literature review

    Get PDF
    Latar belakang: Bayi yang diberi minum ASI lebih awal dengan efektif dan pemberian kolostrum diyakini dapat mengurangi kejadian hiperbilirubinemia fisiologis (Yuliana, 2018). Pentingnya pemberian ASI sedini mungkin pada bayi agar mendapatkan kolostrum yang dapat mengeluarkan mekonium dengan bilirubin tinggi. Hiperbilirubin adalah kondisi umum pada bayi baru lahir yang mengacu pada warna kuning pada kulit dan sklera pada mata disebabkan terlalu banyaknya bilirubin darah, dimana ikterik merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi baru lahir (Rini, 2021). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI dalam penurunan tanda ikterus pada bayi baru lahir berdasarkan studi literatur. Metode: Penelitian ini menggunakan literatur review, Metode pencariannya PICOST dengan insklusi diakses dari database google scholar dan pubmed, subjek ibu yang menyusui ASI, naskah fullteks, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tahun terbit 2017-2022, sesuai dengan topik penelitian yaitu pemberian ASI dalam penurunan tanda ikterus dan penyesuaian tujuan penelitian yaitu penurunan tanda ikterus. Seleksi jurnal menggunakan PRISMA. Penelitian kualitas uji kelayakan JBI Critical Appraisal Tools Study Cross Sectional. Strategi yang digunakan dalam pencarian literature review menggunakan PICOST. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pemberian ASI dengan penurunan tanda ikterus. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwasanya adanya pengaruh pemberian ASI dalam penurunan tanda ikterus pada bayi . Dari 10 jurnal menyatakan 5 frekuensi dengan kategori sering, 2 jurnal sering dan 1 cukup sering Simpulan dan Saran : Penanganan primer ikterus yang direkomendasikan salah satunya adalah Air Susu Ibu( ASI) . Dari 10 jurnal menyatakan ikteru 6 jurnal menyatakan pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan kadar ikterus dan 5 jurnal menyatakan bahwa ASI tidak ekslusif dapat menurunkan kadar ikterus. Frekuensi pemberian ASI dalam 10 jurnal menyusui sebanyak 8-12 x dalam sehari

    Hubungan pengetahuan dan stigma remaja terhadap orang dengan HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Sedayu

    Get PDF
    Latar Belakang: Dampak infeksi HIV/AIDS pada ODHA tidak hanya pada aspek kesehatan, melainkan juga mempengaruhi hubungan sosial, kondisi psikologis, ekonomi, dan bahkan masa depan penderita. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tujuan: Untuk mengetahui tentang pengetahuan pada remaja tentang HIV/AIDS dan stigma remaja terhadap orang dengan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini menggunakan cross sectional. Penelitian ini adalah remaja di SMA NEGERI 1 SEDAYU kelas 11 atau 2 SMA penelitian ini dilakukan selama 4 hari dengan total populasi 50 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pengetahuan cara penularan HIV-AID sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV-AID. Karakteristik responden berdasarkan Pengetahuan Remaja Terhadap HIV/AIDS, sebagian besar adalah responden termasuk kategori Kurang yaitu sebanyak 35 responden (70,0%). Karakteristik responden berdasarkan Stigma Remaja Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS, sebagian besar adalah responden termasuk kategori Stigma Sedang yaitu sebanyak 47 responden (94,0%). Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada Hubungan Pengetahuan Remaja Terhadap HIV/AIDS dan Stigma Remaja Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS, dengan nilai significancy pada hasil menunjukan (p 0,006 < 0,05)

    Hubungan antara fanatisme dengan perilaku komsumtif penggemar k-pop pada remaja di D.I. Yogyakarta

    Get PDF
    Latar belakang: Fanatisme dideskripsikan sebagai suatu bentuk „antusiasme‟ (enthusiasm) dan „kesetiaan‟ (devotion) yang berlebih atau ekstrem. „Enthusiasm‟ di sini mengimplikasikan tingkatan „keterlibatan‟ dan ketertarikan atau kepedulian terhadap objek fanatik, sementara, devotion‟ mengimplikasikan keterikatan emosi dan kecintaan, komitmen, serta dibarengi dengan adanya tingkah laku secara aktif. Loyalitas mengacu pada kesetiaan yang ditunjukkan penggemar terhadap kesukaannya terhadap grup music idola k-pop. Perilaku konsumtif telah melanda semua kalangan masyarakat, salah satunya ialah kaum remaja. Perilaku konsumtif yang diartikan sebagai tidakan memakai suatu produk secara tidak tuntas Tujuan: Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara fanatisme dengan perilaku konsumtif pada remaja pengemar k-pop di D.I.Yogyakarta. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 151 responden yang merupakan remaja yang berdomisisli di D.I Yogyakarta. Alat ukur dalam penelitian ini terdiri dari dua yaitu Fnatisme dan Perilaku Konsumtif. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian: Berdasarkan uji linearitas pada table diatas menunjukkan bahwa nilai signifikan (Deviation From Linearity) >0,05 yang mana menunjukkan 038. Maka dapat disimpulkan bahwa kedua variabel yaitu vaariabel Fnatisme dan Perilaku Konsumtif memiliki hubungan yang linear. Berdasarkan Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai R Squared adalah 737 atau 73,7%. maka dapat dikatakan bahwa data tersebut linear. Hasil dari analisis yang telah dilakaukan menggunakan korelasi pada peelitian ini, didapatkan nilai signifikan tabel menunjukkan angka koefisien korelasi pearson sebesar 858 . Tanda ** artinya menunjukkan adanya korelasi yang signifikan pada taraf signifikansi 0,001 antar variabel fanatisme dan perilaku konsumtif. Berdasarkan kriteria yang terdapat diatas, hubungan kedua variabel signifikan karena angka signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Karena arah angka koefisien koerlasinya positif

    Hubungan antara persepsi gaya pengasuhan permisif orangtua dengan kecanduan gawai pada remaja

    Get PDF
    Kecanduan gadget yang tinggi pada remaja dapat menyebabkan kecanduan dalam menggunakan perangkat. Kecanduan ini dapat mengubah aktivitas dan pola perilaku kehidupan sehari-hari remaja yang dapat menimbulkan ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi pola asuh permisif dengan kecanduan gadget pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis uji Spearman non parametrik. Data yang diperoleh dari hasil angket yang dibagikan kepada remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian diubah menjadi skala Likert dari 1 (Sangat Tidak Setuju) menjadi 5 (Sangat Setuju)

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇