DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literature Review: Hubungan Pengetahuan Remaja Putri terhadap Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri
Penyakit kanker payudara salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia Angka kejadian
kanker masih menduduki peringkat tertinggi setelah kardiovaskuler dan penyebab utama
kematian. Insiden kanker payudara didunia sebesar 2,09 miliar kasus dan 627.000 kasus
kematian.Di Indonesia kanker payudara tertinggi prevelensinya pada perempuan(70%) 42,1 per
100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Kanker payudara sendiri
meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Namun usia muda bukan menjamin aman dari
kanker payudara. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara dapat
dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan dengan meningkatkan perilaku
SADARI serta pengetahuan SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian
Literature mengenai hubungan pengetahuan remaja putri terhadap perilaku pemeriksaa payudara
sendiri (SADARI).Metode dalam penelitian ini adalah literature review,penelusuran dilakukan di
database elektronik Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci “pengetahuan”,
“perilaku”, “SADARI”, “Remaja putri”. Tahun terbit artikel antara tahun 2015 sampai 2020, dan
terdapat 2 artikel yang terindeks ISBN/ISSN sedangkan 8 artikel tidak terindeksDipilih 10 jurnal
dan artikel sebagai bahan referensi. Hasil dari literaturereviewdari 10 (sepuluh) jurnal yang telah
di analisis, 4 dari 10 junal memiliki pengetahuan kurang terhadap pemeriksaan payudara sendiri
(SADARI), dan dari hasil literature review dari 10 jurnal yang telah di analisis perilaku SADARI
5 dari 10 jurnal memiliki kategori perilaku SADARI kurang, sedangkan 3 dari 10 jurnal
memiliki kategori perilaku SADARI cukup. dan 2 dari 10 jurnal memiliki kategori perilaku
SADARI baik. Diharapakan penelitian ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang
pengetahuan remaja putri terhadap perulaku SADARI
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI DUSUN JETIS MOYUDAN SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang : Merokok menimbulkan bahaya yang sangat buruk bagi kesehatan,
rokok mengandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia berbahaya untuk kesehatan
seperti, nikotin dan zat yang sifatnya karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
Hampir 60% anggota karang taruna di Dusun Jetis adalah perokok, satu di antaranya
adalah perempuan. Hasil wawancara lebih lanjut sebagian besar remaja belum
mengetahui bahaya merokok.
Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan
tentang bahaya merokok pada remaja di Dusun Jetis Moyudan Sleman Yogyakarta.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre – experiment dan
jenis rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest dalam satu kelompok (One
Grup Pre-test Post-test). Sampel diambil dengan tehnik total sampling sebanyak 35
remaja di Dusun Jetis Moyudan Sleman Yogyakarta. Instrumen penelitian
menggunakan kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon Matched
Pairs Test.
Hasil Penelitian : Hasil analisis uji statistik menggunakan Wilcoxon Matched Pairs
Test diperoleh nilai p=0,001 (p<0,5).
Simpulan dan Saran : Ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan
tentang bahaya merokok pada remaja di Dusun Jetis Moyudan Sleman Yogayakarta.
Oleh sebab itu disarankan remaja di Dusun Jetis Moyudan Sleman Yogyakarta
diharapkan bisa meningkatkan pengetahuannya mengenai bahaya merokok
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pengetahuan penggunakan APD harus dimiliki oleh perawat agar
dapat memahami potensi risiko bahaya infeksi, tidak hanya pengetahuan tetapi
perawat juga harus memiliki perilaku penggunaan APD yang baik untuk
meningkatkan kualitas pelayanan yang baik.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku perawat
dalam penggunaan APD di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif
dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner
pengetahuan APD dan lembar observasi dengan sampel 60 responden. Analisis data
menggunakan Kendall tau.
Hasil: Perilaku perawat sebagian besar baik (53,3%). Pengetahuan perawat sebagian
besar baik (81,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara
pengetahuan perawat dan perilaku dalam penggunaan APD, ditunjukkan dengan nilai
signifikansi 0,918 (> 0,05).
Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku
perawat dalam penggunaan APD di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Saran: Perawat lebih meningkatkan meningkatkan kesadaran bahwa penggunaan
APD yang tidak sesuai dapat membahayakan diri sendiri maupun pasien
LITERATURE REVIEW KEPATUHAN PENATALAKSANAAN DIABETIK SEBAGAI UPAYA CONTROLLING KADAR GULA DARAH PUASA
Latar Belakang: Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah urbanisasi dan juga gaya hidup masyarakat. Perubahan gaya hidup seperti asupan makanan olahan dan kalori tinggi, kurang gerak atau bisa disebut sedentary lifestyle menjadi penyebab meningkatnya angka penderita diabetes mellitus tipe 2. Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, kebiasan-kebiasan tersebut dapat memicu glukosa darah tinggi. Disipilin dalam self-management dapat menjadi cara untuk mengontrol kadar glukosa darah dan untuk mengendalikan meningkatnya penderita diabetes mellitus tipe 2.
Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menemukan bukti-bukti kepatuhan penatalaksanaan diabetik dengan kadar gula darah puasa diabetes mellitus tipe 2.
Metode: Studi literatur dari beberapa jurnal yang bersumber dari database PubMed dan search engine Google Scholar untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian dilakukan review.
Hasil: Hasilnya adalah kontrol glukosa darah yang buruk pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dapat berdampak terhadap kualitas hidup, timbul komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler, serta kecenderungan mengalami tekanan psikologis dan dapat menjadi sebab terjadinya kanker.
Simpulan dan Saran: Penanganan farmakologis dan non-farmakologis sangat dibutuhkan dengan mengembangkan regimen terapi sebagai upaya kontrol glukosa darah dan pengendalian penyakit dengan mengedepankan aspek bio-psiko-spiritual
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN SKIZOFRENIA
Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang memiliki ciri-ciri seperti kekacauan dalam berfikir, emosi, persepsi, dan perilaku. Episode akut dari skizofrenia ditandai dengan munculnya waham, halusunasi, pikiran yang tidak logis, pembicaraan yang tidak koheren, dan perilaku yang aneh. Populasi pasien skizofrenia di Indonesia pada tahun 2018 didapatkan data sebanyak 84,9% pasien pengidap skizofrenia. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor yang paling mendasar adalah kepatuhan pasien dalan menjalani terapi pengobatan. Kepatuhan minum obat merupakan penentu penting bagi kualitas hidup pasien skizofrenia.
Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review. Pencarian dilakukan melalui Google Scholar, Portal Garuda dan NCBI.
Hasil: Berdasarkan hasil review yang peneliti lakukan didapatkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia.
Simpulan dan Saran: Berdasarkan artikel yang direview didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pada pasien skizofrenia. Pasien diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pengobatan, baik kepatuhan pasien dalam pengobatan check up jika terdapat pasien rawat jalan dan kepatuhan dalam minum obat yang sudah diresepkan oleh dokter
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA
Latar Belakang : Gizi kurang merupakan salah satu penyakit akibat gizi yang masih merupakan masalah di Indonesia. Masalah gizi pada balita dapat memberi dampak terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga jika tidak diatasi dapat menyebabkan lost generation (generasi yang hilang). Kekurangan gizi dapat mengakibatkan gagal tumbuh kembang, meningatkan angka kematian dan kesakitan serta penyakit terutama pada kelompok usia rawan gizi yaitu Balita
Tujuan : Mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka/Literature Review. Pencarian melalui Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci pola makan, pengetahuan ibu, dan balita gizi kurang dibatasi dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, peneliti menemukan 38 judul artikel yang sesuai dengan kata kunci. Peneliti kemudian melakukan penelusuran menggunakan penelusuran lanjutan Google Scholar dan Pubmed dengan mencari kata kunci yang sama dengan penulusuran pertama 38 artikel yang sesuai. Sebanyak 38 artikel kemudian dilakukan skrinning untuk melihat apakah artikel tersebut memiliki naskah lengkap atau tidak, selanjutkan 24 artikel dieksklusi karena tidak sesuai dan tidak tersedia artikel full text. Artikel penelitian yang memiliki kemiripan tema kemudian dipilih berdasarkan kriteria yang paling layak dan sesuai dengan tujuan penelitian. Jurnal penelitian yang tidak terpilih terdapat kemiripan, dan tidak sesuai dengan kriteria inklusi kemudian dilakukan eksklusi sebanyak 24 artikel, sehingga didapatkan 13 artikel full text yang dilakukan review.
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan kesimpulan ada hubungan pola makan dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan metode penelitian dengan cara observasi dan wawancara mendalam (indept interview) untuk mengetahui seberapa besar keterkaitan antara faktor ekonomi dan kondisi geografis dengan kejadian gizi kurang pada balita
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR (BBL) DAN POLA ASUH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH DESA GIRIREJO BANTUL
Latar Belakang : Stunting adalah pertumbuhan yang terlambat atau tumbuh pendek, stunting terjadi akibat kegagalan pada saat proses tumbuh kembang seorang anak karena kondisi kesehatan dan asupan gizi yang tidak optimal. Akibat dari penyakit stunting anak akan kekurangan gizi dan dapat mengganggu pertumbuhan dan dapat menyebabkan gizi kurang.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan berat badan lahir (BBL) dan pola asuh dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah Desa Girirejo Bantul
Metode : Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak berusia 24-59 bulan di wilayah Desa Girirejo Bantul berjumlah 123 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simpel Random sampling dengan metode Slovin. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan analisa hipotesis menggunakan uji korelasi Kendall-Tau.
Hasil : Hasil analisis data dengan Kendall-Tau menunjukkan nilai (p value 0,00, dan nilai p,0,05) dengan koefisiensi korelasi (r) sebesar 0,388 menunjukkan keeratan hubungan kuat untuk hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting, Dan menunjukkan nilai (p value 0,227 p,0,05) dengan koefiensi korelasi (r) sebesar 0,106 tidak terdapat hubungan pola asuhdengan kejadian stunting.
Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting di wilayah Desa Girirejo Bantul. Oleh karena itu disarankan agar orang tua untuk meningkatkan gizi yang diberikan kepada anak
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK YANG TERATUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS GAMPING 2 YOGYAKARTA
Latar belakang: Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika ada
peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Aktivitas Fisik merupakan
bagian penting dari rencana perawatan dalam pengelolaan DM terutama sebagai
pengontrol gula darah dan memperbaiki faktor resiko kardiorespirasi. Aktivitas fisik
yang teratur adalah penderita diabetes mellitus mampu melakukannya antara tiga hingga
lima hari seminggu, dalam waktu minimal 30-45 menit. Kurannya aktivitas merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan resistensi insulin pada diabetes mellitus tipe II dan
Pola makan adalah susunan beragam pangan atau makanan dan hasil olahannya yang
biasa dimakan oleh seseorang yang dicerminkan dalam jumlah, jenis, frekuensi, dan
sumber bahan makanan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas
fisik yang teratur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita Diabetes Mellitus.
Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas
Gamping 2 Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita Diabetes
Mellitus yang di Puskesmas Gamping 2 dengan total populasi diabetes sebanyak N=100
orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Penentuan jumlah sampel
menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
non random sampling. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah
kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan data terkait pola makan, aktivitas fisik dan
hasil pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan analisis bivariat.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 < 0,05 sehingga terdapat
hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah sewaktu.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan
kadar gula darah sewaktu pada penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Gamping 2
Yogyakarta
HUBUNGAN INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PSTW UNIT ABIYOSO PAKEM SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Lansia mengalami berbagai permasalahan mulai dari
kehilangan pekerjaan, kehilangan tujuan hidup, kehilangan teman, risiko terkena
penyakit, terisolasi dari lingkungan, dan kesepian. Hal tersebut dapat memicu
terjadinya gangguan mental, salah satu yang paling banyak dijumpai pada lansia
adalah depresi. Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi depresi pada
lansia adalah kurangnya komunikasi yang intens pada lansia. Prevalensi depresi
lansia di Indonesia tahun 2018 mencapai 8,0%. Sedangkan prevalensi depresi di
PSTW Unit Abiyoso Pakem Sleman Yogyakarta mencapai 44,4% (depresi
ringan).
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi dengan
tingkat depresi pada lansia di PSTW Unit Abiyoso Pakem Sleman Yogyakarta.
Metode: Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Sampel pada penelitian
ini sebanyak 63 responden. Pengambilan data mengenai intensitas komunikasi
menggunakan kuesioner intensitas komunikasi sedangkan tingkat depresi
menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS). Teknik analisis data
menggunakan Kendall’s Tau.
Hasil: Intensitas komunikasi lansia sebagian besar dalam kategori cukup
(52,4%) dan tingkat depresi lansia sebagian besar dalam kategori ringan
(44,4%). Hasil uji statistik penelitian dalam kategori sedang (554) dan p-value
sebesar 0,000< (0,05%).
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas
komunikasi dengan tingkat depresi pada lansia, oleh karena itu disarankan lansia
perlu lebih sering untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara intens dengan
sesama lansia, sehingga angka depresi dapat ditekan
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI KELURAHAN KENALAN PAKIS MAGELANG
Latar Belakang : Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang perlu diperhatikan dari segi perkembangan mental serta emosionalnya. Masalah mental emosional pada usia 15 tahun keatas di indonesia secara nasional adalah 9.8%. Masalah mental emosional dapat dicegah dengan pola asuh orang yang baik karena pola asuh orang tua adalah dasar pembentukan kepribadian mulai dari lahir hingga beranjak dewasa.
Tujuan : Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan masalah mental emosional pada remaja di Kelurahan Kenalan, Pakis, Kabupaten Magelang.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan croosectional. Alat yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel random sampling berjumlah 66 responden. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 66 responden yaitu 47 responden dengan pola asuh permisif, 4 responden (8,5%) tidak memiliki masalah mental emosional dan 43 responden (91,5%) memiliki masalah mental emosional, 13 responden dengan pola asuh demokratis, 2 responden (15,4%) tidak memiliki masalah mental emosional dan 11 responden (84,6%) memiliki masalah mental emosional, 6 responden dengan pola asuh otoriter, 2 responden (33,3%) tidak memiliki masalah mental emosional dan 4 responden (66,7%) memiliki masalah mental emosional
Hasil penelitian uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan masalah mental emosional (p=0,003; C=0,439) dengan keeratan sedang.
Simpulan :Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan masalah mental emosional pada remaja di Kelurahan Kenalan Pakis Magelang. Diharapkan perlu adanya peningkatan pemberian pola asuh dan kasih orang tua yang baik terhadap anaknya