DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    SYSTEMATIC REVIEW: DAYA HAMBAT JAMUR TEMPE Rhizopus sp. TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI

    Get PDF
    Latar belakang: Jamur tempe Rhizopus sp. adalah kapang hasil dari fermentasi kedelai yang menghasilkan senyawa bioaktif berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba. Senyawa bioaktif dari jamur Rhizopus sp. mengandung daidzein, glikitin dan genistein yang merupakan tiga isoflavon jenis aglikon dengan struktur kimia yang serupa. Tujuan: Menganalisis daya hambat jamur tempe Rhizopus sp. terhadap pertumbuhan bakteri. Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian systematic review yaitu mengamati, mengidentifikasi dan menilai penelitian tersebut. Hasil: Bakteri dapat mengambat pertumbuhan bakteri gram positif Bacillus subtilis, Corynebacteria diphtheria, Listeria innocua, Listeria monocytogenes, Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus. Bakteri gram negative yang terhambat antara lain: Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumonia, Proteus mirabilis, Salmonella typhi, Salmonella typhimurium dan Shigella flexneri. Jamur Rhizopus sp. yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, Salmonella typhimurium dan Shigella flexneri. Simpulan: Jamur tempe mampu menghambat beberapa bakteri gram positif dan negatif. Rata-rata zona hambat yang terbentuk jamur tempe memiliki daya hambat kategori sedang. Jamur tempe menghambat bakteri dengan cara menganti struktur protein bakteri sehingga merusak dinding sel bakteri, mengakibatkan bakteri mengalami kematian. Saran: Penelitian lanjutan perlu dilakukan Rata-rata zona hambat yang terbentuk jamur tempe memiliki daya hambat terhadap bakteri dalam kategori sedang dan melakukan uji in vivo terhadap hewan coba, dengan bahan tempe yang berbeda

    PERBEDAAN UPPER LIMB TENSION TEST 1 DENGAN NERVE GLIDING TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA CARPAL TUNNEL SYNDROME NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Manusia sebagai tenaga kerja merupakan pelaksana dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi, maka sangat tergantung terhadap keterampilan dan kesehatan tubuh. Apabila tubuh menerima suatu pekerjaan yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya keluhan yang menyerang otot, saraf, ligamen dan sendi. Pengrajin batik adalah pekerja sektor informal yang melakukan mendesain, menggambarkan, mencelupkan dan membatik, untuk proses menjadi batik dengan cara konvensional sehingga dalam pembuatannya membutuhkan ketelitian yang tinggi, dari proses membatik diketahui faktor pekerjaan yang merupakan faktor resiko terjadinya Carpal Tunnel Syndrome pada proses membatik biasanya terjadi gerakan berulang yang dapat meyebabkan timbulnya keluhan yang dirasakan oleh pekerja, maka fisioterapi memiliki berbagai macam modalitas, antara lain upper limb tension test 1 dan nerve gliding yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fungsional seseorang. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan upper limb tension test 1 dengan nerve gliding terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada carpal tunnel syndrome. Metode Penelitian: Penelitian narrative review dilakukan Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google scholar, PubMed dan PEDro Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 4 jurnal upper limb tension test 1 dan 6 jurnal nerve gliding dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil: Dari hasil yang didapatkan upper limb tension test 1 lebih berpengaruh dalam peningkatan aktivitas fungsional dangan nilai 12,41 sedangkan untuk nerve gliding nilai rata-rata 2,21 Kesimpulan : Ada perbedaan pemberian upper limb tension test 1 dengan nerve gliding terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada carpal tunnel syndrome Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian dengan pengambilan data secara langsung untuk melihat hasil yang lebih akurat

    PERBEDAAN PENGARUH PENAMBAHAN KINESSIOTAPPING PADA STRAIN COUNTERSTRAIN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS

    Get PDF
    Latar Belakang : Tingkat kejadian Myofascial Pin Syndrome di amerika serikat 30- 85%. Dari 96% keluhan nyeri otot, 74% disebabkan karena Myofascial Pain Syndrome. Di Indonesia 70% keluhan nyeri otot disesbabkan karena Myofascial Pain Syndrome otot Upper Trapezius.. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penambahan kinessiotapping pada strain counterstrain untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan pre and post test two group design alat ukur dalam penelitian ini adalah kuisioner NDI (Neck Disability Index). Sampel dalam penelitian ini adalah pembatik tulis berjumlah 26 orang dengan usia 30-60 tahun. Penelitian ini dilakukan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu. Hasil : hasil penelitian paired sample T-test kelompok I p=0,000 dan kelompok II p=0,000 (p<0.05) yang berarti ada pengaruh strain counterstrain dan kinessiotapping terhadap peningkatan kemampuan fungsional leher. Hasil independent T-test menunjukkan nilai p=0,037 (p<0.05) yang berarti ada perbedaan pengaruh antara kedua kelompok. Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh penambahan kinessiotapping pada strain counterstrain terhadap peingkatan kemampuan fungsional myofascial pain sundrome otot upper trapezius. Saran : Penelitian ini disarankan bagi institusi fisioterapi, bagi fisioterapi, bagi responden (pembatik) dan bagi peneliti selanjutny

    NARRATIVE REVIEW PENGARUH KINESIOTAPPING TERHADAP PENURUNAN NYERI DE QUERVAIN SYNDROME

    Get PDF
    Latar Belakang : De Quervain Syndrome merupakan nyeri pergelangan tangan dan ibu jari yang diakibat inflamasi pembungkus tendon otot Abductor Pollicis Longus dan Extensor Pollicis Brevis yang disebabkan dari gerakan berulang ataupun gerakan yang berlebihan. Faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya De Quervain Syndrome adalah usia, jenis kelamin, massa kerja. Finkelstein Test merupakan test untuk menegakkan diagnosa De Quervain Syndrome. Intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada De Quervain Syndrome yaitu Kinesiotapping. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh kinesiotapping terhadap penurunan nyeri De Quervain Syndrome. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Narrative Review. Hasil Penelitian: Dari 15 artikel yang teridentifikasi didapat 5 artikel yang tidak sesuai dengan kiteria inklusi dan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dari 10 artikel tersebut menyatakan bahwa intervensi kinesiotapping berpengaruh terhadap penurunan nyeri de quervain syndrome. Kesimpulan : Kinesiotapping dapat menjadi salah satu rekomendasi intervensi pada kasus De Quervain Syndrome dengan tujuan untuk menurunkan nyeri. Saran : Diharapkan dapat menambah literatur yang lebi baik untuk kesempurnaan penelitian selanjutnya

    KETELITIAN DAN EVALUASI GRAFIK KONTROL LEVEY-JENNINGS PEMERIKSAAN UREUM MENGGUNAKAN POOLED SERA

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemeriksaan ureum dengan menggunakan metode ureaseGLDH merupakan uji yang sering digunakan oleh para klinisi, terlebih metode ini menggunakan reagen enzimatik yang sensitif serta relatif kurang stabil. Dengan demikian, pemeriksaan ini sangat perlu untuk di kontrol sehingga keberadaan bahan kontrol harus selalu tersedia. Pooled sera merupakan bahan kontrol yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam pelaksanaan kontrol kualitas apabila suatu waktu terdapat permasalahan dalam pengadaan bahan kontrol. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketelitian dan evaluasi grafik kontrol Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard pada pemeriksaan ureum metode Urease-GLDH menggunakan pooled sera. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dengan metode true experimental dimana pelaksanaan kontrol kualitas dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap periode pendahuluan dan periode kontrol. Hasil dibandingkan dengan bahan kontrol komersial sebagai kontrol standar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CV bahan kontrol pooled sera yaitu 2,02% sedangkan nilai CV bahan serum kontrol komersial yaitu 5,67%. Hasil analisis aturan Westgard dalam grafik Levey-Jennings bahan serum kontrol komersial Biorad 26461 dengan parameter ureum didapatkan hasil yang baik dimana tidak ada yang terdeteksi mendapatkan peringatan pemeriksaan atau kesalahan baik acak maupun sistematik. Sedangkan hasil analisis Westgard rules dalam grafik Levey-Jennings bahan kontrol pooled sera terdapat dua nilai kontrol yang masuk dalam aturan peringatan 12s yaitu pada hari ke 7 dan hari ke 11. Simpulan: Ketelitian bahan kontrol pooled sera lebih tinggi dibandingkan dengan ketelitian bahan serum kontrol komersial, serta evaluasi grafik kontrol Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard pada bahan kontrol pooled sera pemeriksaan ureum metode Urease-GLDH masih ditemukan kesalahan dalam kategori aturan peringatan 12s

    EFEKTIVITAS SCAPULAR STABILIZATION EXERCISE DAN DEEP NECK FLEXOR EXERCISE TERHADAP FUNGSIONAL LEHER PADA FORWARD HEAD POSTURE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Forward head posture adalah kondisi dimana cervical membentuk kurva kedepan sehingga posisi kepala cenderung berada pada posisi lebih maju, kondisi yang dapat menyebabkan seseorang mengalami keterbatasan saat melakukan aktivitas fungsional leher sehingga akan berdampak pada tingkat produktivitas seseorang. Sehingga, fisioterapi memiliki peran dalam memberikan sebuah latihan seperti scapular stabilization exercise dan deep neck flexor exercise yang dapat meningkatkan aktivitas fungsional leher pada forward head posture. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui efektifitas scapular stabilization exercise dan deep neck flexor exercise terhadap fungsional leher pada forward head posture. Metode Penelitian : Menggunakan narrative review dengan framework PICO mengidentifikasi artikel menggunakan PubMed, Pedro dan Google Schoolar dengan kata kunci scapular stabilization exercise, deep neck flexor exercise, forward head posture, kemudian memasukkan kedalam PRISMA Flowchart, data hasil ulasan narasi, menyusun, meringkas, dan melaporkan hasil. Hasil : Didapatkan hasil keseluruhan dari 10 artikel bahwa deep neck flexor exercise dan scapular stabilization exercise tidak memiliki perbedaan yang signifikan akan tetapi untuk kedua intervensi efektif terhadap peningkatan fungsional leher pada forward head posture. Kesimpulan : Deep neck flexor exercise dan scapular stabilization exercise efektif dalam meningkatkan fungsional leher pada forward head posture. Saran : untuk penelitian yang selanjutnya supaya dapat menguji perbedaan pengaruh deep neck flexor exercise dan scapular stabilization exercise dengan melakukan eksperimen

    PENGARUH LATIHAN CORE STABILITY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN PADA PEMAIN SEPAK BOLA: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Keseimbangan bisa diartikan sebagai kemampuan tubuh untuk melakukan reaksi terhadap setiap perubahan posisi tubuh agar tetap stabil. Keseimbangan menjadi salah satu unsur fisik yang berperan penting dalam permainan futsal. Permainan futsal menggunakan teknik dalam menghindari lawan, melakukan gerak tipu untuk mengecoh lawan, dan mempertahankan bola. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh latihan core stability exercise terhadap keseimbangan pada pemain sepak bola. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode narrative review literature dengan mengulas 5 literature internasional dan nasional yang berkaitan topik penelian. Hasil Penelitian : Dari 5 jurnal dengan metode narrative review menunjukkan bahwa hasil bahwa pada latihan core stability exercise dapat meningkatkan keseimbangan pada pemain. Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang positif dari latihan core stability exercise terhadap keseimbangan pada pemain sepak bola. Saran : Penelitian yang lebih lanjut dan lebih spesifik untuk variable terkait dibutuhkan sangat dibutuhkan

    STUDY NARRATIVE REVIEW PENGARUH PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Lanjut usia merupakan salah satu fase hidup yang akan dialami oleh setiap manusia, meskipun usia bertambah dengan diiringi penurunan fungsi organ tubuh tetapi lansia tetap dapat menjalani hidup sehat, terjadinya penurunan fungsi organ tidak bisa dihindari oleh siapapun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat kejadiannya. Salah satu permasalahan pada lanjut usia adalah penurunan keseimbangan dinamis. Keseimbangan dinamis adalah mempertahankan kesetimbangan tubuh pada saat posisi bergerak. Penurunan keseimbangan dinamis dapat mengakibatkan risiko jatuh sehingga dibutuhkan latihan untuk menanggulangi hal tersebut salah satunya menggunakan ankle strategy exercise. Ankle strategy exercise adalah latihan yang sederhana dan dapat dilakukan dimana saja dengan harapan lansia tetap aktif dalam hidupnya. Ankle strategy exercise merupakan termasuk manual therapy, latihan tersebut sangat populer digunakan untuk mengatasi masalah keseimbangan dinamis pada lansia. Risiko jatuh yang dialami lansia tidak dapat dianggap sebagai masalah sepele, dikarenakan jatuh dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari dan hal yang paling fatal yang bisa terjadi adalah kematian. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari ankle strategy exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lanjut usia. Metode Penelitian: Penyusunan skripsi ini menggunakan metode narrative review, yaitu mengumpulkan sebanyak sepuluh artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar, PubMed, dan science direct. Hasil: Hasil review 10 jurnal ditemukan hasil bahwa adanya peningkatan keseimbangan dinamis pada responden setelah dilakukan ankle strategy exercise. Kesimpulan: Sebanyak 10 artikel yang direview menunjukkan hasil bahwa ankle strategy exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental

    PENGARUH FLEXIBILITY EXERCISE DAN STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP VERTICAL JUMP: NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Flexibility Exercise dan Strenthening Exercise dianggap dapat meningkatkan kemampuan Vertical Jump, akan tetapi bukti-bukti dari artikel penelitian masih sedikit ditemukan. Selain itu artikel narrative review terkait dengan kedua intervensi tersebut masih belum ada. Karena hal tersebut, maka artikel narrative review diperlukan untuk menilai keandalan atau keefektifan dari intervensi Flexibility Exercise dan Strenthening Exercise terhadap Vertical Jump. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh Flexibility Exercise dan Strenthening Exercise terhadap peningkatan Vertical Jump. Metode Penelitian : Menggunakan metode Narrative Review, yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian, dengan melakukan identifikasi kata kunci menggunakan format PICO serta menentukan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang akan dipilih. Pencarian artikel dilakukan pada tiga database (Science Direct, PubMed dan PEDro). Hasil Penelitian : Delapan artikel penelitian terkait dengan Flexibility Exercise dan Strengthening Exercise memberikan hasil yang signifikan. Namun, terdapat tiga atikel penelitian yang mendapatkan hasil tidak seignifikan terhadap peningkatakan kemampuan Vertical Jump. Simpulan : Beberapa penelitian memberikan hasil yang signifikan terkait dengan pemberian latihan Flexibility Exercise dan Strengthening Exercise terhadap peningkatan Vertical Jump. Tetapi tidak semua artikel yang memberikan hasil yang signifikan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI VO2MAX PADA REMAJA DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja diartikan sebagi masa dimana terjadi perubahan emosi, sosial, fisik, dan kognitif. Remaja awal merupakan remaja dengan rentan usia 13-15 tahun. Gaya hidup remaja yang tidak sehat seperti dengan mengkonsumsi makanan junk food, merokok, kurang bergerak dan lain sebagainya tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dan terukur dapat menyebabkan remaja mengalami penurunan kebugaran kardiorespirasi. Kebugaran kardiorespirasi yang baik akan meningkatkan kemampuan kerja remaja dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lebih lama tanpa kelelahan. Kebugaran kardiorespirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya adalah usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, genetik, aktivitas fisik, latihan, serta gaya hidup. Faktor- faktor tersebut dapat mempengaruhi nilai VO2Max. Tujuan : Mengetahui tinjauan narrative review dari faktor IMT dan jenis kelamin dengan nilai VO2Max pada remaja. Metode : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review, pencarian jurnal dilakukan melalui portal jurnal online seperti google schoolar, sciene direct dan researchgate. Hasil pencarian jurnal didapatkan lima jurnal tentang Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lima jurnal tentang jenis kelamin dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil penelitian : hasil review dari lima jurnal tentang Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lima jurnal tentang jenis kelamin didapatkan bahwa terdapat hubungan diantara kedua faktor tehadap nilai VO2Max pada remaja. Kesimpulan : ada hubungan antara IMT dengan nilai VO2Max pada remaja dan ada hubungan antara jenis kelamin dengan nilai VO2Max pada remaja. Saran : remaja diharapkan dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasinya denagan melakukan olahraga secara teratur serta menjaga berat badan pada kategori ideal agar terhindar dari penyakit- penyakit kardiorespirasi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇