DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATUR REVIEW HUBUNGAN USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit kehamilan dan
merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu
bersalin. Hipertensi dalam kehamilan menjadi salah satu penyebab utama mortalitas
dan morbiditas pada ibu dan bayi yang dilahirkan. Faktor resiko berkaitan dengan
perkembangan preeklamsia, antara lain : primigravida (85%), grande multigravida,
obesitas, ibu hamil dengan hipertensi kronis, penyakit ginjal, dan pada ibu hamil
dengan usia diatas 35 tahun karena usia tersebut memiliki kecenderungan pada
kejadian hipertensi di bandingkan dengan usia antara 20-35 tahun. Primigravida
memiliki kecenderungan terjadi hipertensi dua kali lipat lebih besar, paritas ibu
merupakan faktor resiko terjadinya hipertensi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas
dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan.
Metode penelitian ini adalah Penelitian kepustakaan atau kajian literature
review merupakan penelitian yang mengkaji atau meninjau secara kritis pengetahuan,
gagasan, atau temuan yang terdapat di dalam tubuh literature berorientasi akademik
(academic-academic literature), serta merumuskan kontribusi teoritis dan
metodologisnya untuk topik tertentu.
Hasil penelitian di dapatkan bahwa usia yang dapat mempengaruhi terjadinya
hipertensi dalam kehamilan yaitu usia lebih dari 35 tahun, karena usia tersebut
memiliki kecenderungan pada kejadian hipertensi dibandingkan dengan usia antara
20-35 tahun.Sedangkan paritas 2–3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari
sudut kematian maternal. Sehingga terdapat hubungan usia ibu dan paritas dengan
kejadian hipertensi dalam kehamilan
LITERATURE REVIEW PENGARUH PENYULUHAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA
Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu perhatian dari World Health
Organisation (WHO) karena ibu merupakan komponen penting dalam
pembangunan setiap bangsa untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas di
masa yang akan datang. Perhatian dunia pada kesehatan ibu dan anak karena di
beberapa negara terutama negara berkembang angka kematian pada kelompok
ini masih tinggi (Kementerian Kesehatan RI, 2016). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Penyuluhan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi (P4K) Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida. Jenis
penelitian ini menggunakan Penelitian Literature Review. Penelitian ini
merupakan serangkaian penelitian yang berkenaan dengan metode pengumpulan
data pustaka atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam
informasi kepustakaan seperti buku dan jurnal ilmiah. Berdasarkan 10 (sepuluh)
literatur, menurut penelitian Gistia Ulfa, 2015, Ratnasari, 2017, Nining 2017,
Sara,dkk 2014, Desi Evitasari, 2017, Tutik Hidayati dan Maria Ulfah Safitri,
2017, Tika Masia Rani,2017, Tri Damayanti, 2019, Ayu Virahani, 2012, dan
penelitian Sri Nur Lestari,2015. Dari 10 jurnal, jenis penelitian terdiri dari 1
kualitatif (J1) dan 9 kuantitatif. Hasil J1 Kualitatif sebagian besar
berpengetahuan baik, jenis pengaruh hasil 3 jurnal ada pengaruh. Jenis korelasi
hasil 2 jurnal berhubungan pada jurnal 7 ada hasil tingkat pengetahuan
pengetahuan kurang 100,00% tentang manfaat stiker P4K. Seorang ibu hamil
sebelum diberikan penyuluhan belum mengetahui dan memahami tentang P4K,
fungsi dan manfaat P4K, tetapi setelah diberikan penyuluhan, tingkat
pengetahuan ibu hamil akan bertambah dari tidak tahu menjadi tahu tentang
P4K, dari sikap dan perilaku juga ibu hamil yang sudah diberikan penyuluhan
akan berubah, ibu hamil lebih memperhatikan kehamilannya. Diharapkan kepada
peneliti selanjutnya, dapat lebih memberikan penyuluhan untuk meningkatkan
tingkat pengetahuan tentang manfaat P4K
Gambaran Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil di Puskesmas Mlati II Sleman
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu
upaya pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu(AKI) di Indonesia. AKI di
Kabupaten Sleman tahun 2017 sebesar 42,4 per 100.000 kelahiran hidup, menurun
dibandingkan tahun 2016 sebesar 56,6 per 100.000 kelahiran hidup, Program P4K mulai
diperkenalkan oleh Menteri Kesehatan pada tahun 2007 dalamrangka meningkatkan peran
aktif suami, keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan
persiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya komplikasi pada ibu hamil, bersalin
dan nifas termasuk perencanaan mengikuti metode KB pascasalin. Tujuan penelitian adalah
untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan
Komplikasi (P4K) pada ibu hamil di Puskesmas Mlati II Sleman. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif.Populasi peneltian ini adalah semua ibu hamil yang
melakukan kunjungan di Puskesmas Mlati II Sleman, dengan jumlah sampel 50 ibu hamil
diambil dengan teknik purposive Samping. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner.
Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan
komplikasi pada ibu hamil yaitu Sebanyak 68% merencanakan penolong persalinannya
bidan, bersalin di puskesmas sebanyak 58%, memilih didampingi suami sebanyak 62%.
Sebagian besar ibu hamil belum merencanakan calon donor darah sebanyak 66% dan tidak
menempel stiker P4K sebanyak 62%. Mayoritas ibu sudah merencanakan alat transportasi
menggunakan kendaraan pribadi sebanyak 88% dan merencanakan pembiayaan sebanyak
78%.Sebanyak 56% ibu belum merencanakan penggunaan KB pasca salin dan mayoitas ibu
sebanyak (62%) belum pernah Ber-KB.Bidan diharapkan mengadakan sosialisasi tentang
tujuan dan manfaat stiker P4K kepada ibu hamil dan mensosialisasikan kepada tokoh-tokoh
masyarakat dan warga mengenai program pihak terkait seperti Lurah, Ketua RT/RW dan
Kader KIA, bidan koordinator melakukan evaluasi kepada seluruh bidan mengenai
pelaksanaan kegitan (P4K)
GAMBARAN PERILAKU PEMBERIANASI
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hanya 40% bayi di dunia
yang mendapatkan ASI Eksklusif sedangkan 60% bayi lainya mendapatkan ASI
non eksklusif saat usia kurang dari 6 bulan, Data Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia (2016) mengatakan prevalensi pemberian ASI eksklusif pada
tahun 2015 di Indonesia sebesar 55,7%, dan yang tidak diberikan ASI Eksklusif
sebesar 44,7%Hal ini menggambarkan bahwa pemberian ASI ekaklusif masih
rendah sedangkan pemberian ASI non eksklusif diberbagai Negara masih tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Pemberian ASI.
Metode yang digunakan adalah literature review dengan jumlah artikel 10 dalam
rentan waktu mulai tahun 2010-2020. Berdasarkan beberapa literature yang
digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait perilaku pemberian ASI . Diketahui
bahwasannya ada faktor-faktor perilakuan ibu seperti pengetahuan, motivasi ibu,
kondisi psikologi ibu dan peranan petugas kesehatan yang dapat mempengaruhi
keberhasilan dalam meberikan ASI Kepada bayinya. Hal ini dibuktikan dari nilai
Pvalue setiap penelitian terkait pengetahuan, motivasi ibu, kondisi psikologi ibu
dan peranan tenaga kesehatan adalah kurang dari 0,05. Kesimpulan: gambaran
yang didapatkan dalam perilaku pemberian ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor
seperti pengetahuan ibu, motivasi ibu,kondisi psikologi ibu dan peranan petugas
kesehatan. Diharapkan kepada ibu/ calon ibu menyusui harus memiliki
pengetahuan/ informasi yang cukup tentang ASI mulai dari pengertian, manfaat,
kandungan ASI dan cara menyusui yang benar supaya pemberian ASI dapat
berhasil
Pengaruh Pemberian Media Booklet dan Video Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Tentang Disminorea
Dysmenorrhea adalah rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut yang terjadi
saat wanita mengalami siklus menstruasi. Nyeri biasanya berlangsung sesaat sebelum
haid, selama haid, hingga berakhirnya siklus menstruasi. Nyeri yang terus-menerus
membuat penderitanya tidak bisa beraktivitas. Prevalensi dysmenorrhea tertinggi
sering ditemui pada remaja putri, diperkirakan antara 20-90%. Diindonesia prevalensi
berkisar antara 43% hingga 93%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh pemberian media booklet dan video terhadap pengetahuan remaja putri
tentang disminorea. Metode penelitian ini adalah penelitian literature review.
Pencarian jurnal didapatkan dari 3 database yaitu google scholar, pubmed,
Sciencedirect. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu artikel diterbitkan 5-10 tahun
terakhir. Artikel diterbitkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, artikel yang
membahas Pengaruh pemberian media booklet dan video terhadap pengetahuan
remaja putri tentang disminorea, artikel yang membahas tetang disminorea. Hasil
penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang dilakukan review dalam
penelitian ini. Hasil literature review didapatkan bahwa pengetahuan disminorea
sebelum dilakukan pemberian informasi dari ke-10 jurnal mayoritas (4 jurnal) berada
pada pengetahuan sedang, sedangkan pengetahuan sesudah dilakukan informasi
mayoritas (6 jurnal) berada pada pengetahuan baik. Dari semua jurnal tersebut hasil
yang didapat adalah ada pengaruh pemberian media booklet dan video terhadap
pengetahuan remaja putri tentang disminorea. Media video dan booklet dapat
mempengaruhi pengetahuan tentang disminorea, selain itu juga dapat mempengaruhi
kesiapan remaja saat menarche, kecemasan menghadapi menarche dan personal
hygiene saat menstruasi
Pengaruh Penyuluhan Anemia Terhadap Pengetahuan Anemia pada Remaja Putri
Pengetahuan memegang peranan penting dalam kejadian anemia, dengan pengetahuan
tentang anemia yang rendah maka kejadian anemia pada remaja putri akan meningkat.
Pada remaja putri menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan
tingkat kejadian anemia. Anemia mempengaruhi prestasi belajar karena remaja putri
yang mengalami anemia akan berdampak pada menurunnya konsentrasi juga
menunjukkan bahwa remaja putri yang menderita anemia memiliki prestasi belajar
kurang baik yaitu sebesar 34,6%. Penyuluhan kesehatan dalam promosi kesehatan
diperlukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, disamping
pengetahahuan sikap dan perbuatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penyuluhan kesehatan tentang anemia terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri.
Oleh karena itu, diperlukan upaya penyediaan dan penyampaian informasi. Penelitian ini
menggunakan metode literature review. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan
kata kunci ‘’ pengaruh penyuluhan anmeia terhadap pengetahuan anemia pada remaja
putri’’ dengan jumlah artikel 10 jurnal dengan rentan waktu 2015-2020. Berdasarkan
literature yang penulis gunakan yautu 10 jurnal terkait pengaruh penyuluhan anemia
terhadap tingkat pengetahuan tanemia pada remaja putri, diketahui bahwasanya ada
pengaruh penyuluhan anemia terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri. Hal ini
dibuktikan dari p-value setiap penelitian bahwa Sebagian besar adalah kurang dari 0,05.
Kesimpulan: ada pengaruh penyuluhan anemia terhadap pengetahuan anemia pada
remaja putri. Diharapkan bagi remaja putri agar dapat menjadikan bahan bacaan yang
bermanfaat dalam mrningkatkan pengetahuan mengenai anemia
Gambaran Kejadian Ikterus Neonatorum Di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta
Salah satu penyebab mortalitas pada bayi baru lahir adalah kern ikterus (ensefalopati
biliaris) merupakan komplikasi ikterus neonatorum paling berat. Ikterus yang tidak
dikelola dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada otak bayi. Ikterus pada
neonatus atau hiperbilirubinemia dengan kondisi yang tidak dapat dicegah berkisar
60% -80% dari bayi yang baru lahir di seluruh dunia. Kejadian ikterus pada
Neonatus berkisar 50% pada bayi cukup bulan dan 75% pada bayi kurang bulan.
Penelitian ditujukan untuk mengetahui gambaran kejadian ikterus neonatorum di
Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian yang
dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan desain deskriptif retrospektif non
analitik. Populasi penelitian ibu bersalin dengan bayi yang mengalami ikterik di
rumah sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta selama tahun 2019
berjumlah 61 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
mayoritas ibu bersalin dengan bayi ikterik dengan umur kehamilan risiko rendah
yaitu 41 orang (67,2%), paritas multipara yaitu 38 orang (62,3%), bersalin spontan
yaitu 38 orang (62,3%) dan bayi dengan berat badan normal yaitu 56 orang (91,8%)
Literature Review Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Terhadap Proses Penyembuhan Luka Perineum
Masa nifas perlu mendapatkan perhatian khusus terutama jika pada saat proses
persalianan terdapat perlukaan pada alat genetal, tempat yang paling sering
mengalami perlukaan akibat persalinan ialah perineum.Angka kematian ibu
terbanyak terjadi dimasa nifas sekitar 60% angka kematian ibu.literature review
iniadalah untuk menyimpulkan dan mereview literature (examine literature) yang
berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas terhadap proses penyembuhan luka
perineum. Penelitian ini menggunakan metode literature reviewmeliputi studi
pencarian sistematis data base komputerisasi antara lain PUBMED dan google
scholer. Menggunakan kata kunci “proses penyembuhan luka perineum ” yang
digunakan 10 jurnal artikel sebagai referensi.Hasil:dari 10 artikel yang telah
dianalisis. Usia, pendidikan, social budaya, personal hygine, hemoragi, hipovolemia,
yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka perineum. Saran :diharapkan
bagi pelayanan kesehatan meningkatkan asuhan dan konseling tentang cara
perawatan luka perineum agar pengetahuan ibu tentang perawatan luka perineum
menjadi lebih baik dan proses penyembuhan luka dapat sembuh sesuai fase
SYSTEMATIC REVIEW: HUBUNGAN ANTARA REAKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IgM) DAN IMUNOGLOBULIN G (IgG) DENGAN INDEKS TROMBOSIT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh virus Dengue dari genus Flavivirus dan famili
Flaviviridae. Adanya virus Dengue pada tubuh manusia akan memicu reaksi
imunologis sehingga menimbulkan tanda dan gejala klinis, serta mengakibatkan
respon imun pada tubuh meningkat. Respon imun yang berperan pada kasus DBD
adalah Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Diketahui bahwa
terdapat indeks trombosit yang mempengaruhi aktivasi trombosit pada kasus DBD,
yaitu Mean Platelet Volume (MPV) dan Platelet Distribution Width (PDW).
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara reaktivitas IgM dan IgG dengan
indeks trombosit, hubungan antara indeks trombosit dengan trombositopenia, dan
perbandingan hasil pemeriksaan serologi dengan trombositopenia pada kasus DBD.
Metode Penelitian: Ulasan dilakukan dengan cara systematic literature review dari
berbagai pustaka berupa database PubMed dan Google Cendekia serta
menggunakan metode PICO (Patient/Population/Problem, Intervention,
Comparison, Outcome) untuk menyeleksi hasil pencarian literatur yang relevan.
Hasil Penelitian: Keadaan trombositopenia lebih signifikan terjadi pada responden
dengan hasil reaktif nonstruktural protein 1 (NS1) dibandingkan dengan hasil
pemeriksaan menggunakan IgM dan IgG. Peningkatan nilai MPV dan PDW dapat
dijadikan sebagai penanda laju produksi dan aktivasi trombosit pada kasus DBD.
Simpulan: Tidak didapatkan hubungan antara reaktivitas IgM dan IgG dengan
kejadian trombositopenia dan indeks trombosit (MPV dan PDW) pada kasus DBD.
Saran: Perlu dilakukan penelitian tentang hubungan antara reaktivitas IgM dan IgG
dengan indeks trombosit ditinjau dari aspek molekuler
Studi Deskriptif Kejadian Anemia Menurut Karakteristik pada Ibu Hamil Di Puskesmas Mlati 1 Sleman Yogyakarta
Prevalensi anemia di Indonesia sebanyak 48,9% menurut Riskesdas (2018), di Provinsi
D.I.Y sebesar 14,32% (2017), dan di Kabupaten Sleman sebesar 10,46% (2019), Anemia
dapat merusak kesehatan dan kesejahteraan wanita serta meningkatkan risiko yang buruk
pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian anemia menurut
karakteristik pada ibu hamil di Puskesmas Mlati 1 Sleman Yogyakarta. Rancangan
penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode retrospektif. Data penelitian
menggunakan data sekunder yaitu rekam medik ibu hamil dengan anemia. Populasi
pada penelitian ini adalah 94 ibu hamil dengan anemia dengan jumlah sampel
sebanyak 94 orang ibu hamil dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 94 responden, dapat diketahui berdasarkan umur, sebagian
besar responden berumur 20-35 tahun yaitu 70 (74,5%) responden. Berdasarkan
paritas, sebagian besar responden mengalami paritas multipara yaitu 50 (53.2%)
responden. Jarak kehamilan responden didapatkan hasil sebagian besar responden
memiliki jarak kehamilan >2 tahun yaitu 48 (51.1%) responden, dan dari keseluruhan
responden yang berjumlah 94 responden, anemia yang dialami oleh ibu hamil di
wilayah Puskesmas Mlati 1 sebagian besar terdistribusi anemia ringan sebanyak 82
(87,2%) responden sedangkan terdistribusi anemia sedang sebanyak 12 (12,8%)
responden. Bagi ibu hamil hendaknya lebih memperhatikan kesehatan selama
kehamilan, dengan cara sering memeriksakan kehamilan. Selain itu juga ibu hamil
harus sering mengkonsumsi makanan yang mengandung protein dan patuh dalam
mengkonsumsi tablet Fe