DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERAWATAN GIGI MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PERILAKU KESEHATAN GIGI PADA ANAK USIA 9-10 TAHUN LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat tinggi. Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dari setiap individu. Salah satu faktor yang dapat menjadi masalah kesehatan gigi yaitu kurangnya pengetahuan cara merawat gigi yang baik dan benar. Masalah tersebut dapat diatasi dengan berbagai cara, seperti memberikan edukasi kesehatan tentang perawatan gigi. Video merupakan alat edukasi kesehatan gigi yang baik untuk anak karena kemampuannya dalam menarik perhatian anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang perawatan gigi melalui media video terhadap perilaku kesehatan gigi pada anak usia 9-10 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode literature review atau studi pustaka. Bahan analisa terdiri dari enam artikel dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang dapat diakses full-text. Hasil: Penelitian ini menggunakan enam artikel yang menunjukan peningkatan yang signifikan dan menyatakan adanya pengaruh edukasi kesehatan tentang perawatan gigi melalui media video terhadap perilaku kesehatan gigi pada anak. Simpulan dan Saran: Edukasi melalui media video dapat merubah perilaku kesehatan gigi pada anak menjadi baik karena video dapat menarik perhatian anak sehingga anak tidak mudah bosan dan mampu menerima pesan atau materi dengan baik. Disarankan adanya penelitian lebih lanjut dan mendalam untuk membahas perubahan perilaku kesetahan gigi pada anak dan media edukasi yang umum digunakan

    HUBUNGAN SIKAP KERJA TERHADAP PENURUNAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL LOW BACK PAIN MYOGENIC PADA PENGRAJIN BATIK

    Get PDF
    Latar Belakang :Low back pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. 90% kasus nyeri punggung bukan disebabkan oleh kelainan organik, melainkan kesalahan posisi tubuh dalam bekerja.Tujuan : Diketahui hubungan sikap kerja terhadap penurunan kemampuan fungsional low back pain myogenic pada pengrajin batik tahun 2020. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pengrajin batik di Kampung Batik Giriloyo tahun 2020, yaitu sejumlah 301 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Instrumen penelitian sikap kerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan kemampuan fungsional menggunakan kuesioner Owestry Disability Index (ODI). Teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Uji statistik dengan menggunakan Uji Kendall’s Tau. Hasil Penelitian : Sikap kerja tidak sakit 2,6%, agak sakit 28,9%, sakit 60,5%, sangat sakit 7,9%. Kemampuan fungsional cacat sedang 10,5%, cacat berat 78,9%, cacat sangat serius 10,5%. Berdasarkan hasil uji statistik Hubungan Sikap Kerja Terhadap Penurunan Kemampuan Fungsional Low Back Pain Myogenic dengan Kendall’s Tau nilai p-value 0.003. Simpulan dan Saran : Ada hubungan sikap kerja terhadap penurunan kemampuan fungsional low back pain myogenic pada pengrajin batik. Diharapkan pengrajin batik melakukan istirahat yang teratur setiap 15-20 menit dengan cara berdiri dan berjalan mengelilingi ruang membatik, selain itu juga pembatik diharapkan dapat melakukan peregangan beberapa kali ketika melakukan pekerjaannya sehingga tubuh tidak kelelahan dengan keadaan yang diam

    HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU VULVA HYGIENE REMAJA PUTRI DI PANTI ASUHAN ALMADINAH AMBON

    Get PDF
    Latar belakang: Usia remaja merupakan usia dimana organ reproduksinya rentan terhadap infeksi saluran reproduksi. Pentingnya memelihara dan menjaga kebersihan organ genitalia dilakukan untuk menghindari munculnya gangguan kesehatan pada organ reproduksi, seperti keputihan, infeksi alat reproduksi, serta pruritus vulvae. Apabila vagina sebagai organ reproduksi terluar terinfeksi bakteri atau mikroorganisme patogen lainnya, seiring berjalannya waktu akan membahayakan organ genitalia internal lainnya seperti uterus, serviks, dan lain sebagainya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku vulva hygiene remaja putri di panti asuhan adalah dukungan teman sebaya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene remaja putri di Panti Asuhan Al-Madinah Ambon. Metode penelitian: Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional, subjek penelitian adalah remaja putri yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 40 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu dukungan teman sebaya dan variabel terikat yaitu perilaku vulva hygiene. Analisis data dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian: Remaja putri di Panti Asuhan Al-Madinah Ambon sebagian besar mendapatkan dukungan dari teman sebaya berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 20 responden (50,0%), sedangkan remaja putri mendapatkan dukungan dari teman sebaya memiliki perilaku vulva hygiene yang baik yaitu sebanyak 24 responden (60,0%). Hasil uji Kendall’s Tau memperoleh nilai ρ.value yaitu 0,003 dengan koefesien korelasi sebesar 0,438 menujukkan keeratan hubungan sedang. Simpulan: Terdapat hubugan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku vulva hygiene remaja putri di Panti Asuhan Al-madinah Ambon. Saran: Remaja putri di Panti Asuhan Al-madinah Ambon saling mendukung untuk tetap menjaga kebersihan organ genitalia dengan baik dan benar agar terhindar dari masalah kesehatan reproduksi yang diakibatkan oleh tidak menjaga kebersihan organ genitalia dengan benar

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SELFCARE PADA PASIEN GAGAL JANTUNG

    No full text
    Latar Belakang: ketidakmampuan jantung dalam memompa untuk memenuhi jaringan dan oksigen menyebabkan terjadinya gagal jantung. Dampak yang ditimbulkan oleh gagal jantung diantaranya mudah lelah saat melakukan aktivitas tertentu, sulit berkonsentrasi, janung berdebar cepat, bengkak di tubuh seperi pada pergelangan kaki, nafsu makan berkurang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan self care pada pasien gagal jantung. Metode: pencarian jurnal menggunakan database search engine Google Schoolar dan Pubmed dengan kata kunci dukungan sosial, self care, pasien gagal jantung, terdapat 5 jurnal yang dipilih untuk di review. Hasil: berdasarkan hasil yang didapatkan dari studi literatur jurnal yang telah dianalisis, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan self care pada pasien gagal jantung. Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan self care pada pasien gagal jantung. Selanjutnya, diharapkan pada penelitian literatur review selanjutnya dapat mereview lebih banyak jurnal nasional dan internasional dan tahun yang lebih terbaru

    HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA DI DUSUN KEJAMBON KIDUL SINDUMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada beberapa aspek mulai dari terganggunya hormone pertumbuhan dan perkembangan, menurunnya konsentrasi, system imun tubuh yang turun menyebabkan mudah terserang penyakit, hilangnya konsentrasi dan mengganggu ritme tubuh. Beberapa penelitian di Amerika Serikat dan China menunjukkan kualitas tidur yang buruk pada remaja. 7 dari 11 remaja memiliki jam tidur diatas jam 12 malam dan 5 remaja sering tidur saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah di Dusun Kejambon Kidul Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur adalah diet atau pola makan. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pola Makan dengan Kualitas Tidur pada Remaja di Dusun Kejambon Kidul Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Kendall Tau, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian yaitu p-value 0,00 (p<0,05) yang artinya ada hubungan antara pola makan dengan kualitas tidur pada remaja di Dusun Kejambon Kidul Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta dengan nilai keeratan 0,600 termasuk dalam kategori kuat. Simpulan dan Saran: Terdapat Hubungan antara Pola Makan dengan Kualitas Tidur pada Remaja di Dusun Kejambon Kidul Sindumartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Diharapkan remaja dapat mengetahui dan mengontrol apakah pola makannya teratur atau tidak teratur

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAWANG KULON PROGO

    Get PDF
    Latar Belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting pada balita disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya terkait masalah kesehatan namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan, terutama pemberian ASI eksklusif dan pendapatan keluarga. Tujuan : Mengetahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dan Pendapatan Keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang Kulon Progo. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan metode non probability sampling menghasilkan sampel yang dibutuhkan sebanyak 180 responden. Dengan jumlah pengambilan sampel tiap posyandu menggunakan Purposive Sampling. Pengambilan data menggunakan macrotoise, Tabel Standar Baku tinggi badan menurut umur dan jenis kelamin, dan kuesioner serta angket. Analisa data menggunakan analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian : Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang Kulon Progo didapatkan nilai p.value 0,000 (< 0,05%) dengan koefisien korelasi sebesar - 0,319 menunjukkan keeratan hubungan rendah. Tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang Kulon Progo dengan nilai p.value 0,104 (> 0,05%)

    HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KEPERCAYAAN DIRI LANSIA DI DUSUN KUROBOYO CATURHARJO PANDAK BANTUL

    Get PDF
    Latar Belakang: Meningkatknya jumlah lansia menimbulkan masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang terjadimeliputiperubahanperubahanfisik dan psikis. Perubahan fisik antara lain, perubahan berat badan, tubuh bertambah gemuk, juga kulit menjadi keriput. Disisi lain perubahan psikis diantaranya adalah suasana hati selalu berubah berubah,gelisah, menurunnya daya ingat, emosi yang berlebihan serta kepercayaan diri yang berkurang. Kepercayaan diri yang kurang dapat mempengaruhi proses berinteraksi sosial atau berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Dusun Kuroboyo di peroleh sebanyak 6 lansia (60%) kurang percayadiri. Tujuan : Mengetahui hubungan interaksi sosial dengan kepercayaan diri lansia di Dusun Kuroboyo Caturharjo PandakBantul. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yang diambil menggunakan teknik total sampling adalah 60 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner interaksi sosial untuk mengukur interaksi sosial dan kuesioner kepercayaan diri untuk mengukur kepercayaan diri. Data dianalisa menggunakan uji statistic Kendall’sTau. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berinteraksi sosial kurang baik 24 (40%) dan memiliki kepercayaan diri rendah 25 (41,7%). Korelasi di dapatkan interaksi sosial dengan kepercayaan diri lansia dengan harga koefisien nilai p-value sebesar 0,004 <0,05 dengan nilai keeratan 0,333 termasuk dalam kategori lemah. Simpulan : Ada hubungan interaksi sosial dengan kepercayaan diri lansia di Dusun Kuroboyo Caturharjo Pandak Bantul. Saran : Diharapkan penelitian ini menambah wawasan dan pengetahuan bagi responden untuk mengetahui dan memahami pentingnya percaya diri dalam diri sendiri karena kepercayaan diri sangatlah penting dalam proses komunikasi untuk berinteraksi sosial

    PERBEDAAN INTRINSIC FOOT MUSCLE STRENGTHENING DAN TIBIALIS POSTERIOR STRENGTHENING TERHADAP ARKUS LONGITUDINAL MEDIAL PADA PENDERITA FLAT FOOT: METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Anggota gerak yang berperan penting untuk menopang tubuh adalah kaki, permasalahan pada kaki akan mempengarhui kualitas gerak seseorang, salah satu permasalahan yang sering dijumpai adalah flat foot. Flat foot akan menyebabkan ketidakstabilan, perubahan aktivitas otot dan permasalahan ekstremitas di masa mendatang. Tujuan: Mengetahui perbedaan intrinsic foot muscle strengthening dan tibialis posterior strengtheing terhadap peningkatan arkus longitudinal medial pada penderita flat foot. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode narrative review, dengan mengumpulkan artikel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian: Hasil review didapatkan faktor yang mempengaruhi flat foot diantaranya usia yang lebih muda, perempuan lebih beresiko daripada laki-laki, dan overweight atau obesitas. Terdapat 6 jurnal tentang intrinsic foot muscle strengthening dan 3 jurnal tentang tibialis posterior strengthening yang memiliki pengaruh signifikan untuk meningkatkan arkus longitudinal medial pada penderita flat foot. Hal ini menunjukkan bahwa intrinsic foot muscle strengthening lebih baik dalam meningkatkan arkus. Kesimpulan: Pemberian intervensi intrinsic foot muscle dan tibialis posterior strengthening sama-sama dapat meningkatkan arkus longitudinal medial pada penderita flat foot. Terdapat perbedaan pengaruh yaitu intrinsic foot muscle strengthening lebih baik daripada tibialis posterior strengthening dalam meningkatkan arkus longitudinal medial pada penderita flat foot. Saran: Peneliti selanjutnya perlu memperhatikan dosis latihan yang efektif agar dapat meningkatkan arkus longitudinal medial secara optimal

    PENGARUH PEMBERIAN KINESIOTAPING TERHADAP PENINGKATA KESEIMBANGAN PADA KASUS CHRONIC A NKLE INSTABILITY : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : kinesiotaping dianggap cocok digunakan pada kasus-kasus masalah keseimbangan , seperti kasus chronic ankle instability dalam kondisi kronis dan non-spesifik. Namun, bukti-bukti hasil penelitian dari artikel penelitian masih sedikit ditemukan, selain itu artikel narrative review terkait dengan intervensi tersebut masih belum ada. Karena hal tersebut, maka artikel narrative review diperlukan untuk menilai keandalan atau keefektifan intervensi Instrument pemberian kinesiotaping pada kondisi chronic ankle instability. Tujuan : Untuk mengetahui apakah ada pengaruh intervensi pemberian kinesiotaping terhadap peningkatan keseimbangan pada kasus chronic ankle instability. Metode Penelitian : Menggunakan metode Narrative Review, yaitu dengan mengumpulkan sepuluh artikel penelitian, dengan melakukan identifikasi kata kunci menggunakan format PICO serta menentukan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang akan dipilih. Pencarian artikel dilakukan pada tiga database (Google Translate, PubMed dan PEDro). Hasil Penelitian : 9 artikel penelitian mengenai pemberin kinesiotaping pada kasus chronic ankle instability melaporkan hasil yang signifikan dalampeningkatan keseimbangan pada kasus chronic ankle instability. Namun, satu artikel melaporkan hasil yang tidak signifikan terhadap peningkatan keseimbangan pada kasus chronic ankle instability. Kesimpulan : Beberapa artikel penelitian membuktikan bahwa intervensi tersebut tebukti berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan pada kasus chronic ankle instability. Tetapi tidak semua artikel penelitian memberikan hasil yang signifikan. Kinesiotaping juga bagus diberikan sebagai intervensi tambahan untuk terapi latihan. Saran : Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental

    HUBUNGAN REPETITIVE MOTION TERHADAP LOWER CROSSED SYNDROME (LCS) PADA PEKERJA:NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Salah satu bentuk gangguan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) pada pekerja adalah keluhanlower crossed syndrome (LCS). Faktor yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan lower crossed syndrome (LCS) yaitu repetitive motion. Tujuan: untuk mengetahui hubungan repetitive motion terhadap lower crossed syndrome (LCS) pada penjahit berdasarkan beberapa jurnal narrative review. Metode: Metode yang digunakan adalah narrative review yang terdiri dari empat tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan narrative review dengan framework PEOS (Population. Exposure, Outcomes, Study Design), mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (PubMed, ScienceDirect) dan grey literature 2 , Meiza Anniza 3 (Google Scholar) dengan kata kuncilower crossed syndrome (LCS) dan repetitive motion, lalu dimasukkan kedalam prisma flowchart. Hasil: Hasil pencarian artikel disemua database memunculkan 31.390 artikel, namun setelah dilakukan penyaringan mendalam berdasarkan relevansi dan kriteria eligibity, didapatkan 10 artikel yang sesuai. Setelah dilakukan review, muncul satu tema yakni ada hubungan repetitive motion terhadap lower crossed syndrome (LCS) pada penjahait. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari analisis data mengenai hubungan dalam 10 jurnal penelitian yang telah dilakukan sebelumnya mengenai “hubungan repetitive motion terhadap lower crossed syndrome (LCS) pada pekerja” dapat disimpulkan bahwa ada hubungan repetitive motion terhadap lower crossed syndrome (LCS) pada pekerja. Dengan hasil sebanyak 9 literatur yang menunjukkan hasil signifikan dan 1 literatur yang menunjukkan hasil tidak signifikan mengenai hubungan repetitive motion terhadap lower crossed syndrome(LCS) pada pekerja

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇