DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Pengaruh Core Stability Exercise dan Pilates Exercise Terhadap Peningkatan Aktivitas Fungsional pada Pekerja Dengan Low Back Pain: Ulasan Naratif
Latar Belakang : Sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai pekerja/buruh yang sangat jarang untuk memperhatikan posisi/sikap kerja mereka yang salah. Posisi bekerja seperti ini dapat menyebabkan banyak keluhan yang diantaranya nyeri punggung bawah, nyeri juga biasanya timbul saat dari bungkuk ke berdiri tegak ataupun sebaliknya, pusing, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu perlu dilakukan pencegahan berupa memperbaiki postur tubuh bekerja selama melakukan pekerjaan, sebagai upaya mengurangi keluhan yang terjadi yaitu nyeri punggung bawah atau Low Back Pain. Pencegahan itu bisa dilakukan dengan melakukan exercise. Exercise merupakan program yang dapat membantu meningkatkan flexibelitas otot dan menguatkan otot sehingga dapat mencegah terjadinya re-injury. Salah satu exercise yang diberikan adalah Core Stability Exercise dan Pilates Exercise. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Core Stability Exercise dan Pilates Exercise terhadap peningkatan aktivitas fungsional pekerja dengan Low Back Pain. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Narrative Review, dengan menggunakan format PICO (Population, Intervention, Comparisondan Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk menentukan artikel yang akan di review, dan pencarian study literature dengan tiga database, yaitu Google Scholar, Science Direct dan PubMed. Hasil Penelitian: Hasil dari lima ulasan jurnal mengenai Core Stability Exercise dan lima ulasan jurnal mengenai Pilates Exercisemengatakan bahwa terjadi peningkatan aktivitas fungsional pada pekerja. Kesimpulan : Berdasarkan beberapa penelitian, terbukti ada pengaruh pemberian Core Stability Exercise dan Pilates Exercise untuk meningkatkan aktivitas fungsional pada pekerja dengan kasus Low Back Pain. Saran : Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian ini dengan metode penelitian eksperimental atau penelitian di lapangan
PERBEDAAN PENGARUH CORE STABILITY EXERCISE DENGAN BALANCE STRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN PADA REMAJA DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Perkembangan teknologi yang begitu pesat turut berkontribusi
terhadap gaya hidup remaja yang minim melakukan aktivitas fisik. Remaja saat ini
cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone mereka daripada
beraktivitas fisik diluar. Salah satu dampak dari pola hidup tersebut adalah terjadinya
gangguan keseimbangan dikarenakan tidak optimalnya aktivitas keseharian yang
menyebabkan kekuatan otot menjadi tidak optimal dan terjadinya peningkatan massa
tubuh. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi, beberapa contohnya berupa Core
Stability Exercise dan Balance Strategy Exercise yang digunakan untuk meningkatkan
keseimbangan pada remaja. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan
pengaruh Core Stability Exercise dan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan
keseimbangan pada remaja. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah
penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti
Google scholar, PubMed, dan Wiley. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5
jurnal Core Stability Exercise dan 5 jurnal Balance Strategy Exercise dilakukan review
dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil review 5 jurnal Core Stability Exercise
dan 5 jurnal Balance Strategy Exercise didapatkan bahwa ada peningkatan
keseimbangan pada responden setelah dilakukan latihan. Terdapat beda skor rata-rata
selisih keseimbangan pada responden setelah dilakukan latihan yaitu Core Stability
Exercise dengan rata-rata selisih adalah 8,9442 dan Balance Strategy Exercise dengan
rata-rata selisih adalah 9,656. Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh pemberian Core
Stability Exercise dan Balance Strategy Exercise terhadap peningkatan keseimbangan
pada remaja namun tidak ada perbedaan hasil yang signifikan pada kedua latihan.
Saran : Core Stability Exercise dan Balance Strategy Exercise dapat dilakukan pada
remaja secara rutin dan mandiri untuk meningkatkan keseimbangan
LITERATUR REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH PADA IBU BERSALIN
BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) merupakan prediktor tertinggi angka kematian bayi.
BBLR ini terjadi karena beberapa faktor, dari faktor ibu, faktor janin dan faktor plasenta.
Faktor dari ibu antara lain usia ibu (35 tahun), jarak kehamilan, riwayat
persalinan sebelumnya, adanya penyakit kronis atau komplikasi, faktor sosial ekonomi
serta faktor lain (perokok, pecandu alkohol). Meskipun demikian, BBLR dapat di
kurangi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kualitas
sarana pelayanan kesehatan. Secara nasional di Indonesia prevalensi kejadian BBLR
tahun 2018 sebesar 8,9%. Provinsi D.I.Yogyakarta memiliki prevalensi BBLR tergolong
tinggi sebesar 8,2%. Jumlah penderita kejadian BBLR terbanyak berada di Kab.Sleman
sebanyak 745 kasus, Gunung kidul 539 kasus, Bantul 491 kasus, Kulon Progo 360
kasus, dan Kota Yogyakarta 236 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah pada ibu
bersalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literature
review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online Google Schoolar dan Pubmed.
Di dapatkan 7.100 jurnal yang sesuai kata kunci kemudian dilakukan penyaringan
sehingga didapatkan 10 jurnal sesuai dengan kriteria lain .Jurnal yang diambil adalah
jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, usia 10 tahun, dan fulltext. Hasil review dari
sepuluh jurnal didapatkan 7 jurnal, masih banyak pasangan suami istri tidak mau
melakukan program KB dan beranggapan bahwa anak rejeki dari Tuhan, sehingga
banyak ibu yang melahirkan sampai 4 kali di usia yang tidak muda. Maka dibutuhkan
pendekatan maupun edukasi mendalam oleh petugas kesehatan untuk pencegahan
BBLR
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KECEMASAN REMAJA PUTRI MENGHADAPI MENARCHE
Menstruasi adalah perdarahan yang bersifat periodik dan siklik dari uterus yang
disertai dengan deskuamasi atau pelepasan endometrium. Menstruasi diperkirakan
terjadi setiap bulan selama masa reproduksi, dimulai saat pubertas atau menarche dan
berakhir pada masa menopause, Sikap menghadapi menarche dapat diartikan bahwa
kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal yang akan
terjadi pada saat menarche. Sikap ini dapat bersifat positif dan negatif, Faktor yang
mempengaruhi sikap yaitu pengalaman pribadi, pengaruh orang lain, pengaruh
budaya, media massa, lembaga pendidikan, dan agama, pengaruh emosional dan
pengetahuan, Tujuan literature review untuk menganalisisi literature (examine
literature) yang mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi dengan
kecemasan menghadapi menarche pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam
literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif, seperti artikel dalam
data base jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain
google scholer. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci
“Hubungan Pengetahuan Tentang Menstruasi Dengan Kecemasan Remaja Putri
Menghadapi Menarche” dengan menggunakan 10 jurnal dengan rentang tahun terbit
2010-2020. Kemudian memilih artikel yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
penulis. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis menunjukkan bahwa
kurangnya pengetahuan seseorang terhadap menstruasi dapat meningkatkan
kecemasan remaja putri dalam menghadapi menache, Fungsi keluarga sangat
dibutuhkan agar anak merasa diperhatikan sehingga dapat mengurangi kecemasan
menghadapi menarche. Kesimpulan pada literature review bahwa ada hubungan
pengetahuan menstruasi dengan kecemasan remaja putri menghadapi menarche.
Banyak remaja putri mengalami menstruasi pertama pada usia 12 tahun (31,33%), 13
tahun (31,13 %) dan 14 tahun (18,24%), Dengan nilai rata-rata usia menstruasi
pertama sebesar 12,96 tahun
LITERATURE REVIEW GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL : STUDI LITERATUR
Anemia merupakan masalah gizi dengan prevalensi yang cukup tinggi di dunia.
World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sekitar 29% wanita usia
reproduktif mengalami anemia dan 38% wanita diantaranya merupakan ibu hamil.
Anemia terjadi pada semua tahap siklus kehidupan dan termasuk masalah gizi mikro
terbesar serta tersulit diatasi di seluruh dunia. Ibu hamil termasuk kelompok rawan
terhadap kekurangan gizi. Proses kehamilan akan meningkatkan metabolisme energi
dan zat gizi. Peningkatan kebutuhan energi dan zat gizi diperlukan untuk
pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga kebutuhan ibu sendiri.
Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan intake zat gizi pada masa kehamilan
akan menyebabkan anemia serta meningkatkan resiko kesakitan pada ibu hamil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia ibu hamil.
Metode yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui
internet, tinjauan ulang artikel antara lain Google Scholar dan Garuda. Pada tahap
awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “gambaran kejadian anemia ibu
hamil”, dengan jumlah artikel 10 dalam rentan waktu mulai tahun 2010-2020.
Berdasarkan beberapa literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait
gambaran kejadian anemia ibu hamil, disimpulkan bahwa terdapat beberapa factor
yang mempengaruhi kejadiann anemia pada ibu hamil yaitu usia ibu, umur
kehamilan, paritas, jarak kehamilan, dan pekerjaan. Diharapkan ibu hamil untuk
lebih meningkatkan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet penambah darah sebagai
penanggulangan anemia selama kehamilan
GAMBARAN AKSEPTOR KB DIPUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA
Akseptor Kb merupakan program pemerintah yang berfungsi bagi pasangan
usia subur untuk menunda kelahiran anak pertama (post poning), menjarangkan anak
(spacing) atau membatasi (limiting) jumlah anak yang diinginkan sesuai dengan
keamanan medis serta kemungkinan kembalinya fase kesuburan (frundity). Akseptor
adalah peserta Keluarga Berencana Pasangan Usia Subur (PUS) dimana salah
seorang menggunakan salah satu cara alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan
baik melalui program atau non program. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan di
Puskesmas Wirobrajan Kota Yogyakarta pada Februari – Juli 2020 sebanyak 83
Akseptor KB aktif. Diketahuinya gambaran Akseptor Kb di Puskesmas Wirobrajan
Kota. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan
rancangan kuantitatif yakni digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
keadaan obyek penelitian seperti apa adanya dalam jangka waktu tertentu tanpa
melakukan eksperimen. Metode ini dilakukan dengan tujuan utama membuat
gambaran atau diskripsi tentang suatu keadaan secara obyektif. Pada penelitian ini
terdapat 83 populasi sehingga teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.
Hasil menunjukkan Gambaran Akseptor KB di Puskesmas Wirobrajan Kota
Yogyakarta mayoritas baik. Responden yang memiliki umur (61,4%), responden
yang mendapat pendidikan (43,3%), responden dengan paritas (62,6%) dan
pekerjaan yang terdapat (55,4%). Di harapkan hasil penelitian ini dapat memberikan
pengetahuan pada akseptor KB bahwa dengan menggali informasi terlebih dahulu
sangat diperlukan dalam penggunaan alat kontrasepsi yang lebih efektif
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI LITERATURE REVIEW
Menstruasi adalah perdarahan secara periodic dan siklik dari uterus, disertai pelepasan
(deskuamasi) endometrium. Personal Hygiene merupakan kondisi dan praktik untuk
mempertahankan kesehatan, mencegah terjadinya penyebaran penyakit, meningkatkan
derajat kesehatan individu, meningkatkan kepercayaan diri dan menciptakan
keindahan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan
remaja putri tentang personal hygiene menstruasi. Jenis penelitian ini penelitian
literature review dimana terdapat uraian tentang teori, temuan, dan bahan penelitian
lainnya yang diperoleh dari bahan acuan yang akan dijadikan landasan kegiatan
penelitian. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah variable tunggal. Hasil
literature review 10 (sepuluh) jurnal yang telah di analisis bahwa tingkat pengetahuan
remaja putri tentang personal hygiene berpengaruh pada personal hygiene ketika
menstruasi. Hal tersebut disebabkan karena personal hygiene menstruasi dipengaruhi
oleh tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene menstruasi seperti
vulva hygiene, sikap remaja putri terhadap personal hygie terutama vulva hygiene, dan
pengetahuan perilaku personal hygiene ketika menstruasi. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang personal hygiene menstruasi
berpengaruh pada personal hygiene menstruasi. Diharapkan penelitian ini dapat
berguna untuk menambah wawasan pada remaja putri tentang personal hygiene
menstruasi. Saran untuk peneliti selanjutnya sebaiknya database yang digunakan lebih
banyak sehingga dalam penyusunan mendapatkan artikel yang lebih banyak dan baik,
serta batasan tahun pencarian artikel dengan kata kunci yang ditetapkan adalah lima
tahun terakhir agar literature yang didapat lebih update. Dari segi metode penelitian
lebih baik dilakukan experiment tentang penyuluhan personal hygiene menstruasi,
agar remaja putri dapat mengerti tentang personal hygiene dari hasil penyuluhan yang
telah dilakukan dan mendapatkan feedback
LITERATURE REVIEW PENGARUH PRE PREGNANCY CLASS TERHADAP MOTIVASI PENCEGAHAN ANEMIA TRIMESTER I PADA WANITA USIA SUBUR (WUS)
Latar Belakang: Anemia pada WUS berisiko menyebabkan dampak buruk bagi ibu
dan janin ketika hamil dan melahirkan. Sebagai upaya pencegahan setiap wanita
perlu mempersiapkan kehamilan. Pre pregnancy class bertujuan meningkatkan status
kesehatan dan gizi pra hamil sebagai persiapan agar ibu tidak mengalami anemia
kehamilan dan melahirkan bayi yang sehat.
Tujuan: Mengkaji kembali dan menganalisis gap yang ditemukan pada literature
review pengaruh pre pregnancy class terhadap motivasi pencegahan anemia trimester
I pada WUS.
Metode: Desain penelitian ini merupakan penulisan dengan literature review.
Penelusuran artikel atau jurnal menggunakan web google scholar dengan kata kunci:
wanita usia subur; edukasi; pencegahan anemia kehamilan; pre pregnancy class;
motivasi pencegahan anemia kehamilan.
Hasil: Berdasarkan hasil literature review, penulis menemukan bahwa pendidikan
kesehatan dapat memberikan informasi bagi WUS sehingga terjadi peningkatan
pengetahuan. Bekal pengetahuan mengenai suatu masalah kesehatan dapat
meningkatkan motivasi dalam melakukan pencegahan.
Simpulan: Penelitian sebelumnya telah memuat metode-metode pendidikan
kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi WUS
dalam mempersiapkan kehamilan dan pencegahan anemia kehamilan.
Saran: Bagi WUS yang ingin mempersiapkan kehamilan diharapkan untuk mencari
informasi mengenai pencegahan anemia kehamilan sehingga memiliki kehamilan
yang sehat dan minim risiko
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET SEBELUM TIDUR DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
Latar Belakang: Remaja berusia 10-19 tahun banyak yang mengalami
masalah kurang tidur. Prevalensi insomnia di Indonesia sekitar 10%, yang
berarti 28 juta orang dari total 237 juta penduduk menderita insomnia. Salah
satu fakor yang menyebabkan insomnia adalah penggunaan gadget sebelum
tidur.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget
sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA
Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
menggunakan metode deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross
sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah
responden sebanyak 66 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner
intensitas penggunaan gadget sebelum tidur dan KSPBJ Insomnia Rating
Scale. Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau.
Hasil: Adanya hubungan yang signifikan intensitas penggunan gadget
sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA
Muhammadiyah 2 Yogyakarta, karena didapatkan nilai P-value 0,002,
dengan tingkat keeratan hubungan 0,365 tingkat hubungan rendah.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan yang signifikan antara intensitas
penggunan gadget sebelum tidur dengan kejadian insomnia pada remaja di
SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Disarankan remaja dapat mengurangi
penggunaan gadget sebelum tidur pada malam hari agar waktu istirahat tidur
malam dapat tercukupi sehingga tidak berdampak buruk untuk kesehatan
dan gangguan tidur
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP POLA TIDUR ANAK PAUD
Masalah gizi, khususnya pada balita, menjadi masalah besar karena berkaitan erat dengan
indikator kesehatan umum seperti tingginya angka kesakitan serta angka kematian bayi
dan balita. Masalah gizi selain dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang kurang karena adanya
masalah pada sistem pencernaan,juga dipengaruhi oleh pola tidur anak. Penelitian ini
bertujuan untuk menyimpulkan dan memeriksa literature (examine literature) yang
berhubungan dengan pola tidur terhadap status gizi anak. Strategi pencarian
menggunakan PICO (Population, intervention, comparison, outcome) mengidentifikasi
studi yang relevan, memetakan data menggunakan PRISMA Flowchart (Preferred
Reporting Items for Systematic Review and Meta Analyses), data Extraction dengan
menyusun, meringkas dan melaporkan hasil pembahasannya. Hasil penelitian dari 5
literature terseleksi dan ditemukan bahwa tidak ada hubungan pola tidur degan status gizi
anak. Dari jurnal yang ditemukan yang berhubungan dengan pola tidur adalah aktifitas
anak dan kuantitas tidur