DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah Bantul
Latar Belakang : Pasien yang menjalani hemodialisa secara rutin berisiko mengalami
penurunan status gizi dikarenakan prosedur dialisis yang mengakibatkan hilangnya
nutrisi ke dalam dialisat dan meningkatkan proses katabolisme, sehingga dapat
menyebabkan malnutrisi. Status gizi akan berpengaruh pada kondisi malnutrisi dan
akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan status gizi dengan kualitas hidup pada
pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah
Bantul.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan non eksperimen menggunakan metode
korelasi dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel
menggunakan Simple Random Sampling. Sampel pasien gagal ginjal kronik yang
menjalani hemodialisa berjumlah 64 responden. Pengukuran menggunakan Indeks
Massa Tubuh dan kuesioner KDQOL-SF. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji
Sperman Rho.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi
dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSU
PKU Muhammadiyah Bantul dengan nilai p-value= 0,011 (p<0,05) dan memiliki
keeratan hubungan dengan nilai r= 0,318 artinya kekuatan korelasi sedang dan arah
korelasi positif.
Simpulan dan Saran : Ada hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup pasien
gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi
kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan mengendalikan faktor pengganggu
Pengaruh Edukasi Kesehatan Dengan Metode Role Play Terhadap Perilaku Manajemen Stres Remaja Di SMA N 1 Gamping
Latar belakang: Anak usia remaja mengalami proses perkembangan dan perubahan,
sehingga dapat beresiko mengalami gangguan kesehatan mental. Manajemen
stres yang kurang baik akan berdampak negatif ke kehidupan remaja. Edukasi kesehatan
diberikan untuk proses meningkatkan pengetahuan, yang harapannya remaja dapat
mengenali gangguan kesehatan jiwa atau mental dan mengambil tindakan untuk mendapat
bantuan dari fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi kesehatan merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi perilaku manajemen stres remaja yang diperlukan untuk menghadapi
atau menyelesaikan stres yang dialami remaja.
Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan metode role play terhadap
perilaku manajemen stres remaja di SMA N 1 Gamping.
Metode: Jenis penelitian semu (Quasi Experimental Design) dengan rancangan
Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dengan total
sampling. Dengan jumlah total responden sebanyak 32 orang.
Hasil: Uji Mann Whitney U Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara
perilaku manajemen stres kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat pre-test
ditunjukkan dengan nilai p = 0,693 (p > 0,050). Sedangkan saat post-test menunjukkan
nilai p = 0,002 (p < 0,050), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara perilaku
manajemen stres kelompok perlakuan dan kelompok kontrol saat post-test.
Simpulan dan Saran: Edukasi kesehatan dengan metode role play dapat mempengaruhi
perilaku manajemen stres remaja SMA N 1 Gamping. Remaja diharapkan dapat
memperhatikan manajemen stres untuk menjaga kesehatan mental
Hubungan kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada usia lanjut di kalurahan Gulurejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang sering dialami oleh usia
lanjut. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2013-2018 telah meningkat dari
25,8% menjadi 34,1%. Proses penuaan pada usia lanjut mengakibatkan munculnya
gangguan tidur yang dimungkinkan merupakan salah satu penyebab tekanan darah
meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur
dengan derajat hipertensi pada usia lanjut di Kalurahan Gulurejo, Lendah, Kulon Progo,
Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif
korelasi dan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 71 dengan teknik
proporsional cluster sampling. Teknik analisis data memakai uji statistik Chi-Square.
Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai signifikansi p-value sebesar 0,017 (<0,05)
dan koefisien korelasi sebesar 0,042 dengan arah hubungan positif. Hal ini menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan derajat hipertensi pada
usia lanjut di Kalurahan Gulurejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta. Saran bagi usia
lanjut dengan kualitas tidur buruk diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur melalui
pola hidup sehat untuk menjaga stabilisasi tekanan darah
Pengaruh perbedaan plyometric dengan kinesiotapping dan plyometric untuk meningkatkan stabilitas ankle pemain futsal putra pada kasus chronic ankle instability
Latar Belakang: Futsal merupakan olahraga yang dinamis dimana pemainnya selalu
berpindah-pindah dan membutuhkan teknik determinasi yang baik. Chronic ankle
instability (CAI) adalah proses yang disebabkan oleh keseleo pergelangan kaki yang
berulang dan berakibat juga pada penurunan stabilitas pergelangan kaki. Plyometric
adalah latihan yang mampu meningkatkan kontrol postural dan stabilisasi pada ankle.
Kinesiotapping bertindak sebagai alat pencegahan terhadap hiper supinasi sendi
pergelangan kaki. Star Excursion Balance Test adalah alat ukur untuk menilai stabilitas
ankle. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk melihat ada tidaknya
perbedaan pengaruh antara pemberian plyometric dengan kinesiotapping dan plyometric
untuk meningkatkan stabilitas ankle pemain futsal putra pada kasus Chronic ankle
instability. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi
eksperimental). Sedangkan rancangan penelitiannya dengan pre test and post test two
grup design dengan membandingkan antara kelompok A dan kelompok B kedua
kelompok sampel di ukur menggunakan Star excrusion balance test (SEBT) kelompok
A diberikan Plyometric dengan Kinesiotapping sedangkan kelompok B diberikan
plyometric selama 2 kali selama seminggu. uji normalitas menggunakan shapiro wilk
test. uji homogenitas menggunakan Levene test. uji hipotesis menggunakan independent
sample t test. Hasil: terdapat hasil pada arah anterior (0,728), arah anterolateral (0.151),
arah medial (0.634), arah posteromedial (0.661), arah posterior (0.566), arah
posterolateral (0.312), arah lateral (0.350) dan arah anterolateral (0.495). Kesimpulan:
tidak terdapat perbedaan pengaruh antara kedua kelompok hal tersebut menunjukkan
bahwa nilai p disemua arah pada star excursion balance test adalah p>0.05 sehingga Ho
diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada perbedaan pengaruh secara signifikan
pada kelompok plyometric dengan kinesiotapping dan kelompok plyometri
Hubungan sikap dengan tingkat stress tugas akhir pada mahasiswa prodi keperawatan tahun ajaran 2022/2023 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar belakang : Tugas akhir merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan
perguruan tinggi dan memperoleh gelar sarjana. Tuntutan akademik yang dihadapi
mengakibatkan titik stress pada mahasiswa hal ini dapat menyebabkan perilaku negatif
dalam menyelesaikan tugas akhir.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahui hubungan sikap dengan tingkat
stress tugas akhir pada mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Tahun Ajaran 2022/2023.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode analitik korelasi dengan
menggunakan desain penelitian cross sectional dan teknik simple random sampling.
Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden mahasiswa yang sedang mengerjakan
tugas akhir Prodi Keperawatan Tahun Ajaran 2022-2023 Universitas ‘Aisyiyah
Yogyakarta.
Hasil : Hasil analisis dengan data uji Chi Square diperoleh nilai signifikasi dengan hasil
0,008 ≤ 0,05 yang berati ada hubungan antara sikap dengan tingkat stress tugas akhir
mahasiswa, angka koefisien korelasi sebesar 0,366 artinya tingkat kekuatan hubungan
cukup.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara sikap dengan tingkat stress tugas akhir pada
mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Tahun Ajaran
2022/2023.
Saran : Hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat berpikir positif, merubah
pandangan negatif tentang tugas akhir bahwa skripsi merupakan hal yang mudah dan
dapat diselesaikan oleh mahasiswa
Studi kasus teknik radiografi arcus zygomaticum pada pasien post operasi dengan kasus fraktur
pemeriksaan radiografi arcus zygomaticum
Anteroposterior (AP)
Method), Proyeksi Submentovertex (SMV), dan proyeksi Oblique Inferosuperior (Tangential) (Bontrager, 2018). Akan tetapi di Instalasi Radiologi RSPAU dr. S. Hardjolukito menggunakan dengan tambahan pemeriksaan panoramik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan arcus zygomaticum di Instalasi Radiologi RSPAU dr. S. Hardjolukito dan mengetahui alasan dengan tambahan pemeriksaan panoramik.
Jenis menggunakan metode observasi
di Instalasi Radiologi RSPAU dr. S. Hardjolukito. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek yang digunakan adalah 1 dokter radiolog, 1 dokter pengirim, dan 3 radiografer dengan objek penelitian pasien post operasi Arcus Zygomaticum. Pengolahan data dibuat dalam bentuk transkip data, tabel kategorisasi, dan koding terbuka. Analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan radiografi arcus zygomaticum di Instalasi Radiologi RSPAU dr. S. Hardjolukito tidak memerlukan persiapan khusus, hanya melepas benda logam di sekitar kepala dan leher. Proyeksi yang digunakan yaitu dengan tambahan pemeriksaan panoramik, alasan penggunaan
dengan tambahan pemeriksaan panoramik untuk mengevaluasi reposisi mini plate yang dipasang post operasi sudah sesuai anatomis sekaligus untuk melihat gigi geligi. Saran penulis untuk pemeriksaan dengan tambahan pemeriksaan panoramik dapat melihat sedikit arcus zygomaticum, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pemeriksaan panoramik dalam menampilkan arcus zygomaticum pada kasus fraktur
Perbandingan pemberian foam rolling exercise dengan postural corrective exercise terhadap penurunan nyeri leher pada mahasiswa dengan kondisi forward head posture
Latar Belakang: Perkembangan informasi dan teknologi di era modern saat ini
sudah sangat pesat munculnya teknologi canggih yang dapat membantu dan
mempermudah melakukan aktifitas sehari – hari terutama bagi mahasiswa,
Sebagian besar mahasiswa menggantungkan hidupnya dengan gadget. Para
pengguna gadget kebanyakan memfleksikan leher mereka untuk menatap layar
objek dengan posisi yang kurang ideal, posisi tersebut tersebut dengan jangka
waktu yang cukup lama, akan dapat menimbulkan masalah upper crossed
syndrome yang akan menjadikan postur kepala yang mengalami penurunan
lordosis pada cervical dari lower cervical vertebrae, hal ini biasa disebut sebagai
forward head posture. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbandingan pemberian
Foam Rolling Exercise dengan Postural Corrective Exercise terhadap penurunan
nyeri leher pada kondisi FHP. Metode: quasy eksperimental melakukan perlakuan
two group pre test and post test design, Teknik pengambilan sampel dengan
purposive sampling, sample berjumlah 70 orang (35 orang kelompok foam rolling
exercise dan 35 orang kelompok postural corrective exercise) dengan program
latihan 3x seminggu selama 4 minggu. Hasil: Uji hipotesis I dan II menggunakan
Kolmogorov Smirnov menunjukan bahwa terdapat pengaruh pemberian foam
rolling exercise dan postural corrective exercise terhadap penurunan nyeri leher
dengan kondisi FHP. (p=0,00 p<0,05). Uji hipotesis III menggunakan uji Wilcoxon
menunjukan bahwa terdapat perbandingan pengaruh antara pemberian foam rolling
exercise dengan postural corrective exercise terhadap penurunan nyeri leher pada
kondisi forward head posture (p=0,00 p<0,05). Simpulan: Terdapat perbandingan
pengaruh antara pemberian foam rolling exercise dengan postural corrective
exercise terhadap penurunan nyeri leher pada kondisi forward head posture.
Saran: Dapat mengembangkan penelitian ini lebih lanjut dengan jangka waktu
yang lebih panjang
Studi kasus prosedur pemeriksaan knee joint pada kasus osteoarthritis
Prosedur radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis di Instalasi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Jawa Tengah menggunakan proyeksi Anteroposterior (AP), Lateral, Skyline, Full Leg, Lateral fleksi dan Lateral ekstensi. Menurut Lampignano (2018) menggunakan proyeksi Anteroposterior (AP) dan Lateral, serta menurut Long et al (2016) menggunakan proyeksi AP Weight Bearing dan PA Rosenberg Method Weight Bearing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis dan alasan mengapa menggunakan proyeksi Anteroposterior (AP), Lateral, Skyline, Full Leg, Lateral fleksi dan Lateral ekstensi Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Jawa Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian observasi partisipatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Objek dari penelitian ini adalah prosedur pemeriksaan knee joint dan subjeknya adalah tiga Radiografer dan satu Dokter Spesialis Radiologi. Analisa data dilakukan mulai dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik radiografi knee joint pada kasus osteoarthritis di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta Jawa Tengah dilakukan dengan proyeksi Anteroposterior (AP), Lateral, Skyline, Full Leg, Lateral fleksi dan Lateral ekstensi. Alasan mengapa pada pemeriksaan knee joint pada kasus osteoarthritis dilakukan proyeksi tersebut adalah untuk menilai grading osteoarthritis, melihat kelainan selain osteoarthritis, melihat displacement pada patella apakah ada dysplasia trochlear, untuk menentukan genu valgum serta melihat perbedaan panjang tulang. Untuk pemeriksaan knee joint sebaiknya menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) dan lateral karena sudah dapat mendiagnosa osteoarthritis, dan jika untuk menentukan tindakan medis selanjutnya dapat ditambahkan proyeksi yang lain seperti skyline, full leg, serta lateral fleksi ekstensi
Hubungan Sikap Siswi dan Dukungan Guru terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Siswi SMA Negeri 1 Gamping
Permasalahan gizi yang paling umum terjadi di dunia adalah anemia, penyebab utamanya
disebabkan oleh defisiensi besi. Di kabupaten Sleman, prevalensi anemia remaja
mengalami peningkatan yaitu 12,60% di tahun 2017 menjadi 22,86% di tahun 2018. Salah
satu upaya pencegahan anemia adalah mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran.
Cakupan distribusi tablet tambah darah di kabupaten sleman merupakan yang terendah
yaitu 28,08%. Salah satu indikator keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan
anemia adalah kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara sikap siswi dan dukungan guru
terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA Negeri 1 Gamping.
Desain penelitian adalah kuantitatif korelasi dan menggunakan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel 72 siswi kelas X, XI dan XII SMA Negeri 1 Gamping yang
dipilih dengan teknik Cluster Random Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat
dan bivariat dengan uji Kendall Tau. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kuesioner sikap, dukungan guru dan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence
Scale) untuk mengukur kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah. Hasil analisis
menggunakan uji Kendall Tau menunjukan sikap (p=0,013) dan dukungan guru (p=0,027)
memiliki hubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Kesimpulan
penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sikap siswi dan dukungan guru terhadap
kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMA Negeri 1 Gamping
Perbedaan pengaruh ladder drill exercise dan shuttle run terhadap peningkatan agility pemain futsal pada kasus sprain ankle
Latar Belakang : Agility merupakan perpindahan gerak seseorang dengan cepat dan
tepat tanpa kehilangan keseimbangan, faktor yang dapat mempengaruhi adalah
komponen kondisi fisik, berat badan, tinggi badan, usia dan juga cedera. Dalam
olahraga futsal risiko cedera terjadi pada ekstremitas bawah, salah satunya sprain
ankle. Penurunan kemampuan agility seorang atlet futsal pasca cedera akan
menimbulkan permasalahan serius dalam peforma maupun prestasi dilapangan,
Sehingga dalam membantu meningkatkannya dibutuhkan program latihan yang
terencana dengan memberikan Ladder Drill Exercise dan Shuttle Run. Tujuannya :
Untuk mengetahui perbedaan pengaruh Ladder Drill Exercise dan Shuttle Run
terhadap peningkatan Agility pemain futsal pada kasus sprain ankle dan sebagai
evidence based pelayanan fisioterapi olahraga. Metode : Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental dan rancangan penelitian yang
digunakan adalah pre test dan post test two group design. Responden adalah Academy
futsal Jogokaryan, yogyakarta yang berjumlah 20 orang responden, diambil secara
purposive sampling dan randomisasi. Kelompok 1 diberikan Ladder Drill Exercise dan
kelompok 2 diberikan Shuttle Run dengan 10 kali pertemuan dalam waktu 5 minggu
dengan frekuensi 2 kali setiap minggu. Instrumen pada penelitian ini menggunakan
Illinois Agility Test sebagai prediktor peningkatan Agility, pengukuran dilakukan
sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil : Kelompok 1 dan 2 diuji dengan
Paired Sample T-Test menunjukan hasil nilai p=0,000 (p<0,05), pada uji beda dengan
Independent Sample T-Test menunjukan hasil p=0,707 (p<0,05). Kesimpulan : Tidak
ada perbedaan pengaruh yang signifikan pada Ladder Drill Exercise dan Shuttle Run
terhadap peningkatan Agility pemain futsal pada kasus Sprain ankle. Saran : untuk
peneliti selanjunya dapat memperhatikan kembali faktor lain yang dapat
mempengaruhi Agility pemain futsal dan menambahkan waktu penelitian agar
mencapai hasil yang maksimal