DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
NARRATIVE REVIEW: PERBEDAAN PENGARUH PEMBERIAN KINESIO TAPING DAN STRETCHING TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS (DOMS)
Latar belakang: DOMS adalah suatu kondisi di mana otot mengalami nyeri akibat
kerusakan pada serabut karena latihan yang berlebihan. Intervensi dengan
menggunakan kinesio taping dan stretching oleh para peneliti dapat mengurangi rasa
nyeri akibat DOMS. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
efektivitas penggunaan kinesio taping dan stretching terhadap penurunan nyeri pada
kondisi DOMS. Metode: Narrative review, berupa penjelasan terkait dengan topik
penelitian ini berdasarkan hasil penelitian orang pada beberapa artikel. Pencarian
artikel menggunakan Google scholar, Pubmed dan Sciencedirect kemudian
dilakukan pemilahan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan dilakukan review.
Hasil: Hasil review jurnal menunjukkan intervensi kinesio taping dan stretching
dapat menurunkan rasa nyeri akibat DOMS. Durasi dan cara pemasangan kinesio
taping berpengaruh terhadap penurunan nyeri DOMS, begitu juga dengan pemberian
intensitas durasi dan dosis intervensi stretching yang tepat. Kesimpulan: Pemberian
intervensi kinesio taping dan stretching efektif dalam menurunkan nyeri pada DOMS
dan mudah diaplikasikan dan tidak memerlukan banyak biaya
PENGARUH SELF STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI MUSCULOSCELETAL DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Kondisi tubuh yang statis dalam jangka waktu lama dan terus menerus
menjadi penyebab terjadinya nyeri musculosceletal yang dirasakan. Tujuan : mengetahui
pengaruh self stretching terhadap penurunan nyeri musculosceletal. Metode Penelitian :
metode penelitian ini menggunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif, seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet,
tinjauan ulang artikel antara lain google scholar, pubmed dan PEDro. Berdasarkan beberapa
literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait pengaruh self stretching terhadap
penurunan nyeri musculosceletal. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian
full text berupa self stretching yang digunakan untuk menurunkan nyeri musculosceletal.
Jurnal yang digunakan adalah jurnal dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia,
memiliki responden baik laki-laki maupun perempuan, diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil
Penelitian : dalam sepuluh penelitian yang menggunakan randomized control trial ada empat
penelitian, experimental group ada lima penelitian dan control group terdapat satu penelitian.
Hasil analisis dari 10 jurnal menggunakan literatur review didapatkan bahwa ada penurunan
nyeri musculosceletal pada responden setelah dilakukan treatment menggunakan self
stretching exercise. Kesimpulan: ada pengaruh self stretching terhadap penurunan nyeri
musculosceletal. Saran : penelitian selanjutnya dapat meggunakan intervensi dan alat ukur
yang berbeda serta kriteria untuk dikendalikan dengan mencari faktor-faktor terkait variabel
Literatur Review Gambaran Metode Evaluasi Direct Observation Of Procedural Skill (DOPS)
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran metode evaluasi Direct
Observation of procedural skills (DOPS). Metode yang digunkan yakni literatur
review. Dalam 12 jurnal literature tiga pertanyaan muncul sebagai hasil dari
scoping review yaitu: Pengaruh evaluasi dengan metode Direct Observation Of
Procedural Skill (DOPS), kepuasan terhadap metode Direct Observation Of
Procedural Skill (DOPS), pengembangan kompetensi selama pelatihan dengan
metode Direct Observation Of Procedural Skill (DOPS). Dapat disimpulkan bahwa
metode evaluasi Direct Observation of Prosedural Skill (DOPS) meningkatkan
kemampuan individu dalam keterampilan klinis. Kepuasan terhadap metode Direct
Observation Of Procedural (DOPS) dilihat dari sisi instruktur dan mahasiswa,
keduanya mempunyai kepuasan terhadap metode Direct Observation of Prosedural
Skill (DOPS). Direct Observation Of Procedural (DOPS) sangat berguna dalam
pembelajaran dan meningkatkan keterampilan klinis mengarah pada hasil yang
lebih baik dan melakukan keterampilan dengan lebih percayaan diri dan mencapai
kompetensi
STUDY NARRATIVE REVIEW PERBEDAAN PENGARUH KINESIO TAPING DAN ULTRASOUND TERHADAP PENURUNAN NYERI DE QUERVAIN SYNDROME
Pendahuluan : De Quervain Syndrome merupakan salah satu jenis dari gangguan
musculoskeletal dimana gangguan ini mengenai tendon APL dan EPB yang berada
pada wrist. Dalam penelitian yang dilakukan di Saudi Arabia pada tahun 2019,
menunjukkan bahwa terdapat 67% orang dari 354 sampel dengan aktifitas
penggunaan tangan yang tinggi pada pekerja medis yang aktif menggunakan ponsel
didapatkan hasil positif saat tes finkelstein yang menunjukkan adanya gangguan
DQS. DQS sering terjadi pada orang-orang yang menunjukkan aktivitas
menggunakan tangan secara berulang seperti pada pengendara motor, saat
mencuci secara manual, pekerja pemasangan bagian-bagian mesin tertentu,
pengrajin, bermain video game, penggunaan handphone dan sekretaris. Dalam
menangani masalah ini, intervensi yang dapat digunakan diantaranya berupa
pemberian conventional physical agents, latihan, dan manual therapy. Beberapa
penelitian menunjukkan hasil yang baik dalam pengobatan menggunakan kinesio
taping dan ultrasound, dan ada pula yang menunjukkan hasil yang sebaliknya. Maka
dari itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh kinesio taping dan
ultrasound terhadap penurunan nyeri pada kasus DQS. Tujuan : Mengetahui
perbedaan pengaruh kinesio taping dan ultrasound terhadap penurunan nyeri de
quervain syndrome. Metode : Menggunakan metode narrative review. Pencarian
jurnal di lakukan menggunakan 3 database (Google Scholar, PubMed, dan PEDro)
dan pencarian secara manual dengan kurun waktu tahun terbit jurnal antara 20102020.
Hasil : Ditemukan sebanyak 10 jurnal dengan intervensi utamanya berupa
kinesio taping dan ultrasound. Kualitas dari studi yang di temukan di ukur
menggunakan PEDro scale dengan rentang nilai 7-10. Mayoritas jurnal menunjukkan
hasil yang signifikan untuk mengurangi nyeri pada pasien dengan DQS. Kesimpulan
: KT dan US sama-sama memiliki pengaruh terhadap penurunan nyeri DQS. Namun
KT menunjukkan hasil lebih baik dari rerata selisih pengukuran nyeri. Saran :
Menggunakan intervensi KT untuk menurunkan nyeri DQS. Bagi peneliti
selanjutnya mengembangkan metode narrative review dengan data yang lebih
kompleks khususnya untuk wilayah Asia dan Indonesia
Gambaran Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada kesehatan ibu
hamil. Anemia selama kehamilan jika tidak ditangani dapat menyebabkan dampak
yang serius yaitu perdarahan. Anemia pada kehamilan saat ini masih menjadi
masalah utama yang diderita oleh hampir separuh wanita hamil. Anemia pada ibu
hamil sangat terkait dengan mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi. Tujuan
penelitian ini adalah diketahuinya hubungan umur, paritas, pendidikan dan status gizi
pada ibu hamil anemia. Metode penelitian ini menggunakan metode literature
review. Literature review ini menggunakan jurnal yang berkaitan dengan Gambaran
Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil dengan maksimal Artikel yang dipublikasi 10
tahun terakhir. Hasil review 10 jurnal didapatkan bahwa berhubungan signifikan
dengan kejadian anemia pada ibu hamil mayoritas yang mengalami anemia umur ibu
35 tahun kategori beresiko , paritas >3 beresiko, pendidikan rendah, status
gizi dengan kategori LILA <23,5 cm. Dikeketahui bahwa ada hubungan
umur,paritas, pendidikan dan status gizi ibu hamil anemia. Hal ini dibuktikan dari P
value setiap penelitian kurang dari 0,05.
Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan edukasi
dan promosi serta melakukan kunjungan rumah pada setiap ibu hamil yang menderita
anemia
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja Putri Tentang SADARI
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan pemeriksaan yang
bertujuan untuk menemukan adanya benjolan abnormal. Angka kejadian tertinggi di
Indonesia untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara. Capaian deteksi
dini kanker payudara dan leher rahim terbanyak di Kota Yogyakarta (46,83%) dan
paling sedikit pada Kabupaten Bantul (9,03%) dengan rata-rata di DIY 17,71 %.
Angka kejadian kanker payudara yang cukup tinggi disebabkan masih rendahnya
pengetahuan remaja akan pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri
sedini mungkin. Program SADARI sendiri dapat menekan angka kematian akibat
kanker payudara hingga 20%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang SADARI. Metode yang digunakan
dalam penulisan ini adalah studi literatur review. Berdasarkan hasil dari berbagai
penelitian dari studi literature review yang di peroleh, menunjukkan adanya
hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang SADARI. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi sikap diantaranya adalah pengalaman pribadi, pengaruh
orang lain yang dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa, lembaga
pendidikan, lembaga agama, lingkungan dan pengetahuan. Dari 10 artikel yang
sudah dilakukan kajian didapatkan kesimpulan bahwa terdapat 6 artikel yang
menyimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan sikap SADARI, 1 artikel yang
menyimpulkan tidak adanya hubungan pengetahuan dengan sikap SADARI dan ada
4 artikel yang yang membahas hubungan penegtahuan, sikap SADARI dengan
variabel yang lain. Dari 10 artikel didapatkan 5 artikel menyimpulkan mayoritas
responden berpengetahuan baik dan mempunyai sikap yang positif, terdapat 4 artikel
yang menyimpulkan mayoritas responden berpengetahuan kurang dan mempunyai
sikap negatif dan ada 1 artikel yang menyimpulkan responden dengan pengetahuan
kurang namun memiliki sikap yang positif
DESAIN PRIMER UNTUK DETEKSI Tilapia Lake Virus (TiLV) DENGAN METODE ONE TUBE SEMI-NESTED RT-PCR
Tilapia Lake Virus (TiLV) yang termasuk dalam genus baru dari famili
Orthomyxoviridae, telah menyebabkan kematian massal ikan nila dengan tingkat
mortalitas hingga 90%. Aplikasi RT-PCR dan semi-nested RT-PCR konvensional
untuk deteksi TiLV masih terdapat kekurangan diantaranya yakni, tingkat sensitifitas
RT-PCR yang masih rendah. Sedangkan, pada semi-nested RT-PCR terdapat transfer
amplikon yang dapat menambah resiko kontaminasi dan memerlukan waktu yang
lebih lama. One tube semi-nested RT-PCR sebagai metode deteksi alternatif TiLV
dapat menutupi kekurangan pada teknik-teknik sebelumnya dengan aplikasi satu
tabung untuk kedua reaksi amplifikasi. Selain itu, primer-primer sebelumnya yang
telah dipublikasi banyak yang memiliki struktur sekunder dan terdapat sekuen
nukleotida yang mirip gen inang yang menyebabkan false postive. Untuk itu, desain
primer untuk deteksi TiLV dengan metode one tube semi-nested RT-PCR perlu
dianalisis kembali. Desain dan analisis primer TiLV segmen 3 (GenBank accession
number KU751816) menggunakan software online MultAlin untuk proses alignment,
BLAST, serta Oligocalculator untuk analisis struktur sekunder dan fitur primer lainnya.
Analisis sekuen nukleotida TiLV segmen 3 menghasilkan kandidat primer FTTGGGCACAAGGCATCCTAC (panjang primer 20 basa dan konten GC 55%),
primer R1-TTTCCCTGCCTGAGTTGTGC (panjang primer 20 basa, konten GC 55%,
dan produk amplikon 414 bp) serta primer R2-CGTGCGTACTCGTTCAGT (panjang
primer 18 basa, konten GC 56% dan produk amplikon 254 bp). Ketiga primer tersebut
tidak memiliki struktur sekunder dan hanya spesifik untuk deteksi TiLV. Kandidat
primer F, R1 dan R2 merupakan primer yang ideal untuk deteksi TiLV menggunakan
metode one tube semi-nested RT-PCR
Literature Review Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 0-5 Tahun
Nutrisi sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan yang baik
terutama saat tahun-tahun awal kehidupan. Masalah status gizi dapat menyebabkan
terganggunya perkembangan anak. Data WHO tahun 2018 sekitar 200 juta atau 1
dari 3 anak tidak mencapai potensi perkembangan mereka secara penuh. Menurut
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diperkirakan sekitar 5-10% anak mengalami
keterlambatan perkembangan. Klinik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mencatat
selama tahun 2011–2013 terdapat masalah keterlambatan perkembangan yakni
sebanyak 11,03%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi
dengan perkembangan anak usia 0-5 tahun. Metode penelitian ini adalah penelitian
literature review dari hasil penelitian terkait dengan status gizi dan perkembangan
anak usia 0-5 tahun. Sumber pencarian jurnal melalui google scholar dalam rentang
tahun 2010 sampai 2020, dan penelitian yang terpilih meliputi 10 penelitian dari 10
jurnal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan hasil
dari ke-10 jurnal yang ditelaah, bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi baik
memiliki perkembangan yang sesuai. Proporsi anak kurang gizi yang tergolong
tinggi berpengaruh dengan proporsi anak yang mengalami penyimpangan dan
perkembangan meragukan, artinya terdapat hubungan status gizi dengan
perkembangan anak usia 0-5 tahun. Kesimpulan yang bisa ditarik adalah terdapat
hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia 0-5 tahun
Hubungan Hipertensi Dalam Kehamilan Dengan Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir
Indikator kesehatan yang dinilai paling peka dan telah disepakati secara nasional
sebagai ukuran derajat kesehatan suatu wilayah salah satu nya angka kematian ibu
(AKI) dan angka kematian bayi(AKB).Masalah yang terjadi pada neonatal ini meliputi
asfiksia (kesulitan bernapas saat lahir), Bayi Baru Lahir Rendah (BBLR), dan infeksi.
Prevalensi asfiksia tertinggi di Kabupaten Bantul Kasus kematian bayi tertinggi di
Kabupaten Bantul (108 kasus) dan terendah di Kota Yogyakarta (33 kasus). Asfiksia
dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti faktor ibu diantaranya, hipertensi,partus
lama, dan demam saat persalinan. hipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko
dan komplikasi pada ibu seperti preeaklampsia. Proporsi kejadian asfiksia lebih besar
pada ibu hamil yang menderita hipertensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
kejadian hipertensi dan asfiksia serta hubungan hipertensi pada ibu hamil dengan
kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Metode yang digunakan dalam penulisan ini
adalah studi literature review. Ada beberapa faktor yang menyebabkan asfiksia yaitu
lilitan tali pusat, premature, partus lama dan hipertensi. Berdasarkan Hasil literatur
riview dari 295 ibu bersalin sebanyak 78 ibu bersalin yang mengalami hipertensi
terdapat 63 bayi yang dilahirkan mengalami asfiksia neonatorum atau sebesar 81%
dan yang tidak mengalami asfiksia neonatorum sebanyak 15 bayi 19 %. Didapatkan
kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hipertensi pada ibu hamil
dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI LITERATURE REVIEW
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram pada rahim dan
terjadi selama menstruasi tanpa disertai kelainan pada alat-alat genetal yang nyata
dan biasanya terjadi sekitar 2-3 tahun setelah menarche. Gejalanya dapat berupa
nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan
tungkai. Stres adalah suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena
tekanan psikologis. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres
dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian ini penelitian
literature review. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 variabel
yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hasil literature riview 10 (sepuluh) jurnal
yang telah di analisis bahwa ada hubungan stres dengan kejadian dismenore pada
remaja putri. Hal tersebut karena gangguan yang disebabkan oleh dismenore dapat
ditangani secara non farmakologi diantaranya dengan melakukan pola hidup yang
sehat. Melakukan teknik relaksasi, berlatih yoga, dan menggunakan terapi herbal.
Faktor lain yang mempengaruhi stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri
yaitu, Indeks massa tubuh (IMT), status gizi, gaya hidup seperti: (aktivitas fisik,
merokok, dan diet), usia menarche, siklus menstruasi yang panjang, serta riwayat
penggunaan alcohol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan stres dengan
kejadian dismenore pada remaja putri. Diharapkan penelitian ini dapat berguna
untuk menambah wawasan tentang stres dengan kejadian dismenore pada remaja
putri dan dapat mengatasi dismenore