DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP SURVIVOR KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI BERDASARKAN KELOMPOK USIA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh
dunia. Usia memiliki pengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup. Penderita kanker
yang menjalani kemoterapi umumnya memiliki banyak efek samping yaitu perubahan
fisik, psikologis, fungsi peran serta terganggu nya aktivitas sehari-hari. Hal ini akan
berdampak terhadap kualitas hidup penderita kanker.
Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup survivor kanker yang menjalani
kemoterapi berdasarkan kelompok usia di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Metode: Penelitian ini merupakan kunantitatif non eksperimen dengan desain penelitian
study comparatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Tekhnik pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 36
responden. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil: Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney dengan nilai p =0,000 <0,05.
Hasil tersebut menunjukan bahwa secara statistik terdapat perbedaan antara kualitas
hidup survivor kanker usia dewasa dengan survivor kanker usia lansia yang menjalani
kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Simpulan dan Saran: Ada perbedaan kualitas hidup survivor kanker usia dewasa
dengan survivor kanker usia lansia yang menjalani kemoterapi di RS PKU
Muhammadiyah Yogyakarta. Kualitas hidup survivor kanker usia dewasa lebih baik
dibanding kualitas hidup survivor kanker usia lansia. Diharapkan peneliti selanjutnya
dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi kualitas hidup survivor kanker yang
menjalani kemoterapi dan dapat mengambil sampel perbandingan yang lebih banyak
LITERATURE REVIEW TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP KEPALA RUANG DENGAN CARING PERAWAT
Latar Belakang: Caring merupakan central praktik keperawatan karena caring
merupakan suatu cara pendekatan dinamis, dimana perawat bekerja untuk lebih
meningkatkan kepedulian kepada klien. Namun tidak mudah perilaku dan sikap
caring seseorang dalam waktu yang singkat. Berbagai permasalahan yang dihadapi
terkait dengan kurangnya perilaku caring perawat, salah satu faktor penyebabnya
adalah kepemimpinan kepala ruang yang masih kurang optimal. Hal ini
diperlukannya seorang pemimpin yang bisa melakukan perubahan seperti gaya
kepemimpinan transformational. Kepemimpinan transformational adalah seorang
pemimpin transformational merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan, dan
hormat terhadap pemimpin tersebut, dan mereka termotivasi untuk melakukan
pekerjaan yang lebih daripada awalnya. Pemimpin tersebut mentrasformasi dan
memotivasi para pengikut dengan cara membuat mereka lebih sadar mengenai
pentingnya hasil-hasil suatu pekerjaan.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan transformational leadership kepala ruang
dengan caring perawat
Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah lietature review
pencarian artikel menggunakan internet melalui Google Scholar dan Portal Garuda.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis literature review 4 artikel didapatkan bahwa
terdapat hubungan transformational leadership dengan caring perawat. Gaya
kepemimpinan transformational mempengaruhi caring perawat.
Simpulan dan Saran: Transformasional leadership dan caring perawat terdapat
hubungan. Untuk penulis selanjutnya perlu dilakukan review jurnal yang lebih
banyak baik jurnal internasional maupun nasional. Penulis selanjutnya mencari lebih
banyak faktor-faktor yang mempengaruhi caring dan transformational leadershi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK I SLEMAN
Latar belakang: Kejadian diare pada bayi merupakan masalah kesehatan masyarakat
dengan angka kejadian morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi. Diare pada
bayi terkadang disebabkan pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI.
Diare pada bayi dapat menyebabkan proses tumbuh kembang anak terhambat sehingga
dapat menurunkan kualitas hidup anak di masa depan apabila tidak segera ditangani.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian
MP-ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas
Ngemplak I Sleman.
Metodelogi: Desain penelitian ini adalah case control dengen pendekatan retrospektif.
Jumlah sampel sebanyak 60 responden, terdiri dari 30 kelompok kasus dan 30
kelompok sampel. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan
rekam medis. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian: Analisis Univariat menunjukkan pengetahuan ibu dalam pemberian
MP-ASI pada kelompok kasus (63,3%) tingkat cukup dan kelompok kontrol (80,0%)
tingkat baik. Perilaku ibu dalam pemberian MP-ASI pada kelompok kasus (66,7%)
tingkat cukup dan kelompok kontrol (80,0%) tingkat baik. Kejadian diare pada
kelompok kasus (50,0%) dan kelompok kontrol (50,0%). Analisis bivariat
menunjukan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001; OR= 0,402)
dan perilaku (p = 0,001; OR= 0.426) ibu dalam pemberian MP-ASI dengan kejadian
diare.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam
pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja
Puskesmas Ngemplak I Sleman. Disarankan untuk ibu yang memiliki anak usia 6-24
bulan agar dapat memperhatikan ketepatan pemberian MP-ASI, sehingga derajat
kesehatan dapat meningkat
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DUSUN DOWANGAN GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar belakang: Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan
tekanan darah >140/90 mmHg. Tekanan darah meningkat seiring dengan perubahan gaya
hidup. Self care yang tepat diperlukan untuk mengontrol tekanan darah pada penderita
hipertensi dan mencegah komplikasi.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan tekanan darah
pada penderita hipertensi di Dusun Dowangan Gamping Sleman Yogyakarta.
Metode: Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan cross sectional. Sampel
menggunakan teknik total sampling sebanyak 45 responden yang menderita hipertensi
tanpa penyakit penyerta dan rentang usia 35-60 tahun. Instrumen menggunakan kuesioner,
sphygmomanometer dan stetoskop. Data analisis menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil: Penelitian menunjukkan responden sebagian besar memiliki self care kurang
sebanyak 20 (44,4%) responden dan tekanan darah 140-159/90-99 mmHg sebanyak 29
(64,4%) responden. Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara self
care dengan tekanan darah dengan nilai p = (0,864) < 0,05 dan nilai koefisien (-0,26).
Simpulan dan Saran: Kesimpulan adalah tidak terdapat hubungan antara self care dengan
tekanan darah pada penderita hipertensi di Dusun Dowangan Gamping Sleman Yogyakarta.
Disarankan pada responden dapat termotivasi untuk selalu memeriksa tekanan darah secara
rutin ke pelayanan kesehatan serta memodifikasi self care yang sehat
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang : Mahasiswa dengan siklus tidur dan bangun yang tidak teratur maka akan mempunyai jam tidur yang kurang.Tidur yang tidak adekuat akan sangat mempengaruhi kualitas tidur. Gaya hidup mahasiswa merupakan kegiatan-kegiatan dan rutinitas yang biasa dilakukan sehari hari yang akan dapat berkontribusi dalam kualitas tidur Mahasiswa.
Tujuan : Mengetahui hubungan Gaya Hidup dengan Kualitas Tidur pada mahasiswa Ilmu Keperawatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan croosectional. Alat yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel random sampling berjumlah 97 responden. Analisis statistik menggunakan uji Kendall Tau. Hasil Penelitian : sejumlah 75 mahasiswa atau sebesar 77,3 % mahasiswa memiliki kualitas tidur yang buruk. Gaya hidup sehat mahasiswa sedang menunjukan presentase terbanyak yaitu 93,8 % atau berjumlah 91 mahasiswa. Hasil uji kendall tau menunjukkan bahwa gaya hidup dengan kualitas tidur didapatkan hasil nilai p yaitu 0,000 < 0,01 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,411 hal ini menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dengan kualitas tidur mahasiswa ilmu keperawatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dan memiliki nilai keeratan yang cukup. Simpulan :Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dengan kualitas tidur mahasiswa ilmu keperawatan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Mahasiswa diharapkan dapat mengelola gaya hidup sehat karena gaya hidup sehat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidu
LITERATURE REVIEW : PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU DALAM PENANGANAN DIARE
Latar Belakang: Penyebab utama kematian akibat diare pada anak adalah perilaku kurang baik terkait penanganan diare. Upaya yang dilakukan untuk membentuk perilaku penanganan diare yaitu pendidikan kesehatan. Tujuan: Mengkaji ulang dan analisis gap jurnal pendidikan kesehatan terhadap perilaku penanganan diare. Metode: Menggunakan google scholar dan analisis PICO. Keywords; pendidikan kesehatan, perilaku penanganan diare tahun 2016-2020. Penelusuran boolen; “dan”. Hasil: Berdasarkan 7 artikel diperoleh hasil artikel pertama perilaku cukup dalam penanganan diare. Artikel kedua dan ketiga terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku terhadap penanganan diare. Artikel keempat faktor-faktor yang diteliti memiliki hubungan dengan perilaku penanganan diare. Hasil tiga artikel terakhir menunjukkan pendidikan kesehatan mempengaruhi perilaku penanganan diare. Simpulan dan Saran: hasil pengkajian ulang didapatkan pendidikan kesehatan mempengaruhi perilaku penanganan diare. Gap nya yaitu perilaku penanganan diare antara pretest-posttest pendidikan kesehatan meningkatan
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang : Ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan baik di
Indonesia maupun di negara berkembang lainnya masih menjadi masalah.
Ketidakpuasan pasien yang diterima dalam pelayanan keperawatan akan
menimbulkan penurunan citra pelayanan rumah sakit dan penurunan jumlah
kunjungan ke RS apabila tidak segera ditangani. Kepuasan klien terhadap
pelayanan keperawatan merupakan indikator penting dari kualitas pelayanan
Rumah Sakit, karena sebagian besar pelayanan yang ada di rumah sakit diberikan
oleh perawat. Pelayanan keperawatan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui
pemberian asuhan keperawatan yang didasari oleh perilaku caring perawat.
Perilaku caring perawat sangat penting dalam memenuhi kepuasan pasien, hal ini
menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan di sebuah rumah sakit.
Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan
pasien di Rumah Sakit.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literature
Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar
Hasil : Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa terdapat
hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien
Simpulan dan Saran : Berdasarkan hasil dari artikel yang direview didapatkan
kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan
tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Perawat hendaknya terus
mengembangkan perilaku caring kepada pasien dan meningkatkan skill
keperawatan agar kepuasan pasien semakin lebih baik
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI SEMESTER VI PRODI KEPERAWATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2020
Latar belakang : Premenstrual syndrome (PMS) yaitu kumpulan gejala fisik, emosional dan prilaku yang dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja dan perkuliahan, sukar berkonsentrasi, mudah tersinggung, bahkan dapat menyebabkan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Kecemasan merupakan salah satu penyebab terjadinya PMS. Kecemasan yang dialami mahasiswi dapat disebabkan karena adanya masalah pertemanan, keluarga ataupun masalah perkuliahan.
Tujuan : Dapat diketahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada mahasiswi semester VI Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive random sampling sebanyak 63 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Premenstrual Symptom Screening Tool Adolescent (PSST-A). Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kendall tau.
Hasil: Tingkat kecemasan yang dialami mahasiswi adalah kecemasan ringan 27 responden (42,9%). Premenstrual Syndrome (PMS) yang dialami mahasiswi adalah PMS ringan 31 responden (49,2%). Hasil uji statistic Kendall tau tingkat kecemasan dengan kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) diperoleh nilai signifikan p= 0,001 (p<0,05).
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian premenstrual syndrome (PMS) pada mahasiswi semester VI Prodi Keperawatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Remaja putrid hendaknya dapat mengontrol faktor-faktor yang dapat memperparah terjadinya gejala premenstrual syndrome (PMS)
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN HARGA DIRI MAHASISWA RANTAU PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMESTER I DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang : Harga diri merupakan gambaran keberhasilan identitas dalam menyelesaikan tugas atau masalah sesuai dengan perkembangan kehidupan. Harga diri tergantung pada bagaimana seseorang mengevaluasi konsep diri dan mengacu pada perasaan mencintai diri, kepercayaan diri dan penerimaan diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri mahasiswa rantau adalah dukungan teman sebaya.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri mahasiswa rantau program studi ilmu keperawatan semester I di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Metode penelitian :penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan data purposive sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Sampel penelitian 66 responden mahasiswa program studi ilmu keperawatan semester I di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau.
Hasil : Hasil koefisien variabel dukungan teman sebaya dengan harga diri mahasiswa rantau sebesar 0,525 dengan signifikan 0,000 menunjukan adanya hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri mahasiswa rantau program studi ilmu keperawtan semester I di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri mahasiswa rantau program studi ilmu keperawatan semester I di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Saran bagi responden, tenaga dan peneliti selanjutnya penelitian ini dapat menjadi acuan dasar dalam pengelolaan harga diri mahasiswa rantau dan mampu mengembangkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri mahasiswa rantau