DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Literatur Review: Hubungan Pengetahuandan Sikap terhadap Periksa Payudara Sendiri pada Remaja Putri

    Get PDF
    Abstrak: Periksa payudara sendiri adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri, karena sekitar 90% kanker payudara ditemukan sendiri oleh pasien dan sekitar 5% ditemukan selama pemeriksaan fisik untuk alasan lain. Metode penelitian menggunakan literature review. Hasil dari 10 jurnal disimpulkan responden memiliki pengetahuan yang baik tentang SADARI karena banyaknya informasi yang mereka terima tentang kesehatan payudara (seperti media masa, buku, internet, latar belakang pendidikan. Sikap responden umumnya negatif tentang SADARI karena kurang mengerti tentang tata cara SADARI, orang sekitar atau kelompok masyarakat. Jadi pengetahuan dan sikap memiliki hubungan terhadap periksa payudara sendiri pada remaja putri. Diharapkan remaja putri lebih meningkatkan lagi pengetahuannya tentang deteksi kanker payudara dengan mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan mencari informasi dari berbagai sumber supaya dapat terhindar dari kanker payudara, remaja putri lebih meningkatkan lagi sikap yang positif terhadap SADARI karena dengan sikap yang positif akan menumbuhkan keinginan untuk mencari informasi tentang tata cara deteksi dini kanker payudara dan lebih meningkatkan lagi keinginannya untuk melakukan SADARI supaya terhindar dari tumbuhnya kanker payudara

    HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI NOGOTIRTO

    Get PDF
    Latar belakang: Masa remaja ditandai dengan adanya pubertas, salah satu ciri masa pubertas adalah mulai terjadinya menarche pada perempuan. Dukungan teman sebaya sangat penting diberikan kepada remaja karena pada masa pubertas remaja sering mencemaskan perubahan yang terjadi pada masa ini. Kesiapan mental sangatlah diperlukan, karena perasaan cemas dan takut akan muncul bila kurangnya pemahaman remaja putri tentang menarche. Untuk itu remaja putri perlu persiapan dalam menghadapi datangnya menarche. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada anak usia sekolah di SD Negeri Nogotirto. Metode penelitian: Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah siswi kelas IV dan V yang akan mengalami menarche dengan sampel 50 responden, dengan variabel bebas dukungan teman sebaya dan variabel terikat kecemasan menarche. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan teman sebaya dan kuesioner kecemasan Hamilton Ranting Scale For Anxiety (HRS-A). Data analisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: Menunjukan bahwa yang mendapatkan dukungan teman sebaya dengan kategori positif sebanyak 25 responden (50%) sedangkan kecemasan dengan kategori kecemasan ringan sebanyak 14 responden (28,0%). Hasil analisis Chi Square didapatkan nilai p.value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,600 menunjukkan keeratan hubungan kuat. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada anak usia sekolah di SD Negeri Nogotirto. Saran: Diharapkan para siswi dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan yang akan terjadi pada dirinya dan tidak perlu merasa cemas dalam menghadapi menarche, dengan mencari lebih banyak informasi tentang menarche dari berbagai media

    HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES PADA PENGHUNI DI BALAI REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA LARAS (RSBKL) YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei dan dapat ditularkan secara langsung dan tidak langsung. Kejadian skabies dipengaruhi oleh faktor personal hygiene dimana kebersihan diri yang buruk dapat meningkatkan kejadian dan penularan skabies. Personal hygiene meliputi kebersihan pakaian, kebersihan kulit, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan genitalia, kebersihan handuk serta kebersihan kasur dan sprei. Hasil studi prndahuluan yang dilakukan pada tanggal 26 september 2019 di Balai RSBKL didapatkan data bahwa pada bulan Maret-September 2019 sebesar 29% penghuni mengalami skabies. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada penghuni di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya Laras ( RSBKL) Yogyakarta. Metodogologi: Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 69 responden yang dipilih dengan cara undian. Uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik dengan nilai fisher’s exact test dalam tabel 2x2 terdapat nilai frekuensi ≤5 dengan hasil p=0,00 dimana p≤0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies. Simpulan dan Saran: Ada hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada penghuni di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya Laras (RSBKL) Yogyakarta. Disarankan kepada penghuni Balai RSBKL untuk meningkatkan personal hygiene dengan mandi menggunakan sabun, tidak bergantian pakaian dengan penghuni lain, menjemur handuk, pakaian dan kasur dibawah sinar matahari serta memotong kuku secara rutin sehingga kejadian skabies dapat diminimalkan

    HUBUNGAN DEPRESI TERHADAP KETERGANTUNGAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang:Stroke merupakan penyebab kematian dan disability nomor satu di Indonesia. Penderita stroke akan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Serta depresi merupakan masalah psikologis yang sering dikaitkan dengan penyakit stroke. dampak yang di timbulkan dari penyakit stroke adalah kelumpuhan, kecatatan dan depresi. sehingga penderita stroke mengalami ketergantungan dan membutuhkan bantuan orang lain dalam melakukan pemenuhan activity daily. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi terhadap ketergantungan activity daily living pada pasien stroke di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien stroke dengan sampel 36 responden, dengan variabel bebas depresi dan variabel terikat activity daily living. Pengambilan data menggunakan kuesioner Hamilton depression rating scale untuk mengukur depresi dan katz indeks untuk mengukur ADL. Data di Analisa menggunakan uji sperman rank. Hasil penelitian:Hasil analisa menggunakan uji sperman rank di dapatkan nilai p value 0,029 dengan koefisien korelasi sebesar 0,364 dengan demikian ada hubungan yang signifikan dan menunjukkan keeratan hubungan korelasi rendah. Simpulan:Dalam penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara depresi terhadap ketergantungan activity daily living pada pasien stroke di rumah sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Saran:Perawat lebih memperhatikan, mengerti dan dapat memberikan asuhan keperawatan terhadap kondisi activity daily living yang dialami pasien stroke

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI POSYANDU KAGONGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAWANG KULON PROGO

    Get PDF
    Latar Belakang : Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyakit ini diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih gejala tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau berdahak. Dalam upaya pencegahan penyakit ISPA pada balita lebih efektif dilakukan keluarga baik yang dilakukan oleh ibu atau keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Salah satu kebijakan operasional dalam pencegahan ISPA antara lain pendidikan kesehatan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya pencegahan ISPA pada balita di Posyandu Kagongan Wilayah Kerja Puskesmas Kalibawang Kulon Progo. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakanrancangan desain one group pre test and post test pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling didapatkan 30 responden, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil :Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan tentang upaya pencegahan ISPA pada balita yang paling banyak kategori cukup sebanyak 18 responden (60,0%) dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang upaya pencegahan ISPA pada balita meningkat di kategori baik sebanyak 25 responden (83,3%). Simpulandan Saran : Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya pencegahan ISPA pada balita di Posyandu Kagongan Wilayah Kerja Puskesmas Kalibawang Kulon Progo dengan signifikansi ,000. Keluarga Diharapkan dapat menambah pengetahuan keluarga tentang upaya pencegahan ISPA khususnya orangtua yang mempunyai balita,sehingga dapat merubah perilaku orangtua dalam mencegah ISPA

    HUBUNGAN POLA ASUH DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGULAN KULON PROGO

    Get PDF
    Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi anak balita dengan nilai z-scornya kurang dari -2SD/Standar devisiasi (Stunted) dan kurang dari -3SD. Faktor yang dapat mempengaruhi stunting antara lain pola asuh dan pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi. Balita yang mengalami status gizi atau masalah kurangnya gizi kronis akan membuat pertumbuhannya terhambat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling berjumlah 83 responden. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola asuh ibu dengan kejadian stunting (p=0,752) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi dengan kejadia stunting (p=0,264). Simpulan dan Saran: Tidak terdapat hubungan antara pola asuh dan pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi dengan kejadian stunting di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo. Diharapkan para perawat di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo dapat mempertahankan program penyuluhan tentang gizi kepada para kader posyandu dan ibu-ibu balita untuk menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Nanggulan

    PENGARUH SENAM QIGONG TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA: LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang: Perubahan kualitas tidur yaitu kondisi ketika seseorang beresiko atau mengalami suatu perubahan pada pola istirahatnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan. Lansia yang mengalami masalah kualitas tidur biasanya memiliki keluhan seperti sering terbangun di malam hari dan merasa bahwa tidurnya tidak nyenyak. Tingginya masalah kualitas tidur yang terjadi pada lansia membutuhan perhatian, khususnya pada lansia karena bila tidak tertangani akan menimbulkan dampak pada kualitas hidup lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online Google Scholar dan Pubmed. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 8 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian ini berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kualitas tidur lansia setelah dilakukan latihan senam qigong selama 2 – 6 bulan. Kesimpulan: Terdapat berbagai manfaat senam qigong pada lansia karena dapat meningkatkan kualitas tidur, meningkatkan kognitif, dan sistem pernafasan. Saran: Diharapkan perawat mampu menggunakan senam qigong sebagai penanganan tambahan bagi lansia

    HUBUNGAN SOSIAL BUDAYA KELUARGA DENGAN PERILAKU PERAWATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU PELITA HUSADA MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang: Angka kejadian penyakit hipertensi pada golongan usia 45-54 tahun semakin meningkat. Perawatan pada penderita hipertensi merupakan salah satu cara penanganan yang harus dilakukan agar dapat mengurangi peluang terjadinya kekambuhan dan komplikasi hipertensi. Perilaku perawatan hipertensi dipengaruhi oleh faktor sosial budaya, bila faktor tersebut telah tertanam dan terinternalisasi dalam kehidupan dan kegiatan masyarakat ada kecenderungan untuk merubah perilaku yang telah terbentuk tersebut sulit untuk dilakukan. WHO memperkirakan pada tahun 2025 angka kematian akibat kurangnya perawatan hipertensi pada lansia akan menyebabkan 73% kematian dan 60% dari seluruh angka kesakitan di dunia yang diperkirakan Negara yang paling merasakan dampaknya adalah Indonesia. Saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi di dunia, dan 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya. Tujuan: Diketehuinya hubungan sosial budaya keluarga dengan perilaku perawatan hipertensi pada lansia di Posyandu Pelita Husada Minggir Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 26 pasien hipertensi di Posyandu Lansia Pelita Husada Dusun Ngapringan IV Minggir Sleman. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji kendall tau. Hasil: Sosial budaya keluarga pasien hipertensi sebagian besar adalah baik sebanyak 17 orang (65,4%). Perilaku perawatan hipertensi pada sebagian besar lansia kategori baik sebanyak 16 orang (61,5%). Hasil uji Kendall tau diperoleh nilai p = 0,021 dan =0,430. Simpulan dan Saran: Ada hubungan antara sosial budaya keluarga dengan perilaku perawatan hipertensi dengan keeratan hubungan kategori sedang. Lansia hendaknya menerapkan budaya hidup sehat seperti melakukan diet, olahraga/aktivitas fisik, istirahat, mengendalikan stress dan emosi, serta control tekanan darah agar tekanan darah pada lanisa dapat terkontrol dan tidak menyebabkan komplikasi

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI DAN PERILAKU PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI BURUK PADA BALITA DI PUSKESMAS KALIBAWANG KULON PROGO

    Get PDF
    Latar Belakang: Masalah gizi buruk pada balita masih menjadi masalah yang sangat serius. Balita yang mengalami gizi buruk lebih rentan terhadap penurunan daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan yang tidak optimal, sampai pada kematian yang akan menurunkan kualitas generasi muda mendatang karena balita merupakan sumber daya bagi masa depan. Salah satu upaya untuk memperbaiki masalah gizi adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu dalam mengasuh anak balitanya. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan tentang gizi dan perilaku pemberian makan dengan kejadian Gizi Buruk pada balita di Puskesmas Kalibawang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Correlation Study dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah 93 responden. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan timbangan berat badan. Analisis bivariat menggunakan Kendall Tau. Hasil Penelitian: Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi (p = 0,000) dan perilaku pemberian makan (p = 0,016) dengan kejadian gizi buruk pada balita. Simpulan dan saran: Ada hubungan antara pengetahuan tentang gizi dan perilaku pemberian makan dengan kejadian gizi buruk pada balita di Puskesmas Kalibawang Kulon Progo pada tahun 2020. Diharapkan orangtua terutama ibu yang memiliki anak balita untuk dapat berpartisipasi dalam meingkatkan upaya pencegahan terjadinya masalah gizi pada anak, seperti penyuluhan tentanng gizi

    Literature Review: Dukungan Suami Dengan Keberhasilan Asi Eksklusif Tahun 2020

    Get PDF
    ASI merupakan asupan alami bagi seorang bayi yang mengandung banyak zat gizi yang di ciptakan Allah melalui perantara seorang ibu, yang mana ASI tersebut dikeluarkan melalui payudara ibu dan berguna untuk memberikan nutrisi bayi selama dua tahun pertama kehidupan, utamanya enam bulanl pertama masa kehidupanya. Dukungan suami merupakan hal yang wajib dilakukan agar mendukung pemberian ASI eksklusif, sehingga proses menyusui secara eksklusif oleh ibu dapat berjalan dengan sukses. Dukungan suami sangat diperlukan agar pemberian ASI eksklusif bisa tercapai. Menurut Dirjen Gizi dan KIA, keberhasilan ibu menyusui untuk terus menyusui bayinya sangat ditentukan oleh dukungan dari suami, keluarga, petugas kesehatan, masyarakat serta lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan ASI Ekslusif dengan menggunakan metode literatur review dengan teknik scoping review pada 10 artikel penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 6 hasil penelitian yang menemukan hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi, khususnya dalam 6 bulan pertama. Adanya dukungan dari suami dapat meningkatkan produksi ASI sehingga dapat memaksimalkan pemberian ASI eksklusif pada bayi; di sisi lain, terdapat 4 hasil penelitian yang pada dasarnya menyarankan adanya dukungan suami pada saat pemberian ASI eksklusif, akan tetapi hal itu tidak dijadikan faktor utama dalam proses tersebut, sebab ibu menyusui juga dituntut lebih awal dalam melakukan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menemukan data bahwa terdapat hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan ASI Ekslusif

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇