DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Perancangan Pusat Perbelanjaan Souvenir Pada Lokasi Wisata Pantai Parangtritis Yogyakarta
Pesona alam dan kekayaan budayanya menjadikan kota Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri
bagi setiap wisatawan yang berkunjung mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Fasilitas
penunjang dibangun untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat sekitar lokasi wisata
terutama masyarakat yang sudah mempunyai usaha maupun masyarakat yang mempunyai
kemampuan atau bakat dalam menciptakan suatu karya, yang kemudian dikembangkan untuk
meningkatkan nilai perekonomian kawasan sekitar dengan merencanakan dan merancang pusat
perbelanjaan souvenir pada lokasi wisata Pantai Parangtritis di yogyakarta, sehingga penjual
memiliki satu area khusus untuk melakukan proses jual-beli souvenir khas daerah setempat dengan
wisatawan dan kegiatan jual-beli itu sendiri dapat dijadikan salah satu tujuan saat berwisata ke
Pantai Parangtritis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE PADA PASIEN HIPERTENSI: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang : Kasus hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan. Hipertensi
diatur dengan pengobatan yang berkelanjutan sampai selesai, perubahan kebiasaan
hidup, dan kunjungan teratur ke pelayanan kesehatan. Keteraturan untuk pengobatan
hipertensi harus mempertimbangkan faktor kunci untuk menjamin keberhasilan
terapi yang dilakukan. Self care pada pasien hipertensi merupakan salah satu bentuk
usaha positif klien untuk mengoptimalkan kesehatan dari klien, mengontrol dan
memanagemen tanda dan gejala yang muncul, mencegah terjadinya komplikasi dan
meminimalkan gangguan yang timbul pada fungsi tubuh.
Tujuan Penelitian : Diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan self care
pada pasien hipertensi berdasarkan literature review.
Metode Penelitian : metode penelitain literature review, peneliti melakukan
pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan di internet menggunakan kata kunci
dukungan keluarga, self care, pasien hipertensi, family support, self care, patient
hypertension dengan rentang tahun terbit jurnal mulai tahun 2011 sampai 2019.
Jurnal yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 4 jurnal tentang hubungan
dukungan keluarga dengan self care pasen hipertensi.
Hasil Penelitian : Dua jurnal menyimpulkan dukungan keluarga terhadap lansia
sebagian besar kategori baik dan satu jurnal menyimpulkan fungsi keluarga tidak
efektif. Self care pada lansia hipertensi, dua jurnal kategori baik dan dua jurnal
kategori cukup. Tiga jurnal menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga
dengan self care pasien hipertensi, satu jurnal lainnya menunjukkan tidak ada
hubungan dukungan keluarga dengan self care pasien hipertensi.
Kesimpulan : Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care pasien hipertensi
HUBUNGAN KEJADIAN STUNTING DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK BALITA USIA 12-59 BULAN : LITERATURE REVIEW
Latar Belakang : Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada balita (anak
dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek
untuk usianya. Tahun 2015 Indonesia termasuk dalam negara dengan prevalensi
stunting kelima terbesar di dunia karena sekitar 9 juta (37%) balita mengalami
stunting. Dampak anak balita stunting cenderung akan sulit mencapai potensi
pertumbuhan dan perkembangan yang optimal baik secara fisik maupun psikomotorik.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kejadian stunting dengan tingkat
perkembangan anak balita usia 12-59 bulan.
Metode : Pencarian jurnal menggunakan database search engine Google Scholar dan
PubMed untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi,
kemudian dilakukan review.
Hasil : Berdasarkan hasil jurnal yang telah dianalisis, menunjukkan bahwa terdapat
hubungan antara kejadian stunting dengan tingkat perkembangan anak balita usia 12-
59 bulan.
Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara kejadian stunting dengan tingkat
perkembangan anak balita usia 12-59 bulan. Selanjutnya, diharapkan bagi tenaga
kesehatan supaya meningkatkan perhatian khusus terhadap kejadian stunting dengan
cara memberikan informasi mengenai pencegahan stunting, pemenuhan nutrisi, serta
pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita
GAMBARAN KEJADIAN DATING VIOLENCE PADA SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 BANTUL YOGYAKARTA
Menurut World Health and Organization (WHO) tahun 2014, berdasarkan survey yang dilakukan pada 133 negara melaporkan kekerasan dalam pasangan berdasarkan wilayah regional tertinggi diduduki oleh wilayah regional Asia yaitu sebesar 37,7% dan sebesar 23,2% di Negara maju. Kekerasan pada remaja diseluruh dunia diperkirakan sebanyak 200.000 atau sebanyak 43% kekerasan pada remaja yang berusia 10-29 tahun.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dating violence pada siswi kelas XI di SMA N 1 Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif, dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan responden dengan purposive sampling didapatkan 49 responden, pengukuran dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan yaitu sebanyak 49 responden (100,0%) mengalami kejadian dating violence, yang terdiri dari 35 responden (71%) mengalami kekerasan verbal dan emosional, 1 responden (2%) mengalami kekerasan fisik, 6 responden (12%) mengalami kekerasan seksual, dan kekerasan ekonomi 19 responden (38%) mengalami kekerasan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 49 (100,0%) responden yang mengalami kejadian dating violence. Saran bagi responden diharapkan siswi dapat membaca buku tentang materi kespro dating violence supaya tidak terjadi kekerasan dalam pacaran
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA KELAS X DAN XI TENTANG PENULARAN HIV/AIDS DI SMA MUHAMMADIYAH 5 YOGYAKARTA
Latar Belakang: Angka kejadian HIV/AIDS dari tahun ke tahun mengalami peningkatan di
seluruh dunia. Data HIV/AIDS secara global sepanjang tahun 2015 menyebutkan bahwa
orang yang hidup dengan HIV/AIDS sebanyak 2,1 juta diantaranya kasus baru dan 1,1 juta
diantaranya meninggal akibat AIDS. Jumlah remaja yang terinfeksi HIV di Indonesia
semakin meningkat, dengan prevalensi sekitar 3,2-3,8% setiap tahunnya. Pada tahun 2012,
tercatat ada 4,5% remaja pria dan 0,7% remaja wanita usia 15-19 tahun yang telah
melakukan aktivitas seksual pra nikah. Hingga bulan April 2017, tercatat ada 7.329 remaja
yang terinfeksi HIV dan 2.355 orang diantaranya menderita AIDS. Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) termasuk dalam kategori concenterated epidemic level dan dapat
memperluas menjadi generalize epidemic level. Yogyakarta menduduki urutan ke 14 dengan
jumlah HIV/AIDS dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2015, dengan kasus HIV sebesar
531 kasus, dan AIDS sebesar 91 kasus. Kota Yogya dengan jumlah kasus terbesar yaitu 831
kasus dengan jumlah HIV sebesar 581 kasus. Pendekatan pendidikan kesehatan mengenai
kesehatan reproduksi dan seksual yang diberikan di sekolah cenderung memandang aspek
kesehatan reproduksi dan seksual remaja menjadi terbatas. Tujuan: Untuk mengetahui
pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas X dan XI tentang
penularan HIV/AIDS di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian
ini menggunakan metode Pre Eksperimen dengan rancangan penelitian One Group Pretest
Posttest. Sampel yang digunakan 62 responden dengan teknik pengambilan Proportional
Sampling kemudian dilakukan uji menggunakan wilcoxon test.Hasil: hasil penelitian
menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja kelas
X dan XI tentang penularan HIV/AIDS di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta dengan nilai
p value=0,000 < 0,05. Kesimpulan: ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pengetahuan remaja kelas X dan XI tentang penularan HIV/AIDS di SMA Muhammadiyah 5
Yogyakart
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
Status gizi ibu hamil merupakan faktor prenatal yang sangat menentukan status gizi bayi yang baru dilahirkan, berat badan ibu yang merupakan komponen status gizi ibu hamil (berkorelasi linear dengan IMT) memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan linear anak. Status gizi ibu berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Gizi salah selama kehamilan akan memberikan pengaruh negatif bahkan konsekuensi jangka panjang terhadap bayi yang dilahirkan. Pentingnya memantau status gizi perlu dilakukan ibu atau calon ibu sejak awal kehamilan. Ibu yang memasuki awal kehamilan dengan status gizi rendah (kurus; IMT,19,8kg
LITERATUR REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERNIKAHAN USIA DINI PADA REMAJA PUTRI
Pernikahan usia dini adalah perkawinan yang dilakukan dibawah usia reproduktif, yaitu < 20 tahun. Indonesia termasuk Negara dengan presentase pernikahan usia muda tinggi di dunia yaitu ranking 27 dan meruapakn tertinggi kedua di Association of south East Asia Nations (ASEAN) setelah Kamboja. Angka Pernikahan dini pada remaja di Indonesia dari tahun 2015-2017 mengalami kenaikan sebesar 67%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri. Metode yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara sistematis melalui database yang terkomputerisasi dari google cendekia (google scholar) dan Pubmed dari tahun 2015-2020 terhadap hasil penelitian yang sudah dipublikasikan dalam jurnal, prosiding maupun naskah ilmiah skripsi/thesis. Kata kunci dalam pencarian data adalah “pernikahan usia dini”, “remaja”, “pernikahan dini” dan “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini Pada Remaja Putri.”. dengan jumlah artikel 10 dalam rentan waktu mulai tahun 2015-2020. Berdasarkan beberapan literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Usia Dini. Diketahui bahwasannya ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan, ekonomi, peran orang tua, pergaulan bebas, media massa terhadap pernikahan dini pada remaja putri. Kesimpulan ada hubungan faktor pengetahuan, pendidikan, ekonomi, peran orang tua, pergaulan bebas, media massa. Saran: Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan topik faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini pada remaja putri dengan melihat faktor lain
Hubungan Pengetahuan Abdominal Streching Dengan Respon Nyeri Disminore Primer Pada Remaja
Abdominal stretching merupakan latihan yang diberikan berorientasi pada
peregangan pada otot perut dan pelvis agar otot-otot sekitar abdomen menjadi rileks
akibat peregangan serta darah yang menuju ke uterus lancar sehingga dapat
menurunkan intensitas nyeri dismenorea. Di Yogyakarta didapatkan angka kejadian
dismenore 81%. Prevalensi dismenore lebih tinggi pada dismenore primer dengan
persentase 90% dan 15% pada dismenore sekunder. Kurangnya pemberian informasi
tenaga kesehatan tentang dismenorea menjadi salah satu faktor pemicu tingginya
angka kejadian dismenorea. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan
abdominal streching dengan respon nyeri disminore primer pada remaja. Metode
yang digunakan yakni literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal
dalam database berupa jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang
artikel antara lain Proquest, EBSCO, dan juga Google Scholer. Di dapatkan 294
jurnal yang sesuai kata kunci kemudian dilakukan penyaringan sehingga didapatkan
10 jurnal sesuai dengan kriteria. Kriteria jurnal yang diambil adalah jurnal berbahas
Indonesia dan Inggris, usia 5 tahun dan fulltext. Hasil pembahasan jurnal yang
direview menunjukkan bahwa adanya hubungan pengetahuan abdominal stretching
dengan respon nyeri disminore primer yang signifikan dalam menurunkan nyeri
disminore. Pada penelitian ini dari 5 jurnal pertama mengatakan bahwa 80% adanya
hubungan pengetahuan baik dalam penanganan nyeri disminore, 20% tidak ada
hubungan yang bermakna pengetahuan remaja putri terhadap penanganan dismenore.
Sedangkan pada 5 jurnal kedua mengatakan 100% Abdominal stretching dapat
merespon nyeri disminore menjadi alternatif pereda nyeri dismenorea
PENGARUH DEEP BREATHING TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA REMAJA: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang
terjadi selama haid. Nyeri yang dirasakan saat dismenorea mengakibatkan berbagai
masalah kesehatan seperti mual, muntah, sakit kepala, punggung terasa nyeri, timbul
jerawat, dan depresi. Belum ada review tentang pengaruh deep breathing terhadap
penurunan nyeri haid sebelumnya, sehingga peneliti tertarik mengambil topik ini untuk
dilakukan pengkajian lebih dalam menggunakan metode narrative review terhadap
permasalahan nyeri haid (dismenorea). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh deep
breathing terhadap penurunan nyeri haid pada remaja. Metode: Metode penelitian yang
digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention,
Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan
(Googlescholar dan Researchgate). Proses seleksi menggunakan bagan PRISMA dan
critical appraisal. Hasil: Dari 268 artikel yang teridentifikasi, didapatkan 10 artikel yang
sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil dari 10 artikel tersebut menyatakan bahwa deep
breathing dapat menurunkan nyeri haid. Dosis pemberian deep breathing dilakukan
dengan 15 kali nafas lalu diselingi istirahat setiap 5 kali nafas. Instrument yang
digunakan untuk mengukur nyeri haid adalah numeric rating scale (NRS) dan visual
analog scale (VAS). Kesimpulan: Pemberian deep breathing berpengaruh dalam
menurunkan nyeri haid
Literature Review Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan
Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas,
akseptor memerlukan kontrasepsi dengan kemampuan yang dapat di percayai untuk mencegah
kehamilan. Salah satunya adalah pemilihan KB suntik 3 bulan. Hal ini merupakan perkembangan
kependudukan dan pembangunan keluarga yang menyebutkan bahwa keluarga berencana adalah
upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan,
melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga
yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinyafaktor-faktor yang berhubungan
dengan penggunaan KB suntik 3 bulan. Jenis penelitian ini adalah literature review dimana
peneliti akan meneliti hubungan antara faktor umur, pendidikan, paritas dengan penggunaan KB
suntik 3 bulan. Pendekatan dalam literature review ini menggunakan strategi secara
komprehensif baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam database jurnal
penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain Proquest, EBSCO, dan
juga Google Scholer. Hasil literature review 10(sepuluh) jurnal menunjukkan bahwa: 1) Ada
hubungan faktor umur dengan penggunaan KB suntik 3 bulan, 2) Ada hubungan faktor
pendidikan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan, dan 3) Ada hubungan faktor paritas dengan
penggunaan KB suntik 3 bulan. Simpulan penelitian ini sebagai berikut: 1) Ada hubungan faktor
umur dengan penggunaan KB suntik 3 bulan, 2) Ada hubungan faktor pendidikan dengan
penggunaan KB suntik 3 bulan, 3) Ada hubungan faktor paritasdengan penggunaan KB suntik 3
bulan. Saran untuk pelaksanaan literature review bagi penelitian selanjutnya adalah dengan
menggunakan data base yang lebih banyak sehingga bisa mendapatkan artikel yang lebih banyak
dan komprehensif dan batasan tahun pencarian artikel dengan kata kunci uang ditetapkan adalah
lima tahun terakhir supaya literature lebih update