DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN LANSIA DI POSYANDU SEJAHTERA SENDANGREJO MINGGIR SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Minat kunjungan lansia ke posyandu merupakan kecendrungan
seseorang melakukan aktivitas atas perilaku dan sikap yang mengarahkan motivasi
seseorang dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan,
beberapa masalah kesehatan dapat terjadi karena kurangnya mengetahui manfaat dari
posyandu lansia yang dilakukan setiap 1 bulan sekali. Masalah tersebut disebabkan
oleh kurangnya pengetahuan, dukungan keluarga, jarak rumah, sarana dan prasarana,
sikap dan perilaku.
Tujuan: Untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan minat
kunjungan lansia di Posyandu Sejahtera Sendangrejo Minggir Sleman Yogyakarta.
Metode: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain deskriftif
korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 64 lansia di
Posyandu Sejahtera Sendangrejo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampling, sampel berjumlah 64 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
dengan uji statistik Pearson Correlation Coefficient (r).
Hasil penelitian: Analisis bivariat menunjukkan sebagian besar tidak berminat
mengunjungi posyandu lansia sebanyak pengetahuan (54,7%), jarak tempat tinggal
(56,3%) dan dukungan keluarga (20,3%). Analisis Uji Korelasi Pearson
menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, jarak tempat tinggal, dukungan
keluarga dengan minat pada lansia di Posyandu Sejahtera sebesar (p=0,000)
Simpulan dan Saran: Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan
lansia di Posyandu Sejahtera Sendangrejo Minggir Sleman Yogyakarta adalah
pengetahuan, jarak tempat tinggal, dan dukungan keluarga.Disarankan bagi lansia
dapat memanfaatkan dukungan keluarga untuk mengantar dan mengingatkan jadwal
ke posyandu lansia
PERBEDAAN PENGARUH TERAPI BERMAIN ORIGAMI DAN MENONTON VIDEO ANIMASI DALAM MENGURANGI KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Hospitalisasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang memaksa
seseorang harus menjalani rawat inap di rumah sakit untuk menjalani pengobatan
maupun terapi yang dikarenakan klien mengalami sakit. Anak yang dirawat di rumah
sakit akan mengalami masa yang sulit karena terbatas dalam beraktivitas. Anak yang
dirawat akan mudah mengalami kecemasan. Melalui permainan anak bisa teralihkan
rasa sakitnya dan tetap bahagia walaupun dalam keadaan sakit, beberapa permainan
yang bisa dilakukan di rumah sakit yaitu bermain origami dan menonton video animasi
kartun.
Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh terapi bermain origami dan menonton video
animasi kartun dalam mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah.
Metode: Pencarian artikel menggunakan database search engine Google Scholar dan
PubMed untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi,
kemudian ditemukan 4 artikel yang dilakukan review.
Hasil :Berdasarkan artikel yang dianalisis terdapat perbedaan pengaruh terapi bermain
dan menonton video animasi kartun dalam mengurangi kecemasan hospitalisasi pada
anak prasekolah
Kesimpulan dan saran: Terdapat perbedaan pengaruh sebelum dan sesudah diberikan
terapi bermain dan menonton video animasi kartun dalam mengurangi kecemasan
hospitalisasi pada anak prasekolah. Saran untuk perawat khususnya perawat di bangsal
anak dapat diaplikasikan sebagai metode distraksi pada anak sehingga diharapkan
mampu menenangkan emosional anak, mengurangi rasa sakit, dan mengurangi
kecemasan hospitalisasi pada anak
PENGARUH DYNAMIC NECK EXERCISE DAN INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL OTOT UPPER TRAPEZIUS: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Otot upper trapezius merupakan otot yang terbesar dan terletak
secara superficial pada daerah punggung atas. Kurangnya perhatian masyarakat dalam
menanggapi kondisi kemampuan fungsional otot upper trapezius dan menganggap
kondisi tersebut tidak begitu berat. Apabila tidak di tangani akan menimbulkan
kekakuan dan penurunan fungsional otot upper trapezius. Maka diperlukan suatu
upaya untuk mengembalikan produktivitas dengan meningkatkan kemampuan
fungsional otot upper trapezius dengan adanya intervensi Dynamic Neck Exercise dan
Integrated Neuromuscular Inhibition Technique. Tujuan: Untuk mengetahui apakah
ada pengaruh Dynamic Neck Exercise dan Integrated Neuromuscular Inhibition
Technique terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada otot upper trapezius.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Narrative Review, pencarian jurnal di
portal jurnal online seperti Science Direct, Google Scholar, dan PubMed. Kriteria
inklusi dalam penelitian ini full text tentang intervensi Dynamic Neck Exercise dan
Integrated Neuromuscular Inhibition Technique yang di terbitkan 10 tahun terakhir
atau dari tahun 2010-2020 dengan berbagai macam metode yaitu Experimental Design,
Rondomize Control Trial dan Kuantitaf Studi. Hasil: Dari review 5 jurnal Dynamic
Neck Exercise bahwa ada peningkatan kemampuan fungsional dengan alat ukur yang
digunakan dan hasil review 5 jurnal Integrated Neuromuscular Inhbition Technique
bahwa ada peningkatan kemampuan fungsional dari alat ukur yang digunakan.
Kesimpulan: Dynamic Neck Exercise dan Integrated Neuromuscular Inhibition sama-
sama mempunyai pengaruh dalam meningkatkan kemampuan fungsional otot upper
trapezius. Saran: Dynamic Neck Exercise dan Integrated Neuromuscular Inhibition
dapat di berikan sebagai intervensi untuk pasien yang mengalami penurunan
kemampuan fungsional pada otot upper trapezius
STUDY NARRATIVE REVIEW : INTERVENSI FISIOTERAPI UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA REMAJA DENGAN NYERI HAID
Latar Belakang: Mestruasi adalah proses pelepasan endometrium pada saat ovum tidak
dibuahi yang terjadi secara periodic dan siklik, pada saat menstruasi disertai nyeri perut.
Salah satu faktor yang dapat mencegah timbulnya nyeri haid adalah dengan olahraga belum
banyak yang mengetahui bahwa intervensi fisioterapi dapat menurunkan intensitas nyeri
pada saat menstruasi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
intervensi fisioterapi untuk menurunkan nyeri pada remaja dengan nyeri haid. Metode
Penelitian: Menggunakan metode narrative review dengan mengumpulkan 10 artikel
penelitian tentang intervensi (physiotherapy program) yang berhubungan dengan
dysmenorrhea primary lalu di lakukan review, pada penelitian ini penelusuran artikel
menggunakan database Google Schoolar, PubMed, dan PEDro yang disesuaikan dengan
kriteria ingklusi dan eksklusi, dalam penelitian ini full text tentang hubungan kebugaran fisik
terhadap nyeri haid (dysmenorrhea) yang diterbitkan minimal dalam kurun waktu 2010 -
2020. Hasil Penelitian: Dari 9 atikel penelitian telah membuktikan bahwa kebugaran fisik
atau sering melakukan exercise dapat mengurangi nyeri pada saat menstruasi, latihan fisik
seperti aerobic, pilates, jogging, lari, berenang dan yoga selama 30 menit dilakukan 3 kali
seminggu dan 1 artikel penelitian menyebutkan bahwa latihan peregangan yang
dikombinasikan dengan massage keduanya menghasilkan peningkatan yang signifikan
secara statistic Kesimpulan: Dari 10 artikel jurnal intervensi program fisioterapi yang
berhubungan dengan nyeri haid (dysmenorrhea), yang telah dilakukan literatur review dapat
disimpulkan bahwa program intervensi fisioterapi atau exercise dapat mengurangi nyeri haid
apabila exercise dilakukan secara teratur dan dengan dosis yang tepat. Saran: Peneliti
selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti
eksperimental
LITERATUR REVIEW HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERIKSA PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI
Periksa payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang mudah yang bisa
dilakukan setiap wanita dan bisa dilakukan sendiri. SADARI sangat penting
dianjurkan kepada masyarakat untuk menerapkannya sekitar 90% kanker
payudara ditemukan sendiri oleh pasien dan sekitar 5% ditemukan selama
pemeriksaan fisik untuk alasan lain. Metode penelitian menggunakan literature
review yaitu penelitian dengan menggunakan daftar pustaka, atau obyek
penelitiaannya digali melalui dari beragam informasi kepustakaan. Hasil adalah
literature review dari 10 jurnal dapat disimpulkan bahwa responden memiliki
pengetahuan yang baik tentang periksa payudara sendiri (SADARI) karena
banyaknya informasi yang mereka terima tentang kesehatan payudara (seperti
media masa, buku, internet, latar belakang pendidikan. Sikap responden pada
umumnya negatif tentang periksa payudara sendiri (SADARI) karena kurang
mengerti tentang tata cara periksa payudara sendiri (SADARI), orang sekitar atau
kelompok masyarakat. Jadi pengetahuan dan sikap memiliki hubungan terhadap
periksa payudara sendiri pada remaja putri. Saran diharapkan remaja putri lebih
meningkatkan lagi pengetahuannya tentang deteksi kanker payudara dengan
mengikuti penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan mencari
informasi dari berbagai sumber supaya dapat terhindar dari kanker payudara,
remaja putri lebih meningkatkan lagi sikap yang positif terhadap periksa payudara
sendiri (SADARI) karena dengan sikap yang positif akan menumbuhkan
keinginan untuk mencari informasi tentang tata cara deteksi dini kanker payudara
dan lebih meningkatkan lagi keinginannya untuk melakukan pemeriksaan
payudara sendiri (SADARI) supaya terhindar dari tumbuhnya kanker payudara
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)
Angka kejadian KEK di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018 mencapai 15,1 %.
KEK menjadi masalah gizi untuk ibu hamil sampai saat ini sehingga cenderung akan
melahirkan bayi dengan berat bayi lahir yang rendah. Literatur review ini bertujuan
mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dengan Berat
Bayi Lahir Rendah (BBLR). Menggunakan metode literature review, peneliti
melakukan pencarian jurnal penelitian yang dipublikasikan di internet menggunakan
kata kunci KEK, BBLR, paritas, anemia, ibu hamil, lack of energy in protein, preeclamsia, risk chonic energy deficiency, born baby with low weight dengan rentang
tahun terbit jurnal mulai tahun 2011 sampai 2019. Jurnal yang digunakan dalam
penelitian ini berjumlah 10 jurnal tentang hubungan KEK pada ibu hamil dengan
kejadian BBLR. Berdasarkan hasil literature review terhadap 10 jurnal menunjukkan
adanya hubungan antara KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Simpulan ada
hubungan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Saran diharapkan tenaga
kesehatan meningkatkan pemberian PMT lebih awal pada saat kehamilan, melengkapi
pencatatan dan pelaporan. serta lebih meningkatkan penyuluhan
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERUBAHAN FISIK PADA MASA PUBERTAS
Masa pubertas adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa,
dikenal juga dengan masa pubertas. Masa ketika seorang anak mengalami
perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi organ reproduksi yang biasanya
terjadi pada usia 12-21 tahun. Pada masa inilah remaja mengalami perubahan pada
sistem reproduksinya, pada masa ini remaja tumbuh dan berkembang dengan
sangat cepat, pada wanita masa pubertas pertama ditandai dengan menstruasi
pertama (menarche) sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Data
Demografi menunjukkan bahwa jumlah populasi remaja merupakan populasi yang
besar dari penduduk di dunia. Menurut World Health Organization sekitar
seperlima dari penduduk dunia dari remaja berumur 10 - 19 tahun. Tujuan
penelitian Untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Terhadap
Perubahan Fisik Masa Pubertas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
dengan metode literature review atau tinjauan pustaka. Studi literature review
menggunakan 10 jurnal adalah penelitian yang berkaitan dengan metode
pengumpulan data pustaka, atau pengumpulan sumber kepustakaan yang
berhubungan pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber,
sumber yang dipakai dalam penelitian ini adalah jurnal ilmiah.hasil dari penelitian
ini adalah gambaran pengetahuan remaja putri terhadap perubahan fisik pada masa
pubertas yaitu oleh beberapa faktor seperti sumber informasi, sosial ekonomi, usia ,
dan perubahan bentuk fisik pada remaja yang mengalami masa pubertas.
Kesimpulan dari 10 jurnal yang di lakukan analisis oleh penulis terdapat 7 jurnal
yang berprilaku baik dan 3 jurnal yg mempunyai prilaku buruk. Saran
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan bagi remaja untuk aktif mencari
informasi tentang berbagai perubahan fisik maupun psikologis yang terjadi pada
masa remaja agar remaja dapat menerima perubahan tersebut sehingga dapat
terbentuk konsep diri yang positif
GAMBARAN PERTUMBUHAN ANAK BALITA PADA IBU USIA <20 TAHUN
Masa balita merupakan masa yang memerlukan perhatian khusus, karena pada masa
ini terjadi masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, sehingga peran
keluarga terutama ibu sangat dominan. Pada masa balita terjadi pertumbuhan yang
pesat dan berlangsung secara terus menerus terutama pada meningkatnya fungsi
sistem saraf. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan
mempengaruhi perkembangan balita karena akan menjadi dasar kualitas generasi
penerus bangsa. Tujuan literature review untuk menganalisis literature tentang
gambaran pertumbuhan balita pada ibu usia kurang dari 20 tahun. Metode yang
digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif
baik nasional maupun internasioal, seperti artikel dalam database jurnal penelitian,
pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain Proquest, EBSCO, dan
juga Google Scholar. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci
“Pertumbuhan, Balita, Ibu usia muda”. Kemudian memilih artikel yang sesuai
dengan kebutuhan peneliti. . Hasil penelitian literature review ini menunjukkan
bahwa usia ibu mempengaruhi pertumbuhan balita
Pengaruh Komunikasi Kesehatan Reproduksi oleh Orang Tua terhadap Perilaku Pacaran Remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini membahas mengenai pengaruh komunikasi kesehatan reproduksi oleh orang tua
terhadap perilaku pacaran remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneliti menggunakan
metode dasar yaitu metode deskriptif dengan menggunakan mixed method, dan strategi
eksplanatoris sekuensial. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner
terhadap 60 responden di Kabupaten Sleman, Kabupaten Kota Yogyakarta, dan Kabupaten
Kulonprogo secara random. Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah software spss 24
dan sebagai pelengkap pembahasan dilakukan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pacaran remaja di Daerah Istimewah
Yogyakarta adalah akses media informasi dan lingkungan. Dari dua faktor yang berpengaruh
tersebut, yang memiliki pengaruh positif paling tinggi kepada perubahan perilaku adalah
lingkungan
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERILAKU KEKERASAN: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Untuk mengurangi resiko kekambuhan, dukungan keluarga adalah
hal utama yang harus dipunyai keluarga untuk membantu pasien agar tidak kambuh.
Banyak faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pasien skizofrenia yang
setidaknya dapat dipahami oleh keluarga pasien. Sehingga bila keluarga paham dengan
faktor apa saja yang berhubungan dengan kekambuhan, setidaknya frekuensi
kekambuhan pasien skizofrenia dapat berkurang.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kekambuhan
pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan
melalui penelusuran literature review.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan
metode PEOS (Population, Exposure, Outcames, Study Design). Pengumpulan data
dilakukan dengan penelusuran di internet menggunakan search engine Google Scholar
dengan kata kunci Skizofrenia, Kekambuhan, dan perilaku kekerasan dengan rentang
waktu 2016 – 2020.
Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ditemukan 418 artikel kemudian diskrining dan
diperoleh 5 artikel yang sesuai kriteria. Hasil dari artikel tersebut menunjukkan ada
beberapa faktor–faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pada pasien
skizofrenia dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan.
Simpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pasien skizofrenia
dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah usia,
pengetahuan, pendidikan, sikap, dukungan keluarga, ekspresi emosi dan kepatuhan
minum obat