DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Literature Review Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Berat bayi lahir rendah (BBLR)
Penyebab BBLR dapat berasal dari berbagai faktor seperti faktor ibu, faktor janin,
faktor plasenta dan faktor lingkungan. Kematian perinatal pada bayi BBLR delapan
kali lebih besar dibandingkan dengan bayi normal. BBLR dapat menyebabkan
masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu penyebab masih
tingginya angka kematian bayi adalah berat bayi lahir rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Berat Bayi
Lahir Rendah (BBLR). Penelitian menggunakan deskriptif dengan analisis literature
review journal yang didapatkan melalui pencarian di internet menggunakan database
Goggle Scholar. Hasil dalam penelitian ini didapatkan 10 jurnal yang terdiri dari 5
jurnal Nasional dan 5 jurnal Internasional. 1 artikel dari Nigeria, 1 artikel dari Nepal,
2 artikel dari Afrika dan 1 artikel dari Ethiopia. Berdasarkan 10 artikel yang terpilih,
tujuh artikel menggunakan metode penelitian Cross Sectional, tiga artikel dengan
metode penelitian Case Control. Berdasarkan 10 artikel yang telah terpilih,
selanjutnya dilakukan charting data untuk menggolongkan beberapa poin atau bagian
dari artikel seperti judul penelitian, tujuan penelitian, desain penelitian, jumlah
sample, dan hasil atau temuan dari penelitian tersebut. Faktor jarak kehamilan
ditemukan pada 2 jurnal yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR dan 1 jurnal yang menyimpulkan
bahwa tidak ada hubungan antara jarak kehamilan dengan BBLR. Faktor umur ibu
terdapat 4 jurnal yang menyatakan terdapat hubungan antara umur ibu dengan
BBLR. Tiga jurnal menyatakan tidak ada hubungan dikarenakan umur ibu yang tidak
beresiko lebih berpengaruh terjadinya BBLR. Diharapakan peneliti selanjutnya dapat
meneliti lebih mengembangkan variabel tentang sumber informasi dan pengalaman
pribadi yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR
STUDY LITERATURE REVIEW GAMBARAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN
Ketuban pecah dini atau PROM (Premature Rupture Of Membran) adalah pecahnya
ketuban sebelum adanya tanda persalinan. Pecahnya ketuban sebelum adanya
inpartu dengan pembukaan pada primipara kurang dari 3 cm dan pada multipara
kurang dari 5 cm. Dampak terjadinya ketuban pecah dini dapat menyebabkan
infeksi maternal maupun neonatal, persalinan preterm, kompresi tali pusat,
hipoksia, partus lama, meningkatnya tindakan operatif obstetric (seksio cesarea)
karena gagalnya persalinan normal dan meningkatnya morbiditas dan mortalitas
maternal dan neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin. Metode dalam penelitian
ini adalah literature review, data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari
hasil-hasil penelitian yang sudah dilakukan dan diterbitkan. Studi pencarian data
berbasis komputerisasi melalui Google Scholer, Garuda, dan DOAJ dengan kata
kunci: Ketuban pecah dini pada ibu bersalin. Dipilih 10 jurnal dan artikel sebagai
bahan referensi. Hasil dari litrarure review dari 10 jurnal memiliki hasil penelitian
yang sama bahwa paritas, umur ibu, riwayat KPD sebelumnya, kelainan letak
menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini pada ibu
bersalin sedangkan usia kehamilan dan gemelli tidak berpengaruh terhadap
kejadian ketuban pecah dini
Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Tingkat Kecemasan pada Kehamilan Trimester III Di Puskesmas Bantul II Kabupaten Bantul
Setiap masa kehamilan ibu akan mengalami beberapa perubahan, baik perubahan
fisik maupun perubahan psikologis yang cukup spesifik sebagai reaksi dari apa yang
ia rasakan pada masa kehamilan. Dengan demikian tidak menutup kemungkinan bagi
seorang ibu hamil trimester III (UK 29 - 40 minggu) yang akan mengahadapi proses
persalinan cenderung mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan tingkat kecemasan pada kehamilan
trimestr III di Puskesmas Bantul II Kabupaten Bantul Tahun 2019/2020. Jenis
penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling
dengan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39
responden.Analisa univariat dan analisis bivariate menggunakan uji statistik Chi-
Square. Dari hasil uji statistik, diperoleh ρvalue= 0,004 (ρ<0,05) dengan korelasi (r=-
0,532) korelasi sedang, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara usia
ibu hamil dengan tingkat kecemasan pada kehamilan trimester III di Puskesmas
Bantul II Kabupaten Bantul Tahun 2019/2020. Ibu hamil perlu mempunyai motivasi
tinggi untuk mengelola kecemasan dengan mencari informasi tentang proses
kehamilan dan teratur melakukan ANC, menyiapkan fisik dan mental yang prima
serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang hal-hal yang perlukan
menjelang proses melahirkan baik melalui buku, media massa maupun media
elektronik sehingga kecemasan ibuselama masa kehamilan trimester III dapat
berkurang
HUBUNGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU-BAYI USIA 7-12 BULAN
revalensi pemberian ASI Eksklusif di dunia terdapat sepertiga bayi usia 0-6
bulan yang mendapat ASI Eksklusif dan 39% bayi baru lahir mendapat ASI di
jam pertama kehidupannya. Di Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat
memiliki cakupan ASI Eksklusif tertinggi sebesar 86,9% sedangkan Sulawesi
Utara memiliki persentase yang paling rendah yaitu 26,3%. DIY memiliki
cakupan ASI sebesar 71,6% (Kemenkes, 2015). Keberhasilan IMD sangat
mempengaruhi dalam pemberian ASI Eksklusif karena IMD dapat merangsang
produksi oksitosin dan prolaktin, melancarkan keberhasilan produksi dan
memperlancar ASI (Astutik, 2014).Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya
Hubungan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Dengan Keberhasilan
Pemberian ASI Eksklusif dalam Literatur Review Jurnal. Metode yang
digunakan terdiri dari lima tahapan yaitu mengidentifikasi research question
dengan framework PICO identifikasi artikelyang publikasi dari tahun 20102020
menggunakan database yang relevan (Pubmed dan Science Direct)
dengan kata kunci Inisiasi Menyusu Dini dan pemberian ASI Eksklusif.
Literatur review dengan jenis narrative review. Pencarian di database setelah
dilakukan penyaringan judul, relevansi abstrak dan disesuaikan dengan tahun
penerbitan yaitu 10 tahun terakhir, didapatkan 10 jurnal yang sesuai dengan
karakteristik yang ditentukan. Dari sepuluh Literature Review jurnal yang telah
ditelaah terdapat 6 jurnal yang menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara
pelaksanaan IMD dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif sedangkan
terdapat 4 literatur jurnal yang telah ditelaah yang menunjukkan hasil bahwa
tidak ada hubungan antara hubungan antara pelaksanaan IMD dengan
keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Faktor yang mempengaruhi
keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif adalah faktor sosial budaya, faktor
psikologis ibu, faktor kesehatan ibu, faktor kesehatan bayi, faktor dukungan
keluarga, faktor dukungan tenaga kesehatan, maupun dipengaruhi
meningkatnya promosi susu formula
Literatur Review Prevalensi Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III
Anemia pada kehamilan saat ini masih menjadi masalah utama yang di derita oleh
hampir separuh wanita hamil di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Anemia
pada kehamilan merupakan “potential danger to mother and child” (potensial
membahayakan ibu dan anak). Secara umum, penyebab utama anemia kehamilan
adalah kekurangan zat besi yang timbul sebagai akibat dari peningkatan penggunaan
zat besi untuk janin. Anemia pada Ibu hamil dapat membahayakan ibu dan janin
terutama perdarahan, gizi buruk, abortus, resiko kematian maternal, kematian
Intrauteri, premature dan BBLR. Kejadian anemia pada ibu hamil dapat dipengaruhi
oleh banyak faktor antara lain tingkat pendidikan, paritas, usia ibu, jarak kehamilan,
status gizi dan frekuensi ANC. Metode penelitian ini menggunakan penelitian
literature review dengan menggunakan scoping review yaitu menggunakan jurnal.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Proporsi ibu hamil trimester III yang
mengalami anemia sebagian besar adalah ibu hamil trimester III yang memiliki umur
ibu tidak berisiko( 20-35 tahun), ibu trimester III dengan pendidikan menengah,
memiliki paritas (multigravida/grandemulti) dan jarak kehamilan beresiko (< 2
tahun). Diharapkan bagi peneliti selanjutnya mampu mengembangkan penelitian
yang bertema serupa untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini untuk
mengembangkan variabel – variabel yang belum diteliti seperti jarak kehamilan,
status ekonomi, kekurangan energi kronik atau variabel lainnya
Efektivitas Pemberian Film Terhadap Minat Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur
Kanker serviks masih menjadi salah satu kanker yang paling sering terjadi pada
wanita. Pendekatan komprehensif direkomendasikan WHO sebagai langkah untuk
pencegahan dan pengendalian kanker serviks. Deteksi dini sangat diperlukan guna
menekan angka kejadian kanker serviks, salah satunya dengan melakukan Inspeksi
Visual dengan Asam Asetat (IVA) ataupun papsmear. Minat WUS untuk melakukan
deteksi dini kanker serviks masih sangat rendah. Minat untuk melakukan deteksi dini
kanker serviks dipengaruhi dengan banyaknya informasi yang didapat yang
mengakibatkan pengetahuan semakin berkembang dan luas. Kegiatan promotif dapat
menjadi faktor untuk meningkatkan minat WUS dalam melakukan deteksi dini
kanker serviks, salah satunya dengan menggunakan multimedia sebagai metode
penyampaian informasi yang berupa film, tv, dan radio. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui efektivitas pemberian film terhadap minat deteksi dini kanker serviks
pada wanita usia subur. Penelitian ini merupakan sebuah studi literatur yang
merangkum beberapa literatur yang relevan dengan tema bersumber dari google
scholar dan PubMed dengan kata kunci intervensi, minat, deteksi dini kanker
serviks, kanker serviks. Dari 10 penelitian yang dianalisis terdapat beberapa tema
diantaranya: pemberian intervensi dengan teknik penyuluhan, faktor-faktor yang
mempengaruhi WUS dalam melakukan deteksi dini kanker leher rahim, pemberian
intervensi dengan media leaflet dan film serta pemberian intervensi dengan group
training based. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian
informasi berupa penyuluhan, pendidikan kesehatan, peer education, edukasi metode
wish and care program, media leaflet dan film serta pelatihan berbasis grup model
kesehatan efektif atau berpengaruh terhadap minat, persepsi, pengetahuan serta
partisipasi wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Bagi tenaga
kesehatan dan institusi kesehatan diharapkan dapat memberikan pendidikan
kesehatan pada seluruh wanita dengan berbagai media untuk mencegah dan
menangani serta meningkatkan pengetahuan terkait program deteksi dini kanker
serviks
Implementasi Latch dalam Mengukur Kemampuan Menyusui pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Mlati II Sleman
Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan dalam
menyusui.Untuk mengetahui keberhasilan laktasi telah dikembangkan beberapa alat
ukur, dengan tujuan menilai proses menyusui secara subyektif melalui perspektif ibu,
dan mengukur secara obyektif berdasar kondisi bayi mencari faktor risiko
penghentian ASI, dan menganalisis efektifitas laktasi, salah satu alat ukur laktasi
yang populer adalah skor LATCH Alat ini ditemukan pada tahun 1994 di Amerika
Serikat oleh seorang perawat bernama Deborah Jensen dan timnya Setiap huruf
dalam singkatan LATCH mewakilkan satu karakteristik meliputi L (latch-on)
perlekatan, A (audible of swallowing) bunyi menelan, T (type of nipple) type atau
bentuk puting, C (comfort) kenyamanan, H (hold) posisi bayi. Adapun dampak yang
dapat ditimbulkan jika skor LATCH rendah ibu kesulitan dalam proses menyusui
seperti puting susu lecet/pecah-pecah, dan keluhan produksi susu yang sedikit.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi LATCH dalam
mengukur kemampuan menyusui pada ibu postpartum Di Puskesmas Mlati II
Sleman. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik
pengambilan sampel 20 ibu postpartum diperoleh dengan menggunakan teknik Total
Sampling. Instrument penelitian menggunakan alat ukur Skor LATCH. Hasil
penelitian diperoleh bahwa 18 (90%) ibu Postpartum mendaptkan skor dengan
kategori baik sesuai dengan indikator skor LATCH yang berarti dapat dikatakan
dapat dijadikan prekdiktor keberhasilan dalam menyusui. Skor LATCH efektif
digunakan sebagai alat ukur menyusui dimana dapat menilai terkait perlekatan,bunyi
menelan, bentuk puting, tingkat kenyamanan ibu, posisi bayi.serta dapat digunakan
oleh tenaga kesehatan professional yang akan membantu ibu menyusui juga sebagai
alat prediktor keberhasilan dalam menyusui. Diharapkan dapat mempengaruhi
keefektifan ibu dalam mempertahankan pemberian ASI eksklusif untuk waktu yang
lebih lama.LATCH, postpartum, teknik menyusui
LITERATUR REVIEW TENTANG EFEKTIVITAS SENAM RINGAN DISMENORE TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID
Nyeri haid merupakan nyeri yang timbul akibat pembentukan prostaglandin yang
berlebihan sehingga uterus berkontraksi secara berlebihan dan menyebabkan vaso
dilatasi perdarahan, pembuluh uteri dan vena mengembang sehigga darah haid lebih
mudah dikeluarkan dan menimbulkan kram pada abdomen.Nyeri haid yang tidak
teratasi dengan benar akan menyebabkan dismenore, menurut data dari WHO
didapatkan kejadian sebesar 90% wanita yang mengalami dismenore berat. Di
Indonesia angka kejadian dismenore sebesar 64,25%, yang terdiri dari 54,89%
mengalami dismenore skunder. Tujuan umum: Untuk mengetahui efektivitas senam
ringan terhadap penurunan tingkat nyeri haid. Tujuan Khusus: Diketahui tingkat
nyeri haid sebelum dan setelah melakukan senam ringan. Metode: Metode pada
penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan scoping
review yaitu menggunakan 10 jurnal. (3 Jurnal Luar Negri terdiri dari: India, Cairo,
Iran dan 7 Jurnal Indonesia terdiri dari: Surabaya, Surakarta, Purwokerto, Tanjung
Karang, Wonoboyo, Yogyakarta). Hasil: Hasil penelitian bahwa semua jurnal dari
Luar Negri maupun Indonesia menunjukkan adanya efektivitas senam ringan
dismenore untuk menurunkan tingkat nyeri haid pada remaja. Kesimpulan: Terbukti
adanya efektivitas senam ringan dismenore terhadap intensitas nyeri haid pada
remaja. Diharapkan senam dismenore ini dapat diaplikasikan oleh remaja dalam
mengurangi intensitas nyeri haid yang dirasakan
Gambaran Karakteristik Ibu Yang Memberikan ASI Ekslusif Literature Review
Air susu ibu (ASI) adalah makanan optimal untuk bayi karena memiliki
kombinasi nutrisi sempurna yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan
perkembangan bayi, serta memberikan proteksi terhadap berbagai penyakit infeksi
dan berbagai penyakit kronis di kemudian hari. Jika setiap bayi disusui secara
Ekslusif sejak lahir, kematian bayi mungkin akan dapat diturunkan setiap tahunya.
Studi global The Lancet membuktikan ASI eksklusif mengurangi kematian infeksi
oleh 88% pada bayi lebih muda dari 3 bulan. Ada 31,36% (82%) dari 37,94%
anak yang sakit, karena mereka tidak diberi ASI Eksklusif. Berdasarkan data
Word Health Organization (WHO) pada tahun 2016 tentang cakupan ASI
Eksklusif di dunia hanya sebesar 36%. Capaian tersebut masih dibawah target
cakupan ASI Eksklusif yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 50%. Rendahnya
pemberian ASI Ekslusif dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor
eksternal. Tujuan Literatur Review ini adalah untuk menganalisis Literature yang
berhubungan dengan Gambaran Karakteristik Ibu Yang Memberikan ASI
Ekslusif. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode literature
Review meliputi studi pencapaian sistematis data base komputer dari google
scholar. Menggunakan kata kunci“ASI Ekslusif, Karakteristik”. Kriteria inklusi
dalam penelitian ini yaitu jurnal yang diterbitkan pada tahun 2010-2020
menggunakan bahasa Indonesia yang diakses secara fulltext dalam bentuk pdf
digunakam 10 jurnal artikel sebagai refrensi. Berdasarkan hasil Literatur Review
yang telah dianalisis bahwa, pengetahuan, umur, pendidikan, paritas, mempunyai
hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI Ekslusif. Selain itu pekerjaan
juga memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI Ekslusif,
disebutkan bahwa ibu yang tidak bekerja akan lebih banyak tinggal di rumah dan
cenderung lebih mempunyai kesempatan untuk menyusui bayinya
Literature Review Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Anak Usia12-24 Bulan
Gizi Balita merupakan suatu kualitas sumber daya manusia apabila kekurangan akan
menyebabkan efek yang serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak
optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui
hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status pada anak usia 12-24 bulan.
Metode yang digunakan dalam literaturereview ini menggunakan strategi secara
komprehensif baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam database
jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain
EBSCO, Google Scholer, ScienceDirectdan juga Proquest. Pada tahap awal
pencarian jurnal menggunakan kata kunci “hubungan pengetahuan ibu tentang gizi
dengan status pada anak usia 12-24 bulan”, dengan jumlah jurnal 10 dalam rentan
waktu mulai tahun 2010-2020. Berdasarkan beberapa literatureriview yang
digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait hubungan pengetahuan ibu tentang gizi
dengan status pada anak usia 12-24 bulan. Diketahui bahwa ada hubungan
pengetahuan ibu tentang gizi dengan status pada anak usia 12-24 bulan. Hal ini
dibuktikan dari nilai P value setiap penelitian terkait hubungan pengetahuan ibu
tentang gizi dengan status pada anak usia 12-24 bulan adalah kurang dari 0,05.
Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status pada anak
usia 12-24 bulan. Maka diharapkan tenaga kesehatan memberikan informasi yang
dibutuhkan respoden dengan kunjungan rumah dan memberikan penyuluhan.
Sehingga ibu balita dapat memahami dengan baik untuk mencegah terjadinya gizi
kurang pada balita