DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Hubungan perilaku caring penata anestesi terhadap tingkat kepuasan pasien dengan spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Latar Belakang : Pembedahan adalah tindakan invasif melalui sayatan untuk membuka bagian tubuh dan diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Setiap tindakan pembedahan pasti diperlukan anestesi, spinal anestesi dilakukan dengan cara memasukkan obat anestesi lokal ke ruang subarachnoid. Penata anestesi merupakan salah satu tenaga kesahatan dalam pelayanan anestesi, penata anestesi yang mempunyai kepedulian dalam bentuk sikap caring. Perilaku caring mampu meningkatkan kepuasan pasien.
Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku caring penata anestesi terhadap tingkat kepuasan pasien dengan spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional analitik korelasi dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 37 responden, menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner perilaku caring penata anestesi dan kuesioner kepuasan pasien.
Hasil : Sebanyak 33 responden (98,2%) mengatakan penata anestesi sudah berperilaku caring baik, dan sebanyak 35 responden (94,6%) memiliki tingkat kepuasan yaitu sangat puas. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi spearman rank didapatkan adanya hubungan antara perilaku caring penata anestesi terhadap kepuasan pasien dengan nilai p-value 0.000 yaitu <0.05.
Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan, kuat, serta positif antara perilaku caring penata anestesi terhadap tingkat kepuasan pasien dengan spinal anestesi di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Saran : Untuk membuat standar operasional prosedur terkait perilaku caring penata anestesi dan untuk mengeluarkan berupa kebijakan penerapan perilaku caring agar supaya dapat menunjang tingkat kepuasan pasien
Hubungan peran orang tua dengan pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja di Desa Paten Srandakan Bantul
Latar Belakanng: Remaja merupakan masa perubahan dari masa kanak-kanak
menjadi masa dewasa dengan rentang usia 12-22 tahun. Pada masa remaja akan
mengalami perubahan pada tahap perkembangan yaitu, perubahan karakteristik seks
primer dan sekunder. Orang tua menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja. Pencegahan perilaku seks pranikah
merupakan upaya dalam menghindari segala bentuk tingkah laku karena adanya
dorongan hasrat seksual. Remaja yang memiliki peran orang tua baik dapat
melakukan pencegahan perilaku seks pranikah yang baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan
pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja di Desa Paten Srandakan Bantul.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah
remaja di Desa Paten Srandakan Bantul sejumlah 55 orang dengan pengambilan
sampel menggunakan teknik total sampling.
Hasil: Hasil penelitian dengan uji Kendall‟s Tau diperoleh ada hubungan yang
signifikan antara peran orang tua dengan pencegahan perilaku seks pranikah pada
remaja di Desa Paten Srandakan Bantul (p-value 0,000<0,05). Keeratan hubungan
dengan nilai signifikansi (korelasi kuat).
Simpulan dan saran: Ada hubungan antara peran orang tua dengan pencegahan
perilaku seks pranikah pada remaja di Desa Paten Srandakan Bantul. Penelitian ini
dapat menjadi pertimbangan dan evaluasi serta referensi pengetahuan dalam
meningkatkan pencegahan perilaku seks pranikah untuk menghindari kejadian
penyimpangan seks bebas pada remaja
Literature review: pengaruh pomegranate (punica granatum L.) terhadap interleukin-6 pada pasien diabetes melitus tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 adalah gangguan metabolisme dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah karena pelepasan insulin yang tidak memadai dari sel β di pankreas atau kerja insulin yang tidak memadai. Beberapa dari penderita diabetes melitus tipe 2 ini biasanya tidak terlihat gejalanya selama bertahun tahun karena gejala yang ditimbulkan berkembang secara perlahan tergantung dari kondisi pasien. Salah satu cara pengobatan diabetes melitus dengan mengkonsumsi Pomegranate (Punica granatum L.) yang mengandung zat polifenol yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pomegranate pada pasien diabetes melitus tipe 2 terhadap kadar Interleukin-6. Metode penelitian menggunakan literature review dengan penelusuran menggunakan metode PICO (diabetes melitus tipe 2, pomegranate, Interleukin-6). Hasil penelitian didapat nilai paling tinggi dalam menurunkan kadar Interleukin-6 berupa Consentrated Pomegranate Juice (CPJ) dengan penurunan sebesar 33%. Mekanisme dari pomegranate mempengaruhi kondisi diabetes dengan menyerang efek pro-oksidan yang dapat merusak, mengurangi stres oksidatif, dan peroksidasi lipid. Kesimpulan yang didapat adalah penggunaan pomegranate dapat menurunkan kadar Interleukin-6 pada pasien diabetes melitus tipe 2. Kandungan pada pomegranate memiliki efek antioksidatif dan anti-inflamasi dengan cara menekan aktivasi NF-kB, mencegah ekspresi gen pro-inflamasi, memberikan aktivitas terhadap sel β pankreas, dan pelepasan insulin dari sel β pankreas
Hubungan burnout perawat terhadap pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Gamping
Latar Belakang: Discharge planning merupakan perencanaan saat awal masuk
sampai pasien meninggalkan rumah sakit dengan tujuan agar pasien dapat mencapai
kesehatan yang optimal dan mengurangi lama rawat inap. Tujuan discharge planning
yaitu untuk meningkatkan kontinuitas perawatan yang terbaik untuk pasien,
meningkatkan kemandirian dan kesiapan pasien serta keluarga saat dirumah. Burnout
(kelelahan) kerja pada perawat dapat menimbulkan kecenderungan bagi perawat untuk
tidak melakukan discharge planning, sehingga pelaksanan discharge planning belum
optimal.
Tujuan: Mengetahui hubungan burnout perawat terhadap pelaksanaan discharge
planning di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain
Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional, teknik sampling
menggunakan Simple Random Sampling sejumlah 117 perawat di ruang rawat inap RS
PKU Muhammaiyah Gamping sebagai responden. Teknik pengumpulan data
menggunakan kuesioner dan anlisis data menggunakan uji Kendall Tau.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan burnout perawat 58,1% sedangkan pelaksanaan
discharge planning sebesar 55,6%. Hasil dari uji analisis kendall tau yaitu p=0,933
dengan nilai p signifikan p>0,05.
Simpulan dan Saran: Tidak ada hubungan antar burnout perawat terhadap
pelaksanaan discharge planning di ruang rawat inap RS PKU Muhammadiyah
Gamping. Perawat diharapkan melaksanakan discharge planning dengan baik dan
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan
Hubungan pembelajaran online terhadap kejenuhan belajar (burnout) dan tingkat stres mahasiswa keperawatan anestesiologi pasca pandemi Covid-19 di universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
Latar Belakang: Pandemi COVID-19 sudah menjadi permasalahan dunia
penyebarannya yang sangat pesat. Solusi dalam pencegahan penyebaran virus
COVID-19 maka diterapkan social distancing bagi masyarakat yaitu kegiatan untuk
mengurangi aktivitas seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya seperti bekerja,
beribadah, dan belajar dilakukan di rumah. Sistem pembelajaran mengalami
perubahan dari tatap muka menjadi dalam jaringan (online). Pembelajaran online
yang memiliki metode berbeda menimbulkan kejenuhan belajar pada mahasiswa
sehingga dapat mempengaruhi tingkat stres mahasiswa selama pembelajaran online.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pembelajaran online terhadap
kejenuhan belajar (burnout) dan tingkat stres mahasiswa Keperawatan Anestesiologi
pasca COVID-19 di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah desain kuantitatif menggunakan
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2020
keperawatan anestesiologi menggunakan teknik total sampling berjumlah 142
responden.
Hasil Penelitian: Berdasarkan pembelajaran online, kejenuhan, dan tingkat stres
analisa statistik menggunakan uji Spearman Rank hubungan pembelajaran online
terhadap kejenuhan belajar nilai p-value diperoleh 0,026 ≤ 0,05 sedangkan hubungan
pembelajaran online terhadap tingkat stres nilai p-value diperoleh 0,001 ≤ 0,05.
Simpulan: Terdapat hubungan pembelajaran online terhadap kejenuhan belajar dan
tingkat stres pada mahasiswa keperawatan keperawatan anestesiologi pasca pandemi
COVID-19 di Universitas „Aisyiyah Yogyakarta.
Saran: Diharapkan dapat memberikan tambahan informasi kepada mahasiswa
mengenai bagaimana hubungan pembelajaran online terhadap kejenuhan belajar dan
tingkat stres pada mahasiswa pada pasca pandemi COVID-19
Kata Kunci : Pembelajaran online, Kejenuhan belajar, Tingkat Stres
Daftar Pustaka : 77 buah (2012-2022
Hubungan hipotermi dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Bantul
Latar belakang: Hipotermi adalah suatu keadaan dimana suhu inti tubuh dibawah
batas normal, suhu normal tubuh manusia yaitu antara 36oC - 37,5oC, Pasca general
anestsi pasien rentan terkena hipotermi, hipotermi sendiri merupakan salah satu faktor
yang berpengaruh dalam waktu pulih sadar. Waktu pulih sadar merupakan proses
bangun dari efek obat anestesi setelah proses pembedahan dilakukan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipotermi dengan waktu
pulih sadar pasca general anestesi.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain
penelitian analitik cross sectional. Tehknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling yang berjumlah 58 responden dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
Analisa data di lakukan menggunakan uji korelasi Chi square.
Hasil penelitian: Dari 58 sampel yang diperoleh, bahwa responden hipotermi
sebanyak 45 pasien (77,6%), dan tidak hipotermi sebanyak 13 pasien (22,4%). Dan
didapatkan responden hipotermi dengan waktu pulih sadar cepat sebanyak sebanyak 7
pasien (50%) dari responden dengan waktu pulih sadar cepat. Sedangkan responden
hipotermi dengan waktu pulih sadar lambat sebanyak 38 pasien (86,4%) dari
responden yang mengalami waktu pulih sadar lambat . hasil uji korelasi chi square
diperoleh nilai signifikan sebesar 0,004 < 0,05 menunjukkan bahwa hubungan antara
variabel status hipotermu dengan waktu pulih sadar.
Simpulan: Ada hubungan antara hipotermi dengan waktu pulih sadar pada pasien
pasca general anestesi.
Kata kunci : General Anestesi , Hipotermi, Waktu Pulih Sadar
Daftar Pustaka : 20 Buah (tahun 20117-2022
Hubungan pengetahuan siswa SMA 4 Muhammadiyah terhadap penanganan cedera olahraga fase akut pada ekstrakurikuler futsal
Latar Belakang : Olahraga futsal adalah permainan dua beregu, masing – masing regu
terdiri dari lima orang pemain, termasuk salah satunya penjaga gawang. Cedera sering
dialami oleh pemain futsal ketika latihan ataupun pertandingan dan disebabkan oleh
beberapa kondisi yakni kesalahan pada teknis, aktivitas fisik yang berlebih, akibat
benturan, dan tekanan fisik pemain. Tujuan : Mengetahui adanya Hubungan
Pengetahuan Siswa SMA 4 Muhammadiyah terhadap Penanganan Cedera Olahraga
Fase Akut pada Ekstrakurikuler Futsal. Metode : Metode yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan datanya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Hasil : Berdasarkan hasil analisa
statistik menggunakan uji chi square test diperoleh nilai p value pada pre post test
Pengetahuan RICE sebesar 0,002 ≤ 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak. Dan
diperoleh nilai p value pada pre post test penanganan cedera sebesar 0.001 ≤ 0,05.
Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak. Kesimpulan : Adanya Hubungan
Pengetahuan Siswa SMA 4 Muhammadiyah Terhadap Penanganan Cedera Olahraga
Fase Akut Pada Ekstrakurikuler Futsal. Saran : Peneliti selanjutnya diharapkan untuk
melakukan skring untuk mengatasi cedera olahraga pada atlet, siswa esktrakurikuler
dan lainny
Hubungan pemberian fluid management enhanced recovery after caesarea surgery ( ERACS) terhadap hemodinamik pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi di IBS RSKIA Sadewa Yogyakarta
Latar Belakang: Fluid management ERACS merupakan intervensi preloading cairan dengan jumlah 10 -15 cc/kgbb (koloid atau kristaloid) pada pasien yang menjalani SC telah banyak digunakan untuk mencegah hipotensi selama spinal anestesi. Sehingga, fluid management pre anestesi berdasarkan pedoman ERACS dengan tujuan menstabilkan hemodinamik pasien SC yang disebabkan oleh vasodilatasi yang terjadi karena spinal anestesi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian fluid management ERACS dengan status hemodinamik pasien SC spinal anestesi di RSKIA Sadewa Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan di IBS RSKIA Sadewa Yogyakarta pada bulan Desember 2022 – Januari 2023 dengan teknik accidental sampling dan mendapat sampel sebanyak 30 responden. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi usia, berat badan, tinggi badan, ketinggian blok simpatis, status fisik ASA, IMT, posisi pasien, preloading cairan serta hemodinamik pasien SC.
Hasil: Hasil analisa menggunakan uji Chi-square dengan hasil ada hubungan yang (bermakna) dengan ρ = 0,000 (ρ < 0,05) dan dengan koefisiensi kontingensi nilai 0,672 (keeratan kuat.
Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian fluid management ERACS terhadap hemodinamik pasien SC dengan spinal anestesi di IBS RSKIA Sadewa Yogyakarta dengan tingkat keeratan kuat.
Saran: Sebagai masukan untuk menetapkanstandar operasional prosedur (SOP) yang spesifik dan tertulis tentang pemberian preloading cairan pada pasien SC metode ERACS dengan spinal anestesi di IBS RSKIA Sadewa Yogyakarta
Hubungan pengetahuan keselamatan kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD di rumah sakit mahasiswa program studi keperawatan anestesiologi
Latar Belakang: Kepatuhan penggunaan APD adalah tindakan pencegahan kecelakaan kerja terutama di fasilitas layanan kesehatan. Kepatuhan tenaga kesehatan dalam penggunaan APD adalah sikap yang patuh akan penggunaan APD dalam melakukan tindakan keperawatan. Sikap seseorang dapat dibentuk melalui pengetahuan, semakin tinggi pengetahuan kesehatan seseorang maka sejalan pula dengan kesadaran seseorang dalam partisipasinya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan keselamatan kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD.
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa program studi Keperawatan Anestesiologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang sedang menjalankan praktik pre intra dan post di Rumah Sakit pada bulan Januari 2023 dengan teknik non-probability sampling dengan tipe purposive sampling menggunakan rumus slovin dan mendapatkan sampel sebanyak 60 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi inisial, jenis kelamin, usia, jawaban dari kuesioner pengetahuan keselamatan kerja dan jawaban dari kuesioner kepatuhan penggunaan APD.
Hasil: Data dari hasil penelitian dianalisis dengan uji chi-square dengan nilai p 0,001 yang diartikan memiliki hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan keselamatan kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan keselamatan kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD di Rumah Sakit mahasiswa program studi Keperawatan Anestesiologi.
Saran: Diharapkan peningkatan pengetahuan keselamatan kerja terhadap kepatuhan penggunaan APD di Rumah Sakit pada mahasiswa dapat ditingkatkan melalui institusi pendidikan dan dari penelitian ini juga dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya
Hubungan Faktor Risiko (Usia, Imt, Durasi, Masa Kerja) Dengan Kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Sopir Bus Terminal Tipe A Giwangan
Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan penyakit akibat
kerja dikarenakan munculnya ketidaksesuaian lingkungan kerja antar tuntutan
pekerjaan dan kinerja seseorang. Pada keluhan awal berupa rasa sakit, nyeri, mati rasa,
kesemutan, bengkak, kekakuan, gemetar, gangguan tidur, dan rasa terbakar. Penyakit
ini terjadi karena proses penumpukan cedera/kerusakan kecil-kecil pada sistem
muskuloskeletal akibat trauma berulang.. MSDs pada sopir bus dapat menghambat
kinerja dan menurunkan konsentrasi pengemudi sehingga membahayakan
keselamatan pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan umum. Tujuan: Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko (usia, IMT, durasi, masa kerja)
dengan kejadian Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada sopir bus Terminal Tipe A
Giwangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian
yang bersifat cross sectional. Subjek penelitian ini adalah sopir bus yang ada di
Terminal Giwangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling
sehingga mendapatkan sampel berjumlah 108 sopir bus. Alat pengumpulan data pada
penelitian ini berupa checklist identitas responden dan kuisioner Nordic Body Map
(NBM). Hasil: Hasil penelitian dengan uji Spearmank Rank didapatkan bahwa
variable terbukti terdapat hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders, yaitu
usia (p=0,046), IMT (p=0,039), durasi (p=0,029), dan masa kerja (p=0,046).
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa terdapat hubungan
antara usia, IMT, durasi, masa kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorders
(MSDs). Saran: Untuk mencegah terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada
sopir bus sebaiknya sopir melakukan peregangan setiap hari sebelum mengemudi bus