DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    Gambaran Karakteristik Ibu Hamil dengan Anemia di Puskesmas Kledung Kabupaten Temanggung tahun 2018-2019

    Get PDF
    Anemia adalah suatu kondisi di mana ada penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Anemia sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat sekitar 50% selama kehamilan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah anemia pada ibu hamil adalah dengan konseling dan pemberian TTD minimal 90 tablet selama kehamilan. Di Indonesia hanya 40,2% wanita hamil yang menerima TTD setidaknya 90 tablet lebih rendah dari target nasional 2016 yaitu 85%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kledung, Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas responden termasuk dalam usia reproduksi sehat sebanyak 123 responden (83,1%), tingkat pendidikan mayoritas responden adalah junior sebanyak 70 responden (47,3%). Sebagian besar responden dalam penelitian ini tidak bekerja sebanyak 124 responden (83,8%). Mayoritas responden yang termasuk dalam multigravida adalah 80 responden (54,1%). Status anemia ibu hamil di Puskesmas Kledung pada 2018-2019 sebagian besar adalah anemia ringan dengan 143 responden (96,6%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi non-KEK dari 107 responden (72,3%). Diharapkan ibu hamil lebih mementingkan kesehatan selama kehamilan sehingga dapat meminimalkan kemungkinan komplikasi yang muncul pada kehamilan, persalinan dan masa nifas

    LITERATURE REVIEW GAMBARAN PENERAPAN METODE BEDSIDE TEACHING

    Get PDF
    Dalam pelaksanaan metode bimbingan klinik terdapat beberapa metode, salah satunya yaitu bedside teaching. Bedside teaching merupakan pembelajaran yang membawa peserta didik berhadapan langsung dengan pasien, sehingga peserta didik dapat mempraktikkan langsung aspek klinis juga komunikasi serta etika pada pasien. Dalam penelitian Aninditya tahun 2014 menjelaskan bedside teaching meningkatkan motivasi belajar sebanyak 90%, Yusiana & Damayanti tahun 2013 bedside teaching bisa meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa dikarenakan persepsi peserta didik terhadap bedside teaching sebagai metode pembelajaran klinik adalah tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran metode bedside teaching, mengetahui penerapan metode bedside teaching, dan mengetahui hasil penerapan metode bedside teaching. Rancangan penelitian ini adalah penelitian literature review dengan menggunakan metode scoping review yaitu menggunakan jurnal . Hasil dalam penelitian ini menujukkan bahwa penerapan metode bedside teaching bergantung pada pembimbing klinik, dikatakan bahwa semakin tinggi pengetahuan pembimbing klinik terhadap kasus yang menjadi bahan bedside teaching untuk mahasiswa maka berbanding lurus terhadap pelaksanaan metode bedside teaching yang berjalan dengan baik yang membuat mahasiswa merasa puas terhadap penerapan metode bedside teaching, selain itu mahasiswa dan pasien turut serta dalam pelaksanaan metode bedside teaching baik

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan Dengan Perilaku Personal Hygiene

    Get PDF
    Di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan Eropa yang hanya 25% saja. Salah satu penyebab tingginya angka keputihan di Indonesia karena cuaca yang lembab sehingga mudah terinfeksi jamur Candida Albicans penyebab keputihan. Sedangkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi masih sangat rendahhanya 17,1% remaja yang mengetahui secara benar tentang keputihan. Sebagai upaya dalam menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi, maka personal hygiene perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci “pengetahuan remaja putri tentang keputihan, keputihan pada remaja, perilaku personal hygiene pada remaja putri” dengan jumlah artikel 10 dengan rentan waktu 2015-2020. Berdasarkan beberapan literature yang digunkan penulis yaitu 10 jurnal terkait tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Diketahui bahwasannya ada hubungan antara pengetahuan, terhadap perilaku personal hygiene. Kesimpulan: ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putrid tentang keputihan dengan perilaku personal hygiene. Diharapkan bagi remaja agar dapat menjadikan bahan bacaan yang bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan alat genital

    LITERATURE REVIEW HUBUNGAN RIWAYAT ABORTUS DENGAN KEJADIAN ABORTUS

    Get PDF
    Kematian dan kesakitan ibu hamil masih merupakan masalah besar di dunia. Word Helth Organizatioan ( WHO ) menyatakan bahwa sekitar 800 wanita meninggal selama kehamilan ataupun komplikasi pada saat melahirkan ataupun bersalin. Abortus (keguguran) merupakan salah satu penyebab perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester pertama dan kedua. Aburtus dapat menyebabkanperdarahan yang hebat dan dapat menimbulkan syok, perforasi, infeksi, dan kerusakaan faal atau ginjal (renal fallure) sehingga mengancam keselamatan ibu. Kebijakan pemerintah untuk mengatasi masalah abortus adalah dengan mengacu pada salah satu intervensi MDGs yaitu meningkatkan pelayanan antenatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat abortus dengan kejadian abortus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode literature review atau tinjauan pustaka. Studi literature review menggunakan 10 jurnal adalah penelitian yang berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau pengumpulan sumber kepustakaan yang berhubungan pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber, sumber yang dipakai dalam penelitian ini adalah jurnal ilmiah. Hasil pembahasan jurnal review dari 10 jurnal menunjukkan bahwa ada 9 jurnal yang menyatakan ada hubungan antara riwayat abortus dengan kejadian abortus dan 1 jurnal yang menyatakan tidak ada hubungan antara riwayat abortus dengan kejadian abortus.Bidan diharapkan mampu memberikan pelayanan antenal care (ANC) yang berkualitas sebagai upaya preventif dan deteksi dini terjadinya abortus pada ibu hamil. Selain itu bidan diharapkan untuk mampu memberikan pelayanan bagi ibu hamil yang abortus sesuai SOP

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS (STUDI LITERATUR)

    Get PDF
    Ketidaklancaran pengeluaran Air Susu Ibu (ASI) pada hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon oksitosin dan keadaan psikologis ibu yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Pengeluaran ASI dipengaruhi oleh dua hal yaitu produksi dan pengeluaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI pada Ibu nifas . Metode yang digunakan literature review, dengan menggunakan beberapa database yaitu google scholar dan proqest menggunakan keyword “ibu nifas”, “kelancaran produksi ASI, dan “faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran produksi ASI”. Batasan jurnal yang digunakan 5 tahun terakhir dengan total jurnal yang digunakan yaitu 10 jurnal. Hasil penelitian berdasarkan literature yang digunakan, didapatkan bahwa faktor perawatan payudara dan psikologis ibu dapat mempengaruhi kelancaran produksi ASI. Rata-rata 80% ibu nifas dengan produksi ASI lancar melakukuan perawatan payudara. Kesimpulan kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh faktor perawatan payudara dan faktor psikologis ibu dalam menyusui, sehingga ada hubungan yang signifikan antara perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI. Diharapkan bidan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Terutama dalam melakukan persiapan pemberian ASI ekslusif pada masa kehamilan, pemberian IMD saat persalinan dan upaya dalam mempertahankan pemberian ASI ekslusif mulai dari masa nifas sampai bayi berumur enam bulan dan memberikan motivasi pada k eluarga agar dapat memberikan dukungan kepada ibu untuk memberikan ASI eksklusif dari bayi usia 0-6 bulan, sehingga target pemberian ASI eksklusif (80%) dapat tercapai

    KARAKTERISTIK IBU DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)

    Get PDF
    Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir dengan berat badan saat lahir kurang dari 2.500 gram (sampai dengan 2.499 gram). BBLR merupakan salah satu resiko kematian pada bayi. Kejadian BBLR masih terbilang tinggi di Indonesia dengan prevalensi kejadian tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah (8,9%) dan terendah di Jambi (2,6%). Penyebab utama BBLR adalah kelahiran prematur, bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu dan penyebab lain dari BBLR adalah keterbelakangan pertumbuhan intrauterin. Faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko terjadinya BBLR meliputi ras, usia ibu, riwayat persalinan bayi berat lahir rendah, kesehatan ibu dan status sosial ekonomi yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu dengan bayi berat lahir rendah. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan gambaran karakteristik ibu dengan bayi berat lahir rendah. Hasil literature review menunjukkan karakteristik ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah berkaitan dengan hipertensi, pendidikan, kehamilan ganda, anemia, keadaan gizi yang kurang baik dan umur kehamilan. Bidan diharapkan dapat berperan aktif dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan memberikan pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak, pelayanan kesehatan reproduki perempuan dan keluarga berencana

    Gambaran Pengetahuan Wanita Pekerja Seksual Tentang Penyakit HIV/AIDS

    Get PDF
    Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit infeksi menular seksual yang terus berkembang dan menjadi masalah global yang melanda dunia tanpa terkecuali Indonesia. Sejak tahun 2000 hingga 2018 orang dengan HIV di seluruh dunia mencapai 37,9 juta orang, dimana Indonesia berada pada peringkat ke-11 dengan angka 640.000 orang (1,68%), dan untuk angka kematian Indonesia berada pada peringkat ke-4 yaitu sebanyak 38.000 (4,9%) kematian karena kasus HIV/AIDS. Salah satu kelompok beresiko tinggi dalam penyebaran penyakit ini adalah Wanita Pekerja Seksual sebagai pelaku heteroseksual yang dalam pencegahannya diperlukan pengetahuan yang baik dari para WPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan Wanita Pekerja Seksual tentang penyakit HIV/AIDS. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode literature review yang bersifat analisis deskfriptif, dengan variabel tunggal yaitu gambaran pengetahuan Wanita Pekerja Seksual tentang penyakit HIV/AIDS, sehingga objek penelitian adalah WPS. Literatur yang digunakan adalah 12 jurnal yang terkait tema penelitian ini, dengan tahun terbit mulai 2011-2020. Hasil menunjukkan 6 dari 12 jurnal bahwa tingkat pengetahuan Wanita Pekerja Seksual/Pekerja Seks Komersial tentang penyakit HIV/AIDS telah memiliki pengetahuan baik, sedangkan cukup dan kurang masingmasing 3 dari 12 jurnal. Pengetahuan baik dikarenakan aktifnya pengadaan penyuluhan dan keikutsertaan para WPS, sedangkan pada kategori cukup dan kurang disebabkan oleh minimnya sosialisasi jadwal penyuluhan tentang HIV/AIDS, serta masih tingginya pendidikan responden yang hanya mencapai tahap pendidikan dasar yaitu SD-SMP. Diharapkan instansi terkait dan petugas kesehatan dapat memberikan jangkauan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang efektif dan menyeluruh kepada Wanita Pekerja Seksual secara terperinci

    LITERATURE REVIEW GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI

    Get PDF
    Pernikahan usia dini berdampak pada remaja, diantaranya adalah kehamilan tak diinginkan, isolasi sosial, mengganggu dalam pembelajaran, menghambat kesempatan untuk berkarier, serta menempatkan mereka pada risiko kekerasan dalam rumah tangga, dan tekanan sosial maupun ekonomi. Data UNICEF menyebutkan bahwa 12 juta remaja menikah di bawah usia 18 tahun setiap tahun. Di Indonesia, remaja yang menikah pada usia kurang dari 19 tahun ada 15,48%. Menurut hasil penelitian pengetahuan remaja mengenai dampak pernikahan usia dini masih kurang (57,6%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai pernikahan usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal artikel google scholar, Garuda, Pubmed dan BASE. Kriteria inklusi penelitian yaitu menggunakan jurnal yang sesuai kata kunci, diterbitkan tahun 2010-2020, menggunakan bahasa inggris dan indonesia, serta merupakan jurnal fulltext. Hasil pencarian mendapatkan 10 jurnal yang dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil review jurnal didapatkan pengetahuan dominan pada kategori baik yaitu jurnal 2,3,4,6,9,10, pada kategori cukup jurnal 1,7,8, serta pada kategori kurang jurnal 4,5,9. Faktor yang dominan pada pengetahuan remaja menurut review jurnal yaitu pendidikan, usia, sumber informasi, peran orangtua, serta sosial ekonomi dan budaya. Jurnal yang dominan dalam literature review ini adalah jurnal 1, karena mencakup keseluruhan faktor dominan dan menjelaskan penyebab pengetahuan remaja menjadi cukup secara mendetail. Saran bagi profesi untuk melakukan sosialisasi pada remaja mengenai pernikahan usia dini dan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan remaja, faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan serta upaya pencegahan pernikahan usia dini

    GAMBARAN AKTIVITAS ENZIM KOLINESTERASE PADA PETANI HOLTIKULTURA BERDASARKAN LAMA PAJANAN PESTISIDA ORGANOFOSFAT

    Get PDF
    Latar Belakang: Pestisida merupakan zat kimia atau biologi yang digunakan untuk mengontrol hama dan hewan yang menyebabkan kerusakan pada tanaman. Pestisida jenis organofosfat berpotensi menimbulkan keracunan bagi manusia termasuk petani. Petani yang mengalami keracunan akan terganggu metabolisme enzim asetilkolinesterase (AChE) didalam darahnya. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat keracunan akibat pestisida organofosfat pada petani holtikultura menggunakan tintometer kit. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan literature review yang membahas tentang aktivitas enzim kolinesterase pada petani holtikultura berdasarkan masa kerja, lama menyemprot dan frekuensi penyemprotan pestisida. Hasil: Berdasarkan literature review jurnal, semakin lama petani melakukan kontak dengan pestisida organofosfat maka risiko keracunan terhadap pestisida semakin tinggi yang menyebabkan aktivitas enzim kolinesterase didalam darahnya menurun. Penurunan aktivitas enzim kolinesterase pada petani holtikultura terjadi pada petani dengan masa kerja lebih dari 15 tahun. Penurunan aktivitas enzim kolinesterase pada petani holtikultura juga terjadi pada petani dengan lama penyemprotan pestisida organofosfat lebih dari 3 jam per hari dan frekuensi penyemprotan lebih dari 3 kali dalam seminggu. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel masa kerja sebagai petani, lama menyemprot pestisida organofosfat dan frekuensi penyemprotan dengan aktivitas enzim kolinesterase dalam darah petani holtikultura

    SYSTEMATIC REVIEW: KONDISI PENYIMPANAN SERUM TERHADAP PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL METODE ENZIMATIK

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam memberikan hasil diagnosa penyakit. Hasil pemeriksaan harus akurat, jika tidak maka akan memberikan kesimpulan terhadap diagnosa penyakit yang salah hingga berakibat fatal. sehingga hasil harus akurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengendalian pra analitik, analitik dan pasca analitik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melakukan studi literatur untuk mengetahui kondisi penyimpanan serum terhadap pemeriksaan kolesterol total metode enzimatik. Metode Penelitian: Penelitian studi literatur ini dilakukan dengan mencari referensi penelitian yang relavan yaitu kondisi penyimpanan serum terhadap pemeriksaan kolesterol total. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Pubmed, google scholar dan DOAJ. Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan terjadi penurunan kadar kolesterol total dengan nilai rata-rata kadar kolesterol sebelum dan sesudah penyimpanan serum pada suhu kulkas (2-80C) yaitu dengan presentase 6.6% dan pada suhu ruang (15-250C) yaitu dengan presentase 7%. Kesimpulan: Serum yang dilakukan penundaan terjadi penurunan dan perbedaan hasil kadar pemeriksaan kolesterol total. Hal ini terlihat dari hasil penurunan kadar kolesterol total pada suhu kulkas lebih kecil dari penyimpanan pada suhu ruan

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇