DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH KONDISI PENYIMPANAN DARAH ETHYLENE DIAMINE TETRAACETIC ACID (EDTA) TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT METODE HEMATOLOGY ANALYZER

    Get PDF
    Latar Belakang: Pemeriksaan jumlah trombosit digunakan untuk penegakan diagnosis penyakit dan pemeriksaan hemostasis. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu pra analitik, analitik dan pasca analitik. Kesalahan yang sering terjadi pada tahap pra analitik adalah lamanya penundaan pemeriksaan yang dapat menyebabkan perubahan bentuk sel darah. Penundaan pemeriksaan menyebabkan penurunan jumlah trombosit secara signifikan sehingga berpengaruh dalam proses pembekuan darah. Penundaan pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara menyimpan sampel pada suhu kulkas (2-4⁰C) yang berfungsi untuk menjaga metabolisme trombosit agar tidak terjadi agregasi dan adhesi. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kondisi penyimpanan darah Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA) terhadap jumlah trombosit metode hematology analyzer. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review dengan pencarian literatur menggunakan metode PICO dari database Google Scholar, DOAJ dan PubMed NCBI. Hasil Penelitian: Penundaan pemeriksaan jumlah trombosit di suhu ruang (18-22⁰C) selama 6 jam memiliki nilai Difference of Mean 9.0%, sedangkan penundaan selama 24 jam di suhu kulkas (2-4⁰C) memiliki nilai Difference of Mean 11% yang melebihi batas Clinically Significant Difference in Percentage untuk pemeriksaan trombosit yaitu 8.5%. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan kondisi penyimpanan darah EDTA pada pemeriksaan jumlah trombosit penundaan 6 jam pada penyimpanan suhu ruang (18-22⁰C) dan penundaan 24 jam pada suhu kulkas (2-4⁰C). Saran: Bagi peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian secara langsung tentang kondisi penyimpanan darah EDTA terhadap jumlah trombosit dengan rentang waktu penundan pemeriksaan minimal 2 jam dengan memperhatikan cara pengambilan sampel dan penyimpanan sampel

    PEGARUH LATIHAN KOORDINASI TERHADAP KETEPATAN TENDANGAN ATLET SEPAK BOLA METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Olahraga adalah salah satu upaya preventif dalam menjaga kesehatan tubuh. Olahraga adalah bentuk kegiatan fisik dengan cara dan aturan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi fungsi tubuh, yang dapat meningkatkan kesegaran jasmani dan berpengaruh juga terhadap peningkatan prestasi pada cabang olahraga yang diikuti. Saat ini banyak jenis olahraga yang dapat di mainkan, salah satunya yaitu sepak bola. Sepak bola merupakan olah raga yang populer dalam masyarakat Indonesia. Menendang bola merupakan teknik dasar bermain sepakbola yang memiliki kontribusi besar dalam permainan sepakbola, Untuk bisa terciptanya sebuah gol diperlukan ketepatan dalam menendang, Shooting dilakukan tidak hanya dari satu posisi, para pemain harus bisa melakukan dari berbagai posisi, masih banyak pemain yang melakukan shooting yang hanya dengan kekuatan tanpa memperhatikan akurasi bola. Fisioterapi memiliki peran untuk memberikan program latihan agar dapat meningkatkan ketepatan tendangan dengan Latihan koordinasi berupa wall pass. Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh Latihan koordinasi terhadap ketepatan tendangan atlet sepak bola. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online Google Scholar dan Sience Direct. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 10 jurnal yang akan dilakukan review dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : hasil review 10 jurnal didapatkan hasil bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap ketepatan tendangan pada atlet sepak bola setelah dilakukan latihan. Kesimpulan : Terdapat adanya pengaruh Latihan koordinasi terhadap ketepatan tendangan pada atlet sepak bola. Saran : Latihan koordinasi dapat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan ketepatan tendangan sehingga dapat meningkatkan prestasi atlet sepak bola

    SYSTEMATIC REVIEW: FAKTOR PENGARUH KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PASIEN OBESITAS DI INDONESIA

    Get PDF
    Latar Belakang: Obesitas telah menjadi masalah karena prevalensinya terus meningkat dengan prevalensi obesitas tahun 2010 pada penduduk usia dewasa (>18 tahun) didapatkan 21,7% dari total seluruh penduduk Indonesia dan mengalami kenaikan pada tahun 2013. Tingginya angka prevalensi obesitas mampu menunjukkan adanya kadar kolesterol total yang tinggi. Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor apakah yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol total pada pasien obesitas di Indonesia. Metode Penelitian: Pencarian literatur dilakukan melalui dua database yaitu Google Scholar dan PubMed menggunakan metode PICO sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian terhadap adanya faktor pengaruh kadar kolesterol total pada pasien obesitas menunjukkan nilai R2 (R Square) sebesar 0,363 atau (36,3%), nilai F-hitung > F-tabel (5,138 > 4,96) dan sig = 0,05. Sehingga dapat dikatakan bahwa faktor usia, jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik dan gaya hidup mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kadar kolesterol pada pasien obesitas di Indonesia. Simpulan: Kadar kolesterol total pasien obesitas di Indonesia paling besar dipengaruhi oleh usia sebagai faktor utama. Saran: Perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut terhadap faktor yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol total penderita obesitas yang ada di Indonesia dengan melibatkan variabel-variabel lainnya

    PERBEDAAN PENGARUH HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING DAN MODIFIKASI ZIG ZAG RUN TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA PEMAIN FUTSAL DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Manusia yang memiliki kesegaran jasmani yang baik, dapat melakukan segala pekerjaan secara optimal tanpa adanya kelelahan yang berarti. Kualitas daya tahan dinyatakan dengan VO2 Max, yang menentukan lama tidaknya seseorang untuk bertahan agar tidak mengalami kelelahan yang berlebihan ketika beraktivitas. Ada berbagai macam modalitas fisioterapi untuk meningkatkan VO2 max beberapa contoh berupa High Intensity Interval Training dan Modifikasi Zig Zag Run. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh High Intensity Interval Training dan Modifikasi Zig Zag Run terhadap peningkatan VO2 max pada pemain futsal. Metode Penelitian : metode penelitian ini adalah penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, dan PedRo. Hasil penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 5 jurnal High Intensity Interval Training dan 5 jurnal Modifikasi Zig Zag Run dilakukan review dalam penelitian ini. Kesimpulan : ada pengaruh pemberian High Intensity Interval Training dan Modifikasi Zig Zag Run terhadap peningkatan VO2 max pada pemain futsal. Dimana High Intensity Interval Training lebih berpengaruh dalam meningkatkan VO2 max dengan rata-rata selisih 15,9679, sedangkan Modifikasi Zig Zag Run rata-rata selisih adalah 3,0108. Saran : untuk peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah literature yang lebih banyak agar dapat mengembangkan penelitian dari banyak jenis intervensi

    STUDI PUSTAKA: PENGARUH PEMBERIAN Nigella sativa TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe-2 (DM Tipe-2) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah akibat adanya penurunan sekresi insulin. Tumor Necrosis Alpha (TNF-α) adalah salah satu parameter imun berperan sebagai penanda inflamasi yang diakibatkan oleh resistensi insulin dalam DM Tipe-2. Penyakit ini dapat diterapi menggunakan bahan herbal berupa Nigella sativa yang berperan penting sebagai anti-inflamasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian Nigella sativa sebagai imnomodulator DM Tipe-2. Metode Penelitian: Studi literatur pada tiga database, yaitu PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan metode pencarian PICO. Sumber data berupa jurnal eksperimental yang melakukan pengukuran kadar TNF-α pada kasus DM Tipe-2 yang diberi Nigella sativa dalam rentang tahun 2011- 2020. Hasil Penelitian: Diperoleh 10 jurnal yang menunjukan bahwa kadar TNF- α pada kelompok DM Tipe-2 lebih tinggi dibandingkan kelompok normal atau tanpa DM Tipe-2 dan kadar TNF-α pada kelompok DM Tipe-2 dengan Nigella sativa lebih rendah daripada kelompok DM Tipe-2 tanpa perlakuan. Adanya faktor risiko pada seperti obesitas, hipertensi, umur, dan faktor genetik mempengaruhi evektifitas Nigella sativa sebagai anti-inflamasi pada DM tipe-2. Selain itu, variasi penambahan dosis Nigella sativa menunjukan kecenderungan kadar TNF-α semakin rendah pada DM Tipe-2. Simpulan: Nigella sativa dapat berperan sebagai imunosupresor pada kasus DM Tipe-2 yang ditandai dengan adanya penurunan kadar TNF-α. Waktu pemberian Nigella sativa mempengaruhi penurunan kadar TNF-α. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pemberian Nigella sativa pada DM Tipe-2 dengan dosis dan waktu lebih bervariasi terhadap objek penelitian manusia

    LITERATURE REVIEW: KERUSAKAN ORGAN SISTEM EKSKRESI PADA TIKUS DENGAN PEMBERIAN FORMALIN SEBAGAI ZAT TOKSIK

    Get PDF
    Latar Belakang: Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Pajanan formalin yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai kerusakan dalam tubuh salah satunya organ sistem ekskresi. Tujuan Penelitian: Mengetahui dosis formalin yang mampu merusak organ sistem ekskresi pada tikus dan mengetahui tingkat kerusakan organ sistem ekskresi pada tikus dengan pemberian formalin sebagai zat toksik. Metode Penelitian: Skripsi ini menggunakan metode literature review, yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai media seperti buku, jurnal, dan lain-lain. Jurnal biasanya ditemukan dengan cara mencari di internet dengan menggunakan metode PICO. Hasil Penelitian: Kerusakan organ sistem ekskresi pada tikus dengan pemberian formalin sebagai zat toksik dengan menggunakan 10 jurnal didapatkan hasil yaitu degenerasi parenkimatosa, degenerasi hidropik, dan nekrois. Simpulan: Semakin besar/ banyaknya dosis maka kerusakan akan semakin parah. Kerusakan pada organ yang didapatkan yaitu degenerasi parenkimatosa (kerusakan ringan), degenerasi hidropik (kerusakan sedang/ lebih berat dari kerusakan parenkimatosa, dan nekrosis (kerusakan berat/ kematian sel). Saran: Selanjutnya yang melakukan tugas akhir dengan metode literature review diharapkan melakukan penelitian lanjutan terhadap organ sistem ekskresi lainnya seperti kulit dan atau bisa melanjutkan penelitian dengan menggunakan organ sistem pencernaan

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN PROPOLIS TERHADAP KADAR INTERLEUKIN 6 (IL-6) DAN TUMOR NECROSIS FACTOR A (TNF-α) PADA DIABETES MELITUS TIPE-2

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat rendahnya sekresi insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas atau adanya gangguan fungsi insulin. Propolis mengandung berbagai senyawa kimia meliputi polifenol, flavonoid, aldehida fenolik, asam amino, dan vitamin yang berperan sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi sehingga kadar IL-6 dan TNF-α pada penderita DMT2 tidak semakin meningkat. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian propolis terhadap kadar IL-6 dan TNF-α pada penderita DMT2. Metode Penelitian: Studi literatur dengan melakukan pencarian jurnal pada database Google Scholar, PubMed, dan DOAJ dalam rentang waktu 2011- 2020 dengan menggunakan metode PICO. Hasil Penelitian: Diperoleh sepuluh jurnal terkait pemberian propolis pada DMT2 serta pengaruhnya terhadap IL-6 dan TNF-α. Dalam penelitian ini ditemukan berbagai jenis propolis meliputi proplis hijau Brazil, propolis Iran, propolis hijau Taiwan, dan propolis China. Penurunan kadar IL-6 dan TNF-α sangat dipengaruhi oleh variasi konsentrasi dan lama pemberian propolis sebsar 50 mg/hari, 100 mg/hari, 200 mg/hari, 226,8/hari, 900 mg/hari, 1000 mg/hari. Pemberian propolis dengan konsentrasi 100 mg/hari selama 21 hari lebih efektif untuk menurunkan kadar IL-6 dan TNF-α. Kesimpulan: Jenis propolis tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-6 dan TNF-α pada penderita DMT2. Adapun hal yang sangat berpegaruh terhadap penurunan kadar IL-6 dan TNF-α ialah konsentrasi propolis dan lama waktu pemberian propolis. Beberapa faktor risiko seperti obesitas, usia dan hiertensi dapat mempengaruhi efektifitas propolis dalam menurunkan kadar IL-6 dan TNF- α. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan subyek berupa manusia yang diberikan propolis dengan kadar dan waktu yang bervariasi

    SYSTEMATIC REVIEW: PENGARUH EKSTRAK BUAH PINANG MUDA (Areca catechu L.) TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus PADA PENYAKIT PIODERMA

    Get PDF
    Latar Belakang: Pioderma merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus adalah bakteri yang mudah resistens terhadap antibiotik. Semakin meningkatnya resistensi bakteri terhadap beberapa antibiotik, banyak peneliti melakukan penelitian mengenai tanaman yang mengandung antibakteri sebagai alternatif pengganti antibiotik yaitu tumbuhan pinang (Areca catechu L.). Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh ekstrak buah pinang muda (Areca catechu L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui daya hambat ekstrak buah pinang muda (Areca catechu L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Review dimana pencarian literatur dilakukan dengan memasukkan kata kunci dengan metode PICO melalui tiga database yaitu Google scholar, DOAJ, dan PubMed. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini pada tahun 2010 sampai 2020. Hasil Penelitian:Ekstrak buah pinang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureusdengan diameter zona hambat rata – rata pada konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% sebesar 11,89 mm; 13,57 mm; 14,54 mm; 13,69 mm dan 13,13 mm. Simpulan:1. Ekstrak buah pinang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus 2. Diameter zona hambat yang didapatkan dari konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% sebesar 11,89 mm; 13,57 mm; 14,54 mm; 13,69 mm dan 13,13 mm. Saran:Menambah literatur yang lebih banyak lagi supaya dapat mengembangkan penelitian ini dan menambah variasi konsentrasi untuk melihat daya hambat ekstrak buah pinang dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus

    PENGARUH FOAM ROLLING EXERCISE DAN NEURO MOBILISASI TERHADAP FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA LANSIA : NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Lansia adalah seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun keatas. Fleksibilitas adalah kemampuan otot untuk memanjang dan memungkinkan untuk bergerak sesuai ROM. Bertambahnya usia pada lansia menyebabkan perubahan kolagen serta elastin karena setelah kolagen mencapai puncak fungsi atau daya mekaniknya karena penuaan, daya elastin dan kekuatan otot kolagen akan menurun karena mengalami perubahan kualitatif dan kuantitatif. Lansia akan mengalami penurunan fungsi organ tubuh dan kemunduran fisik akibat dari proses degeneratif maupun akibatnya dari kurangnya aktivitas fisik. Kemunduran fisik menyebabkan penurunan masa otot dan penurunan fleksibilitas tubuh, sehingga akan berpengaruh pada lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh foam rolling exercise dan neuro mobilisasi terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti google scholar dan science direct menggunakan kata kunci yang dipilih yakni foam rolling exercise, neuro mobilisasi, dan flexibility hamstring. Literature yang digunakan terbitan 2010-2020 yang dapat diakses full text dalam format pdf. Hasil: Review dari 10 jurnal menyatakan bahwa ada pengaruh foam rolling exercise dan neuro mobilisasi terhadap fleksibilitas hamstring pada lansia. Jurnal mengenai foam rolling exercise, 20% menyatakan foam rolling exercise lebih efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring jika dikombinasikan dengan intervensi lain. Jurnal mengenai neuro mobilisasi, 40% menyatakan neuro mobilisasi lebih efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring jika dikombinasikan dengan intervensi lain. Kesimpulan: Ada pengaruh foam rolling exercise dan neuro mobilisasi terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring pada lansia. Saran: Untuk profesi fisioterapi foam rolling exercise dan neuro mobilisasi dapat menjadi pilihan dalam pemberian intervensi fisioterapi terkait dengan penurunan fleksibilitas hamstring

    SLUMP EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS PUNGGUNG BAWAH PADA KONDISI LOW BACK PAIN MYOGENIC LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Low Back Pain Myogenic merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi di dunia dan mempengaruhi hampir seluruh populasi. Nyeri punggung bawah tersebut merupakan penyebab utama kecacatan yang mempengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan umum. Keluhan Low Back Pain Myogenik dapat terjadi pada setiap orang, baik jenis kelamin, usia, ras, status pendidikan dan profesi. Tujuan: Untuk mengetahui slump exercise terhadap peningkatan fleksibilitas punggung bawah pada kondisi low back pain myogenic literature review. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan Literature Review, peneliti mencari artikel penelitian secara komprehensif dari database melalui Science Direct, PubMed dan Google Scholar diambil dari artikel yang dipublikasi tahun 2010-2020 yang berkaitan tentang slump exercise terhadap peningkatan fleksibilitas punggung bawah pada kondisi low back pain myogenic, dan diidentifikasi menggunakan PICOT dan keyword yang telah ditentukan. Hasil : Berdasarkan hasil analisis 9 jurnal ditemukan hasil bahwa 8 jurnal menyebutkan bahwa slump exercise lebih menunjukkan hasil yang signifikan jika dibandingkan dengan pemberian intervensi lainnya karena slump excersie memobilisasi jaringan dengan cara melakukan penguluran terhadap otot punggung bawah. 1 Jurnal menyebutkan bahwa intervensi mulligant bent leg raise lebih efektiv dari pada slump exercise karena proses reaksi muligant lebih cepat jika dibandingkan dengan slump stretching walaupun konsep dari cara penyembuhan mulligant dan slump stretching hampir sama. Kesimpulan : slump stretching berpengaruh terhadap peningkatan fleksibilitas punggung bawah pada penderita low back pain myogenic, slump stretching akan lebih efektiv jika dikombinasikan dengan intervensi lain seperti terapi konvensional, terapi exercise maupun terapi kognitiv

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇