DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
PENGARUH EDUKASI KEKERASAN PADA ANAK TERHADAP PERILAKU ORANG TUA: LITERATUR REVIEW
Kekerasan pada anak merupakan semua tindakan fisik, mental dan seksual dari
orangtua atau pengasuh di setiap keadaan yang menunjukkan kurangnya perawatan
dan perlindungan terhadap anak, sehingga menyebabkan luka dan kegagalan
perkembangan baik fisik, intelektual, mental dansosial. Belum ada penelitian
literature review terkait kekerasan pada anak, sehingga penelitian ini dilakukan.
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi kekerasan pada anak terhadap
perilaku orang tua. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur.
Pengumpulan data sumber pencarian jurnal menggunakan PEOS yang diindeks
seperti Google Scholar, menggunakan kata kunci edukasi dan kekerasan pada anak, 8
jurnal nasional dan 2 jurnal internasional dengan prisma flowchart. Analisis dari
10.200 jurnal yang diidentifikasi, tinjauan literatur 10 jurnal menemukan pengaruh
edukasi dapat meningkatkan pemahaman orangtua tentang perlindungan anak
sehingga dapat mengurangi perilaku kekerasan pada anak. Edukasi orang tua mampu
memberikan umpan balik yang positif terhadap perilaku yang dimunculkan anak.
Saran untuk orangtua, diharapkan bisa melakukan pencegahan kekerasan pada anak
agar tidak meningkatkan kejadian kekerasan dengan cara ikut serta berbagai program
edukasi, mendukung kegiatan anti kekerasan pada anak, meningkatkan kemampuan
mengendalikan emosi sehingga perlakuan salah pada anak dapat diminimalisir
dengan latihan asertif
Literatur Review Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Tentang Kanker Payudara
Kematian akibat kanker payudara didunia tercatat 18,2%. Penderita kanker
payudara banyak ditemukan di negara-negara berkembang dibanding di negara maju.
Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini. Meskipun
demikian, kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin
melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap
perempuan dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) oleh tenaga kesehatan
terlatih. Secara nasional di Indonesia prevalensi penyakit kanker pada penduduk
semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4‰ atau diperkirakan sekitar 347.792
orang. Provinsi D.I. Yogyakarta memiliki prevelensi kanker payudara tertinggi, yaitu
sebesar 2,4‰. Selama empat tahun terakhir di DIY jumlah penderita kejadian kanker
payudara terbanyak berada di Kab.Bantul sebanyak 323 kasus, Sleman 103 kasus,
Gunung Kidul 80 kasus dan Kulon Progo 51 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui gambaran tentang tingkat pengetahuan dan faktor risiko kanker
payudara pada kader kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti
Google Schoolar, Pubmed, dan JIB (Jurnal Ilmiah Bidan). Di dapatkan 500 jurnal yang
sesuai kata kunci kemudian dilakukan penyaringan sehingga didapatkan 10 jurnal
sesuai dengan kriteria.lain . Kriteria jurnal yang diambil adalah jurnal berbahasa
Indonesia dan Inggris, usia 10 tahun, dan fulltext. Hasil review dari sepuluh jurnal
didapatkan 5 jurnal, masih banyak kader yang memiliki pengetahuan kurang tentang
pengetahuan dan juga faktor risiko kanker payudara sehingga dibutuhkan pelatihan
maupun pemberdayaan kader agar nantinya para kader mampu mengajarkan kepada
masyarakat tentang pentingnya melakukan pencegahan kanker payudara
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM
Kejadian ketuban pecah dini di Indonesia terjadi pada 6-20% kehamilan, yang sangat
berpengaruh pada kehamilan dan persalinan, makin lama jarak antara pecahnya selaput
ketuban makin besar kemungkinan infeksi dalam rahim yang dapat meningkatkan kejadian
morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Komplikasi yang paling sering terjadi pada KPD
adalah sindrom distres pernapasan yang terjadi pada 10-40% bayi baru lahir dan
menyebabkan hipoksia. Dampak buruk asfiksia neonatorum bila berlangsung terlalu
jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak dan kematian pada bayi baru lahir. Tujuan
penelitian ini untuk menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu
terjadi kemudian melakukan analisis dinamika kolerasi antara fenomena atau faktor
resiko dengan adanya faktor efek yang mengenai pengetahuan hubungan ketuban
pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum. Penelitian ini menggunakan metode
literature review dengan menggunakan strategi secara komprehensif baik nasional
maupun internasional seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian
melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain proquest, EBSCO, PUBMED dan
juga Google scholer. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci”
Hubungan Ketuban Pecah dini dengan kejadian Asfiksia neonatorum, Ketuban pecah
dini, Asfiksia Neonatorum, Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Ketuban Pecah
Dini, Faktor- FaktorYang menyebabkan Asfiksia Neonatorum”. Digunakan 10 jurnal
artikel sebagai referensi. Kemudian memilih artikel yang sesuai dengan yang di
butuhkan oleh penulis yaitu dengan mengevaluasi tulisan ilmiah dengan memastikan
apakah literature berasal dari dari sumber terpercaya. Lalu informasi dari literature
yang tersedia harus lengkap dan mencakup bidan yang di teliti. Hasil penelitian
literature review ini menunjukkan bahwa ada hubungan ketuban pecah dini dengan
kejadian asfiksia neonatorum. Sehingga diperlukan adanya upaya preventif dengan
memberikan informasi yang baik pada ibu hamil terkait faktor resiko
kegawatdaruratan maternal dan neonatal
LITERATURE REVIEW HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PENGETAHUAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA
KTD atau kehamilan tidak diinginkan merupakan kehamilan saat dimana salah satu
atau kedua belah pihak dari pasangan tidak menginginkan terjadinya kehamilan sama
sekali atau kehamilan yang sebenarnya diinginkan tapi tidak pada saat itu. Masa
remaja merupakan masa pencarian diri yang mempunyai rasa keingintahuan yang
tinggi. Konten kesehatan reproduksi yang berakaitan dengan kehamilan tidak
diinginkan pada remaja tidak memiliki informasi yang cukup, remaja sering mencari
informasi melalui media internet (sosial media). Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan pengetahuan kehamilan
tidak diinginkan (KTD) pada remaja. Jenis penelitian ini penelitian adalah literature
review dimana dapat dijelaskan bahwa literature review adalah uraian tentang teori,
temuan, dan bahan penelitian lainnya yang diperoleh dari bahan acuan yang akan
dijadikan landasan kegiatan penelitian. Hasil literature review 10 (sepuluh) jurnal
bahwa media sosial pada remaja sangat berpengaruh pada kehidupan remaja. Dengan
adanya kemudahan dalam mengakses media sosial, remaja yang saat ini dalam fase
keingintahuan yang tinggi dapat mengakses berbagai fitur di media sosial dengan
intensitas waktu yang cukup tinggi. Pengetahuan tentang kehamilan tidak diinginkan
dapat didapatkan dari lingkungan sekolah terlebih dahulu sehingga remaja tidak akan
mencari informasi sendiri melalui internet ataupun media lain yang dapat
menimbulkan persepsi yang salah pada remaja. Tidak ada hubungan penggunaan
media sosial dengan pengetahuan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja,
hal ini disebabkan karena pengetahuan terkait dengan kehamilan tidak diinginkan
pada remaja bisa didapatkan dari lingkungan sekolah pada mata pelajaran biologi
sebagai dasar pengetahuan kesehatan reproduksi dan juga didukung dari orang tua
yang dapat memberikan informasi akurat terkait dengan kehamilan tidak diinginkan
pada remaja. Kesimpulan : Tidak ada hubungan penggunaan media sosial dengan
pengetahuan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) pada remaja. Diharapkan
penelitian ini dapat berguna untuk menambah wawasan tentang KTD pada remaja
Literature Riview Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil
Kekurangan energi kronis (KEK) merupakan suatu keadaan dimana status gizi
seseorang berada pada kondisi yang kurang baik. Menurut World Health Organization
(WHO) menyatakan bahwa prevalensi KEK secara global 35-75% secara signifikan
meningkat pada trisemester ketiga dibandingkan trimester pertama dan kedua
kehamilan. Ibu hamil yang mengalami KEK akan berdampak terhadap kesehatan,
keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu
hamil. Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan
metode scoping review yang menggunakan jurnal. Berdasarkan hasil literature review
yang didapat dan telah dianalisis, dalam 10 jurnal literature review muncul berbagai
faktor-faktor yang menyebabkan kejadian KEK pada ibu hamil yaitu pengetahuan,
pendidikan, umur, paritas, status gizi, pekerjaan. Kesimpulan yang dapat di ambil dari
faktor-faktor penyebab kejadian KEK pada ibu hamil usia 35 tahun,
jarak kehamilan < 2 tahun, ibu dengan pekerjaan ganda, status gizi janin dapat
mengalami kecacatan, berat badan lahir rendah (BBLR) yakni kurang dari 2500 gram,
anemia selama masa kehamilan, perdarahan, dan kematian neonatal, pendidikan yang
berpengaruh terhadap kejadian KEK, sehingga dapat menghindari terjadinya KEK
yang dapat mempengaruhi ibu dan bayi. Perlu dilakukan upaya peningkatan
pengetahuan ibu tentang pentingnya status gizi selama kehamilan sangat berpengaruh
terhadap kehidupan anak dan bayi yang dikandungnya
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja
Stres merupakan salah satu penyebab terjadinya dismenore primer. Dampak buruk
dismenore primer bagi remaja meliputi gangguan saat kegiatan belajar mengajar,
tidak memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru, dan kecenderungan untuk
tidur di kelas saat kegiatan belajar mengajar yang berpengaruh pada prestasi dibidang
akademik maupun non akademik. Angka kejadian dismenore di Indonesia berkisar
45-95% di kalangan perempuan usia produktif yang terdiri dari dismenore primer
sebesar 72,89% dan dismenore sekunder sebesar 27,11%. Di Provinsi Yogyakarta
dari data pada tahun 2014 terdapat kejadian dismenore yang dialami wanita usia
produktif sebanyak 52%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat
stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja. Populasi dalam penelitian ini
adalah remaja yang mengalami dismenore primer. Penelitian ini menggunakan
metode literature review dengan menggunakan jurnal 10 tahun terakhir tentang
hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer. Hasil penelitian literature
review ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stres dengan kejadian
dismenore primer pada remaja. Disarankan kepada remaja untuk dapat melakukan
management stres seperti koping diri sehingga dapat mencegah terjadinya dismenore
pada saat menstruasi
GAMBARAN KEJADIAN ABORTUS LITERATURE REVIEW
Abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum janin mampu
bertahan hidup pada usia kehamilan sebelum 20 minggu didasarkan pada tanggal hari
pertama haid normal terakhir atau berat janin kurang dari 500 gram. Menurut data
WHO tahun 2010-2014 ada sekitar 25 juta abortus tidak aman setiap tahun. Wilayah
Indonesia diperkirakan sekitar 2-2,5 % mengalami abortus setiap tahun. Beberapa
faktor yang merupakan faktor risiko terjadinya abortus dan merupakan karakteristik
umum dari ibu hamil yang mengalami abortus seperti riwayat abortus sebelumnya,
jarak kehamilan, umur, paritas dan pekerjaan. Dampak dari abortus menyebabkan
kematian akibat komplikasi yang ditimbulkannya, seperti perdarahan, perforasi,
infeksi dan syok. Abortus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada aspek
psikologi dan sosioekonomi. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis
literature yang berhubungan dengan Gambaran Kejadian Abortus. Metode dalam
penelitian ini menggunakan metode literature review meliputi studi pencarian
sistematis data base Komputerisasi dari google scholer. Menggunakan kata kunci
“Gambaran Kejadian Abortus” digunakan 10 jurnal artikel sebagai referensi.
Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis bahwa bahwa riwayat
abortus, jarak kehamilan, umur ibu, paritas, dan pekerjaan memiliki hubungan yang
signifikan dengan kejadian abortus dengan faktor risiko dominan adalah umur ibu.
Pihak penyelenggara fasilitas kesehatan disarankan untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan dalam penangganan abortus
LITERATUR REVIEW GAMBARAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET Fe
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global masyarakat
terutama pada ibu hamil. Menurut World Health Organization (WHO) 83,2 %
prevalensi ibu hamil yang menderita anemia sedangkan di Negara – Negara Asia
Tenggara memiliki prevalensi sebanyak 97,8%. Sedangkan di Indonesia
prevalensi ibu hamil anemia sebanyak 37,1%. Infodatin menyebutkan prevalensi
ibu hamil diseluruh dunia mengalami anemia diperkirakan 41,88%. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan ibu hamil dalam
mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini menggunkan metode Literatur Review
dengan menggunkan jurnal yang berkaitan dengan gambaran kepatuhan ibu
hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dengan referensi 10 tahun terahir. Hasil
penelitian Literatur Review ini menunjukan bahwa mayoritas ibu hamil tidak
patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe. Selain itu ibu hamil kurang tepat dalam
mengkonsumsi tablet tamabah darah Bidan diharapkan dapat memberikan
penyuluhan tentang manfaat mengkonsumsi tablet Fe atau tablet tambah darah
kepada seluruh ibu hamil, serta menjelaskan mengenai dampak dari ketidak
patuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi table Fe
Literature Review Pengaruh Media Video Hand Hygiene Terhadap Kemampuan Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Indonesia saat ini menduduki peringkat 17 dari 23 negara di regional Asia dalam
penyediaan fasilitas cuci tangan dan juga kebiasaan mencuci tangan pakai sabun
masih kurang dengan melihat data DINKES tahun2019 yang menunjukkan
semua provinsi di Indonesia belum mencapai angka 90% dalam penyediaan
fasilitas cuci tangan sehingga jika tidak di perhatikan maka akan memicu
beberpa penyakit seperti kolera,Diare dan peneumonia.Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui Pengaruh media Video hand hygiene terhadap kemampuan
melakukan cuci tangan pakai sabun. Metode yang digunakan dalam literature
review dengan jumlah 10 journal dalam rentan waktu mulai tahun 2014-2020.
Berdasarkan beberapa literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal
terkaitPengaruh media Video hand hygiene terhadap kemampuan melakukan
cuci tangan pakai sabun diketahui bahwasannya ada hubungan antara
pengetahuan, pendidikan,perilaku,sikap dan tindakan melakukan cuci
tanganpakai sabun. Hal ini dibuktikan dari nilai Pvalue setiap penelitian terkait
pengetahuan,pendidikan,perilaku,sikap dan tindakan melakukan cuci tangan
pakai sabun. Kesimpulan: ada pengaruh pengetahuan, pendidikan,perilaku,sikap
dan tindakan melakukan cuci tanganpakai sabun setelah dilakukan intervensi
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF : STUDI LITERATUR
ASI eksklusif dianjurkan 6 bulan pertama kehidupan karena ASI mengandung zat gizi bagi
tumbuh kembang dan kecerdasan bayi. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif membawa
pemahaman mendalam pada ibu yang mempengaruhi perilaku ibu untuk menyusui secara
ekklusif. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, cakupan ASI eksklusif di
Indonesia 6 bulan sebesar 50%, belum memenuhi target kemenkes RI yaitu 80%. Tujuan
penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif Dengan
Keberhasilan ASI Eksklusif. Metode yang digunakan Literature Review dengan pencarian
melalui internet menggunakan google scholar didapatkan 6 artikel jurnal dan PubMed 4
artikel jurnal. Populasi dalam Literature Review yaitu ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan.
Hasil berdasarkan analisis dari 10 artikel jurnal terdapat 6 artikel jurnal ada hubungan, bahwa
ibu yang memiliki pengetahuan baik akan memberikan ASI eksklusif dibandingkan yang
berpengetahuan kurang, kurangnya pengetahuan disebabkan karena saat pemeriksaan
kehamilan ibu tidak memperoleh penyuluhan tentang ASI eksklusif. Dan 4 jurnal dengan
hasil tidak ada hubungan, kondisi ini dipengaruhi oleh life style dan pola pikir yang salah
adanya kepercayaan kuat yang sudah turun temurun yaitu mitos yang beredar dimasyarakat
tentang ASI dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif, kurangnya informasi dari tenaga
kesehatan dan adanya iklan susu formula berhasil menarik perhatian ibu. Menurut peneliti ada
hubungan antara pengetahuan ibu dengan keberhasilan ASI eksklusif, semakin baik
pengetahuan ibu tentang manfaat ASI eksklusif, semakin termotivasi memberikan ASI
eksklusif. Kesimpulannya ada hubungan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan
keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan bagi tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan
tentang manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi