DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN AKTIVITAS PRODUKSI INDUSTRI GULA BAGI KESEHATAN MASYARAKAT DI DESA TIRTONIRMOLO KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (STUDI KASUS PT MADUBARU PG-PS MADUKISMO)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak lingkungan dari aktivitas produksi industri PT. Madubaru PG-PS Madukismo bagi kesehatan masyarakat dalam mengelola kasus lingkungan dugaan pencemaran limbah di Kabupaten Bantul, DIY. Hal ini juga untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi atau menghambat jalannya kebijakan PT. Madubaru PG-PS Madukismo terkait penanganan dampak aktivitas produksi industri sebagai evaluasi melalui Humas PLL dalam menerapkan upaya keberhasilan penanganan barangkali ada masalah yang kemungkinan sama. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik pengambilan data melalui kegiatan observasi dan wawancara. Hal ini dilakukan dengan mengacu data utama dan data pembanding dari stakeholders penelitian yang tujuan untuk menganalisis tindakan penanganan dampak aktivitas produksi industri dan tindakan komunikasi perusahaan yang dilakukan. Adapun teknik dalam menganalisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi, triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas produksi industri PG-PS Madukismo berdampak bagi lingkungan seperti limbah yang dibuang mencemari daerah aliran sungai dan mengakibatkan ikan-ikan mati karena terkontaminasi kandungan limbah. Selain itu, air sumur warga menjadi tercemar sehingga berubah warna dan pekat. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari karena dapat mengakibatkan kesehatan masyarakat terganggu. Dalam penanganan dampak tersebut terdapat faktor seperti kompleksnya permasalahan berbagai stakeholders membuat perusahaan sulit untuk memetakan secara rinci luas jangkauan masalah. Dalam keadaan ini, perusahaan harus bisa mengubah opini dimasyarakat dengan membuka komunikasi dua arah guna menyampaikan informasi secara akurat, baik diinternal maupun eksternal perusahaan

    Gambaran Faktor-Faktor Resiko Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Bantul Yogyakarta

    Get PDF
    Preeklampsia adalah salah satu risiko yang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Prevalensi kejadian preeklampsia sekitar 5% - 15% dari keseluruhan kehamilan di dunia, dimana kasus hipertensi pada kehamilan termasuk preeklampsia ditemukan dalam jumlah yang cenderung meningkat dan merupakan komplikasi tersering dalam kehamilan. AKI di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait kehamilan dan persalinan yang terjadi pada tahun 2015 yaitu 66 kasus, dan mengalami kenaikan menjadi 86 kasus pada tahun 2016, kemudian mengalami penurunan menjadi 84 kasus pada tahun 2017. Tujuan dari penelit ian ini untuk mengetahui gambaran faktor resiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil. Rancangan dari penelit ian ini menggunakan metode literatur review, dengan variabel tunggal yaitu gambaran faktor-faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil yang terdiri dari umur, paritas, pekerjaan, pendidikan, kehamilan ganda, riwayat hipertensi dan riwayat preeklamsia, sehingga objek penelitian adalah ibu hamil. Literatur yang digunakan adalah 10 jurnal yaitu terkait penelitian ini, dengan tahun terbit mulai 2013-2020. Hasil yang ditemukan yakni faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil berdasarkan pada umur (69,4%)mengalami preeklampsia berada pada usia <20 tahun- >35 tahun.berdasarkan paritas terdapat pada ibu multipara yg banyak mengalami preeklamsia,sedangkan berdasarkan pekerjaan terdapat pada ibu yang bekerja dan berdasarkan pendidikan yaitu terdapat pada ibu yang bependidikan rendah karena ibu belum banyak mengetahui tentang preeklamsia, berdasarkan kehamilan ganda terjadi pada ibu dengan riwayat kehamilan ganda maupun ibu hamil yang sedang hamil ganda. berdasarkan riwayat hipertensi menjadi penyebab terjadinya preeklamsia. berdasarkan riwayat preeklamsia sebelumnya menjadi penyebab preeklamsia pada ibu hamil. Diharapkan dapat memberikan akses informasi melalui kegiatan sosialisasi ataupun penyuluhan secara terperinci agar para ibu hamil dapat mengetahui bagaimana preeklamsia terjadi, apa saja yang menyebabkan preeklamsia dan bagaimana mencegah preeklamsi

    PENGETAHUAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI PEDUKUHAN GOWOK KABUPATEN SLEMAN

    No full text
    Menopause merupakan masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita yang terdiagnosis setelah 12 bulan wanita tidak mengalami periode menstrusi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan wanita dalam menghadapi menopause adalah pengetahuan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause di Pedukuhan Gowok Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling dengan besar sampel sebanyak 60 orang wanita usia subur (WUS). Hasil analisa data menunjukkan tingkat pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause dengan pengetahuan baik sebanyak 13 responden (21,7%), pengetahuan cukup 12 responden (20%) dan pengetahuan kurang 35 responden (58,3%). Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh simpulan bahwa pengetahuan wanita dalam menghadapi menopause di Pedukuhan Gowok Kabupaten Sleman yaitu berada dalam ketegori kurang. Diharapkan bagi responden untuk selalu berusaha mencari informasi mengenai menopause yang akan terjadi pada setiap wanita dengan pengetahuan yang baik akan berdampak pada kesiapan dalam menghadapi menopause

    HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BANGUNTAPAN III KOTA YOGYAKARTA

    Get PDF
    nemia adalah keadaaan dimana seseorang mengalami defisiensi zat besi yang mengakibatkan jumlah sel darah merah dalam tubuh dibawah nilai normal dengan kadar hemoglobin (HB) dibawah 11 gr% untuk ibu hamil. Pola makan merupakan kebiasaan ibu hamil dalam mengkonsumsi jumlah dan jenis makanan seperti sayursayuran, buah-buahan, dan daging-dagingan untuk memenuhi kebituhan nutrisi yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan. Anemia sering dijumpai dalam kehamilan, hal ini disebabkan keperluan akan zat makanan bertambah dan terjadi perubahan dalam darah dan sumsum tulang. Penyebab anemia salah satunta yaitu pola makan tidak baik seperti kurangnya asupan gizi pada ibu hamil selama kehamilan dan dapat berdampak pada berat bayi lahir dan juga berdampak pada ibu hamil yaitu menyebabkan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Banguntapan lll Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan case control. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling dengan responden ibu hamil trimester III sesuai kriteria insklusi dan ekslusi dengan jumlah 44 responden. 22 responden dari kelompok kasus dan 22 responden dari kelompok kontrol dengan perbandingan 1:1. Alat pengumpulan data ialah kuesioner dan data rekam medis ibu hamil. Hasil penelitian pola makan ibu hamil sebagian besar (40,9%) baik. Kejadian anemia 22 (50%) ada huhungan pola makan dengan kejadian anemia dengan nialai ρ-value = 0,001 (ρ < 0,05). Dapat kesimpulan bahwa Ha diterima Ho ditolak yang berarti ada hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Banguntapan III Bantul Kota Yogyakarta. Saran untuk bagi ibu hamil diharapkan untuk mengosumsi makanan yang banyak mengandung zat besi sehingga dapat mncegah terjadinya anemia dalam kehamilan

    NARRATIVE REVIEW : PENGARUH DUAL-TASK TRAINING TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DENGAN GANGGUAN NEUROLOGIS

    Get PDF
    Latar Belakang: Jatuh adalah hal yang paling sering terjadi pada lansia dengan prosentasi satu dari tiga orang lansia pertahunnya. Perubahan pada sistem neurologis pada golongan lansia dari 55 sampai 65 tahun keatas didapatkan hasil insiden jatuh yang tinggi dan memiliki hubungan dengan gangguan penglihatan, pendengaran .Jatuh pada lansia akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan diri dan kemandirian Mengingat banyaknya kasus gangguan neurologis pada lansia dapat menyebabkan risiko jatuh pada lansia serta penanganan utama yang sering dilakukan yaitu latihan dual-task training dan belum ada penelitian yang meneliti hal ini maka perlu dilakukan pengkajian narrative review tentang pengaruh latihan dual-task training terhadap risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neurologis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh dual-task training terhadap risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neurologis. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu narrative review dengan framework PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Mengidentifikasi artikel menggunakan database yang relevan (Googlescholar, PubMed,Science Direct) dengan kata kunci yang telah disesuaikan. Seleksi artikel dengan menggunakan PRISMA flowchart, selanjutnya dilakukan menyusun hasil ulasan narasi. Hasil: Hasil keseluruhan pencarian dari 3 database terdapat 430 artikel. Setelah dilakukan screening judul dan relevansi abstrak diperoleh 10 jurnal yang membuktikan efektivitas dual-task training terhadap risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neurologis. Kesimpulan: Hasil 10 artikel yang telah direview seluruhnya membuktikan bahwa dual-task training terbukti efektif terhadap risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neurologis. Dosis pelaksanaan dual-task training dapat dilakukan selama 3 sesi 20 menit per minggu selama 16 minggu sehingga dapat berpengaruh terhadap risiko jatuh pada lansia

    Hubungan Paritas dan Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah

    Get PDF
    Bayi Berat Lahir Rendah ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah utama di negara berkembang. BBLR beresiko 20 kali lebih besar untuk mengalami kematian untuk mengalami kematian jika dibandingkan dengan bayi dengan berat badan normal. Bayi berat lahir rendah tidak hanya dapat terjadi pada bayi prematur, tapi juga pada bayi cukup bulan yang mengalami hambatan pertumbuhan selama kehamilan. Prevalensi global BBLR adalah 15,5%, yang berarti sekitar 20,6 juta bayi tersebut lahir setiap tahun, dengan 96,5% di antaranya di negara-negara berkembang. Dampak BBLR sangat serius dalam jangka panjang, yaitu gangguan yang dapat muncul yaitu gangguan pertumbuhan dan perkembangan, penglihatan (retinopati), pendengaran, penyakit paru kronis, kenaikan angka kesakitan dan frekuensi kelainan bawaan. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyebutkan faktor resiko terjadinya BBLR antara lain paritas, jarak kehamilan, umur ibu, usia kehamilan dan KPD. Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis hubungan paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti Google Sholar dan PubMed. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal fulltext yang diterbitkan pada tahun 2010 - 2020 bahasa Indonesia dan Inggris. Dari hasil literature review faktor resiko BBLR antara lain paritas dan jarak kehamilan, faktor yang paling dominan yaitu Paritas. Paritas ibu diduga > 4 kali meningkatkan resiko kejadian BBLR hingga 2 kali lebih tinggi Berdasarkan hasil literature review disaranan bidan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan tentang perencanaan kehamilan baik secara biopsikospiritual

    HUBUNGAN ANTARA LONELINESS DENGAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan nomophobia pada remaja. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara loneliness dengan nomophobia pada remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berjumlah 140 remaja yang berusia 15-19 tahun di provinsi Lampung. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala loneliness dan skala nomophobia NMP-Q. Skala loneliness terdiri dari 40 aitem dengan koefisien reliabilitas Cronbach‟s Alpha sebesar 0,928, sedangkan skala nomophobia NMP-Q memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,945 yang terdiri dari 20 aitem. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi spearman rho untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung. Pada penelitian ini dihasilkan bahwa nilai signifikant sebesar p = 0,395 sehingga p > 0,05, dengan sumbangan efektif hanya sebesar rsquared 0,006 atau 0,6 %. Maka hasil penelitian tersebut tidak terdapat hubungan yang signifikant antara loneliness dengan nomophobia pada remaja, sehingga hipotesis pada penelitian ini di tolak, karena terdapat faktor lain yang mendasari nomophobia salah satunya yaitu sosial media usage

    LITERATUR REVIEW FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK

    Get PDF
    Pilihan jenis alat kontrasepsi di Indonesia umumnya masih terarah pada pada kontrasepsi Hormonal seperti suntik.Di lihat dari angka kegagalan metode Hormonal seperti suntik dilaporkan terjadi lebih dari 10/1000 pengguna. Dampak utama dari kegagalan KB adalah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), dan Pemilihan alat kontrasepsi suntik pada Akseptor KB di pengaruhi oleh banyak faktor, Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Kontrasepsi Suntik. Jenis penelitian menggunakan penelitan kepustakaan (library research), Teknik pengambilan sumber dari 10 jurnal di ambil dari beberapa sumber: Google Scholar, academia.edu, google cendekia dengan tahun terbit dari 2013-2019. Kata kunci yang digunakan “Kontrasepsi”, “Suntik”,”faktor faktor yang berhubungan”, “umur”, pendidikan”, “pengetahuan”, “dukungan suami”. Didapatkan 10 jurnal yang cocok dengan kata kunci (10 jurnal nasional). Hasil penelitian faktor faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik adalah pengetahuan, umur, pendidikan dan dukungan suami Kesimpulan ada hubungan antara pengetahuan, umur, pendidikan dan dukungan suami. Saran bagi akseptor KB lebih giat dan aktif dalam mengikuti penyuluhan dan mencari informasi tentang kontrasepsi agar, pengetahuan akseptor KB lebih baik lagi

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Dismenorea Dengan Penanganan Dismenorea pada Remaja Putri

    Get PDF
    Peristiwa paling penting pada masa pubertas remaja putri adalah gejala menstruasi atau haid yang menjadi pertanda biologi dari kematangan seksual, umumnya wanita merasakan keluhan berupa nyeri atau kram perut menjelang haid yang dapat berlangsung hingga 2-3 hari, dimulai sehari sebelum mulai haid. Dismenorea dapat menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar pada siswa disekolah bahkan jika tidak ditangani sesegara mungkin maka dapat mengakibatkan sakit kepala, kelainan organ reproduksi, kehamilan ektopik, serta tumor ovarium. Di Indonesia, angka kejadian dismenorea sekitar 45-95% terjadi di kalangan wanita usia produktif, serta diantaranya sekitar 90% di alami oleh remaja berusia kurang dari 19 tahun. Sedangkan prevalensi dismenorea di DIY terdapat sebanyak 55% perempuan berusia 15-18 tahun. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dismenorea dengan penanganan dismenorea pada pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Literature review dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan hubungan tingkat pengetahuan dismenorea dengan penanganan dismenorea pada remaja putri dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Berdasarkan hasil literature review dari 10 jurnal diketahui bahwasannya ada hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang dismenorea terhadap penanganan dismenorea. Hal ini dibuktikan dari nilai p-value dari setiap penelitian bahwa sebagian besar terkait pengetahuan dan penanganan dismenorea adalah kurang dari 0,05. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan dismenorea dengan penanganan dismenorea pada remaja putri. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada remaja putri terkait nyeri saat menstruasi sebagai upaya pencegahan dan penanganan dismenorea

    HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PREMENSTRUASI SINDROM PADA REMAJA PUTRI

    Get PDF
    Premenstrual Sindrom (PMS) merupakan kondisi kompleks dan tidak mudah dimengerti yang terdiri atas satu atau lebih dari sejumlah gejala fisik dan psikologis yang dimulai pada fase luteal dari siklus diantaranya pembengkakan perut, rasa penuh dalam panggul, edema padaekstermitas bawah, nyeri payudara dan penambahan berat badan.Perubahan tingkah laku atau emosi, sakit kepala, kelelahan dan sakit pinggang. Berdasarkan laporan WHO (World Health Organization), sindrom premenstruasi memiliki prevalensi lebih tinggi di negara-negara asia dibandingkan dengan negara-negara barat. Hasil penelitian Middle East Fertility Society di Mesir perempuan usia 12-25 tahun mengalami gejala sindrom premenstruasi sekitar 86,3%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan premenstruasi sindrom pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif ,seperti artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain google scholar. Berdasarkan beberapan literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait hubungan tingkat stress dengan premenstruasi sindrom. Diketahui bahwasannya ada hubungan antara tingkat stress dengan premenstruasi sindrom. hasil pvalue = 0,036 < dari 0,05 maka ada hubungan yang bermakna antara stres dengan PMS dengan OR = 4,024 artinya orang yang stres akan mengalami PMS 4 kali lebih besar dari pada orang yang tidak stres. Faktor stres akan memperberat gangguan premenstruasi sindrom, namun pengelolaan stres yang baik dapat mengurangi bahkan mengatasi meningkatnya kejadian sindrom prementruasi

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇