DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
SYSTEMATIC REVIEW: GAMBARAN DAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE-2 PADA REMAJA PEREMPUAN
Latar Belakang: Gaya hidup di zaman sekarang menunjukkan ketidak
cukupan asupan zat gizi para remaja, mereka sering melewatkan dan
melupakan jam makan, serta mereka lebih senang mengkonsumsi makanan
di luar rumah seperti halnya makanan dan minuman dengan menggunakan
bahan dasar gula secara berlebihan (tidak sesuai takaran), mengakibatkan
makanan/minuman tersebut memiliki kalori tinggi. Kalori tersebut yang
dapat mengakibatkan penyakit diabetes melitus dan memperparah
diagnosis menjadi diabetes melitus tipe-2. Tujuan Penelitian: Penelitian
dilakukan untuk mengetahui gambaran dan faktor resiko diabetes melitus
tipe-2 pada remaja perempuan. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan
secara systematic review dengan mengumpulkan jurnal-jurnal
menggunakan sistem pencarian PICO (P untuk patient, population,
problem), I (untuk intervention, prognostic factor, exposure), C
(comparison atau intervention) dan O (untuk outcome) pada aplikasi
pencarian Google Scholar. Hasil Penelitian: Terdapat beberapa gambaran,
faktor resiko, penyebab penyakit diabetes melitus tipe-2. Simpulan:
gambaran penyakit diabetes melitus tipe-2 adalah dengan melakukan
pemeriksaan glukosa darah puasa, sewaktu, 2 jam post prandial, Body
Mass Index (BMI), waist circumference (central obesity), dan Indeks
Massa Tubuh (IMT). Faktor resiko penyakit diabetes melitus tipe-2 yaitu
genetika (riwayat DM keluarga/ keturunan), lingkungan, dan perilaku pola
hidup tidak sehat (merokok, minuman beralkohol, mengonsumsi daging
merah olahan, mengonsumsi makanan dan minuman Sugar Sweetened
Beverages (SSB), dan telur). Pencegahan dengan melakukan gaya hidup
modifikasi, kontrol diet, dan kontrol kelebihan berat badan (obesitas).
Saran: Penelitian harap dapat dikembangkan peneliti lain dan langsung
dilakukan pemeriksaan serta menemukan remaja perempuan yang
terdiagnosis diabetes melitus tipe-2
Hubungan Peran Keluarga dengan Sikap Remaja Putri tentang Pernikahan Dini di SMK YPKK 2 Sleman
Latar Belakang: Indonesia termasuk negara ke 37 dengan presentase pernikahan
usia muda tertinggi kedua di ASEAN.Pernikahan dini terjadi karena adanya faktorfaktor
yang mempengaruhi sikap remaja putri. Salah satu alasan remaja putri
melakukan pernikahan dini karena untuk meringankan beban orang tuanya. Orang
tua atau keluarga sangat berperan penting dalam menentukan permasalahan
pernikahan dini pada anak remaja.
Tujuan: Mengetahui hubungan peran keluarga terhadap sikap remaja putri tentang
pernikahan dini.
Metodologi: Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan
correlational. Pendekatan waktu menggunakancross-sectional. Teknik pengambilan
sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Jumlah responden yang
diambil sebanyak 67 siswi.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menggunakan Kendall Tau dengan nilai
koefisien korelasi (Ʈ) = 0,255 dan signifikan (p) = 0,038< 0,05. Hasil tersebut
menunjukan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara peran
keluarga dan sikap remaja putri.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan peran keluarga dengan sikap remaja putri
tentang pernikahan dini. Diharapkan remaja dapat meningkatkan pendidikan agar
mengurangi kejadian pernikahan dini
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT DISMENORE PADA SISWI KELAS XII SMK NEGERI 2 GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA
Latar belakang: Salah satu gangguan menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja perempuan adalah dismenore. Dampak dari dismenore dapat berupa gangguan pada kehidupan sehari-hari yang menyebabkan absen sekolah dan kurang konsetrasi karena menyebabkan seseorang menjadi lemas dan tidak bertenaga. Faktor yang mempengaruhi dismenore salah satunya yaitu aktivitas fisik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat dismenore pada siswi kelas XII SMK Negeri 2 Godean.
Metode penelitian: Desain penelitian deksriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian adalah siswi kelas XII yang mengalami dismenore dengan sampel 51 responden, dengan variabel bebas aktivitas fisik dan variabel terikat tingkat dismenore. Pengambilan data menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescence (PAQ-A) dan kuesioner Dismenore. Data dianalisis dengan menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa Aktivitas Fisik dengan kategori rendah sebanyak 25 responden (49,0%), sedangkan Tingkat Dismenore dengan kategori pada tingkat sedang sebanyak 24 responden (47,1%). Hasil analisis Kendall Tau didapatkan nilai p.value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar -0,616 menunjukkan keeratan hubungan kuat.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antaraaktivitas fisik dengan tingkat dismenore pada siswi kelas XII SMK Negeri 2 Godean. Saran: Disarankan siswi yang mengalami dismenore dapat lebih mengatur waktu dalam hal aktivitas di sekolah, mengikuti kegiatan disekolah secara aktif dan melakukan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, minum air minimal 8 gelas sehari, makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup
TERAPI RELAKSAASI OTOT PROGRESIF DALAM PENATALAKSANAAN INSOMNIA PADA PASIEN HEMODIALISIS: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu masalah penyakit yang penting dimana fungsi dari ginjal tersebut mengalami penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) kurang dari 60 mL/min/1,73 m3 (Laily, Juanita, & Siregar, 2015). Oleh karena itu diperlukan terapi Hemodialisis (HD) untuk membantu fungsi ginjal tersebut. HD adalah proses pembersihan darah dari zat sampah metabolisme melalui proses penyaringan di luar tubuh menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialysis. Hemodialisis tidak dapat menggantikan peran ginjal dalam fungsi metabolisme, sehingga akan tetap mengalami komplikasi salah satunya Insomnia. Insomnia adalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan tubuh secara kualitas maupun kuantitas. Penanganan menggunakan terapi relaksasi otot progresif adalah teknik relaksasi yang memfokuskan otot-otot agar rileks sehingga dapat mengurangi nyeri akibat ketegangan, kondisi mental membaik, mengurangi kecemasan, aktifitas parasimpatis meningkat, tekanan darah menurun, sehingga dapat menurunkan tingkat insomnia. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hasil penelitian yang membahas tentang pengaruh terapi relaksasi otot progresif dalam penatalaksanaan insomnia pada pasien Hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran di internet menggunakan database Google Schoolar, PubMed, dan Science Direct dengan kata kunci progressive muscle relaxation, insomnia, hemodialysis dengan rentang waktu 2016-2020. Hasil: Hasil dari pencarian peneliti menemukan 242 jurnal ditemukan, kemudian di sreening dan diperoleh 3 jurnal yang sesuai dengan kriteria. Hasil dari jurnal tersebut menunjukkan adanya pengaruh pemberian terapi progressive muscle relaxation terhadap kualitas tidur klien hemodialisis. Simpulan: Terapi relaksasi otot progresif dapat menjadi alternative untuk mengatasi insomnia pada pasien yang menjalani hemodialisis
EFEK TERAPI ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN JANTUNG KORONER : LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan yang dimana terjadi tekanan pada pembuluh darah yang meningkat secara bertahap pada diastolik dan sistolik, peningkatan tekanan darah terjadi pada penderita jantung koroner. Aktifitas fisik merupakan pengobatan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah yang tidak normal pada klien dengan jantung
koroner sehinggga prognosis penyakit tidak cepat memburuk akibat tekanan darah yang meningkat. Latihan isometric handgrip exercise yang di lakukan pada paisen
dengan penyakit jantung kororner terbukti tidak memiliki bahaya terhadap kondisi pasien. Sehingga terapi isometric handgrip exercise bisa digunakan sebagai salah satu terapi tambahan bagi pasien jantung koroner,setidaknya terapi ini aman dan tidak membahayakan pasien. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi isometric
handgrip terhadap tekanan darah pada pasien jantung koroner. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan PICO(population, intervention, comparison, otcome), dengan database google scholar, pubmed dan sciencedirect kata kunci Isometric handgrip exercise, Tekanan darah, Jantung koroner, Blood presure, Coronary heart, Hypertension, Coronary artery disease kemudian melakukan kajian litelature menggunakan bagan Prisma. Hasil:
hasil review 4 artikel bahwa terapi isometric handgrip tidak signifikan terhadap tekanan darah, posisi duduk dan supine lebih baik trhadap respon jantung dari pada berdiri, terjadi peningkatan gelombang nadi dan augmentasi indeks, respon sel
endotel tidak mengalami perubahan saat setelah latihan, namun terapi dapat terapkan untuk ketahanan fungsi jantung dan aman dilakukan untuk terapi fisik pada pasien jantung koroner. Simpulan dan saran: Latihan isometric handgrip
terhadap tekanan darah pada pasien jantung koroner tidak mempengaruhi penurunan tekanan darah akan tetapi aman dilakukan pada pasien jantung koroner. Saran: Latihan isometric handgrip dapat diberikan untuk ketahan fungsi jantung dalam jangka waktu yang panjang, selain itu intervensi aman pada pasien dengan jantung koroner dan mudah untuk dilakukan
HUBUNGAN TINGKAT STABILITAS BAHU TERHADAP KECEPATAN REAKSI MENGGENGGAM PADA REMAJA DENGAN METODE: NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Kecepatan reaksi merupakan salah satu unsur dari kebugaran
jasmani. Kecepatan reaksi sendiri dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya
yaitu kekuatan otot. Sedangkan tingkat stabilitas bahu juga membutuhkan kekuatan
otot pada bahu. Belum terdapat penelitian yang melakukan review terkait artikel
yang membahas tentang hubungan tingkat stabilitas bahu terhadap kecepatan reaksi
menggeggam. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat stabilitas
bahu dengan kecepatan reaksi menggenggam pada remaja. Metode: Metode yang
digunakan terdiri dari lima tahapan yaitu mengidentifikasi pertanyaan narrative
review dengan framework PEOS mengidentifikasi artikel menggunakan databased
yaitu, Science Direct, Pubmed dan greyliterature (Google Schoolar) dengan
menggunakan kata kunci yang telah ditentukan, kemudian menyusun, meringkas,
dan melaporkan hasil. Hasil: Pencarian di database yang sesuai dengan judul dan 10
artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil keseluruhan dari 10 artikel bahwa
terdapat hubungan tingkat stabilitas bahu dengan kecepatan reaksi menggenggam
pada remaja. Kesimpulan: Stabilitas bahu dipengaruhi oleh kekuatan otot di daerah
bahu. Sedangkan kecepatan reaksi menggenggam juga memerlukan kekuatan otot,
apabila otot di daerah bahu mengalami kelemahan maka akan berpengaruh terhadap
reaksi kecepatan menggenggam
HUBUNGAN SEDENTARY LIFESTYLE TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA: NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok yang berisiko mengalami penurunan
kemampuan kognitif, sehingga membutuhkan pemahaman yang lebih baik untuk
mempromosikan penuaan kognitif yang sehat. Semakin tua usia, melemahkan
perilaku sedentary dan juga mengontrol aktivitas fisik. Hobi yang berisiko dapat
menyebabkan seseorang melakukan sedentary lifestyle seperti berbaring selama
berjam-jam di depan layar monitor. Pekerjaan dimudahkan dengan mesin sehingga
mengurangi aktivitas fisik dan meningkatkan gaya hidup seseorang yang sedentary
yang sedikit diketahui tentang dampak psikologis, terutama dalam fungsi kognitif.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sedentary lifestyle terhadap fungsi kognitif
pada lansia. Metode: Narrative Review dengan framework PEOs (Population,
Exposure, Outcomes, Study design). Penelusuran dilakukan melalui PubMed dan
Google Scholar dengan kata kunci, menggunakan PRISMA Flowchart. Hasil: Hasil
keseluruhan dari 326 jurnal yang teridentifikasi, terdapat 11 jurnal yang sesuai
dengan kriteria inklusi dan menunjukkan bahwa sedentary lifestyle berhubungan
dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia. Kesimpulan: Ada hubungan
sedentary lifestyle dengan fungsi kognitif pada lansia. Semakin rutin melakukan
Aktifitas fisik secara berkala, dapat meningkatkan kinerja fungsi kognitif untuk lebih
baik, karena akftifitas fisik juga dapat membantu dan mempertahankan aliran darah
serta mengantarkan nutrisi ke otak secara optimal
FUNGSI KELUARGA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MENJALANKAN PERAN PADA IBU USIA REMAJA:LITERATURE REVIEW
Latar Belakang : Pernikahan usia remaja menimbulkan dampak yang merugikan
untuk calon ibu, baik fisik maupun psikologis. Secara mental remaja belum siap
menghadapi perubahan peran dan menghadapi masalah rumah tangga. Mereka mau
tidak mau harus menghadapi perubahan peran menjadi seorang ibu. Ibu usia remaja
memiliki kepercayaan diri yang rendah untuk menjadi seorang ibu dan mengasuh anak.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri ibu adalah peran keluarga dan
fungsi keluarga.
Tujuan : Penelitian literatur review ini bertujuan untuk mengkaji ulang literatur dan
menyimpulkan literatur terdahulu terkait dengan fungsi keluarga dengan kepercayaan
diri ibu menjalankan peran pada ibu usia remaja, serta menemukan gap pada penelitian
sebelumnya untuk dasar penelitian empiris selanjutnya.
Metode : Literature review dengan menggunakan artikel yang relevan, terpublikasi di
data base Google scholar, Pubmed, Researchgate yang diterbitkan antara Januari 2016
sampai 2020.
Hasil : Dari 502 artikel awal yang teridentifikasi, penelitian ini menganalisis 6 artikel
relevan yang memenuhi kriteria inklusi.
Simpulan dan Saran : Fungsi keluarga dan kepercayaan diri ibu usia remaja dapat
disimpulkan bahwa fungsi keluarga yang berjalan baik akan dapat mendukung
kepercayaan diri ibu usia muda dalam menjalankan perannya sebagai ibu. Dari hasil
review 6 artikel disebutkan bahwa terdapat 2 fungsi keluarga yang masih kurang dan
belum berjalan dengan baik sehingga menjadi permasalahan yaitu fungsi ekonomi
dikarenakan belum ada penghasilan yang tetap dan fungsi sosialisasi pendidikan
karena kurangnya penanaman nilai-nilai norma yang berlaku di masyarakat serta
pendidikan yang kurang. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan
referensi bagi peneliti selanjutnya
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP BERDASARKAN LAMA MENDERITA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Kanker payudara adalah salah satu masalah kesehatan dengan
prevalensi tinggi yang mengakibatkan kematian. Lama menderita suatu penyakit
dapat mempengaruhi aspek kehidupan termasuk kualitas hidup karena pasien
mengalami masalah fisik, psikososial, spiritual, dan masalah lainnya.
Tujuan: Mengetahui kualitas hidup berdasarkan lama menderita pada pasien kanker
payudara di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian studi komparatif, pendekatan waktu Cross Sectional.
Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Data lama menderita didapatkan
dari hasil pemeriksaan patologi anatomi, pengukuran kualitas hidup dilakukan
dengan kuesioner EORTC QLQ C30. Analisis statistik menggunakan uji mann
withney.
Hasil: Jumlah sampel 31 orang. Terdapat perbedaan kualitas hidup berdasarkan lama
menderita p (0,002). Pasien dengan lama menderita ≤ 1 tahun paling banyak
memiliki kualitas hidup yang kurang sebanyak 15 responden (75%), sedangkan
pasien dengan lama menderita > 1 tahun paling banyak memiliki kualitas hidup yang
baik sebanyak 8 responden (72,7%)
Simpulan dan Saran: Terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup
berdasarkan lama menderita pasien kanker payudara di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta. Diharapkan responden mendapatkan informasi tentang kualitas hidup
sebagai upaya meningkatkan dan mempertahankan kualitas hidupnya
SIKAP PENGASUHAN PADA IBU USIA REMAJA: LITERATUR REVIEW
Latar Belakang: Peran ibu dalam pengasuhan sangat penting dalam pertumbuhan
dan perkembangan anak. Salah satu dampak dari pengasuhan yang tidak baik yaitu
hubungan tidak hangat dengan anak dan kontrol komunikasi yang rendah. Sikap
pengasuhan yang positif harus dimiliki dan dibutuhkan oleh para ibu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang literatur dan menyimpulkan
literatur terdahulu terkait dengan sikap pengasuhan pada ibu usia remaja, serta
menemukan gap pada penelitian sebelumnya untuk dasar penelitian empiris
selanjutnya.
Metode: Literatur review dengan menggunakan artikel penelitian terpublikasi di
internet melalui database Google-scholar dan PubMed yang dipublikasikan antara
tahun 2016 sampai 2020.
Hasil: Artikel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi yaitu empat artikel
tentang sikap pengasuhan pada ibu usia remaja.
Simpulan dan Saran: Sikap pengasuhan pada ibu usia remaja dapat disimpulkan
bahwa sikap pengasuhan pada ibu usia remaja dalam aspek pengasuhan anak, ibu
usia remaja masih harus dibimbing dikarenakan belum siap menjadi seorang ibu.
Perlunya program edukasi komprehensif bagi ibu remajadalam kesiapan pengasuhan
anak. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan referensi bagi
peneliti selanjutnya