DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG HAIS DENGAN PENCEGAHAN KEJADIAN NEEDLE STICK INJURY PADA MAHASISWA PROFESI NERS UNISA
Latar belakang: Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan infeksi pada
pasien dirumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lain yang belum tampak atau
tidak sedang masa inkubasi pada saat pasien pertama kali masuk selama 48 jam.
HAIs dapat teratasi jika tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang baik, dengan
adanya pengetahuan yang baik dari tenaga kesehatan, maka angka kecelakaan kerja
yang tidak diharapkan akan menurun serta menekan angka kejadian needle stick
injury itu sendiri.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang HAIs dengan
pencegahan terhadap kejadian needle stick injury pada mahasiswa profesi ners Unisa
Metodogologi: Metode Penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan
correlational. Pendekatan waktu dengan menggunakan cross-sectional. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah responden sebanyak 63
responden. Uji statistic menggunakan Kendall tau.
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menggunakan Kendall tau dengan nilai
koefisiensi korelasi ( ) = 0,175 dan signifikan ( ) 0,175 > 0,05. Hasil tersebut
menunjukan bahwa secara statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang
HAIs dengan pencegahan needle stick injury.
Simpulan dan Saran: Tidak ada hubungan pengetahuan tentang HAIs dengan
pencegahan kejadian needle stick injury pada mahasiwa profesi ners Unisa.
Disarankan kepada mahasiswa profesi ners Unisa selalu menggunakan alat pelindung
diri ketika melak ,ukan tindakan keperawatan baik yang beresiko maupun yang tidak
bersiko, hal ini untuk meminimalisir terjadinya HAIs dan needle stick injury
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SELF-CARE MANAGEMENT PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA DUSUN DOWANGAN BANYURADEN GAMPING SLEMAN YOGYAKARTA
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami oleh lanjut usia. Sebanyak 1 dari 4 lansia mengalami hipertensi. Pada usia diatas 60 tahun angka kejadian hipertensi sebesar 50-60% dengan tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Tekanan darah yang mengalami kenaikan disebabkan dari salah satu faktornya adalah stres. Stres yang bersifat negatif dapat mengakibatkan kesejahteraan emosionalnya terancam. Self-care management hipertensi merupakan usaha penanganan hipertensi agar mencegah terjadinya komplikasi.
Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dengan self-care management pada lansia hipertensi.
Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan rancangan correlational. Pendekatan waktu dengan menggunakan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, jumlah responden sebanyak 41 orang. Uji statistik menggunakan Kendall tau. Instrumen penelitian untuk variabel tingkat stres menggunakan The Perceived Stres Scale (PSS-10), sedangkan untuk self-care management menggunakan Hypertension Self Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ).
Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi (τ) = -0,685 dan signifikan (p) = 0,000 < 0,05. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan self-care management, dengan keeratan hubungan yang kuat dan hubungan bersifat negatif.
Simpulan dan Saran: Ada hubungan tingkat stres dengan self-care management pada lansia dengan hipertensi. Diharapkan lansia hipertensi dapat memanajemen stres yang dialami agar tidak terjadi tingkat stres yang berat sehingga self-care management hipertensi dapat optima
PENGARUH EDUKASI DM PADA KELUARGA TERHADAP PENGETAHUAN CARA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN DM TIPE 2 DI DESA PUTAT, PATUK, GUNUNGKIDUL
Latar Belakang: Kejadian PTM secara nasional telah menduduki sepuluh besar penyakit
penyebab kematian, kasus terbanyak yang diantaranya adalah penyakit Diabetes Melitus (DM).
Salah satu penanganan DM adalah melakukan perawatan diri. Keluarga dapat menjadi pengingat
dan pemberi dukungan materiil maupun non-materiil bagi pasien dalam menjalankan perawatan
DM.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh edukasi DM pada keluarga terhadap
pengetahuan cara merawat anggota keluarga dengan DM tipe 2 di Desa Putat, Patuk,
Gunungkidul.
Metode Penelitian: kuantitatif dengan jenis penelitian adalah quasi-experiment. Adapun
rancangan penelitian pada penelitian ini menggunakaan one group pretest-posttest.
Hasil: Hasil analisis data dari positive ranks 14 data positif (N) yang artinya ke-14 responden
mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi DM tipe 2 dari nilai pretest ke
posttest. Hasil Mean Ranks adalah 8,36 sedangkan jumlah Sum of Ranks 117,02. Berdasarkan
analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs diperoleh p-value 0,001 (< 0,05).
Simpulan dan Saran: Terdapat pengaruh edukasi DM yang signifikan terhadap pengetahuan
cara merawat anggota keluarga dengan DM Tipe 2 di Desa Putat, Patuk, Gunungkidul. Keluarga
diharapkan dapat menerapkan pengetahuan terkait cara merawat anggota keluarga dengan DM
sebagai upaya pencegahan komplikasi DM
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar Belakang: Pendokumentasian merupakan salah satu kegiatan pencatatan, pelaporan atau merekam suatu kejadian serta aktivitas yang dilakukan dalam bentuk pemberian pelayanan yang di anggap penting dan berharga. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pendokumentasian adalah motivasi, sikap, pengetahuan, pendidikan dan beban kerja.
Tujuan Penelitan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengruhi kepatuhan asuhan keperawatan pengetahuan, sikap dan motivasi perawat di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, Sampel diambil dengan teknik kuota sampling yaitu 60 perawat yang berumur 25 tahun keatas yang masih aktif di ruang rawat inap RS PKU Muhammadyah Yogyakarta.
Hasil Penelitain: Hasil analisi penelitian menunjukan tingkat kepatuhan perawat terkait pendokumentasian keperawatan mencapai 87,4% (kategori cukup baik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan perawat terdapat dari pengetahuan (58,3%), motivasi (63,3%). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya penerapan asuhan keperawatan telah dilaksankan dengan baik. Namun demikian harus tetap diperhatikan dalam unsur peningkatan sumber daya manusianya melalui peningkatan jenjang pendidikan formal keperawatan, peningkatan keterampilan serta pembagian tugas/beban kerja yang baik.
Simpulan dan Saran: Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan asuhan keperawatan yaitu pengetahuan, sikap dan motivasi perawat di Ruang Rawat Inap RS PKU Muhmmadiyah Yogyakarta. Penelitian ini di harapkan perawat semakin meningkatkan kelengkapan dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Study Literatue Review:Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Produksi Asi Pada Ibu Nifas
Seorang ibu sering mengalami masalah dalam pemberian ASI ekslusif, salah satu kendala
utamanya yakni produksi ASI yang tidak lancar. Produksi ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor,
baik yang langsung misalnya, prilaku menyusui, psikologis ibu, fisikologis ibu, ataupun yang
tidak langsung misalnya, sosial kultural dan bayi ASI ekslusif merupakan salah satu program
yang cukup sulit dikembangkan karena berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial di
masyarakat. Cakupan bayi mendapatkan ASI ekslusif di Indonesia tahun 2018 sebesar 61,33%
dengan target renstra sebesar 44 %. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI ekslusif
terdapat pada Nusa Tenggara Barat 87,35%, sedangkan persentase terendah terdapat pada papua
15,32% dan persentase D.I. Yogyakarta 61,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor
– faktor yang berhubungan dengan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan
metode literature review. Populasi dalam peneltian ini adalah seluruh ibu melahirkan. Literature
riview ini menggunakan jurnal yang berkaitan dengan faktor –faktor yang berhubungan dengan
produksi asi ibu nifas dengan maksimal 10 tahun terakhir. Berdasarkan literature review dari 10
jurnal ada pengaruh dari faktor – faktor tersebut, rata – rata ibu yang mengalami produksi ASI
tidak lancar disebabkan dari faktor – faktor tersebut. Literature review ini menunjukkan ada
hubungan antara faktor – faktor yang mempengaruhi produksi ASI dengan ibu produksi ASI
sedikit. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui tentang faktor
yang berhubungan dengan produksi ASI, serta melakukan evaluasi atas penyuluhan yang telah
diberikan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap produksi ASI yang kurang
SYSTEMATIC REVIEW: UJI DIAGNOSTIK TUBEX DAN TYPHIDOT DIBANDINGKAN DENGAN KULTUR DARAH SEBAGAI BAKU EMAS PEMERIKSAAN DEMAM TYPHOID
Latar Belakang: Demam typhoid adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan
oleh bakteri Salmonella typhi. Pemeriksaan Tubex dan Typhidot merupakan
pemeriksaan serologis yang memiliki keunggulan dalam mendiagnosis penyakit
demam typhoid dibandingkan dengan uji lain karena pemeriksaan tersebut cepat,
mudah dilakukan dan terjangkau harganya untuk negara berkembang dengan
sensitivitas dan spesifisitas yang cukup baik. Kultur darah merupakan pemeriksaan
yang telah ditetapkan sebagai baku emas untuk diagnosis demam typhoid.
Tujuan: Menilai efektivitas pemeriksaan Tubex dan Typhidot dibandingkan
dengan kultur darah sebagai baku emas pemeriksaan diagnosis demam typhoid.
Metode Penelitian: Ulasan dilakukan pada dua database yaitu PubMed dan
Google Scholar. Jurnal publikasi tahun 2010-2020 yang melakukan penelitian
tentang efektivitas pemeriksaan Tubex dan Typhidot dengan kultur darah sebagai
baku emas pemeriksaannya.
Hasil Penelitian: Hasil penelusuran literatur diperoleh 11 jurnal yang terdapat nilai
sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif (NPP) dan nilai prediksi negatif
(NPN) pemeriksaan Tubex dan Typhidot. Data dari 11 jurnal tersebut diolah dan
didapatkan nilai sensitivitas, spesifisitas, NPP dan NPN Tubex adalah 77,8%; 92%;
59,7% dan 92,6%. Sedangkan nilai sensitivitas, spesifisitas, NPP dan NPN
Typhidot adalah 91,5%; 72,9%; 64,1% dan 88,8%.
Simpulan: Pemeriksaan Tubex dan Typhidot memiliki sensitivitas, spesifisitas,
nilai prediksi positif dan nilai prediksi negatif yang cukup baik apabila
dibandingkan dengan kultur darah sebagai baku emas pemeriksaan demam typhoid.
Pemeriksaan Tubex lebih baik dalam spesifisitasnya, sedangkan pemeriksaan
Typhidot lebih baik dalam sensitivitasnya.
Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas metode Tubex
dan Typhidot dibandingkan dengan PCR sebagai baku emas pemeriksaannya
SYSTEMATIC REVIEW: GAMBARAN EFEKTIVITAS SPIRULINA (Spirulina platensis) TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR ALPHA (TNF-α) PADA INFLAMASI
Latar belakang: Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap
rangsangan berbahaya, seperti patogen, senyawa beracun, atau iradiasi. Selama
inflamasi dalam tubuh terdapat Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-α) yang
berperan dalam mengatur aktivitas makrofag dan respon imun. Sistem imun yang
mengalami mutasi menyebabkan inflamasi meningkat. Penggunaan
immunomodulator yang berasal dari alam diharapkan dapat menurunkan kondisi
inflamasi. Spirulina platensis dikenal sebagai sumber nutrisi bagi manusia karena
kandungan protein, karbohidrat, vitamin dan mineralnya yang tinggi. Selain itu
juga diketahui memiliki beberapa sifat farmakologis salah satunya yang paling
menonjol adalah khasiatnya dalam melawan inflamasi. Tujuan: Melihat pengaruh
Spirulina Platensis sebagai immunomodulator sehingga mampu menurunkan
kadar TNF-α. Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian Systematic
review. Hasil pencarian literatur didapatkan pada Google Scholar, Pubmed, dan
Sciense Direct yang dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Pencarian literatur
mengacu pada pola pencarian PICO (Populasi / Pasien, Intervensi, Perbandingan,
Hasil). Hasil: Hasil penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang terdapat nilai
efektifitas Spirulina platensis. Hasil terbaik menunjukan terjadinya penurunan
kadar TNF-α sebesar 41,10% dan 22,89% dengan dosis 250 mg/kg dan 500 mg/kg,
persentase penghambatan inflamasi tertinggi masing-masing pada inflamasi akut
dan kronis. Hal tersebut membuktikan bahwa Spirulina platensis dapat digunakan
sebagai immunostimulator pada inflamasi. Simpulan: Penurunan kadar pada
TNF- α sebesar 41,10% dengan dosis paling tinggi 500 mg/kg. Perbedaan kadar
pada hasil dapat dipengaruhi oleh pemberian dosis, waktu, dan perlakuan yang
bervariasi. Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh
pemberian Spirulina platensis dengan dosis yang bervariasi
SYSTEMATIC REVIEW: ANALISIS FAKTOR�FAKTOR RISIKO YANG MEMENGARUHI KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR
Latar Belakang: Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis (penyakit yang
secara alami dapat menular dari hewan ke manusia) paling luas tersebar di seluruh
dunia terutama di negara-negara tropis termasuk Indonesia. Jumlah data kasus
Leptospirosis di beberapa wilayah di Indonesia menunjukkan kenaikan setiap
tahunnya, hingga dinyatakan KLB di beberapa wilayah. Tujuan: Menganalisis
faktor-faktor risiko yang memengaruhi kejadian kasus Leptospirosis di Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Metode: Systematic Review dengan pencarian sumber
literatur pada tiga basis data yaitu Google Scholar, PubMed dan DOAJ. Hasil:
Hasil analisis penelusuran literatur diperoleh 10 jurnal yang menunjukkan adanya
hubungan faktor risiko keberadaan tikus, jenis pekerjaan, penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD), keberadaan genangan air serta kondisi/kebersihan rumah
dengan adanya kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu,
faktor risiko yang paling memengaruhi kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah
dan Jawa Timur yaitu faktor keberadaan tikus. Kesimpulan: Faktor-faktor risiko
yang berpengaruh terhadap kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah dan Jawa
Timur yaitu keberadaan tikus (OR = 6,107 dan 10,545), jenis pekerjaan (OR =
6,317 dan 2,67), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) (OR = 3,66 dan 7,50),
keberadaan genangan air disekitar rumah (OR = 4,1 dan 22) dan kondisi/
kebersihan rumah (OR = 6,882) dengan dibuktikan hasil nilai p < 0,05. Faktor
risiko yang paling memengaruhi kejadian Leptospirosis di Jawa Tengah dan Jawa
Timur adalah faktor keberadaan/kontak dengan tikus di rumah maupun di sekitar
rumah. Saran: Perlu dilakukan penelitian selanjutnya yang lebih mendalam
dengan variabel faktor risiko yang lebih beragam serta daerah penelitian yang
lebih luas
PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DI UMKM KABUPATEN SLEMAN
Permasalahan yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM adalahdalam memanfaatkan penggunaan informasi akuntansi. Ketidakmampuan dalampraktik akuntansi merupakan faktor utama yang menimbulkan permasalahan danmemicu kegagalan UMKM dalam pengembangan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia dan penerapan sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode asosiatif.Subjek penelitian ini adalah pelaku UMKM sektor fashion di Kabupaten Yogyakarta sebanyak 100 karyawan bagian keuangan yang berasal dari 57 UMKM di Kabupaten Sleman.Metodepengambilan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan di UMKM. Hal ini dibuktikan nilai T hitung > T tabel (2,160 > 1,984), dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,033 T tabel (2,222 > 1,984), dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,029> 0,05), (3) Kompetensi sumber daya manusia dan sistem informasi akuntansi secara bersamaan terdapat pengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan di UMKM. Hal ini dibuktikan bahwa hasil F hitung sebesar 6,479> F table 3,09 (df1 = 2, df2 = 98, a = 0,05), dengan nilai signifikansi = 0,002< 0,05
LITERATUR REVIEW: TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP KEPALA RUANG DENGAN QUALITY OF NURSING WORK LIFE(QNWL) DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang : Quality of Nursing Work Life (QNWL) merupakan tingkat
kepuasan personal seorang perawat di rumah sakit dalam melakukan pelayanan
keperawatan. Masih kurangnya tingkat kepuasan perawat dalam melakukan
pelayanan keperawatan dalam sebuah instansi dapat melalui beberapa faktor, salah
satunya Kepemimpinan Tranformasional Leadership. Seorang pemimpin rumah sakit
dalam mempengaruhi dan mengarahkan perawat dapat menjadi salah satu faktor
perawat merasakan kepuasan dan kenyamanan di dalam lingkungan pekerjaan.
Tujuan : Mengetahui hubungan Transformational Leadership Kepala Ruang dengan
Quality Of Nursing Work Life (QNWL) di Rumah Sakit.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literatur
Review. Pencarian artikel melalui Google Scholar, Research Gate
Hasil : Berdasarkan hasil artikel yang penulis analisa didapatkan bahwa
Tranformasional Leadership berhubungan dengan Quality of Nursing Work Life
(QNWL)
Simpulan dan Saran : Kepemimpinan Transformasional mampu meningkatkan
Quality of Nursing Work Life (QNWL) yang akan meningkatkan kinerja dan
pelayanan keperwatan di rumah sakit. Untuk penulis selanjutya perlu dilakukan
review jurnal lebih banya