DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
Study Narrative Review:hubungan Diabetesmelitus Tipe II Terhadap Risiko Jatuh
Latar Belakang :Jumlah penderita diabetes melitus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Adanya kadar gula yang tinggi dalam darah menyebabkan berbagai gangguan pada sistem somatosensorik dan motorik yang dapat mengganggu sistem keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan diabetes melitus tipe 2 terhadap risiko jatuh. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Narrative Review, pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal online seperti PubMed, Google Schoolardan Science Direct kriteria inkulusi dalam penelitian ini full text tentang diabetes melitus tipe 2 dan risiko jatuh, diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan metode yang digunakan adalan Study Cross Sectionaldan Study Cohort.Hasil : Hasil review11jurnal bahwa terdapat hubungan diabetes melitus tipe 2 terhadap risiko jatuh. Hubungan ini tergambar dalam beberapa hal, diantaranya terjadi gangguan keseimbangan, gangguan pada sistem kognitif, yang dipengaruhi oleh hipoglikemia, adanya komplikasi berupa neuropati dan retinopati serta dipengaruhioleh faktor risiko lainya seperti usia, jenis kelamin dan penggunaan obat yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada penderita diabetes melitus tipe 2.Saran :Hasil penelitian ini dapat menambah referensi terutama dalam pencegahan risiko jatuh pada pasiendiabetes melitus tipe 2
PENGARUH SELF-MYOFASCIAL RELEASE PADA OTOT SUBOCCIPITAL DAN PLANTAR FASCIA TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA DEWASA DAN LANSIA: METODE NARRATIVE REVIEW
Latar belakang: Semakin bertambahnya usia manusia, akan terjadi perubahan-
perubahan terhadap kondisi fisik dan psikis. Baik dewasa maupun lansia sering kali
mengalami penurunan kemampuan fungsional, salah satunya adalah fleksibilitas.
Fleksibilitas adalah salah satu kemampuan fungsional yang sangat vital. Penurunan
fleksibilitas dapat mengakibatkan berbagai masalah. Untuk mengatasi masalah tersebut
terdapat intervensi yang mudah dilakukan yaitu SMFR pada otot suboccipital dan
plantar fascia. Tujuan: Mengetahui pengaruh SMFR pada otot suboccipital dan plantar
fascia terhadap fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia. Metode Penelitian:
Metode penelitian ini adalah narrative review. Pencarian jurnal dilakukan di portal
jurnal online Google Scholar didapatkan 4 artikel, PubMed 9 artikel, PEDro 1 artikel
dan Wiley 1 artikel. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal penelitian full text
tentang fleksibilitas, intervensi SMFR pada otot suboccipital dan plantar fascia terhadap
fleksibilitas otot hamstring pada dewasa dan lansia, jurnal dalam berbagai bahasa
dengan responden dewasa maupun lansia, diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Hasil
penelusuran jurnal didapatkan sebanyak 15 jurnal yang akan dilakukan review. Hasil
Penelitian: Hasil review didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi fleksibilitas
adalah struktur sendi dan jaringan tubuh, usia, jenis kelamin, dll. Terdapat 5 jurnal
dengan intervensi SMFR pada plantar fascia dan 4 jurnal pada intervensi SMFR pada
otot suboccipital yang memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan fleksibilitas
otot hamstring pada dewasa dan lansia Kesimpulan: SMFR pada otot suboccipital dan
plantar fascia mempunyai pengaruh terhadap fleksibilitas otot hamstring pada dewasa
dan lansia. Saran: Untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperhatikan kriteria inklusi
dan ekslusi serta memilah jurnal melalui critical appraisal terlebih dahulu
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENANGANAN DIARE PADA BALITA LITERATUR REVIEW
WHO dan UNICEF menjelaskan sebanyak 1,9 juta anak di bawah 5 tahun menderita
diare setiap tahunnya terutama di negara berkembang dan merupakan salah satu
penyebab kematian bayi dan balita terbesar di dunia. Insiden penyakit diare yang
berkisar antara 200-374 dalam 1.000 penduduk, dimana 60-70% diantaranya anakanak usia dibawah 5 tahun. Akibat dari penyakit diare ini dapat menyebabkan
kehilangan cairan sehingga menyebabkan kemaitan jika tidak ditangani dengan cepat
dan tepat. Pengetahuan dan perilaku ibu dalam menangani diare pada balita adalah
suatu tindakan atau respon ibu terhadap balita yang sedang terkena diare dalam
melakukan penanganan atau pertolongan pada balita berdasarkan pengetahuan yang
dimiliki. Faktor utama penyebab kejadian diare adalah faktor infeksi dan faktor
malabsorbsi, faktor selanjutnya yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang bagaimana
perilaku ibu yang seharusnya dilakukan sehingga tidak terlambat dibawa ke fasilitas
kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu
dengan perilaku penanganan diare pada balita. Metode yang digunakan dalam
literature review menggunakan strategi secara komprehensif, seperti artikel dalam
database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel
menggunakan google scholar. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata
kunci “pengetahuan, perilaku, penanganan, diare, balita” dengan jumlah artikel 10
dalam rentan waktu 10 tahun terakhir mulai dari tahun 2012-2018. Berdasarkan
beberapa literature yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait hubungan
pengetahuan ibu dengan perilaku penanganan diare pada balita. Diketahui
bahwasannya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perilaku penanganan
diare pada balita. Hal ini dibuktikan dari nilai pvalue setiap penelitian terkait
pengetahuan, perilaku, dan penanganan diare pada balita kurang dari 0,05.
Diharapkan kepada orang tua khusunya ibu untuk memiliki pengetahuan yang baik
tentang perilaku penanganan diare pada balita untuk mencegah angka kesakitan dan
kematian balita meningkat akibat diare
GAMBARAN KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB IMPLAN DAN IUD
Berdasarkan data Word Health Organization (WHO) (2017) penggunaan kontrasepsi
telah meningkat di banyak bagian dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin dan
terendah di Sub-Sahara Afrika. Secara global, pengguna kontrasepsi modern telah
meningkat tidak signifikan dari 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun
2014. Diperkirakan 225 juta perempuan di negara-negara berkembang ingin menunda
atau menghentikan kesuburan tapi tidak menggunakan metode kontrasepsi apapun
dengan alasan sebagai berikut terbatas pilihan metode kontrasepsi dan pengalaman
efek samping. Kebutuhan yang belum terpenuhi untuk kontrasepsi masih terlalu
tinggi ketidakadilan didorong oleh pertumbuhan populasiLaju pertumbuhan
ditentukan oleh kelahiran dan kematian dengan adanya perbaikan pelayanan
kesehatan menyebabkan tingkat kematian rendah,sedangkan tingkat kelahiran tetap
tinggi hal ini penyebab utama ledakan penduduk. Menekan jumlah penduduk dengan
menggalakan program Keluarga Berencana. Tujuan penelitian: untuk mengetahui
“Gambaran Karakteristik Akseptor KB Implan dan IUD berdasarkan umur,
penididkan,dukungan suami dan paritas. Metode : metode pada penelitian ini
merupakan penelitian literature review dengan menggunakan jurnal. Hasil : dari
literatur review menyatakan bahwa gambaran karakteristik akseptor KB implant dan
IUD adalah umur, pendidikan, dukungan suami dan paritas. Kesimpulan: dari 10
jurnal yang digunakan diperoleh bahwa ada katakteristik akseptor kb implant dan
IUD adalah umur, penididkan, dukungan suami dan paritas
LITERATURE REVIEW PENGARUH OLIVE OIL TERHADAP SKOR BRADEN PADA PASIEN TIRAH BARING
Latar Belakang: Prevalensi kejadian luka dekubitus di dunia mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Skala braden merupakan salah satu indikator dalam menentuan resiko terjadinya dekubitus. Perawatan integritas kulit merupakan salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan pada pasien tirah baring untuk pencegahan dekubitus. Salah metode perawatan kulit adalah menggunakan olive oil.
Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik terkait pengaruh olive oil terhadap skor braden.
Metode: Menggunakan metode Literature Review dengan pencarian pustaka dari database PubMed dan Google Scholar untuk menemukan jurnal yang akan review.
Hasil: perawatan kulit menggunakan olive oil dapat mempengaruhi skor braden dan mempengaruhi ulkus dekubitus sehingga tidak meningkat ketahap yang lebih parah. Olive oil juga mampu mencegah terjadinya luka dekubitus.
Simpulan dan Saran: Penggunaan olive oil terbukti dapat membantu penyembuhan dekubitus derajat 1. intervensi massage dapat ditambahkan pada saat pemberian olive oil sebagai langkah pencegahan terjadinya dekubitus. 15ml olive oil dapat diberikan satu kali sehari sebagai lagkah penyembuhan maupun pencegahan luka dekubitus. penelitian selanjutnya diharapkan meneliti bahan lain sebagai upaya penanganan luka dekubitus
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI NOGOTIRTO
Latar belakang: Masa remaja ditandai dengan adanya pubertas, salah satu ciri masa pubertas adalah mulai terjadinya menarche pada perempuan. Dukungan teman sebaya sangat penting diberikan kepada remaja karena pada masa pubertas remaja sering mencemaskan perubahan yang terjadi pada masa ini. Kesiapan mental sangatlah diperlukan, karena perasaan cemas dan takut akan muncul bila kurangnya pemahaman remaja putri tentang menarche. Untuk itu remaja putri perlu persiapan dalam menghadapi datangnya menarche.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan kecemasan
dalam menghadapi menarche pada anak usia sekolah di SD Negeri Nogotirto.
Metode penelitian: Desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Subjek penelitian adalah siswi kelas IV dan V yang akan mengalami menarche dengan sampel 50 responden, dengan variabel bebas dukungan teman sebaya dan variabel terikat kecemasan menarche. Pengambilan data menggunakan
kuesioner dukungan teman sebaya dan kuesioner kecemasan Hamilton Ranting Scale For Anxiety (HRS-A). Data analisis dengan menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian: Menunjukan bahwa yang mendapatkan dukungan teman sebaya dengan kategori positif sebanyak 25 responden (50%) sedangkan kecemasan dengan kategori kecemasan ringan sebanyak 14 responden (28,0%). Hasil analisis Chi Square
didapatkan nilai p.value 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,600 menunjukkan
keeratan hubungan kuat.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kecemasan dalam menghadapi menarche pada anak usia sekolah di SD Negeri Nogotirto.
Saran: Diharapkan para siswi dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan yang akan terjadi pada dirinya dan tidak perlu merasa cemas dalam menghadapi menarche, dengan mencari lebih banyak informasi tentang menarche dari
berbagai media
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KEPATUHAN PENERAPAN PEMBERIAN OBAT PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP KELAS 3 RS PKU MUHAMMDIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Keselamatan pasien (patient safety) adalah system (tatanan) pelayanan dalam satu rumah sakit (RS) yang memberikan asuhan pasien secara lebih aman (Depkes, 2008). Keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan di rumah sakit, keselamatan pasien diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat cedera medis dengan membangun dan membudayakan keselamatan pasien salah satunya yaitu memperbaiki keamanan obat-obat yang perlu diwaspadai.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruang dengan kepatuhan penerapan pemberian obat pada perawat di ruang rawat kelas 3 RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Metode: deskriptif korelasional Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, Sampel diambil dengan teknik kuota sampling yaitu 60 perawat yang bekerja di ruang rawat inap kelas 3 RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi Square.
Hasil Penelitian: hasil penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 <0,05 dengan nilai keeratan 0,424 termasuk dalam kategori keeratan kategori cukup.
Simpulan: Terdapat hubungan supervisi kepala ruang dengan kepatuhan penerapan obat pada perawat di ruang rawat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Dengan nilai keeratan 0,424 termaksud dalam kategori cukup.
Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pihak RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta agar membuat terus mengawasi dan menjaga kualitas supervisi kepala ruang agar seluruh patuh dalam penerapan obat
PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKATPENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) KELAS IX DI MTS NEGERI 3 GUNUNGKIDUL
Latar Belakang: Penanaman pemahaman kesehatan di dalam dunia pendidikan
khsusnya di masa anak di sekolah menegah pertama sangat lah penting. Pada
masa ini adalah masa pubertas yang banyak sekali tantangan dan rintangan dalam
dunia pendidikan. Salah satu bentuk kendala yang sering terjadi adalah kecelakaan
dalam proses pembelajaran disekolah baik dalam pembelajran maupun diluar
pembelajaran. Kecelakaan yang dimaksud adalah kecelakaan pada saat jam
pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan seperti terkilir, patah tulang, dan
keseleo.
Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh pelatihan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (P3K) terhadap tingkat pengetahuan Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan (P3K) kelas IX Di MTs Negeri 3 Gunungkidul .
Metode: Rancangan dalam penelitian ini menggunakan desain randomized
pretest- postest control group design yang melibatkan dua kelompok subjek, satu
diberi perlakuan eksperimental (kelompok eksperimen) dan yang lain tidak diberi
apa-apa (kelompok kontrol).
Hasil: terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok ekspermen dan
kelompok kontrol melalui besarnya mean kelompok kontrol yaitu 15,8 dan
kelompok eksperimen mean sebesar 45,8 dan menggunakan rumus A sym p. Sig
(P Value) ≤ 0,5= Ada Perbedaan Signifikan = Tolak Ho Jika Asymp. Sig (P
Value) > 0.5 = Tidak Ada Perbedaan = Gagal Tolak Ho, dan hasil analsisnya
adalah H0 di tolak dan H1 diterima.
Simpulan dan saran: Ada pengaruh yang signifikan terhadap pelatihan
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan terhadap pengetahuan Pertolongan Pertama
Pada Kecelakaan kelompok eksperimen dibanding kelompok kontrol Saran dapat
menjadi pertimbangan untuk mengadakan kegiatan penyuluhan di sekola
NARRATIVE REVIEW PERBEDAAN PEMBERIAN BRAIN GYM DAN CLAY THERAPY UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Latar Belakang : Perkembangan motorik baik halus maupun kasar merupakan
salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara
keseluruhan. Kurangnya stimulasi atau kegiatan yang bersifat fisik khususnya
motorik halus , akan membuat anak memiliki gangguan konsentrasi pada saat anak
telah duduk di sekolah dasar yang mengakibatkan anak juga akan kesulitan untuk
melakukan tugas sehari-hari secara mandiri. Ada berbagai macam modalitas
fisioterapi, yang dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak yaitu
Brain Gym dengan gerakan sederhana yang menyenangkan dan yang mampu
meningkatkan kemampuan otak dan juga Clay Therapy dapat membantu anak
supaya dapat menggerakan jari-jarinya, sehingga menjadi sebuah bentuk yang
menarik. Maka dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun
fisioterapi dapat memberikan brain gym dan clay therapy. Tujuan Penelitian: untuk
mengetahui pengaruh Brain Gym dan Clay Therapy untuk peningkatan kemampuan
motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Metode Penelitian: metode penelitian ini
adalah penelitian Narrative Review. Pencarian jurnal dilakukan di portal jurnal
online seperti Google Scholar, PubMed, dan PEDro. Hasi l penelusuran jurnal yang
didapatkan sebanyak 5 jurnal Brain Gym dan 5 jurnal Clay Therapy. Hasil: Brain
Gym lebih berpengaruh dalam meningkatkan motorik halus anak usia 4-5 tahun
denga rata-rata 16,169 sedangkan clay therapy rata-rata adalah 9,53 Kesimpulan:
ada perbedaan pengaruh pemberian Brain Gym dan Clay therapy untuk
peningkatan kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun. Saran: untuk
penelitian selanjutnya di harapkan dapat melakukan penelitian secara langsung agar
diperoleh data yang lebih relevan dan semoga dapat dijadikan salah satu intervensi
dalam meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak-anak dan juga dapat
menambah referensi bagi fisioterapi
HUBUNGAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KEPATUHAN PERAWAT MELAKSANAKAN SPO RISIKO JATUH DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Latar belakang: Kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO risiko jatuh merupakan
aspek penting dalam upaya untuk meningkatkan keselamatan pasien. Salah satu faktor yang
mempengaruhi kepatuhan perawat adalah supervisi kepala ruang.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara supervisi kepala ruang dengan kepatuhan
perawat melaksanakan SPO risiko jatuh.
Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan analitik
korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional. Instrument yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuesioner supervisi kepala ruang dan kepatuhan perawat. Jumlah
sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden. Analisis data menggunakan Kendall
tau.
Hasil: Hasil penelitian terhadap supervisi kepala ruang di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta sebagian besar kategori cukup sebanyak 43 perawat (71,7%) dan kepatuhan
perawat melaksanakan SPO risiko jatuh sebagian besar kategori patuh sebanyak 25 perawat
(41,7%). Hasil perhitungan statistik menggunakan uji kendall tau diperoleh nilai p (0,000)
<0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara supervisi kepala ruang dengan
kepatuhan perawat melaksanakan SPO risiko jatuh di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Simpulan: Terdapat hubungan antara supervisi kepala ruang dengan kepatuhan perawat
melaksanakan SPO risiko jatuh di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Saran: Kepala ruang perlu meningkatkan pelaksanaan supervisi agar kinerja perawat dan
kepatuhan perawat meningkat