DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
LITERATURE REVIEW TENTANG GAMBARAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI
Masalah yang timbul pada menstruasi seperti dismenorea merupakan masalah
ginekologi yang sering dialami remaja putri. Dismenorea merupakan rasa sakit dan
nyeri pada bagian bawah perut yang menyertai menstruasi sehingga dapat
menimbulkan gangguan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana gambaran kejadian dismenorea pada remaja putri. Literatur
review dengan jenis narrative review. Hasil dari 10 literatur terdapat tiga tema
muncul sebagai hasil dari narrative review yaitu kejadian dismenorea pada remaja
putri, faktor-faktor penyebab dismenorea pada remaja putri dan intervensi
penanganan dismenorea pada remaja putri. Prevalensi kejadian dismenorea pada
remaja putri di beberapa negara berkembang relative tinggi. Dampak negatif
dismenorea pada remaja putri yaitu mengganggu aktifitas sehari hari, mengganggu
kegiatan pembelajaran sekolah hingga absen dalam pembelajaran atau kuliah yang
selanjutnya menyebabkan menurunnya prestasi serta tekanan psikologis. Beberapa
faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenorea pada remaja putri antara lain
ketidak teraturan siklus, jumlah darah yang keluar, usia menarche, keturunan,
aktifitas fisik, frekuensi konsumsi kopi dan pola diet. Sedangkan untuk intervensi
penanganan dismenorea terdapat 2 cara yaitu dengan farmakologi dan non
farmakologi
LITERATURE REVIEW FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD)
Mortalitas dan morbiditas ibu hamil, bersalin masih merupakan masalah terbesar
terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyebab kematian maternal
merupakan suatu hal yang cukup kompleks, yang dapat digolongkan pada komplikasi
obstetrik, yang termasuk komplikasi obstetrik adalah infeksi. Infeksi dapat terjadi pada
pertolongan persalinan yang tidak menjaga syarat-syarat asepsis – antisepsis, partus
lama, dan ketuban pecah dini. Dalam penanganan kasus KPD selama kehamilan yaitu
bidan memberi asuhan antenatal untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan
yang meliputi konseling, deteksi dini, pencegahan komplikasi yang kemungkinan dapat
terjadi termasuk pemberian tablet Fe untuk mengurangi risiko anemia yang mana anemia
juga sebagai salah satu predisposisi KPD. Penelitian ini bertujuan untuk mereview
evidence terkait faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini. Metode
literature review ini menggunakan tahapan teknik yang terdiri dari 5 tahapan yaitu
mengidentifikasi pertanyaan literature review dengan framework PICO;
mengidentifikasi jurnal yang relevan, melakukan pencarian artikel melalui database
yang relevan, yaitu melalui Search Engine yaitu Google Scholar; mengevaluasi
data; menyusun, meringkas dan melaporkan hasil. Hasil literarture review Faktor yang
mempengaruhi ketuban pecah dini dari 10 jurnal yaitu usia ibu, paritas, gemeli, anemia,
usia kehamilan, riwayat KPD, pekerjaan, letak sungsang, kehamilan ganda, trauma dan
jarak kehamilan. Persamaan antara penulis dan 10 jurnal yang sudah dipaparkan diatas
yaitu kesamaan judul, metode peneliti dan beberapa hasil penelitian pada variabel yang
sama
LITERATUR REVIEW GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGINE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA USIA
Perilaku kesehatan mengenai perilaku personal hygiene sangat penting dilakukan
karena jika tidak diterapkan dengan benar maka akan menimbulkan infeksi saluran
reproduksi, infeksi jamur, dan bakteri. Perilaku yang kurang dari perawatan hygiene
pada saat menstruasi adalah malas mengganti pembalut. Di Indonesia, prevalensi
terjadinya infeksi saluran reproduksi akibat kurangnya hygiene pada organ genitalia
masih cukup tinggi, jumlah penderita infeksi saluran reproduksi di Indonesia adalah
90- 100 kasus per 100.000 penduduk pertahun Perilaku buruk dalam menjaga
kebersihan genitalia, seperti mencucinya dengan air kotor memakai pembilas secara
berlebihan, menggunakan celana yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti
celana dalam, tak sering mengganti pembalut dapat menjadi pencetus timbulnya
infeksi. Untuk mengetahui literatur review gambaran perilaku personal hygine saat
menstruasi Pada remaja usia. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini
adalah systematic literature review atau sering disingkat SLR atau dalam bahasa
indonesia disebut tinjauan pustaka sistematis adalah metode literature review yang
mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi seluruh temuan-temuan pada suatu
topik penelitian, untuk menjawab pertanyaan penelitian (research question) yang
telah ditetapkan sebelumnya. perilaku personal hygine saat mentruasi masih
kurang, karena kurang adanya pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi
dari tenaga kesehatan, intitusi itu sendiri, maupun kesadaran dari siswi itu sendiri
untuk mencari informasi tentang Personal hygine saat menstruasi. Personal
hygiene pada saat menstruasi perlu diperhatikan supaya terhindar dari masalah
kesehatan organ reproduksi. Sangat penting untuk melakukan personal hygiene
serta memelihara kesehatan organ reproduksi. Diharapkan siswi agar meningkatakn
prilaku dan mencari informasi tentang perawatan kebersihan alat reproduksi pada
saat menstruasi dengan mengikutin program-program atau penyuluhan yang
diadakan oleh tenaga kesehatan atau balai kesehatan,dan dapat menerapkany
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG PERSALINAN DENGAN KESIAPAN MENDAMPINGI PERSALINAN
Kehadiran seorang pendamping pada saat persalinan dapat menimbulkan efek
positif terhadap persalinan dalam arti dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas,
sehingga dibutukan kesiapan sesorang suami sebagai orang terdekat dalam
mendampingi persalinan. Di Indonesia, pada tahun 2012 angka kematian ibu kembali
meningkat dan menurun pada tahun 2015. Di Yogyakarta, Angka Kematian Ibu (AKI)
pada tahun 2016 kasus kematian ibu meningkat dibandingkan tahun 2015 dan pada
tahun 2017 kasus kematian ibu menurun dari tahun sebelumnya. Penyebab kematian
ibu di DIY tahun 2017 terbanyak dikarenakan penyakit jantung dibandingkan penyakit
lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan
suami tentang persalinan dengan kesiapan mendampingi persalinan. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literature review. Pencarian jurnal
dilakukan di portal jurnal online seperti Google Schoolar, Pubmed, dan JIB (Jurnal
Ilmiah Bidan). Di dapatkan 500 jurnal yang sesuai kata kunci kemudian dilakukan
penyaringan sehingga didapatkan 10 jurnal sesuai dengan kriteria.lain . Kriteria jurnal
yang diambil adalah jurnal berbahasa Indonesia dan Inggris, usia 10 tahun, dan fulltext.
Hasil review dari sepuluh jurnal didapatkan 5 jurnal, nilai pengetahuan suami
didapatkan berkisar 38,2-82,2% memiliki pengetahuan yang cukup-tinggi dan 5
jurnal, suami yang mendampingi istri ketika bersalin berkisar 26,5-85,5%.
Kesimpulannya adalah pengetahuan dan pendampingan suami dapat dipengaruhi oleh
bebrapa faktor seperti usia, pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman. Dari hasil review
suami yang memiliki pengetahuan tinggi melakukan pendampingan persalinan dengan
sikap positif. Dengan demikian diharapkan bagi pihak tenaga kesehatan khususnya
bidan untuk meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan suami dalam
pendampingan persalinan
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Trimester III dengan Anemia di Puskesmas Kaloran Kabupaten Temanggung Tahun 2018-2019
Lima penyebab kematian ibu terbesar menurut Kemenkes adalah perdarahan,
hipertensi dalam kehamilan (HDK), infeksi, partus lama/macet, dan abortus.
Perdarahan menjadi salah satu penyebab terjadinya kematian pada ibu yang biasanya
banyak terjadi karena ibu mengalami anemia sejak dalam masa kehamilan. Anemia
pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang sangat serius baik di dunia
maupun di Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun
2013, prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%. Tujuan dalam
penelitian ini adalah mengetahui karakteristik ibu hamil rimester III dengan anemia
di wilayah kerja Puskesmas Kaloran Temanggung. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi 210, teknik pengambilan sampel
dengan menggunakan total sampling. Teknik pengolahan data menggunakan analisa
univariat. Hasil penelitian yang didapatkan adalah mayoritas ibu yang mengalami
anemia termasuk dalam umur reproduksi sehat, berpendidikan SD/SMP, dengan
paritas primigravida dan multigravida, mayoritas ibu tidak bekerja, dan mayoritas ibu
tidak mengalami KEK. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu yang mengalami
anemia berdasarkan umur adalah 20-35 tahun (74,3%), pendidikan adalah SD/SMP
(69,0%), paritas adalah primigravida dan multigravida (95,2%), pekerjaan adalah ibu
rumah tangga atau tidak bekerja (77,6%), status gizi adalah Non-KEK (71,4%).
Disarankan bagi ibu hamil untuk lebih sadar dengan kesehatan selama kehamilannya
sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi yang muncul dalam kehamilan,
persalinan dan nifas
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hipertensi Di Puskesmas Tempel I
Menurut WHO (Word Health Organization) pada tahun 2014, Angka kematian ibu (
AKI) di negara-negara Asia Tenggara yaitu Indonesia 190 per 100.000 kelahiran
hidup, Salah satu penyebab langsung kematian pada ibu di Indonesia disebabkan
karena Hipertensi 28%, Eklamsi 24%, Perdarahan 11% (Dinkes RI, 2017).
Hipertensi dalam kehamilan merupakan 5-15% penyulit kehamilan dan merupakan
salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalalin. Di
Indonesia mortalitas dan morbiditas hipertensi dalam kehamilan juga masih cukup
tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Karakteristik Ibu Hamil
dengan Hipertensi di Puskesmas Tempel I. Jenis Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan Retrospektif. Teknik sampling menggunakan teknik
total sampling dengan jumlah sampel 11 responden. Hasil penelitian ini didapatkan
ibu hamil yang mengalami hipertensi yaitu ibu hamil pada usia > 35 tahun sebanyak
9 responden atau sebanyak (82%), dengan status pada paritas ibu hamil mutigravida
yang sebanyak 9 responden atau sebanyak (82%), Serta pada riwayat hipertensi pada
ibu hamil yaitu dengan status tidak ada riwayat hipertensi sebanyak 7 responden
(64%). Kesimpulan pada hasil penelitian ini ibu hamil yang mengalami hipertensi
pada usia > 35 tahun sebanyak 9 (82%) responden.
Pada usia >35 tahun perlu lebih memperhatikan kesehatan karena pada kondisi ini
organ reproduksi perempuan juga sudah mulai menurun sehingga sangat berisiko
tinggi terjadinya peningkatan tekanan darah. Usia reproduksi sehat dikenal bahwa
usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA (SADARI) DI DUSUN SAMPANGAN BANTUL
Kanker payudara masih menduduki peringkat tertinggi di dunia sebagai penyakit
mematikan pada wanita dengan jumlah kasus baru 58.256 pada tahun 2018.Prevalensi
kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk. Pencegahan
kanker payudara dapat dilakukan dengan deteksi dini kanker payudara. Capaian deteksi
dini kanker payudara terbanyak di Kota Yogyakarta 46,83% dan paling sedikit pada
Kabupaten Bantul 9,03%. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam
mengendalikan penyakit kanker melalui kegiatan promotif salah satunya melalui media
audio visul. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia
subur tentang deteksi dini kanker payudara (SADARI) di Dusun Sampangan
Banguntapan Bantul Tahun 2020. Metode penelitian kuantitatif deskriptif.Pengambilan
sampel dengan teknik purposive sampling dengan kriteria wanita usia subur 30-49 tahun
dan belum mendapatkan penyuluhan sebelumnya dengan jumlah 40 responden. Alat
pengumpulan data adalah kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan
WUS Tentang SADARI pada 40 responden sebagian besar responden memiliki
pengetahuan dengan kategori cukup, yakni sebanyak 5 responden (12,5%), pengetahuan
dalam kategori kurang sebanyak 17 responden (42,5%), dan pengetahuan dalam kategori
baik sebanyak 18 responden (45%). Simpulan menunjukkanbahwa pada 40 responden
sebagian besar responden memiliki pengetahuan dengan kategori cukup, yakni sebanyak
5 responden (12,5%), pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 17 responden
(42,5%), dan pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 18 responden (45%). Saran
bagi wanita usia subur terus meningkatkan pengetahuan dan mencari informasi tentang
SADARI dan ikut serta dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang dilakukan tenaga
kesehatan terkait
GAMBARAN FAKTOR –FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK
Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan anak (AKB)
adalah dengan memperbaiki pelayanan kesehatan terutama kesehatan Ibu dan Anak
(KIA). Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi AKI, bayi
baru lahir, bayi dan balita, yaitu penerapan buku catatan kesehatan untuk ibu dan anak
di semua fasilitas kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
pemahaman kesehatan ibu dan kesehatan anak sehingga komplikasi yang mungkin
terjadi selama kehamilan dapat dideteksi sedini mungkin sesuai dengan tujuan asuhan
antenatal. Penelitian ini untuk diketahuinya gambaran faktor – faktor yang
mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA). Penelitian ini merupakan jenis penelitian literature review. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memiliki Buku KIA. Literature review
dengan menggunakan jurnal yang berkaitan dengan faktor- faktor yang mempengaruhi
tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Buku KIA pada 10 tahun terakhir. Dari 13
literatur dihasilkan gambaran faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan
ibu hamil tentang Buku KIA antara lain : pendidikan, usia, pekerjaan, akses informasi,
dan pengalaman. Simpulan semakin tinggi pemanfaatan buku KIA semakin tinggi
tingkat pengetahuan dan prilaku ibu hamil. Peneliti menyarankan pada tenaga
kesehatan agar tetap memberikan sosialisasi, penyuluhan sehubungan dengan
pengetahuan yang ada di dalam buku KIA kepada ibu hamil tentang pemanfaatan
Buku KIA, sehingga ibu yakin akan manfaat Buku KIA bagi dirinya dan anaknya
sampai berumurr 6 tahun
LITERATURE REVIEW GAMBARAN PENATALAKSANAAN KEJADIAN TEMPER TANTRUM PADA ANAK AUTISME
Autisme adalah suatu gangguan perkembangan secara menyeluruh, gangguan yang
dialami anak autisme adalah gangguan dalam bidang perilaku, gangguan dalam
bidang komunikasi (verbal dan non verbal), gangguan bidang perasaan atau emosi
dan gangguan dalam bidang persepsi-sensorik. Pada anak normal ataupun anak autis
dapat mengalami temper tantrum. Mereka biasanya mengekspresikan kemarahan
mereka disertai tindakan dengan perilaku negatif, apabila perilaku tantrum tersebut
tidak ditangani dengan tepat, akan mempengaruhi perkembangan emosi hingga
selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran
Penatalaksanaan Kejadian Temper Tantrum Pada Anak Autisme. Metode penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode scoping review. Yang terdiri dari
4 tahapan, yaitu: Organize yakni mengorganisasi literature yang akan
ditinjau/direview, Synthesize yakni menyatukan hasil organisasi literature menjadi
suatu ringkasan agar menjadi satu kesatuan yang padu dengan mencari keterkaitan
antar literature, Identtify di gunakana untuk mengidentifikasi isu-isu dalam literature
Formulate yaitu dengan merumuskan pertanyaan yang membutuhkan penelitian
lebih lanjut. Hasil dalam 10 jurnal literature tiga yang di capai sebagai hasil dari
scoping review yaitu: Temper tantrum pada anak autisme, penanganan temper
tantrum pada anak autisme, strategi pembelajaran untuk mengatasi perilaku temper
tantrum pada anak autisme. Kesimpulan perilaku tantrum di akibatkan masalah
dalam memperoses input sensorik. Perilaku berlebihan pada anak autisme
ditunjukkan dengan perilaku seperti menjerit, menangis, mengamuk, dan sejenisnya
serta stimulasi diri, seperti tangan mengepak-ngepak, memutar-mutar badan
membanting-banting, berjalan lurus dan sebagainya. Dalam mengatasi temper
tantrum pada anak autisme yaitu dengan strategi positif dengan membiarkan anak
merasa tenang, dan tidak melakukan tindakan kekerasan bagi fisik dan psikologi
anak
Literature Review Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Disminore
Latar belakang: Disminore dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktivitas
para wanita khususnya remaja. Jika seorang siswi mengalami disminore, aktivitas belajar
mereka di sekolah akan terganggu dan tidak jarang mereka tidak masuk sekolah. Di Indonesia
angka kejadian dismenore terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore
sekunder. Pengetahuan tentang menstruasi sangat dibutuhkan oleh remaja putri, Pengetahuan
remaja putri mengenai dismenore masih belum cukup baik sehingga banyak remaja putri yang
tidak mengetahui bagaimana cara penanganan dismenore yang benar.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi nyeri yang disebabkan oleh menstruasi.
Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah literature review yaitu serangkaian penelitian
yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang obyek
penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan (buku, ensiklopedi, jurnal ilmiah,
koran, majalah, dan dokumen).
Hasil: Pengetahuan siswi sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar dalam
kategori kurang yaitu sebesar 60,82. Sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan
sebagian besar siswi dalam kategori baik nilai tinggi sebesar 96,8%, sisanya 1 responden
mendapat nilai rendah (3,2%). Sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebagian besar
dalam kategori negatif sebanyak 28 (93,3%). Dan setelah diberikan pendidikan kesehatan
sebagian besar siswi dalam kategori positif dari 30 responden memiliki sikap yang positif
sebanyak 30 (100%).
Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap
remaja putri tentang penanganan disminore.
Saran: Diharapkan kepada remaja putri untuk lebih meningkatkan lagi pengetahuan tentang
dismenore dengan sesering mungkin membaca buku, mencari informasi dimedia massa, orang
tua, teman dan aktif bertanya kepada petugas kesehatan agar dapat menangani saat terjadi
disminor