DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN LAKTASI IBU YANG MENYUSUI ASI EKSKLUSIF DI NEGARA BERKEMBANG
Salah satu permasalahan utama terhadap kegagalan pemberian ASI Eksklusif
adalah buruknya manajemen laktasi. Bila manajemen laktasi tidak terlaksana
dengan baik maka akan berdampak pada kegagalan pemberian ASI Eksklusif yang
berakibat pada peningkatan angka gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui manajemen laktasi ibu yang menyusui ASI Eksklusif di Negara
berkembang. Metode penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan
menggunakan teknik rapid review. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 artikel
yang memenuhi kriteria inklusi, dari artikel tersebut didapatkan beberapa tema
diantaranya cakupan ASI Eksklusif, faktor yang mempengaruhi pemberian ASI
Eksklusif dan sumber informasi. Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah
manajemen laktasi di Negara berkembang masih kurang sehingga sangat perlu
untuk diberikan informasi tentang manajemen laktasi. Diharapkan penelitian ini
dapat menambah pengetahuan, wawasan dan bahan acuan dalam pembuatan
program kerja tentang manajemen laktasi
Literature Review : Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Trimester I Dengan Emesis Gravidarum
Mual dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering
kedapatan pada kehamilan trimester I, Emesis gravidarum ini menyebabkan
penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit
dengan kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan
metabiolisme tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran
karakteristik ibu hamil trimester I dengan emesis gravidarum. Metode penelitian
ini adalah literatur review, dan variabel tunggal yaitu gambaran karakteristik ibu
hamil trimester I dengan emesis gravidarum. sehingga objek penelitianya adalah
ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum. Literatur yang digunakan adalah
10 jurnal yang terkait tema penelitian ini. Hasil yang ditemukan yakni sebagian
besar tinggkat pendidikannya berbeda ada yang berpendidikan SMP dan
berpendidikan SMA dibandingkan dengan SD yang mengalami emesis
gravidarum. dan status perkerjaan ibu yang mengalami emesis gravidarum
adalah ibu yang tidak berkerja, usia dengan kereteria baik umur 20-35 tahun <20
dan >35 tahun adalah usia beresiko dan untuk paritas responden yang mengalami
emesis gravidarum adalah terbanyak pada responden yang pertama kali hamil
atau primigravida. Berdasarkan simpulan dari 10 jurnal yang diambil dan di
review dapat disimpulkan bahwa karakteristik pada ibu hamil trimester satu yaitu
meliputi (pendidikan, perkerjaan, usia dan paritas) yang menjadi salah satu faktor
terjadinya emesis gravidarum pada ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan
dapat memberikan konseling atau pengetahuan tenteng informasi terkait dengan
terjadinya emesis gravidarum agar responden paham dan mengerti faktor-faktor
yang berhubungan dengan terjadinya mual muntah (emesis gravidarum
LITERATURE REVIEW GAMBARAN AUTIS PADA ANAK USIA 0–10 TAHUN
Gangguan autis adalah gangguan pada masa anak-anak yang mempengaruhi aspek
seperti komunikasi,sosial, dan perilaku repetitif. Gangguan autisme ini memiliki faktor
resiko yang belum diketahui dan dianggap sebagai multifaktorial. Faktor yang
mempengaruhi autisme dibagi menjadi 2 yaitu genetik dan lingkungan. Jumlah
penderita autisme laki-laki empat kali lebih besar dibandingkan penderita wanita.
Meskipun demikian, bila kaum wanita mengalaminya, maka penderitanya akan lebih
parah dibandingkan dengan kaum pria. Gejala gejala autisme mulai tampak ketika bayi
menolak sentuhan orangtuanya, tidak merespon kehadiran orangtuanya, dan
melakukan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang tidak di lakukan oleh bayi-bayi normal
pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran autis pada anak.
Metode pada penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode scoping
review dengan jurnal. Kejadian autis pada anak di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
BBLR, riwayat perdarahan antepartum, riwayat preeklamsi, riwayat kelahiran
prematur, riwayat persalinan tindakan, riwayat stress kehamilan,riwayat konsumsi
obat antidepresan dan usia orang tua. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui
bahwa faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian Autism Spectrum
Disorder pada anak yaitu riwayat persalinan tindakan, yang berarti bahwa ibu yang
memiliki riwayat persalinan tindakan berisiko 9,16 kali lebih besar melahirkan anak
dengan Autism Spectrum Disorder dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki
riwayat persalinan tindakan. Gangguan spektrum autisme pada anak banyak terjadi
dikarenakan adanya faktor riwayat persalinan Tindakan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP PELAYANAN LABORATORIUM
Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk
diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan di tempat pelayanan
kesehatan tersebut. Mengetahui kepuasan pasien sangat bermanfaat bagi instansi
terkait dalam evaluasi program yang sedang dijalankan dan dapat menemukan bagian
mana yang membutuhkan peningkatan. Laboratorium medik merupakan salah satu
bagian laboratorium yang dilengkapi dengan berbagai instrumen biomedis, peralatan,
bahan dan reagen (Bahan Kimia) untuk melakukan berbagai kegiatan pemeriksaan
leboratorium dengan menggunakan spesimen biologis (whole, blood, serum, plasma,
urine, tinja, dll). Salah satu upaya yang dilakukan agarm pelayanan laboratorium
dapat mencapai sasaran yaitu dengan mengoptimalkan layanan laboratorium kepada
mahasiswa. Pelayanan harus memperhatikan kaidah manajemen kualitas pelayanan.
Tujuan literature review untuk menganalisis literature yang berhubungan dengan
Kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan laboratorium, metode yang
digunakan dalam literature review ini menggunakan strategi secara komprehensif
baik nasional maupun internasional, seperti artikel dalam data base jurnal penelitian,
pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara lain science direct, dan juga
google scholar. Pada tahap awal pencarian artikel menggunakan kata kunci
“kepuasan, kualitas pelayanan, laboratorium” dengan menggunakan 10 jurnal dengan
rentang tahun terbit 2010-2020. Kemudian memilih artikel yang sesuai dengan yang
dibutuhkan oleh penulis. Berdasarkan hasil literature review yang telah dianalisis
didapatkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan terhadap pelayanan
laboratorium yaitu bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati.
Disarankan pada petugas laboratorium untuk lebih mengoptimalisasi dan mengatur
kegiatan mahasiswa dalam laboratorium tersebut serta melengkapi alat dan bahan
yang digunakan untuk praktikum
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI
Personal Hygiene menjadi salah satu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang serta untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikisnya
Meningkatkan derajat kesehatan, memilihara kebersihan diri, mencegah timbulnya
penyakit, menciptakan keindahan dan meningkatkan rasa percaya diri merupakan tujuan
dari peilaku Personal Hygiene. Pengetahuan tentang Personal Hygiene akan
mempengaruhi perilaku Personal Hygienenya. Angka kejadian infeksi saluran
reproduksi (ISR) tertinggi di dunia ialah pada usia remaja (35%-42%) dan dewasa
remaja (27%-33%). Prevelensi ISR pada remaja di dunia yaitu : kandidiasi (25%-50%),
Vaginosis bacterial (20%-40%), dan trikominisasi (5%-15%). Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengetahuan dengan perilaku Personal Hygiene saat menstruasi pada
remaja putri, dan hubungan antara dua variabel. Metode yang dugunakan Literature
Review mengguanakan strategi secara deskriptif dengan pencarian melalui internet,
menggunakan Google Schoolar didapatkan 10 jurnal. Populasi dalam Literatue Review
yaitu remaja putri yang sudah menstruasi. Hasil berdasarkan analisis dari 10 jurnal
terdapat ada hubungan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik akan berperilaku
Personal Hygiene dengan baik dibandingkan yang berpengetahuan kurang. Kurangnya
pengetahuan disebabkan karena remaja putri belum pernah memperoleh penyuluhan
tentang Personal Hygine saat menstruasi. Menurut peneliti ada hubungan antara
pengetahuan dengan perilaku Personal Hygiene saat menstruasi semakin baik
pengetahuan tentang Personal Hygiene, maka remaja putri memiliki perilaku yang baik
untuk menjaga Personal Hygiene saat menstruasi. Faktor lain yang mempengaruhi yaitu
tingkat pengetahuan, pendidikan, umur, pengalaman dan peran petugas kesehatan yang
berdampak pada Personal Hygiene saat menstruasi. Kesimpulannya, ada hubungan
pengetahuan dengan perilaku Personal Hygiene pada remaja putri. Disarankan bagi
tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang Personal Hygiene saat menstruasi
pada remaja putri
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PRAKTIK HAND HYGIENE PADA SISWA SD BERDASARKAN LITERATUR REVIEW
Hand Hygiene atau cuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu
secara mekanisme dari kulit kedua belah tangan dengan menggunakan sabun dan air
yang bermanfaat mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit pada kedua
tangan dengan cara membunuh mikroorganisme tersebut atau menghambat
pertumbuhan aktivitas metaboliknya. Jika tidak melakukan kebersihan Hand Hygiene
maka akan menimbulkan berbagai penyakit seperti Diare, Korella Disentri, Typus
Kecacingan, Penyakit kulit, Infeksi Saluran Pernapasan akut dan Flu Burung. Tujuan
Literature Review adalah untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Terhadap Praktik
Hand Hygiene pada siswa SD tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode
Literature Review meliputi studi pencarian sistematis data base komputerisasi antara
lain DOAJ, Pubmed, EBSCO, dan juga Google Scholar. Menggunakan kata kunci
“Praktik Hand Hygiene” yang digunakan 10 jurnal artikel sebagai referensi.
Berdasarkan hasil Literature Review yang dianalisis bahwa ada pengaruh penyuluhan
terhadap Praktik Hand Hygiene. Hal tersebut dikarenakan yang memiliki
pengetahuan baik belum tentu akan berperilaku baik. Namun, edukasi yang baik
maka hasil yang akan didapatkan akan baik pula. Berbeda halnya dengan tiga jurnal
lain yang menentukannya penyuluhan praktik cuci tangan penyuluhan praktik cuci
tangan yaitu jenis kelamin, umur, kebiasaan, dan keterampilan. Terbukti dari 10
jurnal dimana 7 jurnal memiliki tingkat keberhasilan penyuluhan praktik cuci tangan
yang baik. Namun, untuk 3 jurnal lainnya memiliki tingkat keberhasilan penyuluhan
praktik cuci tangan yang kurang baik. Disarankan untuk peneliti selanjutnya yang
menggunakan Literature Review agar dapat lebih mengembangkan penelitian dengan
melakukan pengamatan dan pengambilan data secara langsung oleh responden yang
berfokus pada suatu tempat terkait Pengaruh Penyuluhan Praktik Hand Hygiene pada
siswa SD
LITERATUR REVIEW KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PREEKLAMPSIA
Preeklampsia merupakan salah satu kontributor utama morbiditas dan mortalitas
pada ibu dan janin. World Health Organization (WHO) memperkirakan kejadian preeklamsi menjadi tujuh kali lebih tinggi di negara berkembang (0,51%-38,4%) dari
pada di negara maju (6-7%).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
ibu bersalin dengan Preeklampsia. Jenis penelitian pada studi ini adalah study
analitik dengan menggunakan Lietatur Review tentang karakteristik ibu bersalin
dengan preeklampsia. Sumber yang akan digunakan pada penelitian ini didapatkan
dari elektronik database yaitu google scholar, Sciencedirect, Researchgate, dan
Cambridge Core. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu artikel diterbitkan 5- 10
tahun terakhir. Artikel diterbitkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia,
artikel yang membahas tentang karakteristik ibu bersalin dengan preeklampsia dan
artikel yang membahas tetang Preeklampsia. Penelusuran jurnal dalam penelitian ini
didapatkan sebanyak 15 artikel yang terdiri dari 14 artikel Nasional dan 1 artikel
Intenasional yang dilakukan review. Hasil literature review didapatkan bahwa
karakteristik ibu bersalin dengan preeklamsia dari 15 artikel terdapat beberapa artikel
yang membahas karakteristik yang sama, sehingga didapatkan karakteristik usia ibu
(9 artikel), paritas (9 artikel), usia kehamilan (6 artikel), pekerjaan (4 artikel), dan
pendidikan (4 artikel). Dari semua jurnal tersebut hasil yang didapat karakterisik ibu
bersalin dengan preeklampsia mayoritas dialami oleh ibu bersalin dengan usia
beresiko (35 tahun), paritas primigravida, usia kehamilan trimester
III (aterm), ibu yang tidak bekerja (ibu rumah tangga) dan pendidikan Sekolah
Dasar-Sekolah Menengah Atas. Diharapkan peneliti selanjutnya agar mencari
reverensi lebih banyak lagi dari berbagai sumber terpercaya untuk memperkaya data
yang telah ditemukan dan tidak hanya menggunakan satu sumber
LITERATURE REVIEW GAMBARAN FAKTOR IBU DAN JANIN PADA KEJADIAN RUPTURE PERINEUM
Perdarahan postpartum menjadi penyebab utama 40% dari kematian ibu di
Indonesia. Penyebab terjadinya perdarahan postpartum adalah atonia uteri, retensio
plasenta, sisa plasenta dan perlukaan jalan lahir (rupture perineum). Robekan
biasanya ringan tetapi kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya sehingga
dapat mengakibatkan perdarahan banyak. Rupture perineum dialami oleh 85%
wanita yang melahirkan pervaginam. Rupture perineum perlu mendapatkan perhatian
karena dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi wanita, sebagai sumber
perdarahan, dan jalan keluar masuknya infeksi, yang kemudian dapat menyebabkan
kematian karena perdarahan atau sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Gambaran Faktor Ibu dan Janin pada Kejadian Rupture Perineum. Jenis penelitian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian literature review. Penelitian
literature review adalah pengkajian dari uraian teori, temuan, dan bahan penelitian
lainnya yang diperoleh dari bahan acuan yang akan diinterprestasi atau melakukan
pencarian informasi jurnal-jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan
hasil literature review sepuluh jurnal, bahwa sebagian besar peneliti mengatakan
faktor umur, paritas, jarak kehamilan, berat badan bayi lahir dan presentasi janin
berpengaruh terhadap kejadian rupture perineum tetapi ada juga sebagian peneliti
mengatakan tidak berpengaruh pada kejadian rupture perineum. Untuk mencegah
terjadinya rupture perineum maka ibu harus memperhatikan beberapa faktor
penyebab terjadinya rupture perineum. Diantaranya faktor umur, paritas, jarak
kehamilan, berat badan bayi, dan presentasi janin
PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA DI NEGARA BERKEMBANG
Masa remaja merupakan proses peralihan seseorang dari kanak-kanak menuju masa
dewasa, bukan hanya dalam arti psikologis tetapi juga dalam arti fisik. Masa
pematangan fisik pada perempuan ditandai dengan adanya menstruasi, sedangkan
pada remaja laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Menstruasi merupakan
perdarahan yang keluar melalui uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan sudah
matang. Menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan akan berlangsung hingga
menopause. Upaya untuk mendapatkan organ reproduksi yang sehat dapat dimulai
dari usia remaja. Ketika remaja sudah mengalami menstruasi, hal utama yang harus
diperhatikan adalah kebersihan pada saat menstruasi (menstrual hygiene). Hal ini
sebagai upaya agar remaja terhindar dari penyakit yang mengganggu organ
reproduksi seperti keputihan, gatal-gatal pada organ kewanitaan, infeksi saluran
reproduksi (ISR) dan lain sebagainya. Maka hal yang perlu disiapkan pada saat usia
remaja agar mencapai organ reproduksi yang sehat adalah pengetahuan, sikap dan
perilaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku menstrual hygiene pada
remaja di Negara Berkembang. Metode penelitian ini merupakan penelitian literature
review dengan menggunakan teknik rapid review. Berdasarkan hasil rapid review
pada 11 artikel yang telah di analisis menyebutkan bahwa perilaku menstrual hygiene
di negara berkembang sudah cukup baik, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku menstrual hygiene yang baik adalah pengetahuan dan kepercayaan. Selain
itu, sumber informasi yang dapat mempengaruhi menstrual hygiene pada remaja
adalah ibu, namun media massa juga dapat mempengaruhi menstrual hygiene pada
remaja. Diharapkan agar remaja dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku
tentang pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi, dan mencari sumber
informasi yang benar dan terpercaya agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai
menstrual hygiene
Literature Review Pengaruh Pemberian Coklat Hitam Terhadap Dismenorhea Primer
Dismenore adalah nyeri saat menstruasi pada perut bagian bawah dan
pingang yang di sebabkan oleh pebentukan prostaglandin yang berlebihan, yang
menyebabkan uterus untuk berkontaksi secara cepat. Dampak yang diakibatkan
oleh dismenorhea primer berupa gangguan aktivitas seperti tingginya tingkat
absen dari sekolah maupun kerja, keterbatasan kehidupan sosial, performa
akademik, serta aktivitas olahraganya. Permasalahan dismenorhea juga
berdampak pada penurunan kualitas hidup akibat tidak masuk sekolah maupun
bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian coklat hitam
terhadap penurunan nyeri haid pada dismenorhea primer, metode Penelitian yang
di gunakan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan atau (literature
review) merupakan penelitian yang mengkaji atau meninjau secara kritis
pengetahuan, gagasan, atau temuan yang terdapat dalam sebuah tubuh literature
berorientasi akademik serta merumuskan kontribusi teoritis dan metodologinya
untuk topik tertentu. Hasil penelitian ini bahwa telah dilakukan pemberian
konsumsi coklat hitam pada mahasiswi selama 2 hari berturut - turut dengan
variasi dosis perlakuan 75 gram dan 100 gram. Di dapatkan hasil bahwa
penurunan dismenore bervariasi. hal ini terbukti dari pemberian coklat hitam
dengan dosis yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemberian dark
chocolate terbukti dapat mengurangi tingkat nyeri, hal ini disebabkan karna
darkchocolate akan meningkatkan sekresi serotonin, akibatnya transmisi menuju
cornu dorsalis (tempat serat sensorik nyeri perifer berakhir) sehingga akan
mengahambat transmisi nyeri. Saran seseorang bidan di harapkan penelitian ini
dapat di aplikasikan sebagai menejemen non farmokologi yang dalam hal ini
menggunakan coklat hitam sebagai makanan untuk menurunkan nyeri haid pada
wanita yang mengalami disminorea