DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
6657 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KESIAPAN MENJALANKAN PERAN MENJADI IBU PADA IBU REMAJA: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang : Pernikahan dini pada remaja saat ini menjadi masalah utama.
Pernikahan dini yang tidak dipersiapkan dari berbagai aspek, diantaranya fisik,
psikologis, dan spiritualitas, dapat berdampak pada kehidupan rumah tangganya dan
ancaman mental yang dapat mempengaruhi dalam menjalankan perannya sebagai ibu.
Kesiapan menjadi seorang ibu pada usia remaja perlu mendapat perhatian khusus
karena secara mental mereka belum siap menghadapi perubahan perannya menjadi ibu
sehingga hal ini perlu kematangan secara fisik, mental, terutama spiritualitasnya.
Tujuan : Penelitian literatur review ini bertujuan untuk mengkaji ulang literatur dan
menyimpulkan literatur terdahulu terkait dengan spiritualitas dengan kesiapan
menjalankan peran menjadi ibu pada ibu usia remaja, serta menemukan gap pada
penelitian sebelumnya untuk dasar penelitian empiris selanjutnya
Metode : Metode penulisan artikel ini adalah Literatur Review. Pencarian artikel
menggunakan data base Google Scholar.
Hasil : Litteratur review berdasarkan kriteria inklusi yaitu empat artikel, bahwa
terdapat hubungan antara spiritualitas dengan kesiapan peran menjadi ibu pada ibu
remaja.
Simpulan dan saran : Hasil review empat artikel menunjukkan bahwa kesiapan
dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu dipengaruhi oleh tingkat spiritualitas
yang baik, tingkat spiritualitas seorang ibu yang baik, cenderung lebih siap dalam
menjalankan perannya seabagai ibu. Perawat dalam memberikan materi konseling atau
edukasi pada ibu remaja diharapkan bisa menambahkan aspek spiritualitasnya
HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PERINEAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI SLBN 1 YOGYAKARTA
Latar Belakang: Perineal higiene merupakan pemeliharaan kebersihan dan
kesehatan individu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar
dari gangguan alat reproduksi dan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikis serta
meningkatkan derajat kesehatan. Seorang anak perlu diajarkan mengenai
kemandirian dalam melakukan perawatan perineal hygiene saat menstruasi karena
jika anak tidak menjaga kebersihan maka akan menyebabkan terjadinya gangguan
kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih (ISK). Anak
tunagrahita memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sehingga
anak tunagrahita sangat memerlukan peran ibu untuk melakukan perawatan perineral
hygiene setiap hari.
Tujuan: Dapat diketahui hubungan Peran Ibu dengan Kemandirian Anak
Tunagrahita dalam Melakukan Perawatan Perineal Hygiene saat Menstruasi di SLB
Negeri 1 Yogyakarta.
Metode: Penelitian kuantitatif, desain deskriptif korelatif, pendekatan cross
sectional. Pengambilan sampel total sampling siswi SLB N 1 Yogyakarta SMP dan
SMA, pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti dan
sudah di uji pakar sebelumnya. Analisis data menggunakan Spearman Rank
Correlation.
Hasil: Peran ibu sebagian besar adalah peran ibu baik 28 responden (93,3%). Tingkat
kemandirian anak dalam melakukan perawatan perineal hygiene saat menstruasi
adalah baik yaitu sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji statistik spearman rank
peran ibu dengan kemandirian anak tunagrahita saat melakukan perawatan perineal
hygiene saat menstruasi diperoleh nilai signifikan 0,000.
Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan antara peran ibu dan kemandirian anak
tunagrahita dalam melakukan perineal hygiene saat menstruasi di SLB N 1
Yogyakarta. Anak tunagrahita hendaknya dapat melakukan perawatan perineal
hygiene saat menstruasi secara mandiri dengan cara mengganti pembalut 4-5 hari
dalam sehari dan mengeringkan organ perineal dengan handuk bersih
LITERATURE REVIEW PENGARUH SENAM AEROBIC TERHADAP KEBUGARAN
Latar Belakang : Kebugaran jasmani merupakan salah satu indikator dalam
menentukan derajat sehat dinamis. Dengan adanya kebugaran jasmani seseorang dapat
menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik dan optimal. Peningkatan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani perlu terus dilakukan. Upaya peningkatan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani yang teratur dan terarah pada dasarnya merupakan
bagian dari pola hidup (life style) yang berkembang karena proses pendidikan dan
pembudayaan. Salah satu upaya utuk meningkatkan kebugaran yaitu dengan melakukan sena aerobic. Senam aerobic merupakan suatu aktivitas fisik yang sistematis, terstruktur serta mempunyai aturan untuk mencapai tujuan tertentu, senam
aerobic dilakukan secara berkelompok dibawah arahan seorang instruktur senam dan diikuti dengan iringan musik populer. Senam aerobic melibatkan performa gerakan
yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur.
Tujuan : Mengetahui pengaruh senam aerobic terhadap kebugaran
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Literatur Review.
Pencarian artikel melalui Google Scholar.
Hasil : Berdasarkan hasil literature review pada kelima jurnal dan telah melakukan
kajian mendalam menunjukan ada pengaruh senam aerobic terhadap kebugaran.
Simpulan dan Saran : Berdasarkan analisa dan pembahasan dalam literatur review
yang telah dilakukan penulis didapatkan penurunan kebugaran dapat diatasi dengan pengobatan non farmakologi berdasarkan evidence based practice ialah dengan menggunakan senam aerobic, berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa lebih efektif meningkatkan kebugaran.. Untuk penulis selanjutnya perlu dilakukan review
jurnal lebih banyak
Les Paradise Healing Space Center of Nurture dengan Pendekatan Bio-Eco Architecture
Healing secara bahasa memiliki arti penyembuhan. Menurut Arthur S. Reber dan
Emily Reber dalam The Penguin Dictionary Of Psychology Third Edition, Heal
adalah to become healthy again and to make whole to free from impairment. That
heal should be reserved for relatively less severe cases of injury or trauma. Some
use heal in the context of providing assistance in the restorative process. Paralisis
adalah hilangnya kekuatan yang dalam hal ini mempengaruhi anggota tubuh
yaitu kaki dan lengan ataupun kelompok otot. Di tengah masyarakat sekarang ini
banyak di jumpai penyandang yang mengalami paralisis dengan kelumpuhan,
baik kelumpuhan pada seluruh badan atau separuh badan, yang dapat
mengakibatkan terganggunya aktivitas penyandang yang mengalami paralisis .
Keadaan ini membuat penyandang yang mengalami paralisis sangat menderita
karena tidak dapat berbuat sesuatu di dalam keluarganya bahkan menjadi beban
bagi keluarganya, karena penyandang yang mengalami paralisis akan hidup
dengan bantuan keluarganya. Issue global saat ini terkait penyandang yang
mengalami paralisis dimana mereka sedikit menerima kenyamanan, safety, dan
kebutuhan mereka saat menjalani aktivitasnya dalam suatu ruangan. Maka
Perancangan ini bertujuan untuk memudahkan dalam beraktivitas bagi
penyandang paralisis di tempat tinggal mereka nantinya dan memberikan
kesembuhan fisik maupun mental yang mana mereka tetap merasakan
kenyamanan dan safety seakan mereka merasakan surga dipusat penyembuhan
center of nurture tersebut. Proses rancang dan eksplorasi ini menggunakan
pendekatan bio-eco architecture dengan guide line design berupa
aksesibilities/connectivity, thermal comfort, healing garden area, vegetation
element, building area environment dan interior colour mental healing building.
Luaran dari perancangan ini adalah menciptakan dan menyediakan inovatif
desain Healing space center of nurture dengan pendekatan Bio-Eco Architecture,
yang mana dari segi Bio Architecture/Biophilic Architecture dilihat dari healing
garden area(unsur aroma, kesejukan, relaksasi), vegetation element, interior
colour mental healing building. Sedangkan dari segi Eco Architecture dilihat dari
efisiensi energi(Kenyamanan Termal dan Aksesibilities/connectivity) dan
keselarasan rancangan arsitektur building dengan alam sekitar
Perencanaan Islamic Education Center di Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Gunung Kidul adalah salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).
Pusat pemerintahan nya berada di Kapanewon Wonosari. Disana terdapat permasalahan berupa
faham animisme dinamisme dan banyaknya pelaku bunuh diri. Hal ini mengindikasikan
kurangnya sumber pedoman hidup pada masyarakat daerah setempat. Salah satu pedoman hidup
yang paling penting bagi manusia adalah agama. Perencanaan ini bertujuan untuk mengedukasi
masyarakat Gunung Kidul terkait keagamaan, keimanan, dan psikologis mereka, agar mereka
senantiasa hidup dalam keimanan yang benar dan memiliki tujuan hidup yang benar menurut
islam, karena masyarakat disana masih percaya dengan hal-hal mistis apalagi sampai di
amalkan. Perancanaan ini akan membuat komplek edukasi islami dengan pendekatan psikologi
Islam. Kompleks ini terdiri dari berbagai fungsi yang menunjang kegiatan islami meliputi
pondok pesantren, aula dakwah, masjid, ruang konsultasi psikologi islami, taman phon Jati, air
bersih, area memanah, dan area berkuda
FAKTOR RESIKO PERILAKU AKTIVITAS FISIK PADA SISWA SMP DI MASA PANDEMI COVID-19
Latar Belakang : Masa pandemi covid-19 secara tidak langsung membatasi ruang
gerak dan semua aktivitas fisik pada siswa. Pandemi covid-19 dapat meningkatkan
perilaku aktivitas fisik yang rendah atau sedentary. Aktivitas fisik yang rendah
menjadi faktor resiko utama untuk masalah kesehatan dan meningkatkan angka
kematian akibat masalah kesehatan. Orang yang tidak melakukan aktivitas fisik yang
cukup memiliki resiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus
tipe 2, osteoporosis dan meningkatkan angka kejadian obesitas. Tujuan : Untuk
mengetahui perilaku aktivitas fisik pada siswa SMP di masa pandemi covid-19.
Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi
dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Indonesia yang telah memenuhi kriteria
dengan total responden sebanyak 136 remaja dengan metode accident sampling, alat
pengumpulan data menggunakan google form dengan pengolahan data secara
statistik dengan menggunakan kendall’s tau. Hasil : Menunjukkan adanya
hubungannya antara usia, status sekolah, dan dukungan sosial dengan perilaku
aktivitas fisik siswa SMP di masa pandemi covid-19 dengan Pvalue <0,05. Serta
tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dan IMT/usia dengan perilaku aktivitas
fisik pada siswa SMP di masa pandemi covid-19 dengan (Pvalue >0,05).
Kesimpulan dan Saran: Agar regulasi aktivitas fisik dapat dilatih di rumah untuk
menekan angka perilaku menetap atau sedentary di masa pandemi covid-19
Perancangan Relokasi Pasar Hewan dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Dusun Klurak Baru, Bokoharjo
Pasar Hewan di Dusun Klurak Baru, Bokoharjo menjual unggas dan kelengkapannya. Luas
lahan Pasar Hewan di Dusun Klurak Baru saat ini tidak dapat menampung semua kegiatan
yang ada di dalamnya, hal tersebut dilihat dari lonjakan pengunjung dan pengguna pasar dari
tahun ke tahun terutama saat dilaksanakan acara-acara tertentu. Letak area pasar yang kurang
layak bagi pengguna juga menjadi pertimbangan untuk merelokasi pasar tersebut ke area
yang berdaya tampung lebih besar agar pengguna dapat beraktivitas dengan leluasa serta
dapat menghindari atau meminimalisir penyebaran bibit penyakit dari unggas ke manusia
secara tidak langsung. Pendekatan perancangan yang digunakan dalam perancangan relokasi
Pasar Hewan di Dusun Klurak Baru ini adalah pendekatan arsitektur organik. Perancangan
didasari dengan memperhatikan karakteristik lingkungan, iklim, tapak dan kondisi
lingkungan sekitar dalam penempatan bangunan. Penerapan ini menghasilkan keserasian
desain dengan lingkungan. Data eksisting didapatkan dari observasi lapangan, dokumentasi,
pengukuran dan data sekunder yang berasal dari literatur
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA NARRATIVE REVIEW
Latar Belakang : Lansia merupakan tahap akhir dari kehidupan manusia yang
tidak dapat di hindari. setiap lansia akan mengalami proses degenerative atau
penurunan fungsi sel akan meningkatkan terkena berbagai penyakit karena
perubahan system organ tubuh pada lansia, lansia sering mengalmi terganggunya
kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan terjadinya risiko
hipertensi. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap kejadian
hipertensi pada lansia. Metode Penelitian : metode penelitian ini menggunakan
Narrative Review dengan strategi secara komprehensif, seperti artikel dalam
database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel antara
lain google scholar,Pubmed dan science direct. Berdasarkan beberapa literature
yang digunakan penulis yaitu 10 jurnal terkait hubungan kualitas tidur terhadap
kejadian hipertensi pada lansia. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu jurnal
penelitian full text berupa hubungan kualitas tidur terhadap kejadian hipertensi
pada lansia. Jurnal yang digunakan adalah jurnal dalam bahasa Inggris maupun
bahasa Indonesia, diterbitkan tahun 2010-2020. Hasil Penelitian : Berdasarkan
10 jurnal yang direview dalam penelitian ini menyebutkan bahwa kualitas durasi
tidur yang pendek berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di
berbagai negara. Kesimpulan: Kualitas tidur yang pendek bisa menjadi salah satu
faktor penyebab terjadinya hipertensi pada lansia
HUBUNGAN DUKUNGAN IBU MERTUA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GEDONGTENGEN KOTA YOGYAKARTA
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahanan makanan pendamping apapun sampai bayi usia 6 bulan. Cakupan ASI Eksklusif di Kota Yogyakarta terendah nomer dua adalah Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta yaitu sebesar 44,12%
yang belum mencapai target nasional yaitu 80%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif adalah dukungan ibu mertua. Tujuan Penelitian ini untuk
diketahuinya hubungan dukungan ibu mertua terhadap pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif koleratif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan sebanyak 102 orang dan jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data
univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square hubungan dukungan ibu mertua terhadap pemberian ASI Eksklusif
didapatkan nilai p- value= 0,001
PENGARUH PEMBERIAN MYOFASCIAL RELEASE DAN SLUMP STRETCHING NEUROMOBILIZATION TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL LOW BACK PAIN MYOGENIC : NARRATIVE REVIEW
Latar belakang:. Keluhan pada Low Back Pain dapat menimbulkan nyeri, spasme
otot punggung bawah yang menyebabkan ketidakseimbangan otot sehingga stabilitas
otot perut dan punggung bagian bawah menurun, mobilitas lumbal terbatas dan
berpengaruh terhadap aktifitas fungsional. Tujuan: Untuk mengetahui Apakah ada
Pengaruh Pemberian Myofascial Release dan Slump stretching terhadap Aktivitas
Fungsional pada kasus Low Back Pain Myogenic: Narrative Review. Metode:
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Narrative Review, yaitu
mengumpulkan sebanyak sepuluh artikel penelitian, dengan melakukan identifikasi
menggunakan format PICO serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk
menentukan artikel yang akan dipilih dan direview. Hasil Penelitian: Hasil review
didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi Low back pain adalah, Usia,Jenis
kelamin, IMT, Posisi kerja, Aktifitas kerja, Degenerasi tulang. Dari ulasan sepuluh
artikel yang telah dipilih delapan artikel memiliki efek yang signifikan dalam
pengurangan low back pain. Sedangkan dua artikel lainnya tidak memiliki perbedaan
efek sehingga tidak dapat disimpulkan mana yang lebih signifikan. Kesimpulan:
Ada pengaruh pemberian Myofascial Release dan slump streching adanya pengaruh
Myofascial Release dan Slump Stretching pada kasus Low Back Pain dengan
memberikan efek yang signifikan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM,
Saran: diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peneliti selanjutnya untuk
mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian lain, seperti
eksperimental