DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
Not a member yet
    6657 research outputs found

    HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) PADA LANSIA DI RUMAH PELAYANAN LANJUT USIA BUDI DHARMA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar belakang : Proses penuaan yang dialami lansia diikuti dengan kemunduran fisik dan mental. Seiring dengan hal ini, permasalahan pada lansia juga semakin kompleks. Permasalahan lansia yang terkait dengan activities of daily living (ADL) rasio ketergantungannya cukup tinggi sehingga berdampak pada ketergantungan terhadap penduduk produktif. Tujuan : Diketahuinya hubungan tingkat depresi dengan tingkat kemandirian activities of daily living (ADL) pada lansia di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel mengguakan total sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 38 lansia yang berada di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau. Hasil penelitian : Hasil koefisien korelasi antar variabel sebesar 0,397 dengan tingkat siginifikan 0,012 menunjukkan ada hubungan antara tingkat depresi dengan tingkat kemandirian activities of daily living (ADL) pada lansia di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan tingkat kemandirian activities of daily living (ADL) pada lansia di Rumah Pelayanan Lanjut Usia Budi Dharma Yogyakarta Saran: Diharapkan lansia tetap aktif berolahraga dengan senam setiap pagi hari menjaga pola makan, dan mendekatkan diri pada Tuhan

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIV/AIDS YANG DIDAMPINGI OLEH YAYASAN VICTORY PLUS YOGYAKARTA

    Get PDF
    Latar Belakang : Penyakit HIV-AIDS yang bersifat kronis dan progresif dapat berdampak pada segala aspek kehidupan baik secara fisik, psikologis, sosial, atau spiritual. Permasalahan yang timbul akibat penyakit, adanya stigma, diskriminasi, akan menyebabkan penurunan kualitas hidup ODHA. Salah satu faktor yang dapat mengatasi permasalahan hidup penderita adalah dengan memberikan dukungan sosial. Dukungan sosial dapat membantu mengatasi masalah ODHA baik secara fisik atau psikologis. Adanya dukungan dari lingkungan sosial menjadikan ODHA memiliki pertolongan terhadap masalah yang dihadapi meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita HIV-AIDS yang didampingi oleh Yayasan Victory Plus Yogyakarta. Metode : Jenis penelitian Deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah ODHA di Yayasan Victory Plus Yogyakarta yang berusia 20-45 tahun berjumlah 31 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Non probability sampling dengan metode accidental sampling. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan analisa hipotesis menggunakan uji korelasi Sperman Rank. Hasil : Hasil analisis data dengan sperman rank menunjukkan nilai (p value 0,00, p,0,05) dengan koefisiensi korelasi (r) sebesar 0,692 menunjukkan keeratan hubungan kuat. Simpulan dan Saran : Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita HIV-AIDS di Yayasan Victory Plus Yogyakarta. Oleh karena itu disarankan agar keluarga memberikan dukungan sosial pada ODHA untuk meningkatkan kualitas hidup penderita HIV-AIDS

    HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEYEGAN SLEMAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi yang di berikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. MP-ASI diberikan pada saat bayi berusia 6 bulan, pemberian MP-ASI terlalu dini dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Terdapat 42 ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman yang memberikan MP-ASI dini pada bayinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian MP-ASI dini adalah status pekerjaan ibu. Tujuan: Mengetahui Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Perilaku Pemberian MP�ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Chi-Square, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian yaitu p-value 0.002 (p<0,05) yang artinya ada hubungan antara status pekerjaan ibu dengan perilaku pemberian MP-ASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman. Simpulan dan Saran: Terdapat Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Perilaku Pemberian MP-ASI Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Seyegan Sleman. Diharapkan bagi ibu terutama ibu yang bekerja disarankan untuk selalu memberikan ASI eksklusif tanpa memberikan MP-ASI dini kepada bayi

    HUBUNGAN GAYA HIDUP TERHADAP KEJADIAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA NGUDI WARAS DUSUN MERTEN GADINGHARJO SANDEN BANTUL

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadan insomnia pada lanjut usia di Posyandu Lansia Ngudi Waras Dusun Merten Gadingharjo Sanden Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Posyandu Lansia Ngudi Waras Dusun Merten dengan kriteria berusia 60 – 85 tahun yang berjumlah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner KSPBJ Insomnia Rating Scale dan kuisioner gaya hidup. Teknik analisis data menggunakan Kendall Tau. Hasil penelitian memperlihatkan p value = 0,017, dengan tingkat keeratan hubungan 0,383. Ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian insomnia pada lansia di Posyandu Lansi Ngudi Waras Dusun Merten Gadingharjo Sanden Bantul

    LITERATURE REVIEW PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP KUALITAS TIDUR KLIEN HIPERTENSI

    Get PDF
    Latar Belakang: Kualitas tidur merupakan ukuran dimana seseorang itu dapat kemudahan dalam memulai tidur, mempertahankan tidur, lama waktu tidur, dan keluhan yang dirasakan saat tidur ataupun sehabis bangun tidur. Klien hipetensi cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk, disebabkan oleh tingginya tekanan darah, nyeri tengkuk, dan sirkulasi darah yang terhambat. Kondisi ini dapat diobati dengan terapi bekam basah. Bekam merupakan suatu pengobatan dengan cara menghisap pada area kulit dan jaingan dibawah kulit, kemudian dilakukan penyayatan dan penghisapan darah, darah yang keluar merupakan darah kotor. Terapi bekam dapat menstimulus saraf pada titik meridian yang banyak mengandung myoglobin, sel mast, serabut saraf pleksus. Sehingga bekam mampu memberikan efek mikrosirkulasi pembuluh darah yang dapat memberikan efek relaksasi, menghilangkan nyeri pada otot, menurunkan tekanan darah serta memperbaiki kualitas tidur. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap kualitas tidur klien hipertensi Metode: Penelitian ini menggunakan studi literature, penulisan jurnal melalui data base Google Scholar dan Portal Garuda, dengan kata kunci “terapi bekam basah”, kualitas tidur”, dan “klien hipertensi” didapat populasi sejumlah 114 jurnal, sampel yang digunakan adalah 5 jurnal dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Berdasarkan hasil artikel yang dianalisa didapatkan bahwa terapi bekam basah dapat memengaruhi kualitas tidur klien hipertensi. Simpulan dan Saran: Terapi bekam basah dan kualitas tidur klien hipertensi terdapat pengaruh, dibuktikan secara kualitatif bahwa klien hipertensi merasa rileks dan tertidur saat menjalani bekam. Untuk penulis selanjutnya perlu dilakukan review jurnal yang lebih banyak baik jurnal internasional maupun nasional, dan dilakukan penelitian secara kuantitatif

    Literature Review Gambaran Pelaksanaan Metode Preceptorship Pada Proses Bimbingan Mahasiswa Praktik Klinik

    Get PDF
    Metode Preceptorship adalah suatu periode (preceptorship) untuk membimbing dan memotivasi semua praktisi baru yang memenuhi persyaratan untuk melewati perubahan peran dari mahasiswa untuk mengembangkan kualitas praktek mereka lebih lanjut. Sehingga mahasiswa akan lebih percaya diri dengan lingkungan barunya, dalam peran barunya sebagai perawat. Preceptor adalah seseorang yang telah memiliki pengalaman pada pelayanan kesehatan, bekerja bersama mahasiswa pada seting klinik, berperan sebagai pendidik klinis sekaligus sebagai seorang perawat profesional. Preceptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Metode pembelajaran klinik yang digunakan dalam membimbing dan menilai mahasiswa adalah BST, Mini-CEX, dan DOPS. Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan ini adalah Literatur Review berbasis jurnal dengan metode pencarian menggunakan electronic data base yang dapat diakses full text. Tahun jurnal yang digunakan dibatasi pada tahun 2011-2020. Database kesehatan yang relevan termasuk Pudmed, Sciendirect, Garuda dan Google scholar. Berdasarkan hasil revie 10 jurnal didapatkan bahwa pelaksanaan metode preceptorship pada proses bimbingan mahasiswa paktik klinik sudah terlaksana dengan efektif atau baik dengan adanya pelaksanaan apersepsi dan orientasi klinik sebelum pembelajaran klinik, terlaksananya kontrak belajar yang telah disepakati, peran preceptor sebagai role model. Selain itu preceptor sudah memiliki pengetahuan mengenai preceptorship, mengikuti pelatihan preceptorship, pengalaman kerja, dan pengalaman menjadi instruktur klinis yang memadai sehingga menjadi model peran untuk guru

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR : LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    Latar belakang : Karies gigi adalah kerusakan jaringan gigi hingga membentuk lubang. Anak usia sekolah dasar rentan terkena karies gigi. Menurut riset kesehatan dasar sebagian besar anak inonesia menderita karies gigi. Salah satu yang mempengaruhi terjadinya karies gigi adalah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan gaya hidup pada anak. Tujuan : Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan gaya hidup dengan kejadian karies gigi pada siswa sekolah dasar. Metode : Jenis penelitian ini adalah literature review. Analisis masalah pada penelitian ini menggunakan PICO. PICO merupakan alat pencarian yang berfokus pada pertanyaan klinis. Hasil : Penelitian literature review ini menganalisis 6 jurnal dengan hasil tidak ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan gigi dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian karies gigi pada siswa sekolah dasar. Simpulan dan Saran : Anak sebaiknya diberikan pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini serta perlu mendapat bimbingan dan pengawasan dari orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini perlu dilakukan karena pengetahuan saja tidak cukup mendukung seseorang untuk memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik. Orang tua juga harus memantau gaya hidup anak untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak

    PERBEDAAN PENGARUH SENAM OTAK DAN SENAM IRAMA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang : Salah satu permasalahan yang sering dialami anak adalah keterlambatan perkembangan motorik yang mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam menangkap informasi, bermain dengan teman sebayanya, dan dalam melakukan aktivitas. Sehingga dalam menaggulangi hal tersebut dapat dilakukan Senam Otak dan Senam Irama . Senam Otak adalah serangkaian latihan yang berbasis gerakan tubuh sederhana yang melibatkan permainan olah tangan dan kaki yang dapat memberikan stimulasi pada otak sedangkan Senam Irama adalah serangkaian latihan yang dibentuk dengan terencana dengan sistematis yang diiringi dengan musik dengan harapan anak tetap aktif dalam melakukan gerakannya. Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh senam otak dan senam irama terhadap perkembangan motorik pada anak. Metode Penelitian : Metode pada penelitian ini adalah penelitian narrative review . Pencarian jurnal dilakukan di portal online seperti Google Scholar dan Scient Direct. Hasil penelusuran jurnal didapatkan hasil 10 jurnal yang terdiri dari 5 jurnal tentang senam otak dan 5 jurnal tentang senam irama . Hasil : Hasil review pada 10 jurnal yang masing-masing terdiri dari 5 jurnal tentang senam otak dan senam irama ini didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan perkembangan motorik pada anak setelah dilakukan latihan. Kesimpulan : Ada perbedaan pengaruh senam otak dan senam irama terhadap perkembangan motorik pada anak. Saran : Bagi peneliti selanjutnya untuk menjadi referensi dalam metode penelitian lain, baik dalam bentuk narrative review atau experimental

    NARRATIVE REVIEW : PENGARUH PEMBERIAN SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA LANSIA

    Get PDF
    Latar Belakang:Stres adalah suatu respon tubuh dengan bersifat tidak spesifik pada setiap tuntutan atau beban. Pengertian tersebut bisa dikatakan stres apabila seseorang mempunyai beban yang sangat berat tetapi seseorang itu tidak dapat menanggulangi bebanya itu sendiri, maka tubuh akan merespons dengan tidak mampu dengan beban tersebut, maka seseorang tersebut akan mengalami stres. Sebalikanya apabila seseorang yang dengan beban yang amat lah berat tetapi mengatasi beban tersebut dengan respon tubuh yang bagus, maka orang itu tidak akan mengalami stress . Tujuan:Tujuan penelitian ini diketahuinya pengaruh senam yoga terhadap penurunan tingkat stres pada lansia Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode narrative riview, pada penelitian ini penelusuran artikel menggunakan database Google Schoolar, PubMed sesuai kriteria inklusi dan ekslusi dalam penelitian artikel yang diambil ini full text tentang Senam yoga menurunkan tingkat stress pada lansia di terbitkan minimal dalam kurun waktu 2010-2020.Hasil: review 10 jurnal menyebutkan adanya hubungan Senam yoga menurunkan tingkat stress pada lansia Kesimpulan:dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan senam yoga terhadap penurunan tingkat stress pada lansia. Senam yoga yang dilakukan secara rutin terbukti signifikan dalam menurunkan tingkat stress pada lansia. Saran: Peneliti selanjutnya bisa menambah referensi yang lebih baik untuk kesempurnaan penelitian selanjutnya menggunakan metode narrative review

    PERBEDAAN PENGARUH BALANCE EXERCISE DAN ANKLSTRATEGY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DENGAN METODE NARRATIVE REVIEW

    Get PDF
    Latar Belakang: Seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan UHH (Usia Harapan Hidup) di Indonesia. Penuaan atau menjadi tua adalah suatu proses yang natural dan kadangkadang tidak tampak mencolok. proses ini terjadi secara alami dan disertai dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologi maupun social. perubahan yang berkaitan dengan lansia yang dapat mempengaruhi stabilitas postural, meliputi pengurangan reflex, kecepatan, kurang koordinasi dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan. Sehingga lansia mengalami gangguan jatuh. Untuk mencegah resiko jatuh adanya intervensi latihan balance exercise dan ankle strategy exercise. Tujuan: Tujuan narrative review ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengaruh balance exercise dan ankle strategy exercise terhadap keseimbangan dinamis pada lansia. Metode: Penyusunan skripsi ini menggunakan metode Narrative Review, yaitu mengumpulkan sebanyak sepuluh artikel penelitian, dengan langkah awal yaitu melakukan identifikasi kata kunci menggunakan rumus atau format PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) serta menetapkan kriteria inklusi dan ekslusi untuk menentukan artikel yang selanjutnya akan dipilih dan direview. Pencarian artikel artikel penelitian dilakukan pada tiga database, yaitu Google Scholar, PubMed dan PEDro Hasil: Hasil review 5 jurnal balance exercise bahwa ada peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia dari masing-masing alat yang digunakan. Hasil review 5 jurnal ankle strategy exercise bahwa ada peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia dari masing-masing alat yang digunakan.Kesimpulan: balance exercise dan ankle strategy exercise sama-sama mempunyai pengaruh dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Saran: Peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai tema ini dengan metode penelitian lain, seperti eksperimental

    6,596

    full texts

    6,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    DIGILIB at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇